CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 25 - MENDAMBAKAN MU


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan ke karya author yang lain dengan judul "Istri Yang Terabaikan" dan "Pertemuan"....


...*...


...*...


...*...


Hari telah terlewati, Adel dan William bersikap seolah tak terjadi apapun di antara mereka, meski kenyataan nya, mereka saling meragukan satu sama lain. William yang meragukan Adel untuk tak bersedih jika ia bersedih dan juga Adel meragukan William yang terus seakan mendorong ia menjauh.


Besok adalah hari dimana William akan melakukan operasi nya. Tubuh William mengalami kestabilan selama beberapa hari ini, sehingga memudahkan untuk segera dilakukan nya operasi.


Adel memikirkan ide gila nya, ia ingin menikahi pria yang selalu membuat nya khawatir. Jika memang benar ini adalah saat terakhir baginya untuk bersama William, Adel ingin menjadi wanita yang akan mengingat hubungan dan cinta nya bersama pria itu.


"Ayo kita menikah" Ucap Adel tiba - tiba.


"Adel....Aku tidak bisa menikahi mu dikala aku akan meninggalkan mu" Jawab William, wajahnya menyiratkan rasa sedih yang mendalam.


"Kumohon, Aku tidak akan menyesali pilihan ku, kita menikah saja ya? Setelah kak Will sembuh baru kita meminta restu"


"Tidak!! Papa dan mama mu akan sangat marah, kita perlu restu mereka"


"Tapi menurut hukum aku sudah boleh menikah tanpa wali, kumohon..... bukankah kamu ingin mengikat diri bersama ku? Kita akan meminta restu setelah kamu selesai operasi, mama dan papa pasti akan merestui kita"


Adel yakin akan hal itu, karena mama dan papa nya cukup mengenal William dalam waktu yang lama.


"Kumohon masukan saja aku ke dalam tanah daripada kamu membuat ide gila ini"


"Kak Will, tolong tatap mata ku, apa aku membuat ide ini tanpa pemikiran?"


"Jika aku tidak selamat? Bagaimana?"


"Itu akan jadi rahasia kita, aku akan menyimpan rahasia kita dan kenangan kita"


Adel segera menyeret William dan menaiki mobil menuju ke suatu tempat. Sesampainya di tempat itu, mereka berada di sebuah bangunan kecil seperti restoran itu, Bangunan bernuansa sejarah serta indah dan penuh dengan bunga. Disana ada pengacara, pencatat nikah dan paman John.


"Adel !!"


"Maaf, tapi aku sudah memanggil mereka dan menyiapkan nya"


Aku tahu bahwa aku gila, tapi jika memang ini saat terakhir kita, biarkan aku gila hanya untuk kali ini, biarkan diriku menjadi bagian penting dalam hidup pria ini....


"Ayolah Will, keluar kan cincin itu" Ucap John kepada William.

__ADS_1


"Cincin?" Tanya Adel.


"William sudah lama memesan cincin untuk diberikan kepadamu, namun ia selalu ragu bahwa ia tak akan selamat, Aku pernah merasakan kehilangan orang yang kucintai, hidup ini singkat, harusnya kamu tidak perlu berkilah lagi Will"


Memang benar hidup ini singkat, mungkin aku terlalu banyak berfikir, tapi itu kulakukan karena aku tak ingin membuat wanita yang kucintai menderita setelah kepergian ku.


Dengan berat hati, William mengeluarkan liontin nya yang selalu tergantung di leher nya. Dari dalam liontin itu terdapat foto Adel dan sepasang cincin indah yang telah terukir nama Adel di dalam nya.


"Aku memesan nya sejak kamu mulai tahu penyakit ku, meski pun terburu - buru, berkali - kali aku ingin menyerahkan cincin ini dan ingin melamar mu, tapi aku selalu ragu dan benak ku selalu takut"


William tiba - tiba berlutut dan mengarahkan cincin itu kepada Adel dan berteriak.


"Adelaide Wijaya! Maukah kamu menikah dengan ku?"


Adel mengangguk dengan air mata bahagia.


"Tentu saja"


Mereka berdua berpelukan dan saling tersenyum penuh haru, John bertepuk tangan dengan keras melihat hal mengharukan itu.


"Adel Aku mencintaimu" William mengatakan itu sambil memasang kan cincin di jari manis Adel yang kemudian disusul dengan Adel yang memasang kan cincin ke jari manis William.


Pernikahan mereka dilakukan dengan sederhana dan tercatat kan ke catatan sipil dengan bantuan pengacara, di luar negeri, menikah tidak memerlukan wali sama sekali, sehingga setiap individu yang dianggap dewasa bisa memilih untuk menikah dan mendaftarkan sendiri pernikahan mereka.


"Apa tidak apa - apa? Bagaimana jika...."


"Adel kita minta izin saja sekarang, ayo kembali ke Prancis" William memegang erat tangan Adel namun Adel segera menenangkan William.


"Adel yang akan bilang ke papa dan mama, sekarang kak Will hanya perlu fokus untuk kesembuhan kak Will, oke?"


William hanya menghela nafas nya dengan berat.


.


.


.


"Kita sudah jadi suami istri ya? Rasanya menikah itu sangat mudah ya" Ucap Adel sambil bersandar di pangkuan William.


"Adel, aku akan berusaha untuk berdoa dan percaya pada keajaiban yang kamu percayai itu, tapi jangan bilang ke papa dan mama kamu sampai aku sadar, kita temui papa dan mama kamu bersama ya"


"Baik, karena itu, kamu sebagai suami ku harus berusaha bertahan demi aku, mengerti?"

__ADS_1


"Aku mengerti"


Mereka saling bertatapan dan berpandangan satu sama lain.


"Sekarang kamu istri ku kan?" Tanya William sambil menggoda Adel.


.


.


.



.


.


.


Cuuuppp...


Kecupan manis mendarat di bibir Adel.


"Apakah ini akan jadi kecupan paling indah? Atau hanya akan ada kecupan indah malam ini?" jawab Adel sambil menggoda.


"Jangan memancingku Adel, kamu akan menyesal"


Adel memajukan dirinya dan mengecup William. Bibir nya bertaut dengan bibir William. Adel bisa merasakan nafas William yang membara. Ini melebihi fantasi dan mimpi nya ketika mendambakan bibir pria itu menyentuh nya. Bibir nya terasa panas, membara dan penuh, Adel jatuh dalam setiap pesona kecupan yang diberikan oleh William.


"Kak Will..." Desah Adel.


"Sudah ku bilang kan kamu akan menyesal"


Sekali lagi kecupan dan ciuman berpadu dalam keindahan romansa yang manis dan menautkan kedua hati menjadi satu. Adel menerima ciuman itu, seketika mata nya merapat dan membiarkan William menuntun nya untuk bergerak lebih jauh dan lebih dalam dari yang dikira nya.


William melepaskan ciuman itu dan menatap Adel dengan mata nya yang mendambakan Adel sepenuh hati nya. Mata nya yang haus akan Adel seolah berbicara melalui tatapan nya yang panas. Tatapan itu membakar gairah Adel dan membuka isi hatinya yang terdalam. Keduanya saling mendambakan satu sama lain.


"Jika kamu bergerak lebih jauh, aku akan melewati batas ku" Ucap William dengan pelan.


"Kalau begitu lewati lah batas itu"


"Kamu tidak tahu artinya, kamu akan menyesal Adel"

__ADS_1


"Aku tahu artinya, sudah lama aku menginginkan nya, sejak lama aku menginginkan hal itu, Aku seorang wanita dewasa bukan anak kecil lagi"


-bersambung-


__ADS_2