CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 17 - AIR MATA


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah, dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel author yang lain nya dengan judul "Istri Yang Terabaikan" Dan "Pertemuan". Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


"Adel ada yang mau aku bicarakan padamu" Ucap William.


Adel merasakan ada sesuatu yang tak beres. Nada bicara William dan raut wajah nya terus mengganggu Adel. Adel takut hal dulu akan terjadi lagi, Adel benci mengingat hari itu, gerimis yang membasahi tubuhnya mulai semakin deras dan berubah menjadi hujan yang mengguyur nya.


"A....apa itu?" Tanya Adel tergagap, Adel tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya.


"Aku tidak bisa melanjutkan shooting nya sampai bulan depan, Aku akan bicara pada sutradara dan produser, jika membayar denda akan ku bayar juga, jadi maaf...."


"Kenapa? Apa shooting ini memberatkan mu? Apa Adel melakukan kesalahan padamu? Kalau iya Adel minta maaf tapi jangan tiba - tiba begini"


Jika ada orang yang harus minta maaf saat ini, itu adalah aku, aku yang harusnya minta maaf padamu, aku akan menyakiti kamu lagi, tapi Adel kamu tidak perlu tahu, kamu tidak perlu tahu tentang diriku dan lupakan lah aku dalam hidup mu.


"Kak Will !!"


"Aku akan pergi jauh, sebelum itu aku ingin mengakhiri shooting ini dengan cepat"


"Pergi? Pergi ke mana? Disini kan rumah mu? Kamu ingin pergi ke mana kak Will ?"


"Adel kamu tidak harus tahu hal itu, intinya begitu"


"Kalau begitu kasih alasan yang jelas, ini sama sekali tidak masuk akal, kenapa kamu harus pergi?!!"


"Aku harus pergi...."


"Apa karena ciuman tadi? Aku minta maaf jika itu membuat mu tidak nyaman, tapi kamu juga menginginkan nya!!"


Jika aku memberitahu mu yang sebenarnya, Kamu akan sangat terpukul dan tersiksa, aku yakin itu, aku tak ingin membuat mu merasa bersalah dan bersedih karena ku, mungkin ini satu - satu nya cara agar kamu bisa berhenti memikirkan ku, aku harus berbohong padamu, Adel aku minta maaf atas kebohongan ku ini....


"Aku akan menikah"


Jdeeeeeerrrrr!!!!.....


Seolah ada petir yang menyambar di kala senja, hati Adel dalam sekejap luluh lantak dan hancur mendengar nya. William akan menikah, itu tidak pernah ada dalam benak Adel. Adel mengira bahwa pria yang hidupnya selalu sendiri itu tak akan pernah menikah selain dengan nya.


"Bohong! Itu nggak benar, kalau menikah kenapa harus pergi?"


"Karena istriku berasal dari negara yang jauh, dia tidak bisa bahasa Prancis, makanya dia tidak mau pindah, Aku tidak bisa membiarkan nya bersedih"


Tatapan lembut William ketika mengatakan nya membuat Adel semakin merasakan sakit di dadanya. Cinta yang ia cari dari William telah diberikan nya pada wanita lain. Dulu begitu, sekarang juga begitu, tak ada celah baginya untuk ada di hati William.


"Apakah wanita itu sama dengan wanita yang dulu?" Tanya Adel dengan hati - hati.

__ADS_1


"Ya"


Jawaban singkat dari William membuat semua nya menjadi jelas.


"Aku mengerti" Adel segera bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu!!" William meraih tangan Adel. "Mau kemana kamu?! Makan dulu, kamu lapar kan?"


"Lepas!! Mau aku makan atau nggak apa perduli mu? Kau akan menikah jadi jangan beri aku perhatian yang lebih dari ini"


"Adel kamu tahu itu tidak mungkin.....kamu penting bagiku, Kamu itu adik ku"


"Kau tahu kan bukan hubungan seperti itu yang ku mau? Sekarang lepas!" Adel menyentak tangan William dan segera pergi.


William hanya bisa tertunduk sedih melihat Adel yang pergi menjauh dari nya.


"Maaf Adel, maafkan aku"


.


.


.


Brakkkkk....Adel membanting pintu rumah saat pulang. Papa dan Mama nya melihat hal itu segera menghela nafas.


"Adel, kamu tahu kan itu sangat tidak sopan? Apalagi di hadapan kamu ada papa dan mama, kamu bukan nya memberi salam tapi malah main banting pintu begitu" ucap papa nya.


Ben melihat ada yang tak beres dari wajah putri nya. "Adel sini sebentar" Ben menyuruh Adel untuk duduk di dekat nya sambil menikmati hidangan yang sedang dinikmati nya.


"Kenapa wajah kamu begitu?" Tanya Ben kepada Adel.


"Pa, besok aja ya bicara nya, Adel capek banget hari ini"


"Adel, papa hanya mau tahu...."


"Hiks....hiks......Huaaaaa" tangisan Adel pecah.


Adel telah menahan dan menyimpan air mata nya untuk ia bawa ke kamar nya, karena kamar nya adalah tempat yang paling nyaman baginya.


"Loh, Adel kenapa kamu menangis sayang? Papa nggak marah sama kamu" Nissa khawatir melihat Adel yang terlihat sangat sedih itu.


Air mata Adel bercucuran dan Adel terlihat begitu tersiksa.


"Iya papa nggak marah sama kamu, ya udah kalau kamu mau istirahat ya istirahat saja, besok kita baru bicara"


Dengan masih menangis dengan tersedu - sedu Adel pergi dan masuk ke kamar nya.


.

__ADS_1


.


.


Beberapa hari kemudian.....


Setelah berusaha menghindar dari telfon William dan mengurung dirinya, Adel harus datang ke lokasi shooting. Hari ini adalah jadwal shooting acara show nya. Collin juga sempat meneror nya dengan memberikan telfon dari William, tapi ketika melihat Adel yang sungguh tak ingin menerima telfon itu, Collin sadar diri dan bilang bahwa kakak nya sibuk.


Papa dan mama nya sempat khawatir melihat Adel yang mengurung dirinya. Namun mereka tak bisa seenaknya bertanya, karena Adel bukan lah gadis kecil yang dulu, Adel juga punya privasi di hidup nya sendiri.


"Adel, nggak apa nih? Kita udah telat lho di lokasi shooting" Ucap Lili manager nya yang baru.


"Nggak apa, oh iya selesai shooting ini kita juga ada shooting lain kan?"


"Iya kamu akan tampil sebagai bintang tamu di radio, tapi jadwal nya berdekatan, apa kamu nggak capek?"


"Nggak apa, sementara tolong Carikan aku pekerjaan atau job yang bisa mengisi waktu ku, aku harus fokus pada pekerjaan"


Lili yakin bahwa saat ini Adel sedang dalam keadaan tak biasa.


"Baik,tapi jangan terlalu memaksa kan diri ya"


Sesampainya di lokasi shooting....


"Maaf terlambat semuanya" Ucap Adel langsung memasang wajah bersalah.


Karena Adel sudah terlambat, Shooting langsung dimulai, Adel dan William tak sempat berbicara. William takut untuk bicara pada Adel tapi Adel dulu yang berbicara kepada William.


"Lama tidak bertemu ya, Akhir - akhir ini aku sibuk sih" Ucap Adel.


.


.


.



.


.


.


"Ya lama tidak bertemu, apa kamu baik - baik saja....?"


"Tentu, aku bahkan lebih sehat hari ini, mungkin karena vitamin yang baru - baru ini ku minum"


"Lalu kenapa kamu menghindar dariku? Telfon ku juga tidak mau kamu angkat, sebenarnya kenapa?

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2