
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah, dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa dukung karya author yang lain, terutama novel "ISTRI YANG TERABAIKAN". Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
Mata William yang memanjang tajam ke setiap penjuru membuat yang melihat nya langsung menutup mata nya karena ketakutan. Apalagi semua orang tahu bahwa Geng Norman itu terkenal sangat sadis.
"Masih niat latihan nggak sih?!!" Bentak William ke Adel.
"Yah masih dong, Darling"
Adel memperhatikan raut wajah William yang sejak tadi terus menatap tajam. Adel tak paham mengapa William bersikap begitu.
"Baju kayak gitu mana bisa latihan!! Ganti baju yang tadi aja!!"
Meskipun Hoodie akan memperlambat gerakan tapi masih mending daripada baju yang Adel kenakan sekarang.
"Ini sport bra untuk olahraga, lebih nyaman bergerak pakai ini, Ini desain yang lagi trendy tahun ini"
Aku bisa belikan semua nya!! Bahkan pabriknya!! Cepatlah ganti sebelum aku mencongkel mata semua orang disini....
Karena Adel tak kunjung menuruti perkataan William, William mencari cara lain, Akhirnya William melepas jaket nya dan melemparkannya ke arah Adel. Wajah Adel langsung tertutup oleh jaket olahraga William.
"Pakai atau aku akan menghukum mu disini" Ucap William sambil berbisik di telinga Adel.
Adel langsung merinding, sejak dulu....jika Adel berbuat ulah dan kena masalah akibat perbuatannya sendiri, William akan mengatakan untuk menghukum Adel, dan benar saja, William akan membawa Adel untuk melewati jembatan tinggi, padahal William tahu Adel takut ketinggian.
Tapi Adel merasa tak masalah diperlakukan begitu, karena meski William menghukum nya, William akan selalu menjaga nya, dari belakang nya. Adel tahu bahwa William melakukan hal itu karena ingin Adel jadi anak yang berani.
"Baik akan Adel pakai deh" Jawab Adel sambil cemberut.
Adel mulai latihan Boxing, Belajar teknik - teknik nya dari William. Tak jarang keduanya tertawa karena tingkah masing - masing. Mereka menikmati latihan itu. Kedua nya tak menyadari bahwa mereka terlalu sering melakukan kontak fisik, terlihat alami dan biasa. Sehingga produser sangat puas dengan rekaman itu.
"Cepat!! Rekam lebih dekat, suasana nya sangat bagus tuh" Ucap Produser.
Hingga di akhir syuting, keduanya mendapatkan interview untuk pembukaan acara yang akan tayang bulan depan nya. Hingga akhirnya keduanya mendapat kan pertanyaan bagaimana awal nya mereka bertemu.
William tahu bahwa Adel itu tak pernah bisa bohong, sehingga William lah yang mengambil alih jawaban itu.
"Kami bertemu saat Adel masih TK, Aku yang tersesat mencari jalan, terpesona dengan kemampuan dan kefasihan nya dalam berbicara, Hingga akhirnya kami tidak sengaja bertemu kembali di rumah orang tua nya, Ternyata keluarga kami saling mengenal, sejak itu kami semakin dekat hingga jadi seperti sekarang"
Bagus tak menceritakan dengan detail tapi tidak banyak kebohongan juga....Nice kak Will....
__ADS_1
"Lalu siapa yang menyatakan cinta duluan di antara kalian?" Tanya Pewawancara.
"Tentu saja....Willy duluan!!" Jawab Adel.
William memandang ke arah Adel, mata nya berbicara melalui batin yang aneh nya dapat dimengerti oleh Adel.
*Will : Kapan aku begitu?
Adel : Sudahlah diam saja dan tersenyum lah!!
Will : Tapi ini sangat norak!
Adel : Ku bilang senyum saja*!!
Adel pun menyebut sedikit perut William dengan menyembunyikan seolah mereka sedang berpelukan. William harus menahan rasa sakit nya dan terus berpura - pura tersenyum.
"Jadi kak Will, menyatakan cinta nya padaku, dia bilang sudah lama menyukai ku, dan tak ada wanita yang lebih indah dan manis selain aku, Waahhh saat itu aku bisa merasakan bahwa dia tergila - gila padaku!! kami membangun cinta kami bersatu dalam ombak pantai yang sangatttt indah, Kak Will berhasil membuatku terpesona" Senyum yang cerah dan gaya bercerita yang sangat ekspresif.
Adel bersyukur menjadi anak dari mama nya, karena bakat kepura - puraan mama nya, menurun kental kepada dirinya.
"Waah cerita yang sangat indah sekali ya, Lalu apa kalian bisa menunjukkan sedikit kebiasaan pasangan kalian yang sering ditunjukkan kepada kalian?"
William berfikir, karena sepanjang ia ingat Adel yang paling sering diingat oleh nya adalah kecengengan nya.
"Kalau Adel itu, selalu menangis sambil meler - meler dan sangat manja sekali, Biasanya baju ku sampai basah karena dia" William selalu menjawab dengan jujur meski melewatkan detail yang ada.
Semua yang mendengar nya sontak sangat kaget dan segera meminta keduanya berpose seperti yang Adel katakan. Dengan pelan dan perlahan Adel mendekat ke arah William dan memeluk nya dengan lembut.
Adel menyandarkan kepala nya di dada William yang kuat, dan melingkarkan tangan nya di sepanjang perut William.
"Wwwoooowwww" Semuanya bertepuk tangan dan bersorak melihat pemandangan itu.
Hanya satu orang yang tak bisa tenang dengan keadaan itu, yaitu William sendiri, dadanya tak bisa berhenti berdetak dengan kuat.
.
.
.
.
Malam nya.....
Adel telah pulang, John sedang berada di rumah William untuk menanyai hari nya bersama Adel apakah berjalan lancar seperti yang William harapkan.
__ADS_1
William menghempaskan tubuhnya ke sofa dan segera duduk sambil mengistirahatkan tubuhnya. Tangannya ia tutup ke arah wajahnya.
"Haaaah" Desah frustasi dari William terdengar kuat keluar begitu saja.
.
.
.
.
.
.
"Kali ini apa lagi Will?" Tanya John.
"Kenapa aku begini sih? Dasar Gila!! Eh! Bukan aku yang gila tapi Adel yang membuat ku begini, Adel membuat ku gila!!"
"Ada apa?" Tanya John lagi.
"Adel memakai baju terbuka dan semua nya melihat dengan tatapan yang menjijikkan, udah begitu, Adel tidak perduli!!"
"Itukan hak dia mau pakai baju yang gimana, kenapa kamu yang khawatir, katanya nggak ada rasa?"
"Paman!! Aku itu bertanggung jawab sama hidup Adel, dan karena itulah aku harus bisa menjaga Adel, tubuhnya itu membuat para serigala brengsek itu pada melihat nya dengan lahap, aku tidak suka!!"
"Will....Kamu sungguh tidak suka sama Adel?"
William yakin dan tahu sendiri dengan perasaan nya, bahwa ia selalu menganggap Adel adalah adiknya sendiri.
"Iya ya iyalah"
"Lalu kenapa kamu tidak suka kalau ada yang melihat Adel? Padahal itu bukan urusan kamu kan?"
"Yah, kan karena mereka melihat Adel dengan tatapan tak sopan!! Wajar aja kali, sebagai Abang yang baik bagi Adel aku harus berbuat begitu"
"Yakin nggak suka? Benar yakin? Pikirkan baik - baik"
"Aku serius paman!!" Aku yakin dan sangat yakin sekali !!"
"Lalu bagaimana, bagaimana jika suatu saat nanti Adel punya cowok atau menikah, apa kamu rela? Kamu akan bagaimana?"
__ADS_1
-bersambung-