
Setelan beberapa hari berada di rumah sakit, Adel sudah boleh di rawat di rumah dengan penanganan eksklusif. Saat itu juga lah, William dan yang lain sudah harus pergi. William pergi bersama Andhika dan Anthony. Sedangkan Ben dan Rey serta Edison sudah pergi terlebih dahulu sejak dua hari yang lalu.
"Aku akan menunggu mu kembali" Ucap Adel dengan mantap.
"Aku berjanji kali ini pasti kembali, Aku pasti akan kembali demi kamu dan Justin"
Adel pun memaksakan untuk berdiri namun William segera menangkap tubuh kurus Adel.
"Hati - hati, kamu masih belum boleh banyak bangun"
"Kak Will, kumohon kembali lah dalam keadaan selamat, Tolong jangan lupakan aku dan anak mu lagi"
"Baik, kalau begitu aku pergi dulu Adel"
William mengecup kepala Adel dan perlahan melepaskan pelukan nya lalu memeluk dengan erat tubuh anak nya.
Adel hanya bisa melihat tubuh William yang menjauh dan mulai hilang dari pandangan nya itu.
"Ma, sebenarnya William mau pergi ke mana?" Tanya Adel.
Sejak ia tahu William akan pergi tak ada satupun yang mau memberitahu nya kemana William akan pergi.
"Dia..." Min young ragu menjawab nya.
"Dia perlu tahu" Ucap Nissa. "William sedang menuju ke markas keluarga Lianna karena paman John disekap disana sejak ia menghilang"
"Apa?!! Kenapa dia menyembunyikan nya dariku?"
"Karena Dia di Ancam, dia harus disana agar kamu dan Justin selamat, semua kecelakaan yang kamu alami itu peringatan dari Lianna, jadi apa yang akan kamu lakukan setelah tahu hal ini?" Tanya Nissa kepada anak nya.
"Tentu saja aku harus melindungi diriku dan Justin dengan aman karena hanya itu yang bisa ku lakukan agar kak Will tidak khawatir"
"Lalu apa kamu akan meninggalkan Will jika Lianna mengancam mu?"
"Tentu saja tidak! Aku akan meninggalkan kak Will jika kak Will berselingkuh atau dia tidak mencintai ku tapi jika di luar itu, aku masih mampu bertahan, aku juga kuat ma!!"
__ADS_1
Nissa tersenyum bangga dan mengangguk dengan tersenyum ke arah Adel.
"Kalau begitu kamu juga harus waspada, meski ini di rumah sendiri, bukan berarti tidak akan ada penyelundupan, kamu harus menjaga diri kamu dan justin dengan baik, karena....." Nissa sempat sedikit bingung bagaimana menyampaikan semua ini ke putri nya.
"Karena apa ma?"
"Lianna tidak ada di markas nya, tadi malam Papa kamu berhasil menghancurkan markas nya Lianna dengan bantuan dari paman Rey, paman John juga sudah di bawa dengan aman tapi Lianna dan beberapa orang anggota mereka sudah meninggal kan markas lebih dulu"
Adel merasa semakin takut, ia takut jika Lianna akan muncul tiba - tiba di hadapan nya. Lebih lagi ia takut bahwa Lianna akan mengancam suami nya lagi dan menghancurkan harapan suami nya.
"Seperti nya Lianna berhasil membaca pergerakan kita, paling tidak disini ada Kate dan Lyra yang akan melindungi kita" Ucap Sherly.
"Semoga saja" Ucap Adel dengan penuh harapan.
"Adel, Kamu kenapa lupa mengucapkan selamat jalan kepada Daddy mu?" Tanya Sherly tiba - tiba.
"Memang nya Daddy pergi tadi? Bukan nya Daddy pergi bersama Papa?"
"Jadi kamu tidak lihat wajah sedih nya? Hahaha kasihan sekali suami ku"
Di mata Adel yang ia lihat hanya lah William dan kekhawatiran nya hanya lah terhadap William, ia tak sempat memperhatikan Daddy nya ataupun orang lain.
Si suatu gubuk kecil dan gelap.....
"Nona mereka sudah berhasil memusnahkan markas kita" Ucap salah satu anak buah Lianna.
"Markas itu hanya lah salah satu dari markas ku saja, tidak masalah! Semua masih dalam perkiraan ku sejauh ini"
"Tapi Si John, tidak sempat kami larikan karena tim kami yang disana sudah di sergap terlebih dahulu"
"Apa?!!"
Lianna melempar kan botol Wine ke arah para anak buah nya yang tak berguna itu. Mata nya penuh amarah dan memandang anak buah nya dengan wajah murka serta penuh dengan rasa benci.
"Maaf nona, kami tak bisa bergerak sama sekali, pasukan mereka terlalu banyak, hanya satu orang di markas itu yang bisa selamat namun dia dalam keadaan kritis dan penuh luka"
__ADS_1
"Kalian bodoh?!! Lalu bagaimana aku bisa mengancam William jika John tidak ada dalam genggaman ku?!! Cepat cari John!!"
"Baik Nona"
"Lalu bagaimana dengan kediaman perempuan itu?"
Lianna memegang foto Adel di tangan nya, namun pisau buah yang sejak tadi ada di atas meja itu pun menjadi sasaran untuk menusuk - nusuk wajah Adel di dalam foto tersebut.
"Kami sedang mencari cara agar bisa memasuki ke kediaman mereka, yang pasti saat yang tepat kami akan melaporkan nya kembali"
"Tapi aku tidak suka lama - lama kau tahu itu kan?"
"Iya Nona"
"Cepat cari cara untuk menangkap anak William dan Istrinya, sekaligus si John, Aku tidak pernah membiarkan buruan ku lepas, jika salah satu dari kalian tidak becus persiapkan jari kalian untuk ku potong, ingat itu!"
Adel menutup tirai jendela nya dengan remot kontrol otomatis.
"Kenapa kakak tutup jendela nya? Belum juga malam" Tanya Collin.
"Entah kenapa perasaan ku tidak nyaman, seperti ada yang memperhatikan ku"
"Tidak ada, perasaan kakak aja kali"
"Mungkin juga, Aku jadi sedikit cemas setelah mendengar perbuatan Lianna"
"Percaya lah semua akan baik - baik saja, papa tidak pernah gagal melindungi kita, kali ini pun juga sama"
"Benar, Aku tidak akan pernah bisa apa - apa tanpa papa dan yang lain nya"
"Itu artinya semua sayang sama kakak"
Adel hanya bisa tersenyum sambil merasa bersyukur diberikan keluarga yang sangat menyayangi nya bahkan masih mau menerima dirinya dan William setelah apa yang mereka perbuat. Padahal Adel dan William sudah banyak menyakiti hati keluarga tapi mereka tak pernah berhenti menyayangi nya.
Kini satu hal yang harus Adel luruskan adalah perasaan nya terhadap Leon. Setelah pengakuan dan rasa cinta Leon pada nya, Adel sedikit banyak nya hampir memberikan harapan kepada orang yang tulus mencinta nya itu. Saat itu Adel berada dalam perasaan rentan dan terkhianati oleh William, kini Adel sadar bahwa itu perbuatan yang buruk.
__ADS_1
Ia memanfaatkan rasa cinta Leon untuk pelarian nya. Tanpa perduli ketulusan cinta yang Leon berikan padanya, ia terlalu kejam kepada Leon dengan menyambutnya tanpa rasa ketulusan sama sekali. Dan kini semuanya harus berakhir.
-bersambung-