
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.............
.......
.......
.......
"William!! Lianna ada di depan sana! Jangan sampai kamu kehilangan dia!" Teriak Ben.
Ben dan Rey sedang berhadapan dengan anak buah Lianna yang tersisa sedikit itu. Mereka semua telah berhasil menemukan markas persembunyian terakhir Lianna melalui koneksi yang Ben dan Rey punya.
William pun berlari untuk mengakhiri semua penderitaan yang ia punya.
"Aku akan bersama William" Ucap Edison.
"Tolong jaga anak itu Ed" Ucap Ben, Edison pun mengangguk dan mengikuti kepergian William.
Dalam waktu dekat Anthony dan Andhika mereka berhasil meledakkan markas itu dan bersama anak buah mereka, mereka pun berhasil menangkap anak buah Lianna yang hanya berjumlah dua belas orang itu. Hampir semua anak buah Lianna telah mereka tangkap di markas yang lama, disanlah jatuh nya markas gelap itu.
"Berhenti !!" William berhasil mengehentikan Lianna dan berada di depan wanita itu sambil menodongkan senapan besar milik nya.
"Wah William ku, kau sudah berubah dan sorot mata mu itu menakuti ku dan bayi mu" Ucap Lianna dengan dalih milik nya.
Lianna sangat sulit bergerak karena kondisi perut nya yang sudah sangat besar mengingat tak lama lagi ia akan melahirkan anak nya itu.
"Sudahi kebohongan mu! Karena bayi itu bukan milik ku!"
"Tapi kau sudah berjanji akan menjadi ayah nya!!" Teriak Lianna histeris.
"Aku tidak berjanji, aku hanya diam demi paman John! Bayi itu milik mu dan Ayah mu!!"
Semua yang menyusul ke arah William pun terkejut mendengar semua itu. Mereka tahu bahwa anak itu bukan milik William tapi mereka tidak mengetahui bahwa anak itu adalah hasil haram dari Lianna dan tuan besar Tan.
Lianna mulai panik, ia tak menyangka bahwa William tahu hal itu. Kini kondisi nya terdesak. Ia tahu tak mungkin bagi nya untuk mengikat William disisi nya. Kini ia harus mengakhiri cinta tragis milik nya.
"Aku selalu mencintaimu"
Wajah William berubah melihat nya dengan tatapan jijik seolah ia melihat tumpukan hal kotor di hadapan nya.
__ADS_1
"Menyerah lah dan bayar semua dosa mu di penjara"
"Aku menyelamatkan mu karena cinta ku! Mungkin menahan mu adalah ambisi ku, menjadikan mu ayah dari anak haram ini adalah ego ku, tapi Aku tulus ingin memiliki mu disisi ku"
"Ini memuakkan berhenti lah" Teriak William.
Melihat wanita ini mengingatkan nya dengan Ibu nya Ros, Ia melihat keseluruhan hal menjijikkan dari wanita itu sama persis nya dengan sang ibu. Itu lah yang paling membuat ia muak dan William sungguh ingin ini semua berakhir selama nya.
"Aku menyukai mu dari sejak sekolah dulu, meski kelas kita berbeda tapi ada kala nya kelas kita olahraga bersama. Aku sudah menyukai mu selama itu, Ledakan itu ku lakukan karena aku tahu kau diam - diam dihasut oleh wanita menjijikkan yang selalu menempel padamu sejak kau kecil"
"Jaga mulut mu dia istri ku!!"
"Adel anak Ku!!" Teriak Ben dan Andhika bersamaan karena kesal.
"Aku sengaja meruntuhkan rumah sakit itu, Agar aku bisa jadi penyelamat mu, dengan menyelamatkan mu kau akan suka pada ku! Aku hanya butuh kau jadi Sky! Sky Milik ku!!"
"Paman Ed, Sudah di rekam kan semua nya? Paman bilang akan merekam semua nya dengan kualitas HD?"
William mengakhiri semua nya dengan menanyakan hal itu dengan Edison.
"Beres Will, bukti ini bisa jadi bukti yang cukup untuk di pengadilan nanti, Video dengan kualitas HD dan suara yang jernih"
"Kau merekam nya?" Tanya Lianna tak percaya.
Semua nya pun segera mengikat Lianna dengan borgol. Lianna berteriak dengan kencang dan berusaha melepaskan diri namun tidak ada guna.
William pun merasa lega, meski kaki nya masih pincang dan ia tertatih untuk menangkap Lianna tapi semua nya membantu nya. Semua nya tak meninggalkan nya. Semua nya memberikan nya banyak harapan.
"Bagaimana perasaan mu Will?" Tanya Ben.
"Baik Tuan"
"Bukankah seharusnya kamu merubah panggilan itu?"
"Baik Ayah mertua" Ucap Will dengan malu.
"Kalau aku, kamu boleh memanggil ku Daddy mertua, biar bagaimanapun aku juga Daddy Adel" Andhika pun tak ingin kalah dari Ben.
"Ayah saya hanya ingin segera pulang bersama......Del" Tiba - tiba tubuh William terjatuh.
Rupanya William telah memforsir tubuh nya di ambang batas kemampuan stamina nya.
__ADS_1
.
.
.
Adel masih mencurigai obralan nya dengan sang mama waktu itu. Nissa berhasil selamat dari obrolan itu karena Paman John di pindahkan ke rumah mereka untuk dirawat. Kedatangan tiba - tiba itu berhasil membuat Nissa selamat dari pembicaraan yang ada.
"Kabar Baik, semua nya akan kembali ke sini dalam beberapa jam lagi, kita harus masak yang banyak untuk suami kita yang akan pulang" Sherly mengakan dengan nada gembira.
"Apa semuanya baik - baik saja?" Tanya Adel.
"Iya, tapi mereka banyak yang terluka dan kelelahan tapi syukurlah tidak parah, William kembali dalam keadaan pingsan, dia sangat kelelahan"
"Tapi Kak Will baik - baik saja kan?"
"Iya"
"Syukurlah, Terimakasih Tuhan"
Adel sangat bersyukur akan hal itu, jika sesuatu terjadi pada William mungkin itu adalah hukuman karena ia telah jadi istri dan ibu yang buruk saat ini.
Koki rumah dan para pelayan pun sibuk menyambut kepulangan tuan mereka. Semua hidangan besar akan di masak demi perayaan mereka. Perayaan kembali nya tuan mereka dengan selamat. Paman John yang terlihat susah untuk bangun itu berusaha keras agar bisa bangun menyambut William namun segera di tahan oleh Adel.
Para istri - istri itu sibuk menyambut suami mereka yang akan pulang. Semua nya sibuk menyiapkan hidangan kesukaan suami mereka.
"Ben itu suka nya Steak jadi kita masak Steak" Ucap Nissa dengan tegas.
"Tidak! Rey suka Sushi dan Ramen kita harus makan ini" Min Young pun tak mau kalah.
"Andhika lebih suka Nasi Padang! Nasi Padang itu lebih baik dari pada semua makanan ini"
"Bagaimana jika kita masak semua saja? Kebetulan Ed juga hanya suka pasta" Ujar Lyra memberi saran yang bagus.
"Kalau Adel ingin masakan khas Prancis aja, Kak Will paling suka itu"
Koki rumah pun pusing tujuh keliling di buat nya.
"Hmm Nyonya - Nyonya bukan kah lebih baik kita membuat sup atau creamy soup? Orang yang lelah lebih baik makan seperti itu untuk menambah stamina nya, untuk minuman nya lebih bagus jus"
"Diammm!!" Pekik semua nya kepada si Koki.
__ADS_1
-bersambung-