
Adel bertekad melupakan kejadian kemarin. Meski hatinya merasakan sebuah firasat yang aneh ia segera menghilangkan rasa itu. Adel tahu pasti William mencintai nya dengan sepenuh hati, dengan kepercayaan itu....sudah cukup membuat hatinya terus berjalan di taman bunga.
"Adel, apa kamu sudah siap? " Suara William membangunkan nya dari lamunan.
"Barang - barang sudah ku masukin ke tas tapi.... "
Adel melihat ke arah Justin yang masih asyik tertidur. Kedamaian nya dalam tidur serta wajah tidur nya mirip sekali dengan William. Wajah yang mengambil cetakan dari sang ayah.
"Apa lagi yang perlu.... " William pun segera melihat ke arah adel yang menunjuk ke arah Justin.
William baru sadar ternyata anak nya belum bangun sama sekali. Malaikat kecil nya masih asik di dalam mimpi lelap nya.
"Kamu sudah mandi? " Tanya William.
"Aku menunggu Justin bangun biar bisa sekalian memandikan nya"
"Kalau begitu mandilah, aku yang akan membangun kan dan memandikan nya"
"Baiklah"
Adel menikmati pelayanan yang William berikan padanya. William dengan lembut membangun kan putra nya itu. Dengan ciuman serta suara yang lembut William membangun kan Justin lalu menepuk dengan lembut punggung nya. Justin hanya mengerjap pelan dan akhirnya membuka mata.
"Pagi Justin" ucap William.
Anak nya hanya merespon dengan muka mengantuk dan terus menguap dengan lebar.
"Mama sedang mandi habis itu giliran kamu yang mandi ya"
William segera menggendong Justin dalam pelukan nya. Tangan William masih belum terbiasa menggendong Justin namun ia tetap berusaha. Anak nya.... adalah hal indah yang telah di berikan Tuhan padanya. Meski masa kecil nya yang penuh dengan penderitaan William selalu enggan untuk berdekatan dengan anak - anak namun anak nya dan Adel adalah pengecualian. Anak nya adalah harta terindah milik nya.
Adel pun keluar dengan rambut yang masih basah.
__ADS_1
"Anak mama sudah bangun? " Adel mengecup pipi tembem milik Justin.
"Rambut kamu masih basah sayang, keringkan dulu... aku akan memandikan Justin"
Melihat William yang begitu semangat Adel pun menggoda nya dengan berani.
"Yakin tidak perlu bantuan? "
"Bantuan? "
"Ya... ku rasa akan berat lho... "
"Aku tidak mau kamu basah lagi, jadi pergilah keringkan rambut mu"
Adel hanya berbalik meninggalkan Justin bersama William. Adel pun segera menyemprotkan toner rambut pada helaian rambut nya, saat itu lah ia mendengar keributan dari dalam kamar mandi. Adel segera mematikan hairdryer dan berlari menuju kamar mandi.
"William.... ada apa.... "
"Aku tidak tahu memandikan Justin sesulit ini" Ujar William dengan jujur.
Adel pun segera menggulung lengan baju nya dan membantu William.
"Kamu akan basah lagi" William enggan membiarkan Adel kembali basah.
"Jadi kamu bisa menyelesaikan semua nya? "
"Aku mungkin perlu arahan dari mu" ucap William agak malu.
Adel pun tersenyum melihat tingkah William.
"Untuk awal nya pasti akan sulit apalagi anak kita sangat - sangat aktif"
__ADS_1
William tersenyum lembut mendengar ucapan Adel itu tanpa sadar Adel pun menyadari tatapan lembut dari pemilik senyum manis di hadapan nya.
"Kenapa? "Tanya Adel kemudian.
" Aku suka mendengar nya... anak kita"
"Ya anak kita yang sangat aktif ini, harus kita ajak bercerita atau bernyanyi agar dia fokus pada kita, jadi kita bisa sambil memandikan nya dengan tenang"
Adel pun kemudian bernyanyi, Perhatian Justin teralihkan dari sabun - sabun di bathtub. Adel memberikan tanda kepada William agar segera memandikan Justin yang teralihkan. Justin berdiri di bathtub sambil menggoyang kan pinggul nya, nyanyian Adel berhasil membuat Justin fokus.
Setelah selesai mandi, Justin pun di rebahkan di atas tempat tidur dengan pasrah menunggu lotion dioloeskan pada tubuh buntal nya.
"Ini untuk wajah, ini untuk badan, ini untuk kaki"
Adel menunjukkan jenis - jenis produk bayi pada William yang selama ini bahkan tidak pernah ia lihat jenis - jenis nya.
"Dan yang ini... "
"Bedak bayi, untuk yang satu ini aku tahu" ujar William dengan bangga.
"Lalu pertama oleskan... "
๐Ding.... dong.... ding.... dong..... ๐
.
.
.
#Bersambung
__ADS_1