
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN", dan "PERTEMUAN" serta "AKHIRNYA ISTRI KU PERGI"...
.............
.......
.......
.......
...Author mohon maaf baru bisa melanjutkan nya setelah hampir sekian lama. Selain sibuk menyelesaikan study, Handphone Author sempat hilang dan Author berkali - kali berusaha masuk ke akun ini tapi tetap lupa pasword nya sampe akhirnya menghubungi pihak dr Noveltoon nya. Semoga kalian nggak bosan baca cerita nya dan kalian akan tetap mendukung novel ini....
.......
.......
.......
Sorot mata Adel berubah dengan penuh tekad di hati nya. Adel tak ingin membuat justin berada di antara pertikaian tak berujung yang di lakukan orang dewasa.
"Adel... aku lebih suka jika kamu tidak menemui orang itu, Aku paling tidak suka jika kamu menderita"
Resah... dalam hati William, masih merasakan gejolak keresahan. Ia takut suatu saat nanti Adel akan menyesal dan lelah berada di samping nya karena ulah ibu nya yang gila itu.
"Apa aku seperti kaca bagimu William? Yang mudah hancur hanya dengan beberapa penderitaan? Aku sudah membulatkan tekad ku"
Adel awal nya merasa semua yang ia rasakan bercampur aduk tapi adel paham bahwa kehiupan nya kini lebih penting ketimbang masa lalu itu. meski ia sedikit merasakan kekecewaan terhadap Daddy nya sendiri. Tapi Adel pun tak berhak untuk marah karena hingga kini, Daddy nya selalu bersikap baik kepadanya. Adel lebih merasakan banyak rasa terimakasih kepada mama nya yang berjuang banyak hal terhadap semua rasa sakit itu. Mama nya adalah orang yang sangat kuat.
"Kak Will, apa kamu tahu.... Aku rasa mama ku adalah orang yang sangat kuat"
"Tentu saja, mama mu adalah orang yang sangat kuat serta baik hati nya"
Kini Adel pun menggenggam tangan William dan mulai berdiri sambil tersenyum cerah.
"Ayo temui mama ku terlebih dahulu, Aku berhutang banyak terimakasih dan sayang terhadap nya"
"Kamu benar... Ayo kita pergi"
Keduanya pun mulai berjalan menuju ke rumah...
__ADS_1
"Adel!! " Nissa merasa terkejut melihat putrinya tersenyum begitu cerah ke arah dirinya.
Adel berlari ke pelukan mama nya seperti anak kecil dan memeluk mama nya dengan erat.
"Ada apa nak? " Tanya mama nya.
"Tidak ada... Mama, Aku hanya rindu kepada mama"
"Kalau kamu rindu, kapanpun kamu boleh selalu kesini"
Nissa pun membiarkan tangan William mengambil penyiram tanaman yang sejak tadi ia pegang. Mau tidak mau pekerjaan nya menyiram bunga harus terhenti dan membiarkan putri nya bersandar kepada dirinya.
"Mama, selama ini adel sering sekali tidak menurut kata mama, bahkan termasuk menikah tanpa memberi tahu mama, Apa mama kecewa?" Tanya Adel tanpa sedikitpun melepaskan pelukan nya.
"Meskipun mama kecewa tapi rasa sayang mama tidak pernah berubah padamu sweetie, begitulah rasa sayang ibu terhadap anak nya"
Air mata Adel hampir menetes namun Adel berusaha membuka mata nya lebih lebar agar air mata nya tak jatuh.
"Mama... meskipun terlambat, Adel minta maaf.... atas semua nya, Adel selalu sayang pada mama... Adel selalu bangga dan bahagia jadi anak mama, Adel bersyukur telah lahir jadi anak mama"
"Mama juga sayang padamu nak, kamu permata hati mama, jiwa mama... mama selalu bangga dan sayang padamu"
Ben dan William yang melihat pemandangan itu pun tersenyum dengan haru. Ben kemudian ikut memeluk kedua orang yang berharga buat nya itu.
.
.
.
.
Kini Adel termenung di ruang baca di rumah nya. Setelah mengatakan hal itu kepada mama nya, Adel dan William pun pulang ke rumah, saat dirumah lah Adel mulai penasaran akan satu hal. Kemudian Adel menelfon seseorang dengan handphone nya.
"Malam, Maaf.... Apa Adel mengganggu...? "
"Tidak sayang, Daddy senang kamu menelfon, sudah lama kamu tidak menelfon, ada apa?"
Ternyata yang di telfon oleh Adel adalah Daddy nya, Andhika.
__ADS_1
"Daddy, apa daddy kenal ibu nya kak Will?" tanya Adel.
Andhika diam tak menjawab sama sekali pertanyaan Adel dan Adel menganggap bahwa daddy nya kenal dengan Ros.
"Dia meminta uang lagi pada Adel, tapi kini adel tidak akan memberikan nya, dia menghina kak will dan justin di depan adel bahkan dia juga mengatakan banyak hal aneh tentang masa lalu"
"Adel daddy... daddy.... tentang masa lalu daddy tidak ada pembelaan apapun, daddy Terima semua yang mama kamu ceritakan karena daddy yakin mama kamu tidak akan berbohong, tapi jika itu dari wanita itu jangan pernah kamu dengarkan!"
"Tapi yang menceritakan semua nya adalah papa, lagian tante Ros belum menceritakan semua nya"
"Papa kamu sangat menyayangi kamu dan mama kamu, tidak mungkin juga dia berbohong, daddy hanya bisa malu atas perbuatan daddy dulu terhadap kamu dan mama kamu"
Ada nada sedih yang tercekat dari suara yang Andhika lontarkan kepada Adel.
"Kalau begitu Daddy, ada satu hal yang ingin ku tanyakan"
"Katakan lah sayang"
"Apa daddy pernah sekali saja sungguh menyayangi ku, bukan karena sayang atas dasar rasa bersalah?"
Adel bisa mendengar ******* yang kuat dari Andhika. ******* frustasi yang tak bisa di tahan.
"Daddymemang merasa bersalah kepada kamu dan mama kamu karena keegoisan dan kebodohan daddy kamu dan mama kamu pergi dari hidup daddy, tapi daddy menyayangi kamu itu sungguhan karena kamu anak daddy, buah hati daddy"
"Baiklah Daddy" Adel tak merasa ada kebohongan dari kata - kata daddy nya.
"Adel bisakah kamu kirim kan kontak tante Ros?"
"Untuk apa daddy? "
"Kirim kan saja, dan jangan lagi kamu kirim uang kepada nya, daddy tidak izinkan... masalah kamu yang sudah memberikan uang kepadanya, daddy sangat marah tapi kita bahan itu nanti, sekarang kamu kirim dulu kontak orang itu"
"Tapi daddy... "
"Adel jangan buat daddy mengatakan dia kali, sejak daddy menemukan keberadaan kamu dan kejadian dulu itu, daddy sudah bersumpah tidak akan membuat kamu dan orang itu bertemu lagi, pernikahan itu sejujurnya daddy enggan menjadikan orang itu keluarga mu, tapi daddy Terima karena cinta kamu kepada William dan itu pilihan kamu tapi.... tidak dengan hal ini"
untuk pertama kali nya Daddy nya yang tidak pernah marah padanya itu berkata dengan nada tinggi. Adel pun menyerah kan kontak Ros kepada Andhika. Menurut Adel daddy nya akan melakukan sesuatu juga kepada Tante Ros.
"Aku juga harus melakukan sesuatu agar Tante tidak bisa menghina kak Will dan Justin lagi"
__ADS_1
-bersambung-
...~HAPPY VALENTINE~...