CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 42 - SIAPA KAU?!


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.......


.......


.......


"Ini aku Sky" Ucap William.


Padahal hanya menelfon saja, kenapa dia masih tidak mau mengatakan nama nya...


"Oh" Jawab Adel dengan nada datar, Adel berusaha pura - pura tidak perduli.


"Bagaimana kabar mu?"


Kabar ku? Tentu saja tidak baik, karena aku sangat merindukanmu, tapi....Aku tidak bisa menjatuhkan harga diriku dengan mengatakan nya duluan, Dia terdengar sangat baik - baik saja tanpa kehadiran ku....


"Baik seperti biasanya"


"Bagaimana dengan Justin?"


"Jika kau penasaran kenapa tidak kau sendiri saja yang menemui Justin, jadi....apa urusannya sudah selesai? Kapan kau akan kembali?"


"Aku tidak tahu.... seperti nya banyak hal yang perlu aku urus, kemungkinan akan memakan waktu yang lama, kumohon bersabar lah"


Sabar.....sampai kapan sebenarnya sabar ku akan bertahan? Semakin hari umur ku semakin bertambah, begitupun dengan Justin...Kau begitu dekat tapi kenapa kita tidak bisa seperti dulu?


Adel mendengar suara putus asa dan ******* keras dari balik telfon, William sepertinya banyak memikirkan hal yang Adel tak ketahui kenapa. Memikirkan umur nya yang sekarang serta Justin yang memerlukan sosok seorang Ayah, Adel merasa bahwa sia - sia sekali jika menunggu tanpa kepastian seperti ini. Tapi lagi - lagi Adel berharap bahwa perasaan nya kali ini tidak akan mengkhianati nya. Ia akan menunggu sedikit lagi.


"Apa urusan mu itu sangat penting? Jika kau kesulitan mungkin saja keluarga ku bisa membantu mu"


"Tidak ini sangat rahasia, tidak boleh ada yang tahu"


Bahkan terhadap ku? setidaknya aku ingin tahu supaya aku bisa mengerti sikap mu selama ini padaku


"Baiklah aku mengerti" Ucap Adel, Adel tahu bahwa percuma saja berbicara jika William sudah memutuskan itu.


"Kau mengerti?" Tanya William.


"Ya" Jawab Adel singkat.


.......


Tiba - tiba saja suasana di telfon berubah menjadi sunyi, keduanya tak lagi satu frekuensi dan yang lebih parah William harus mencari - cari bahan untuk ia obrol kan kepada Adel.


"Adel..."


"Sudah kan bicara nya? Justin sepertinya bangun, Aku tutup telfon nya ya"


"Tunggu..."

__ADS_1


Namun telfon sudah keburu Adel tutup. Adel sengaja melakukan hal itu, bukan karena Justin bangun namun karena Adel ingin agar William merasakan bahwa diperlakukan seperti sampah tidak lah enak. Itulah yang William lakukan kepada Adel. William tidak ingin berbagi dan mengandalkan Adel bahkan tak ingin Adel tahu apapun kegiatan dia selama ini hingga tidak ada menghubungi Adel.


Kenapa aku seperti ini? Apa aku lelah? Atau karena aku lelah mencintai dan menunggu ?


.


.


.


Esok nya.....


Adel melanjutkan kegiatan nya seperti biasa. Merawat Justin, bekerja dan menikmati hidupnya. Namun tidak ada lagi rasa rindu ataupun memikirkan William sama sekali. Biasanya setiap saat William akan selalu berada di dalam kepala nya namun kini ia tidak memikirkan William sama sekali.


"Pagi Nona" Ucap tim artist di perusahaan nya.


"Sudah ku bilang jika kita berdua panggil aku dengan santai" Jawab Adel.


"Baiklah Adel, sepertinya pagi ini kau bahagia sekali?"


"Entahlah, mungkin karena Aku bisa melihat Justin menari dengan baik pagi ini"


"Oh ya? Justin sudah hampir empat tahun kan? Sudah lama aku tidak melihat nya"


Glory dan Adel memang sahabat baik sejak mereka kuliah, dan tentu saja persahabatan itu terus berlanjut sampai sekarang.


"Lalu bagaimana dengan ibu mertua mu? Apa dia masih menyulitkan mu?"


"Hmm....Akhir - akhir ini sih dia tidak berbuat ulah"


Glory tahu dan ia menyaksikan sendiri betapa di hina nya Adel bahkan saat Adel melahirkan Justin. Seorang ibu yang harus nya di beri selamat malah di caci maki dan di hina di hadapan keluarga besarnya. Meski Daddy dan Papa Adel sudah berusaha mengeluarkan ibu mertua nya, tapi tetap saja Adel mendengar semua ucapan itu.


"Mungkin sudah takdir ku punya mertua begitu"


"Aku kasian sama Justin, punya nenek seperti itu, Lalu bagaimana dengan hubungan mu dan Leon?"


"Masih seperti biasanya"


"Pertimbangan lah dia Adel, sudah lama dia menunggu dirimu, sedangkan orang yang kau tunggu tak kunjung datang"


"Aku akan memikirkan nya" Jawab Adel dengan santai.


.


.


.


"Apa kau Adelaide Wijaya?"


Seorang wanita menghalangi Adel dan Glory berjalan pulang.

__ADS_1


"Siapa kau?! Tidak sopan banget!!" Ucap Glory kesal.


"Kau minggir! Aku tidak punya urusan dengan wanita rendah seperti dirimu!!"


"Apa?!!"


Krekkkk....Wanita itu segera menjambak rambut Glory dan memandang nya dengan tatapan jijik.


"Kau itu hanya semut jadi menyingkir lah!!"


"Sakit...."


"Lepaskan!! Mari kita bicara tapi lepaskan dia!" Perintah Adel.


Wanita itu melepaskan Glory dengan kasar sampai - sampai tubuh Glory terhempas ke tanah. Adel segera membantu Glory dan mengatakan maaf karena tak bisa mengantarkan Glory. Dengan cepat Adel mengikuti Wanita yang mencari nya itu. Akhirnya mereka berada di salah satu Cafe terdekat.


"Jadi siapa kau?" Tanya Adel dengan tenang.


Aku harus membaca gerak - gerik wanita ini, dia terlihat sangat mencurigakan.


"Kau menemui Sky? Seterusnya lupakan lah Sky dan jangan temui dia lagi" Ucap wanita itu.


Sky? ada hubungan apa Wanita ini dengan William dan juga.....berani sekali dia memerintah kan ku begini....


Seketika Adel melihat cincin pernikahan mereka yang menyangkut di jari manis wanita itu, dan Adel bisa melihat bahwa cincin itu adalah milik William. Adel yakin bahwa William masih hidup karena cincin itu juga, cincin itu tidak ditemukan di sisa puing reruntuhan.


"Kenapa aku harus menuruti perkataan mu? Apa kau tahu aku siapa?"


Aku ingin lihat apa kau berani menantang keluarga Silver dan Wijaya ? Jika melihat status keluarga ku yang tinggi tidak akan ada yang berani melawan ku...


"Aku tidak perduli yang pasti kau harus menjauhi Sky! Karena sekarang Sky milik ku!! Aku mengandung anak nya!!"


Apa?! Adel berusaha untuk tidak terkejut dan menjaga raut wajah nya agar tidak terbaca wanita itu, namun Adel dengan tegas menatap wanita itu sambil berdiri dan menyodorkan tangan nya kehadapan wanita itu.


"Berikan Aku bukti nya! Jika memang kau mengandung anak nya, Aku ingin melihat bukti nya!" Ucap Adel dengan tegas.


.


.


.



.


.


.


"Berani nya kau meremehkan ku!! Kurang Ajar!!"

__ADS_1


Tangan Wanita itu sudah melayang dan hendak mendarat kan tangan nya ke wajah Adel....


-bersambung-


__ADS_2