
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.......
.......
.......
"Georgina!! Felix !! Hati - hati " Teriak Charlotte.
Duaakkkk.....
"Awww!!!"
Dengan cepat Collin menangkap tubuh Charlotte yang hampir terjatuh ke tanah.
"Terimakasih" Ucap Charlotte sambil tertawa.
"Sebelum khawatir dengan adik - adik mu, bukan kah kau sendiri yang harus hati - hati? Lihat lah saat berjalan! Disini banyak akar - akar pohon yang besar...."
"Terus saja! Lagi - lagi kak Collin terus ngomel Mulu!! Kita sudah lama tidak bertemu kenapa hanya mengomeli ku terus?!" Charlotte terlihat cemberut.
"Aku menahan diri untuk tidak bertemu dirimu...." Suara Collin sangat kecil bahkan hampir terdengar seperti bisikan angin.
"Apa?! Kak Collin bilang apa barusan?"
"Aku bilang kamu sangat jelek! Jelek banget kayak bunga itu"
Collin sembarang menunjuk ke arah bunga yang pertama terlihat di mata nya. Tapi sungguh Charlotte dengan rambut pirang dan mata biru nya itu sama seperti bunga Biru yang ia lihat. Meski mata Collin juga bewarna seperti Charlotte, tapi warna Biru dari Charlotte lebih jernih layaknya langit biru tanpa awan.
"Bunga itu?"
"Ya bunga yang biru itu, jelek kan?"
"Bukan kah itu Dandelion Biru? Menurut ku Bunga itu sangat indah? Kenapa menurut kak Collin itu jelek?"
Charlotte memetik Bunga Biru itu dan memperlihatkan nya kepada Collin.
"Lihat! Indah kan? Aku tidak mengerti kenapa pria tidak sensitif dengan bunga?"
__ADS_1
Yang tidak sensitif itu kau! Bukan Bunga nya yang indah tapi Kau.....
"Anak - anak!! Kalian di mana?"
Suara Lyra terdengar keras memanggil anak - anak nya.
"Mama!! kami disini!!" Teriak Felix dan Georgina.
"Oh disini rupa nya kalian, hari semakin gelap, lebih baik kita masuk ke villa, kita harus beres - beres dan memasak untuk makan malam kan?"
"Memang nya ada yang bisa di masak disini?" Tanya Collin.
"Kami sudah menyiapkan nya, Ada mobil Camping di depan Lotte dan Collin kalian berdua tolong bawa bahan - bahan makanan ke dalam Villa, Tente dan yang lain akan bersih - bersih untuk kita menginap"
"Kita akan menginap disini?" Tanya Collin.
"Hore!! Kita sudah lama tidak menginap di sini"
Collin akhirnya menyerah melihat Charlotte yang begitu bahagia.
.
.
.
William terlihat begitu berat menceritakan nya dan setelah lama mengambil nafas dalam - dalam, William mulai bercerita.
"Paman di Tawan oleh Liana Tan dan sekarang ditahan di kediaman mereka! Tolong lah paman, Ku mohon"
Seumur hidup Ben, semenjak melihat William kecil hingga sekarang. Belum pernah William menunduk apalagi memohon dan meminta sesuatu kepada dirinya sampai seperti ini.
William kemudian membungkuk kan diri dan bersujud di hadapan Ben dan Edison.
"Jangan begini Will !!" Ucap Ben.
"Sejak ledakan itu, Saya mengalami koma selama enam bulan dan ketika membuka mata saya berada di sebuah rumah sakit yang tak saya ketahui dan sejak itu selama kurang lebih tiga bulan saya memulihkan diri di sana"
"Lalu kenapa kau bisa bersama Keluarga Tan?"
__ADS_1
"Saat keluar dari rumah sakit, Liana menyeret ku masuk ke mobil dan membawa ku ke kediaman nya, dia mengatakan bahwa dia yang telah menyelamatkan nyawa saya, Saya mencoba kabur dan keluar namun berkali - kali gagal, efek operasi besar membuat tubuh saya lemah dan beberapa kali jatuh sakit"
William melanjutkan cerita nya....
Sejak itu William mulai berhenti untuk melawan dan pasrah. Namun William mulai mencari cara lain yaitu menyelidiki rahasia keluarga Tan, untuk mendapatkan kelemahan mereka. Hingga suatu saat Paman nya berhasil menemukan nya. Tanpa persiapan yang matang, paman nya masuk ke dalam perangkap dari keluarga Tan dan ikut ditawan disana.
Setelah William berpura - pura lupa ingatan dan mengganti nama nya, barulah penjagaan terhadap nya berkurang. Sejak itu William bisa mengirimkan hadiah untuk Justin dan melihat keadaan Adel meski dari jauh. Dan Akhirnya kegiatan itu pun diketahui oleh Liana.
"Kenapa keluarga Tan seperti ingin menawan mu? seperti tak ingin melepaskan mu? Ini aneh" Edison tak habis pikir.
"Ini ada kaitannya dengan Ayah Saya, tapi saya tidak tahu karena Ayah saya tidak meninggalkan semua nya dengan cara yang mudah, saya perlu bantuan kalian untuk menemukan sekertaris ayah saya, dia yang tahu semua nya, saya tidak bisa bergerak sendiri"
"Lalu, Apa ledakan itu perbuatan mereka juga Will?" Tanya Ben.
"Benar, bukti sudah ada termasuk kecelakaan saya juga sudah saya kumpulkan bukti nya, saya berencana kembali kepada Adel ketika semua sudah beres karena Liana pasti akan mencelakai Adel kapan pun itu"
"Tapi Will meski kami tahu ini bukan salah mu, itu tidak membenar kan tindakan mu yang telah menyakiti Adel dan membuat Adel kecewa"
Tiba - tiba saja William memasang wajah aneh dan perlahan air mata nya jatuh.
"Hidup ku sudah banyak berdosa, bahkan dengan memiliki Adel itu saja sudah dosa, Karena kelahiran ku, Ibu ku, Ayah ku, Bahkan musuh ku semua nya merampas kebahagiaan Adel. Aku tidak bisa lagi membagi beban berat untuk membuat hidup Adel sulit. Aku ingin menjaga nya dan Selalu memberikan kebahagiaan bagi nya"
William adalah orang yang selalu memendam semua nya sendiri dan mengorbankan kebahagiaan nya. Penuh luka dan selalu menganggap dirinya berdosa padahal dosa itu bukan lah milik nya.
"Tapi kau melupakan satu hal yang penting yaitu arti cinta dan kebahagiaan. Apakah kau bisa bahagia tanpa Adel disisi mu?"
"Tentu saja tidak! Rasanya seperti neraka karena aku terus merindukan nya"
"Begitu juga dengan Adel, Adel merasakan itu tiap harinya bahkan lebih parah karena terus berharap bahwa suatu saat kau akan kembali"
Ben berusaha menjelaskan kepada William dengan baik - baik dan perlahan.
"Cinta itu berarti jika bisa saling berbagi, dan tujuan menikah itu sendiri juga adalah berbagi di saat susah dan senang bahkan dalam keadaan apapun kalian harus berbagi dan mencari jalan keluarnya bersama, bukan kah begitu? Itulah pernikahan yang sesungguhnya"
"Apakah Adel yang bahkan tidak bisa menembak atau berbuat kasar bisa melalui ini?! Aku....Aku selalu memikirkan bagaimana jika dia terluka... bagaimana jika...."
"Adel itu anak yang kuat, seperti ibu nya mungkin mereka tidak tegaan dan lemah tapi mereka akan sangat kuat demi melindungi apa yang berharga bagi mereka, percaya lah sedikit kepada Adel dan bergantung lah sedikit kepada nya, Karena kalian saling membutuhkan satu sama lain"
-bersambung-
__ADS_1