CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 33 - HIATUS


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


...*...


...*...


...*...


Semua media Televisi maupun sosial media sibuk dengan berita terbaru mengenai penyanyi yang sedang naik daun tersebut. Adelaide, di tengah karir nya sedang dalam masa emas dan kejayaan nya, ia mengumumkan akan Hiatus dan sedang merencanakan fokus berkeluarga setelah menikah.


Banyak orang yang bilang bahwa Adel dan William hanya mencari sensasi. Banyak komentar negatif maupun positif yang beragam menghujani Adel.


"Saya harap, keputusan saya ini bisa dimengerti oleh semua yang sudah mendukung saya. Untuk para penggemar saya, suatu saat saya akan kembali ke dunia hiburan, tapi untuk sekarang inilah usaha yang bisa saya berikan" Ucap Adel dalam konferensi pers nya.


.


.


.



.


.


.


Untuk menandai Hiatus nya itu, Adel membuat sebuah lagu khusus untuk para fans nya. Lagu Ballad yang begitu menyentuh hati para fans nya. Lagu itu entah kenapa begitu sedih dan yang mendengar nya pun bisa ikut merasakan kesedihan itu.


Di Kediaman Keluarga Silver....


"Adelaide!! Papa tidak setuju jika kamu ikut Andhika, kamu tahu sekarang mama kamu sedang dalam masa sulit juga, kita bisa saling menyelesaikan masalah bersama, tapi memang butuh waktu"


Ben masih tidak menyetujui keputusan Adel itu. Ia tahu bahwa hal ini pasti akan membuat Nissa sangat sedih. Adel hanya terdiam mendengar Ben marah, bahkan mama nya tidak memberikan respon apapun.


"Nissa, apa hati kamu sudah jadi batu? Adel sedang dalam kondisi begini, mana bisa dia jauh - jauh, dan juga kehamilan awal seperti ini kamu tidak boleh naik pesawat!!"

__ADS_1


Ben sangat kesal karena ibu dan anak yang begitu keras kepala dan tak ingin saling mengalah. Padahal Ben melakukan ini juga untuk mereka berdua. Jika mereka terpisah, nantinya yang akan paling sedih adalah Nissa sendiri, dan Adel akan semakin menyalahkan dirinya sendiri.


Melihat tak ada yang saling mengalah, Ben pun kesal sendiri dan meninggalkan kedua nya. Nissa masih acuh tak acuh, Adel pun berusaha bertanya kepada mama nya.


"Mama, Apa Adel boleh pergi?" Tanya Adel dengan lembut.


"Kenapa bertanya? Kamu nikah aja nggak mau nanya pendapat mama!" Jawab Nissa dengan sinis.


Ben dan Collin yang mengintip pemandangan itu pun melihat dengan gereget.


"Mereka kenapa sih?!! Masalah nya nggak bakal selesai kalau begini terus" Ucap Collin kesal sambil memantau mama dan kakak nya.


"Kamu pahami sajalah nak, mama kamu tuh sangat kekanak-kanakan kalau menyangkut kakak kamu, mereka memang sangat mirip sih keras kepala nya" Ucap Ben.


Ben sangat bersyukur bahwa anak - anak nya tidak ada yang memiliki sifat seperti Nissa, jika keras kepala nya sama Ben bisa sakit kepala. Baginya sudah cukup Adel saja yang begitu.


"Ma, Apa mama tahu Adel berencana meminta restu mana dan papa saat menikah, tapi Adel tahu mama tidak akan setuju, jadi Adel berencana memberi tahu semuanya setelah operasi William, tapi jadinya begitu"


Nissa masih diam tanpa memandang ke arah Adel sama sekali.


"Adel juga sedih ma, kak Will belum ditemukan dan Adel harus hamil seperti ini, tanpa kak Will"


"Mama kamu sudah mulai melunak" Ucap Ben.


"Dari mana nya? Mama masih dingin begitu"


Collin tidak tahu apa yang papa nya lihat dengan mata nya, sudah jelas - jelas mama nya masih mengabaikan kakak nya tapi dibilang mama nya sudah melunak.


"Papa sudah kenal mama kamu, lihat aja sebentar lagi pasti dia akan bicara dengan kakak kamu"


"Jangan ke tempat Daddy kamu, jika kamu lelah istirahat saja di Villa keluarga kita sampai kamu merasa nyaman"


Collin ternganga karena ucapan papanya menjadi kenyataan.


"Itu artinya Mama kamu sudah tidak terlalu marah sama kamu, tapi bukan Berarti mama kamu menyetujui perbuatan kamu ya" Ben berbicara dan muncul tiba - tiba dari balik pintu.


"Apa papa nggak salah? Mama nggak menghukum Adel?" Tanya Adel tak percaya.

__ADS_1


"Mama kamu menyuruh kamu ke Villa supaya kamu bisa merenungi perbuatan kamu, dan villa kita juga nggak terlalu jauh jadi papa dan mama bisa mengecek keadaan kamu" Jawab Ben.


"Lalu apa kakak disana sendirian?" Tanya Collin.


"Tentu tidak, Bentley dan seseorang akan menemani kakak kamu disana"


Adel memeluk Nissa dengan erat dan menangis dengan keras. Satu hal yang tidak Adel ketahui, hal ini juga Nissa lakukan demi melindungi Adel dari Ros. Nissa pasti akan melakukan segala cara agar Ros jauh dari Adel.


Ben bahkan merasa ngeri ketika melihat reaksi Nissa yang marah karena Andhika meminta izin ingin membawa Adel. Nissa bahkan mengatakan bahwa semua ini salah Andhika hidupnya hancur setelah bertemu Ros.


Ros masih saja terus meminta uang dan hak warisan William. Padahal secara sah hak warisan itu tetap untuk Adel dan anak nya.


"Mama masih belum menyetujui hubungan kalian, kita bicarakan ini lagi setelah kamu melahirkan, ibu hamil tidak boleh stress"


"Mama maafkan Adel hiks....hiks...."


"Kamu rasakan sendiri betapa beratnya hamil di usia muda, kamu bisa merasakan sendiri hamil tanpa seorang suami, itulah yang mama rasakan, jadi dengan pengalaman ini kamu bisa lebih merasakan apa yang mama rasakan"


"Nissa" Tegur Ben.


Ben tahu bahwa Nissa ingin menutupi semua kebenaran itu, tapi jika kebenaran itu keluar di saat begini, percuma saja mereka berbaikan.


"Kita akan mengunjungi kamu kok Adel, jadi kamu tidak usah khawatir" Ucap Ben.


"Pa, Collin juga mau kesana, Rasanya berapa hari terakhir sangat berat, Collin mau liburan di villa juga"


"Kamu cukup kembali ke asrama, apa kamu paham?"


"Biarkan saja Ben, Collin juga sudah banyak berusaha akhir - akhir ini bahkan dia juga banyak membuat hatiku luluh" Ucap Nissa.


"Ya udah, kita liburan bareng saja ke villa, sekalian mengantar Adel ke sana"


"Setuju!!!" Jawab Collin dengan senang.


Kak Will...Aku masih menunggu mu, ku mohon dimanapun kamu berada dan apapun yang kamu lakukan sekarang, kumohon segera lah temui aku dan kembali padaku.....


Nissa memeluk Collin dan Adel, tanpa terasa anak - anak nya sudah sangat besar dan ia merasa bahwa dirinya yang sekarang tak berarti besar bagi anak - anak nya. Mereka sudah punya dunia nya sendiri bahkan Collin sudah bisa mengambil keputusan sendiri.

__ADS_1


Nissa bisa melihat bahwa Collin bisa diandalkan untuk menjaga adik - adik nya. Nissa berharap banyak pada putra nya itu.


-bersambung-


__ADS_2