CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 46 - BERTAHANLAH


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.......


.......


.......


"Pasien darurat!!"


Tubuh Adel yang sedang tak sadarkan dengan cepat dilarikan kedalam ruang pemeriksaan darurat. Baru lima belas menit Adel di dalam ruangan itu, Nissa dan Ben sudah sampai di rumah sakit.


"Semoga Adel baik - baik saja" Ucap Nissa dengan khawatir.


"Adel akan baik - baik saja" Ben berusaha meyakinkan Nissa meski tubuh nya menggenggam Justin dengan lebih erat.


"Dimana pasien bernama Adelaide? Saya ibu nya" Ucap Nissa kepada perawat.


Dengan cepat perawat pun memeriksa nama pasien yang masuk.


"Pasien bernama Adelaide sudah dilarikan ke UGD kemungkinan masih diperiksa"


Seketika kaki Nissa lemas mendengar hal itu terjadi.


"Mama!!" Collin segera menangkap Mama nya yang akan terjatuh itu.


Nissa memegang tangan Collin, tangan nissa yang dingin menunjukkan bahwa hati nya kini sedang kalut dan terguncang.


"Mama kakak itu kuat, kakak akan baik - baik saja lebih baik mama duduk dan berdoa untuk keselamatan kakak"


Nissa menuruti perkataan Collin dan duduk sambil dipapah anak lelaki nya itu. Anak lelaki nya kini sudah dewasa, bisa menghibur ibu nya yang sedang gundah dan kacau menandakan dia telah jadi pria yang hebat.


"Terimakasih sayang, mama bangga pada kamu"


Sudah lebih dari dua puluh menit mereka menunggu namun pemeriksaan belum kunjung selesai. Ben juga semakin bingung dan khawatir.


"Pa, papa menunggu dengan mama saja ya disini, Biar Colin yang jaga Justin" Ucap Collin menawarkan diri.


"Tidak usah"


"Tapi kasian Justin, lihat! Baju Justin jadi kusut karena papa menggendong nya dengan kuat"

__ADS_1


Ben pun melihat baju cucu nya yang mengkerut itu dan akhirnya ia sadar bahwa Collin benar, perasaan khawatir nya akan membuat Justin juga ikut khawatir.


"Baiklah jaga Justin ya Collin, Papa akan menemani mama Kamu"


"Baik"


Saat Collin menggendong Justin, ada seseorang yang lari dengan sangat kencang melewati Collin.


"Di mana Adel???"


Suara itu.....yang pasti nya semua orang kenal dengan suara itu....


"William?" Collin tak percaya siapa yang ia lihat.


William melihat ke arah tangan Collin yang sedang menggendong Justin. Wajah kecil itu sangat mirip dengan nya ketika ia kecil. Sudah bisa dipastikan bahwa itu pastilah anak William melihat betapa mirip nya mereka.


"Ini kah Justin...."


William mendekat perlahan ke arah Collin, seketika air mata nya menetes deras dengan sendiri nya ketika melihat wajah anak nya. Anak nya yang selama ini hanya bisa ia lihat dari jauh dan dengan beberapa foto saja. Kini rasa sesal dan sedih juga rindu bercampur jadi satu di hati William.


Melihat William yang menangis, Justin kecil menyentuh pipi yang penuh air mata itu dengan jari kecil nya. Justin memancarkan senyum manis nya kepada William membuat hati William semakin sakit dan nyeri.


"Apa - apaan ini? Jelaskan dulu semuanya baru kau bisa bersikap layak nya seorang Ayah untuk anak dari kakak ku"


"Collin Silver!! Jaga etika mu, tidak perlu buang - buang suara mu untuk orang yang sudah menyakiti anggota keluarga kita" Ucap Ben.


Bisa dilihat bahwa Ben begitu murka namun fokus nya saat ini adalah keselamatan dari Adel dan menenangkan istri nya. Nissa yang melihat itu hanya memalingkan wajah nya, karena sejak awal Nissa sudah keberatan dengan pernikahan Adel dan William.


"Bisakah aku memeluk anak ku sebentar saja? Aku akan menjelaskan...."


"Cukup!! Aku bukan kakak ku yang bisa memaafkan mu begitu saja, padahal kau baik - baik saja seperti ini, tapi kenapa tidak bisa kembali?! Apa kau tahu kakak ku....."


Collin ingin memaki dan memukul William, namun ia menahan nya demi si kecil Justin. Collin juga sadar jika kakak nya ada disini, kakak nya juga tak ingin dia memukul lelaki yang dicintai oleh kakak nya itu.


"Aku tahu perbuatan ku tidak termaafkan, tapi...."


"Perbuatan mu bukan hanya tak termaafkan tapi juga dosa besar karena meninggalkan kakak ku dengan kesedihan dan luka seperti itu, butuh waktu lama kakak mengobati perasaan nya, Seharusnya jika ingin jadi orang mati selama nya saja kau tidak usah muncul, Menyusahkan!!"


Collin membawa Justin pergi dari hadapan William. Dari belakang Collin, William bisa melihat jelas Justin yang memandangnya dengan tatapan yang serius, namun dari jari kecil Justin, anak itu melambaikan tangan nya kepada William.


"Tuan, Nyonya.....ada apa dengan Adel?" Tanya William dengan hati - hati.

__ADS_1


"Selama ini kau pasti berhubungan dengan Adel, tapi kenapa tidak kembali kepada Adel?" Ben sudah menduga hal itu sejak lama dan membiarkan semuanya terucap sendiri dari mulut Adel.


"Sebaiknya kau pergi saja, kehadiran mu tidak disambut sama sekali disini" Ucap Nissa dengan nada dingin yang rendah.


"Selama ini saya sibuk masuk kedalam markas rahasia yang sudah lama mengincar Adel, Saya akan menjelaskan nya nanti... tapi biarkan saya melihat dengan mata saya sendiri Adel akan baik - baik saja"


Drap.....drap....drap....


suara langkah kaki dan ribut nya suara orang di rumah sakit menarik perhatian mereka, seolah ada sesuatu hal yang menarik mata.


"Tuan Silver, dimana Adel?" Leon datang di hadapan Ben dan Nissa dengan penampilan....


"Apa yang terjadi dengan rambut mu? Bukankah kau hanya mengambil tas Adel saja?" Tanya Nissa khawatir.


"Tadi ada ledakan besar, tapi syukurlah saya berhasil menghindar tepat waktu"


Semua orang berkerumun memandangi Leon dari jauh. Leon merasakan dirinya sedang di tertawai habis - habisan.


"Dr. Leon gaya anda sangat lucu ya hari ini" ucap para perawat sambil tertawa.


Leon yang kebingungan pun memperhatikan wajah pasangan suami istri dari keluarga silver yang ikut tertawa.


"Apa ada yang salah?" Tanya Leon.


Nissa pun mengeluarkan cermin dari tas nya dan menunjukkan hal itu kepada Leon. Wajah Leon pun memerah namun warna itu jadi aneh karena bercampur dengan warna hitam pekat.


"Sajak kapan....."


"Kau buru - buru kesini tanpa melihat keadaan mu ya?"


"Saya kira hanya berantakan saja,tapi ini lebih dari berantakan"


Leon melihat rambut nya yang berdiri dan terbakar bahkan wajah tampan nya menjadi hitam legam karena ledakan. Dirinya lebih cocok disebut gembel daripada Dokter.


"Apa mobil Adel sangat panas sampai meledak?" Tanya Nissa bingung.


"Tidak, mobil Adel sudah dipasang bom dan rem mobil sengaja di putuskan, yah syukurlah saya bisa selamat dari bom itu, karena fisik saya lemah, saya hanya bisa berguling - guling untuk selamat dari ledakan"


"Tidak bisa begini, jika ingin jadi menantu ku kamu harus punya fisik yang kuat" Ucap Ben.


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2