CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 65 - DRAMA LAWAS


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.............


.......


.......


.......


Dengan stamina dan tubuh Lyra yang Atletis ia berhasil lari di urutan pertama. Setelah melihat mobil itu terbuka disana lah Ed keluar saat itu juga Lyra langsung memeluk Ed dengan cepat.


"Welcome back, I Miss You so much Ed" Ucap Lyra.


"Me Too Lyr"


Setelah itu secara berurutan disusul oleh Min Young yang berhasil melepas sepatu high heels nya agar bisa lari lebih cepat dan berhasil sampai di urutan kedua. Kemudian di posisi ke tiga ada Kate, dan secara ajaib Sherly dan Nissa sampai secara bersamaan.


Terjadi drama platonik dan lawas di mana para istri - istri itu mencurahkan semua kerinduan nya pada sang suami yang baru pulang. Seolah telah lama menunggu kepulangan suami dari perang negara.


"Kenapa kamu keluar, seharusnya kamu menunggu di dalam saja" Ucap Rey.


"Aku ingin segera menemui mu" Jawab Min Young.


Disebelah mereka ada yang langsung main menyodorkan bibir nya dan saling berciuman tanpa perlu kata - kata rindu untuk mereka ucapkan. Di sanalah Kate dan Anthony tanpa malu segera berciuman dengan mesra tanpa memperdulikan orang yang ada di sekitar mereka. Kemesraan mereka bahkan lebih parah dari Lyra dan Ed.


Di sisi lain, ada Andhika yang terus di tatap tajam oleh Sherly dengan mata nya yang membara. "Luka apa ini?! Sudah ku bilang kan aku akan menghukum mu jika ada sedikit saja luka goresan di tubuh mu?!"


Seperti biasanya Sherly memang sangat keren dan mempesona.


"Ben, Selamat datang" Pelukan Nissa sangat hangat dan membuat Ben yang Kedinginan pun merasakan kehangatan tiada duanya.


"Aku merindukan mu Istri ku" Jawab Ben.


"Aku juga sangat merindukan mu Ben".


William yang sudah bangun melihat pemandangan itu sangat tidak tahan, ia ingin segera melihat Adel namun ia tak melihat ada Adel disana.

__ADS_1


"Ehm...Nyonya...tidak maksud ku Ma, di mana Adel dan Justin?" Tanya William kepada Nissa.


"Adel di ruang makan Will kamu bisa langsung kesana"


Dengan bantuan para pengawal Ben, William pun di papah menuju ke ruang makan. William bisa melihat punggung Adel yang sedang duduk di kursi roda sambil menyuapi Justin. William pun mendekat ke arah Adel dengan pelan lalu memeluk wanita itu dari belakang.


"Adel....Aku pulang" Ucap William dengan suara dan nada yang lembut.


"Selamat datang kak Will... sebentar ya, Justin...."


"Akhirnya.... Akhirnya berakhir....ternyata jika aku tidak sendiri semua nya tidak terlalu berat"


Dari punggung Adel, Adel merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan. Dan saat itu ada air yang bergulir peran jatuh ke baju nya. Isak tangis pelan namun mengharukan itu Adel yakini itu milik William.


"Kakak sudah bekerja keras, Akhirnya semua sudah selesai benar kan?"


"Tentu saja! Aku bisa bersama mu dan Justin sekarang"


Di seberang mereka Charlotte berbisik pelan dengan Collin. Gadis yang sudah remaja itu selalu di penuhi keingin tahuan yang luar biasa. Collin sampai bingung bagaimana menjelaskan nya.


"Bukan kah itu suami kak Adel? Tetapi datang - datang kok dia menangis?"


"Cinta bisa membuat mu menangis? Kalau begitu Aku tidak mau dengan Cinta!"


"Kenapa?"


"Karena Aku tidak mau orang yang ku sayang harus menangis karena cinta, itu menyedihkan"


"Lotty, cinta itu kadang ada suka dan duka, meskipun menangis semua itu dilakukan karena mereka saling menyayangi"


"Kalau begitu, Apa Kak Collin juga menangis saat menyayangi seseorang?"


Pertanyaan polos yang berbahaya itu sudah membangunkan perasaan Collin yang selalu ia tutup rapat - rapat.


"Menurut mu?" Wajah menggoda dari Collin Silver tersenyum nakal kepada Charlotte dan gadis itu hanya bisa tersipu malu akan visual yang dimiliki oleh Collin.


Tahan Collin belum saat nya....Sedikit lagi saja....Lotty itu masih kecil bagaimana bisa kamu menodai gadis polos itu!

__ADS_1


Setelah Reuni lawas para Ibu - Ibu itu akhirnya masuk dan membawa suami mereka untuk makan malam.


"Ma! Tolong lah jaga anak mu yang banyak itu! Lihat yang lain pada kelaparan, Aku hanya bisa menyuapi si bungsu saja! Lagian mama dan Tante - Tante ini, bukan kah tidak sopan meninggalkan hidangan di meja makan seperti itu?"


Ucapan tegas dari Collin malah membuat semua orang tertawa. Ben pun yang merasa anak nya semakin dewasa itu langsung memeluk nya.


"Papa pulang My Boy" Ucapan sayang itu selalu melekat pada Collin sejak ia kecil.


"Papa! Jangan panggil Collin begitu di depan orang lain! Malu! Collin kan udah dewasa!"


"Papa dengar dari sekertaris di perusahaan, kamu mengurus perusahaan dengan baik ya? Kerja yang bagus nak! Terimakasih banyak"


"Sudah seharusnya kan? Aku di didik supaya bisa menggantikan papa"


Ben pun mengelus kepala Collin dengan lembut lalu mencium anak - anak mereka satu persatu dari mulai si kembar, yang lain nya dan terakhir si bungsu.


Di sisi lain para suami - suami pecinta anak itu langsung menghampiri anak mereka dan melupakan istri mereka.


"Adel..." Ucap Andhika.


"Daddy? Bagaimana apa Daddy baik - baik saja?"


"Tentu, Daddy baik - baik saja, Waktu cepat sekali berlalu, Daddy jarang bertemu kamu, yang Daddy ingat adalah kamu yang masih berumur tujuh tahun tau - tau nya sekarang sudah sebesar ini, bahkan sudah memiliki suami dan anak, rasanya berat melepaskan mu"


"Jangan begitu Daddy, Daddy bisa mengunjungi Adel dan Justin kapanpun Daddy mau, Terimakasih banyak bantuan nya untuk William"


"Setidaknya meski Daddy bukan Ayah yang baik untuk kamu, Hanya ini yang bisa Daddy lakukan, jadi jangan malu dan bosan meminta hal seperti ini pada Daddy"


"Baik Daddy"


Hubungan Adel dan Daddy nya bisa berkembang cukup dekat dengan usaha dan bantuan Sherly. Dulu...setelah putusan hak asuh Adel keluar, hanya sedikit sekali pembicaraan Adel dan Andhika ketika bertemu. Bahkan kedua nya duduk di ruang keluarga tanpa bicara apapun selama dua jam. Sherly yang geregetan mencoba banyak cara agar Ayah dan anak itu bisa lebih santai dan rileks. Tapi Syukurlah semua nya berjalan sesuai harapan nya.


"Semuanya! Mari kita duduk, seperti nya hidangan ini sudah cukup lama kita abaikan, Ayo mari di makan hidangan nya" Ucap Ben.


Permulaan dari Ben itu lah semua nya baru bisa menyantap makanan yang dihidangkan dan semua pun menikmati makanan itu tanpa ragu. Namun baru saja Adel menyeruput teh milik nya yang baru saja disajikan Darah pun keluar dari mulut Adel


"Uhuukkk"

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2