CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 75 - KARMA APA YANG KU PUNYA?


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul...


..."ISTRI YANG TERABAIKAN",...


..."PERTEMUAN"...


..."AKHIRNYA ISTRI KU PERGI"...


..."TANGISAN RANIA"...


.............


.......


.......


.......


Sore Hari....


Ros berkumpul dengan teman - teman sosialita nya. Setelah mendapatkan uang dari Adel, teman - teman nya yang dulu menjauhi nya kini datang kembali pada nya dan berkumpul bersama nya. Teman - teman nya itu adalah ibu - ibu sosialita yang memiliki suami - suami kaya bahkan nama mereka sering di muat di majalah bisnis.


Ros beranggapan bahwa dengan berkumpul bersama mereka, dia akan mendapatkan keuntungan dan kecipratan kekayaan mereka, untuk itu Ros perlu modal. Modal untuk terus bersama para orang - orang kaya itu. Karena uang pemberian Adel sudah hampir habis ia pun perlu hak nya sebagai ibu dari anak nya itu. Harta William.


"Ros bukan kah anda memiliki anak lelaki yang sangat tampan? Kalau tidak salah nama nya.. "


"William! Anak saya bernama William Nyonya Steve" Jawab Ros dengan bangga.


"Bisakah saya lihat wajah nya? Kebetulan saya juga punya anak gadis bernama Helen dan Chelsea, mungkin saja anak - anak saya akan tertarik, benar kan bahwa anak anda itu belum menikah? " Tanya Nyonya Steve untuk memastikan calon pilihan nya ini.


"Tentu saja! Anak saya hanya sibuk dengan bisnis tanpa pernah dekat dengan wanita manapun"


Nyonya Steve yang kaya ini, jika aku menikahi William dengan anak nya, aku tidak perlu lagi mengemis pada keluarga wanita itu dan aku bisa hidup tanpa susah sampai aku mati.... akan ku buat William dan wanita itu bercerai!!


Ponsel Ros pun berbunyi, di layar nya terlihat sebuah nomor yang tak dikenal bahkan nomor dari luar negeri.


"Ros, Ponsel Anda berbunyi" Ucap Nyonya Thomas.


"Ya, sebentar ya Nyonya - Nyonya! Saya angkat telfon dulu"


Ros membawa ponsel nya dan menjauh dari para nyonya - nyonya itu.

__ADS_1


"Hallo? "


"Ku rasa kau masih hidup dengan baik sebagai benalu ya" Ucap Andhika.


"Dika?!!! "


Wajah Ros memucat, ia tak pernah membayangkan bahwa Andhika akan menghubungi nya.


"Aku senang kau masih ingat suara ku jadi kita bisa menghilangkan basa - basi kita! Sekarang aku akan bertanya, aku akan membuat mu menyesal jika kau berbohong!! Apa yang sudah kau lakukan pada anak ku?!! "


Cih! sialan! wanita itu pasti mengadu pada Andhika! tidak.... mungkin bukan wanita itu! bisa saja si perempuan sialan itu!! Nissa! benar pasti dia yang mengadu!!!


"Jawab!!! " Bentak Andhika.


"Bisakah kau lebih lembut Dika? Lagian kenapa kamu marah? padahal Papa nya saja tidak memarahiku seperti itu"


"Ben dan Nissa tidak melakukan sesuatu pasti karena kau mengancam nya! Aku tahu dirimu dan aku sudah sangat kenal dengan tipu daya mu!! Kau mengancam mereka dengan masa lalu Adel atau apapun yang William miliki, tapi ancaman mu tidak berlaku padaku!! "


"Dika, bukan kah sudah telat bagimu menjalankan peran sebagai ayah yang baik bahkan kau sendiri membuang istri mu demi wanita seperti ku?"


"Tutup mulut mu!! Sebenarnya karma apa yang pernah ku dapat sampai harus berurusan lagi dengan mu?!! Jika kau berani mengusik hidup anak ku bahkan sampai cucu ku!! Aku akan membuat mu menyesal! Ben tidak memiliki reputasi yang buruk seperti ku, tapi aku punya banyak! Karena aku sudah sangat buruk, tidak masalah jika aku membunuh mu untuk menambah reputasi buruk ku"


Ucapan terkahir dari Andhika cukup membuat syok Ros dan bahkan membuat nya untuk semakin berhati - hati.


.


.


.


"Adel... "


Seseorang memeluk nya dari belakang, Adel bisa merasakan nya meski ia tidak menoleh bahwa dekapan itu adalah milik William.


"Kak Will... "


"Kenapa melamun?"


"Tidak... aku hanya menikmati bunga yang ada di taman itu.... oh iya! di mana Justin?! "


"Justin masih tidur, dia kelelahan habis bermain, aku tidak menyangka bermain bersama anak - anak akan menghabiskan banyak tenaga"

__ADS_1


"Memang benar, tapi saat ini lah momen paling penting bagi anak - anak"


William hanya tersenyum dan sedikit mengecup pipi adel beberapa kali. Kemudian William teringat akan sesuatu, seketika raut wajah nya berubah cukup serius.


"Daddy tiba - tiba menelfon ku, pagi tadi"


"Daddy?!! " Adel melonjak kaget mendengar hal itu.


"Daddy bilang kita tidak perlu melakukan apapun karena daddy yang akan menyelesaikan semua nya."


"Tapi... selama ini semua masalah ku pasti papa atau daddy yang beresin, aku tidak pernah menyelesaikan nya dengan kemampuan ku sendiri"


William menyentuh pipi istri nya dengan lembut dan menatap nya dengan pelan.


"Aku juga lebih suka kamu tidak berhubungan dengan ibu ku! Sungguh Adel.... Hati ku sakit jika tahu kamu akan menemui nya! Ibu ku tidak akan pernah bisa menerima omongan orang lain!! Dari aku lahir hingga sekarang tidak pernah satu omongan ku dia turuti, dia hanya cinta pada diri nya sendiri"


"Kak Will, apa kamu yakin setelah Daddy membereskan semua nya, kita akan tenang? Kita tidak melakukan nya dengan usaha sendiri, bagaimana kita bisa tenang? "


William tahu betapa sulit nya meyakinkan Adel, William melakukan semua ini karena ia kenal dengan Ibu nya. Ia tahu semua yang akan ibu nya lakukan pada Adel kedepan nya akan lebih parah dengan mengatasnamakan Ibu dari suami nya.


"Lebih baik jangan kita pikir kan, sekarang aku mau fokus berkumpul bersama kamu dan Justin dulu, lebih baik kita liburan saja yuk, satu minggu atau satu bulan boleh tapi ke tempat yang jauh, bagaimana? "


"Boleh saja? hanya kita bertiga? "


"Tentu saja... emang mau bawa yang lain? "


"Kita bawa Collin juga ya? " Pinta adell dengan lembut.


"Kenapa?"


"Biar dia bisa jagain Justin, jadi kita bisa jalan berdua"


William hanya tertawa mendengar ide gila dari Adell.


"Jika Collin tahu dia di manfaat kan seperti itu, kurasa Collin akan mengamuk dengan hebat"


"Habis aku tidak percaya sama yang lain, cuma Collin yang ku percaya buat jagain justin."


"Bagaimana jika kita tanya Collin dulu? kita perlu pendapat dia kan? "


Adel pun tertawa mengingat mereka merencanakan liburan untuk membawa Collin tanpa menanya kan dulu pendapat dari orang yang bersangkutan. Sungguh bagi nya saat ini sangat bahagia meski ada beberapa kekhawatiran yang sesungguhnya hal itu tak perlu terlalu ia khawatir kan sama sekali. Kedepan nya ia yakin semua nya akan baik - baik saja.

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2