CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 79 - MENGEMBALIKAN SAPU TANGAN


__ADS_3

Collin dan Lotte berjalan - jalan di dermaga sambil menikmati jajanan sekitar.


"Ada cafe tuh!" Tunjuk Charlotte sambil memberitahu kepada collin.


"Kamu mau ke sana? "


Charlotte mengangguk dengan cepat. Kapan pun angin terasa hangat di hati Collin bila melihat senyum dari Charlotte. Gadis manis itu memberikan banyak kebahagiaan dan keindahan dalam hidup Collin. Bukan nya pemuda itu tak pernah bahagia, namun kebahagiaan yang didatangkan oleh gadis itu begitu berbeda dan memukau. Hati lembut dan senyum indah nya.


"Kak Collin mau pesan apa? "


"Emang kamu bisa pesan sendiri? " Collin mengejek Lotte dengan sengaja.


Collin tahu betapa ceroboh nya Lotte bahkan ketika menuruni tangga pun gadis itu bisa jatuh sendiri. Lotte sering terluka karena terjatuh dengan sendiri nya dan banyak orang yang selalu menganggap gadis cantik itu sebagai orang bodoh yang cantik. Lotte tidak begitu mirip dengan ibu nya yang tegas dan kuat, Lotte cendrung mirip ke papa nya.


"Kamu mengejek ku ya!! " Lotte memprotes ejekan itu.


"Pesan aja, kamu juga tahu kesukaan ku kan? "


Hal itu lah yang selalu membuat mata gadis kecil itu terpana. Jika semua orang mengejek nya kerena ia bodoh namun Collin akan selalu mengejek nya namun ia akan tetap percaya bahwa Lotte tidak bodoh seperti orang lain katakan.


Lotte dengan percaya diri nya memesan cake dan minuman. Namun saat pelayan membawakan pesanan mereka, Lotte hampir menumpahkan minuman itu ke arah pelayan tersebut. Collin dengan sigap menahan gelas itu.


"Aku memang nggak bisa lengah jagain kamu" ucap Collin sambil tersenyum.


Charlotte menyukai senyuman itu. Nissa ibu Collin selalu mengatakan bahwa senyum Collin itu cetakan dari sang Ayah. Ibu nya selalu berkata kadang hati nya berdebar hebat ketika Collin tersenyum karena seakan ia melihat Ben dalam versi kecil.


"Ini punya kak Collin, dan ini punya ku" Lotte meletakan pesanan mereka ke atas meja.


Lagi - lagi hal itu menghangatkan hati collin, setiap tindakan kecil dari Lotte.


.


.


.


Plaaakk!!!


Tamparan itu dilakukan Hellen kepada sang kakak chelsea.


"Kau!! beraninya!! " Ucap chelsea.


"Sekali lagi kau berani menyusahkan hidup ku tidak akan berakhir dengan tamparan saja seperti hari ini" Ucap Hellen.


"Apa maksud mu?!! "

__ADS_1


"Aku harus membuat masalah ke receptionist karena kau membawa semua uang kita!! aku sampai harus meminjam uang dari orang lain"


"Banyak cara untuk mendapatkan uang bahkan tubuh mu tidak sesuci itu sampe harus kau jaga kan?! "


Hellen ingin sekali menampar kakak nya kembali namun hal itu ia tahan dan segera menggeledah isi tas kakak nya.


"What the?!!!.... "


semua isi tas Chelsea bertaburan di lobby hotel bahkan semua orang bisa melihat beberapa barang dengan huruf depan K dan diakhiri M itu terlihat cukup banyak. Namun fokus Hellen adalah kartu mereka.


"Aku akan menarik setengah nya! akan ku kembalikan jika sudah ku tarik"


tas chelsea yang kosong langsung Hellen lemparkan ke arah wajah chelsea yang saat itu begitu marah dengan semua hal itu.


Setelah menarik separuh uang yang berada dalam kartu itu, Hellen berusaha keras memaksa receptionist memberi tahu nya kamar no berapa pria yang meminjamkan nya uang itu.


aaahh perempuan ini lagi.... kenapa sih seharian ini dia mengganggu kami terus


pikiran semua para receptionist itu tergambar jelas di wajah mereka.


"Aku hanya ingin membayar hutang ku"


"Kami sudah menghubungi tuan itu dan tuan berkata tidak perlu di kembalikan tapi jika anda memaksa maka titip kan ke kami saja"


"Jika anda tidak percaya tidak perlu di kembalikan, lagipula yang punya uang sudah bilang tidak perlu di kembalikan" jawab receptionist itu yang membuat Hellen semakin marah dan ingin menjambak di receptionist.


Bagaimana dengan sapu tangan nya ya? Aku ingin bertemu kembali dengan pria baik itu.... apa yang harus ku lakukan?! Oh Hellen berfikir lah!


"Baiklah, aku akan menitipkan nya di sini"


Hellen menitipkan semua uang itu ke receptionist. Namun Hellen tak hilang akal dan kesabaran yang ia punya. Hellen duduk di sofa lobby dan menunggu dengan sabar kedatangan pria yang membuat nya merasa tertarik itu.


William pun keluar dari elevator bersama adel dan Justin. Justin berada dalam pelukan William dan Adel menggandeng William dengan mesra. Penantian Hellen selama lima jam terbayar dengan melihat William keluar.


"Tuan!! " Sapa Hellen dengan ceria.


"Siapa? " Tanya William dengan heran.


Bahkan adel melihat dengan tatapan tidak nyaman.


"Aku yang tadi anda pinjam kan uang di sana" Tunjuk Hellen ke arah receptionist.


"Oh iya" jawab William bingung.


"Jika tidak keberatan aku ingin mentraktir tuan"

__ADS_1


"Maaf tapi aku bersama dengan keluarga ku" ajakan itu segera William tolak.


Hellen baru sadar bahwa ada anak kecil dan seorang perempuan bersama pria itu.


"Saudara? " Tanya Hellen.


"Istri dan anak" jawab William.


Hellen segera melirik ke arah jari William dan Adel memastikan ada cincin pernikahan disana. Dan benar saja itu terbukti ada di sana bahkan terlihat jelas.


"Tidak apa ajak saja istri dan anak mu juga, anda mau kan nyonya? anggap saja aku berhutang dan ingin membalas nya kembali" Tanya Hellen.


William memandang ke arah Adel dan Adel pun dengan berat hati mengangguk dengan pelan.


mereka pun sampai di sebuah restoran. William membantu Adel dan Justin duduk. Ketika set peralatan makan tersedia William membagikan nya dengan rata kepada Adel dan Justin serta Hellen. Dengan itu pun hati Hellen kembali berdetak.


Tidak lama menunggu makanan mereka pun disajikan. William mengurus Justin dengan baik dan membiarkan istri nya makan dengan lahap terlebih dahulu.


"Aku akan makan dengan cepat agar kamu bisa makan juga" Ucap Adel.


"Santai saja, aku juga masih mengurus Justin kan"


Melihat keakraban mereka, Hellen merasakan sakit di hati nya dan rasa penasaran nya semakin tinggi.


"Apa ini anak kalian? " Tanya Hellen.


"Tentu saja" Jawab William.


"Kalian sudah berapa lama kenal dan akhirnya menikah? "


William pun mengingat kembali dan William pun berbicara dengan senyum yang malah di salah artikan oleh hellen.


"Aku sudah mengenal istri ku dari dalam perut ibu nya sampai sekarang dan kami sudah menikah kurang lebih enak tahun lama nya"


"Melihat kalian aku jadi ingin menikah" Ucap Hellen.


Tidak ada yang salah dari ucapan itu, tapi Adel merasakan kejanggalan dari nada bicara Hellen tersebut.


"Jika begitu temukan lah orang yang cocok dengan anda" ujar William.


"Aku rasa itu agak sulit karena pria itu sudah menikah"


-bersambung-


......Selamat berbuka......

__ADS_1


__ADS_2