
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.............
.......
.......
.......
Uang dan Uang!!
Sejak kecil William tahu pasti dirinya tidak seberharga itu dari Uang yang sangat di cintai ibu nya. Uang bahkan bisa membuat ibu nya menghancurkan sebuah keluarga dan membuat seorang anak terpisah jauh dari sang ayah. Bukan hanya Adel yang terpisah oleh ayah nya tapi William juga harus jauh dari ayah kandung nya. Demi uang dan demi keegoisan sang Ibu.
Setiap pelajaran di sekolah guru - guru selalu berkata Kita harus menyayangi Ibu. Ibu punya banyak pengorbanan untuk kita tapi....sejak kecil baru sekali ia merasakan kasih sayang tapi itu pun bukan dari sang ibu melain kan dari Andhika Ayah kandung Adel dan Nissa dari Ibu kandung Adel.
Saat William besar dan di temukan oleh Keluarga Ayah kandung nya. Sejak itu lah sang Ibu semakin menjadi, setelah lama di penjara ia kembali meminta darah daging nya dan mengungkit kembali darah nya yang mengalir pada sang anak. William lagi - lagi bersabar dan melewati nya dengan menganggap bahwa hal itu akan berlalu.
Tapi kini Ibu nya itu juga melakukan hal yang sama terhadap Istri dan anak nya. Terlebih lagi Adel adalah anak yang Keluarga nya telah di hancur kan oleh sang Ibu. Jika Ibu nya tak menganggap nya sebagai apapun ia sudah terbiasa tapi ini anak nya, Istri nya....orang terpenting dalam hidup nya.
"Apa Ibu sudah selesai berbicara?!" William kehilangan kesabaran nya.
"Aku belum selesai dan masih banyak yang ingin ku katakan!! Kau sudah ku lahir kan dari rahim ku susah payah! Tapi kenapa uang sedikit itu saja sulit untuk mu?!!"
"Apa hidup mu hanya berisi uang saja?! Kau boleh tidak menghargai ku tapi jangan pernah lakukan itu pada adel dan anak ku!! Karena kau tidak pantas! Pendosa seperti mu tidak pantas memperlakukan Adel seenaknya!!"
Teriakan William terdengar sangat keras. William jarang berteriak bahkan ketika ia marah, jika William berteriak sampai suara nya hampir serak itu tanda nya William sudah sangat murka.
__ADS_1
Ros yang melihat sang anak berteriak seperti itu bukan merasa sedih ataupun iba terhadap sesama manusia. Ros semakin menjadi dan memasang wajah sombong nya.
"Harus nya kau tidak ku lahirkan jika hanya membuat ku sengsara! Darah yang ada di dalam diri mu itu adalah darah ku juga! Hidup ini adalah uang! Dengan uang kau bisa hidup!! Istri mu itu tidak akan bersama mu jika kau tidak punya uang seperti ini!! Seharusnya kau tidak lahir saja! Kau lah yang membuat hidup ku hancur seperti ini!! Harusnya ku gugur kan saja kau saat masih dalam perut ku!!"
Mendengar itu Hati Adel berkali - kali lipat sakit nya. Adel selalu tumbuh dalam keluarga yang mencintai nya. Meski tak semua orang menyukai nya tapi belum pernah ia lihat seorang Ibu mengatakan hal sekejam itu terhadap anak nya. Anak kandung nya sendiri.
"Aku tak pernah memilih untuk lahir, jika aku bisa memilih aku pun ingin lahir dari wanita lain bukan wanita seperti kau!" Jawab William dengan datar.
Adel bisa merasakan bahwa William menahan rasa sakit dan kekecewaan nya. William ingin menjaga martabat nya di hadapan Adel.
"Dasar tidak tahu di untung kau!!"
"Cukup!! Tante Cukup!!" Bentak Adel.
Adel menuruni tangga sambil menangis.
Adel melihat jelas bahwa tangan Ros saat itu akan mendarat di pipi William.
"Kalau begitu berapa yang akan kau berikan kali ini? jangan bilang uang kemarin itu cukup ya! Kemarin itu sangat sedikit lima ratus juta dollar itu sangat sedikit kau tahu kan?"
"Jangan berani kau berikan uang mu pada wanita ini" William memperingati Adel dengan serius.
"Kau! Istri mu ini tau diri! Meski pun bodoh! Kau saja yang tidak tahu diri padahal kau darah daging ku" Ros mendengus dengan kesal.
"Saya tidak bodoh Tante, tapi saya sudah bilang kemarin terakhir kali nya Tante bisa meminta uang dari saya dan keluarga saya kan?"
Ros terkejut melihat keberanian Adel dan mendongkol dengan kesal.
__ADS_1
"Apa kau tidak tahu kau itu sangat bodoh? Kalau kau pintar tidak akan mungkin kau menikahi William, Apa kau tidak tahu kenapa Ibu mu yang hina itu tidak memberikan restu nya? Apalagi Ayah mu yang sampai sekarang masih sangat membenci ku itu"
"Papa ku tidak kenal dengan mu dan dia merestui pernikahan kami"
"Cihh bukan Papa mu tapi ayah kandung mu Andhika Wijaya!!" Bentak Ros.
"Ibu!!!" Teriak William dengan kasar.
Adel tiba - tiba berfikir bahwa ada sesuatu yang berhubungan dengan Ibu William mengenai ketidak sukaan Mama nya terhadap pernikahan nya. Bahkan Daddy nya yang memberikan restu itu tidak pernah menanyakan sekali pun mengenai ibu William. Bahkan mama nya selalu lari jika di tanya mengenai keluarga William.
"Memang nya ada apa dengan itu semua? Kalian saling kenal?" Tanya Adel dengan berani.
"Adel....Aku yang akan jelas kan...."
"Hahahahhaha kau menikahi William tanpa tahu semua nya? Ku rasa kau memang sangat bodoh!! Kau yang seperti ini mau menjadi menantu di keluarga Francois? Gila!! Ayah mu yang di dalam kubur itu pasti akan menertawakan mu William!! Kau memilih Istri yang sangat lemah!!"
"Sudah cukup!! Kau pergi dari sini" William mengusir Ros.
"Tidak kah kau pernah berfikir kenapa Ibu mu dan Daddy mu itu bisa berpisah? Apalagi Daddy mu bahkan tidak tahu keberadaan mu! Kau yang lahir dan besar di sini tapi bukan anak dari Ben sedangkan sejak lahir yang kau lihat adalah Ben, bukan kah itu aneh? Gunakan lah otak mu Adel, jika tidak ingin di katakan bodoh" Ejek Ros dengan wajah puas.
"Penjaga!! Tolong usir orang ini dari rumah" Teriak William kepada para penjaga nya.
Ros pun di seret paksa oleh penjaga keamanan di rumah William.
"Ingat, Aku bisa menceritakan semua nya kepada mu dengan jujur jika kau membawa uang untuk ku, Ibu mu, Andhika, dan William sudah menipu mu, terlebih jangan percayai Ben yang selama ini terlalu merahasiakan semua nya demi ibu mu itu, mereka tidak bisa di percaya" Oceh Ros dengan suara terakhir nya.
Adel terdiam membeku, dan William ingin Adel merespon sesuatu tapi tidak hanya diam begini.
__ADS_1
-bersambung-