CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 66 - POISON


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.............


.......


.......


.......


Adel terus terbatuk - batuk dan darah keluar begitu banyak dari mulut nya. Segar nya warna darah membuat William terkejut, Wajah nya memucat dan setengah nyawa nya terasa terkuras melihat Adel yang terlihat kesakitan.


"Panggil Dokter segera!!" Teriak Ben dengan cepat.


William terkejut dan segera mengambil teh yang baru Adel minum. Dan William pun mencium bau teh itu.


"Ini Racun" Ucap William, ia memastikan sekali lagi bahwa teh itu memang beracun.


Wajah William berubah pucat, semua nya yang melihat juga terkejut tak bisa bergerak sedikit pun. Kejadian itu begitu cepat terjadi dan William tak sempat berfikir apapun.


"Tahan! Jangan ada yang bergerak! Aku akan memeriksa penyusup itu, pasti racun bisa masuk karena ada penyusup" Ucap Ben dengan marah.


"Tapi siapa?" William bingung namun tiba - tiba ia teringat ucapan Lianna sebelum mereka menurunkan nya di tahanan sebelum pulang ke rumah.


Lianna mengucapkan hal aneh namun tidak ada yang menduga bahwa dia telah menyelip kan orang untuk meracuni Adel. Karena dengan jelas mereka sudah membasmi anak buah Lianna dengan bersih.


Lianna berkata "Apa yang kamu ambil juga akan terambil dari mu"


William telah mengambil hal terpenting Lianna yaitu status dan kekuasaan nya sedangkan hal terpenting bagi William adalah keluarga yaitu Adel dan Justin.


"Justin! Apa saja yang sudah dia makan?!!" Tanya William kepada semua nya. William segera memeriksa mulut Justin dan mencari - cari apakah ada luka atau darah di tubuh Justin.


"Justin hanya memakan makanan delivery, Aku yang memesan kan bubur kacang kesukaan nya, Aku berani menjamin itu aman karena aku juga memakan nya sebelum Justin memakan nya" Ucap Collin.


William segera membantu menyeka Adel namun Nissa sudah lebih dulu bergerak melakukan sebisa yang ia bisa.

__ADS_1


"Minum?" Tanya William lagi kepada Collin.


"Kak Adel hanya minum teh yang baru di sajikan itu, sedangkan yang lain belum ada yang menyentuh teh itu, karena yang suka teh di sini hanya beberapa orang saja, Lalu pelaku nya pastilah orang dapur yang berhasil menyelinap ke sini"


Semua bergegas ke dapur dan memeriksa pelayan serta koki dan benar saja ada pelayan baru yang belum pernah mereka lihat.


"Robert siapa orang ini?"


"Saya juga tidak tahu tuan, bagaimana bisa mereka masuk kesini?" Robert pun heran ada orang yang luput dari pengawasan nya.


Tidak menunggu lama, Ben segera menangkap orang itu namun saat mau memegang lengan pelayan itu, dari mulut nya keluar buih busa putih. Saat di periksa, orang itu telah menelan pil racun dengan membunuh diri nya sendiri. Mereka yakin bahwa ini semua perbuatan dari Lianna.


"Kak Will..." Panggil Adel dengan lemah.


William segera menggenggam tangan Adel. Wajah nya mumutih melihat Adel terus menatap nya dengan rasa sakit.


"Ada..uhukk...yang mau ku katakan...uhuuup" Adel terus memuntahkan darah.


"Kenapa lama sekali dokter nya datang?! Apa tidak ada dokter di dekat sini?!!" William terlihat sangat panik.


"Adel jangan begini, Kau sangat kuat....Aku tidak bisa kehilangan mu tidak bisa sama sekali, bertahan lah demi aku Adel"


William tak menduga bahwa hal itu akan terjadi. Semua di luar analisa nya semua di luar kendali dan dugaan nya. Semua berantakan dan terasa sangat menyakitkan.


"Periksa semua pelayan dan racun apa yang digunakan, kita harus cari penawar nya" Ucap Ben.


"Bagaimana mencari penawar nya?" Andhika pun terlihat sangat panik juga.


"Tentu saja kita harus mencari jenis racun nya! Bukan kah sudah ku bilang barusan! Jangan menambah panik orang!!" Bentak Ben dengan kesal.


Adel pun di duduk kan di sofa dan William menopang tubuh itu dengan pelan. Darah Adel mengenai baju nya, namun William abaikan.


"Maaf baju nya...."


"Aku rela bila seluruh baju ku berlepotan darah mu asal kan kau bisa bertahan. Aku dengan senang hati akan membiarkan baju ku kotor untuk mu" Ucap William dengan tulus.

__ADS_1


Karena perkataan nya memang benar adanya. Baju nya yang kotor itu bukan lah hal besar asal kan Adel bisa selamat. Selama Adel bisa selamat mau baju nya berdarah atau penuh dengan kotoran pun tak masalah.


"Kak Will..."


"Jangan bicara lagi! Setiap kau bicara darah mu semakin banyak keluar! Aku akan memukul mu jika kau berani bicara lagi!" Teriak William dengan marah.


William memang marah dan kesal namun semata - mata karena ia khawatir terhadap Adel yang semakin parah. Wajah Adel mulai tak berwarna dan semakin susah bergerak. Para bapak - bapak yang panik itu masih sibuk mencari racun apa yang digunakan. Tanpa tahu racun apa yang digunakan penawar tak akan ada guna nya.


"Ya Tuhan! Ku mohon jangan Ambil dia dari ku" Ucap William penuh dengan Doa.


Selama hidup nya ia jarang meminta dan berdoa karena bagi nya hidup yang seperti neraka yang harus ia jalani tak ada gunanya jika ia berdoa. Karena itu William pun kali ini ingin percaya kekuatan Doa dan berdoa dengan sepenuh hati milik nya.


"Kak Will ini mungkin hukuman bagi ku karena telah jadi Istri yang buruk dan Ibu yang jahat....Haha"


Adel masih menyelipkan tawa nya di tengah rasa sakit yang harus ia lalui.


"Kamu tidak begitu Adel, kamu sangat baik"


"Kak Will tidak tahu kan bahwa hati ku mulai berubah, Aku membiarkan hati ku terbelah untuk pria lain"


Ada rasa sakit yang timbul di dada William namun ia berusaha untuk tenang di keadaan Adel yang sekarat saat ini.


"Apa pria itu Leon?" Tanya William. William ingin berharap bahwa semua hanya mimpi saja namun Adel mengangguk kan hal itu.


"Aku tidak bisa menahan hati ku di saat aku merindukan mu dan butuh kasih sayang dari mu, Tapi Leon menolak ku dan bilang Aku tidak pantas untuk nya dan Aku harus memikirkan banyak hal lain"


"Benarkah? Lalu bagaimana? Kamu ingin tetap bersama Leon? Apa kamu masih mencintainya meski Leon tidak mau bersama mu lagi?"


"Kak Will Aku sudah memikirkan nya matang - matang dan penuh pertimbangan"


"Lalu apa keputusan mu Adel?"


"Aku sudah memutuskan bahwa aku akan mengikuti hati ku, Aku akan......."


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2