CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 26 - PERTAMA KALI NYA


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan ke karya author yang lain dengan judul "Istri Yang Terabaikan" dan "Pertemuan"....


...*...


...*...


...*...


Ada rasa yang berbeda, ketika tatapan mereka saling berpadu menjadi satu. Kerinduan dan rasa saling mendambakan tanpa beban apapun membuka hati mereka untuk menjadi lebih dekat. Ada saat dimana kata tak bisa menjelaskan semua nya, hanya tubuh yang bergerak tanpa adanya kata yang terucap.


William menggendong Adel dalam pelukan nya dan membawa wanita itu ke kamar nya. Ada rasa berdebar yang terus ia rasakan, mungkin karena cinta, hatinya tak bisa ia kontrol lebih lama.


William membaringkan Adel ke ranjang milik nya. Ranjang itu cukup besar untuk mereka berdua saling berbagi satu sama lain.


"Mulai malam ini, kita tak perlu untuk berpisah kamar kan?" Tanya William dengan serius.


Jantung nya tak bisa berhenti bergetar ketika melihat wanita yang ia cintai tepat berada di bawah nya. Alam bawah sadar nya seolah mengontrol pikiran nya untuk terus maju tanpa memikirkan hal lain nya.


"Ya, kita jangan pernah berpisah lagi, mulai malam ini dan seterusnya, kita akan selalu memakai kamar yang sama"


William tersenyum, Adel menyambut senyum itu dan mengecup pipi William dengan cepat. Ciuman pertama yang ia miliki sangat luar biasa, lebih dari yang pernah ia bayangkan selama ini.


"Adel, mungkin saja setelah ini...kamu akan menyesal, tapi apapun yang terjadi, Aku selalu mencintai mu, sejak dulu dan selalu"


"Kak Will, sejak pertama kali Adel bertemu dengan kak Will, perasaan Adel tidak pernah berubah, Adel tetap mencintai mu, dan sekarang setelah dewasa, cinta itu tak pernah berubah sedikitpun"


"Terimakasih Adel, mau menerima lelaki penuh dosa seperti ku ini"


Belum sempat Adel memikirkan maksud perkataan William, William telah menghujani nya dengan ciuman panas. Semakin dalam dan dalam, terus saling bertaut dan berbagi rasa. Tangan William mengembara di tubuh Adel yang entah kenapa ia rasakan begitu enak dan lembut di tangan nya.


"Adel, bagaimana membuka....ini?"


Tangan William terhenti ketika melihat pengait di baju Adel yang tak dapat ia raih dan buka dengan cara biasa. Baju lelaki sangat simpel tak butuh banyak kancing atau pengait apapun, tapi baju wanita berbeda apalagi dalam berenda dan kaitan yang sangat susah itu.


"Ya sudah, bagaimana jika kita saling buka baju kita saja?" Usul Adel.


Dengan itupun kedua nya saling membuka baju mereka. Tangan Adel bergetar hebat, begitu pula dengan William. William memunggungi Adel dan memperlihatkan tubuh belakang nya ke hadapan Adel, melihat itu saja sudah membuat Adel berdebar.


Adel berbaring setelah melepas semua pakaian nya dan menutup tubuhnya dengan sebuah bantal. William pun saat itu baru selesai melepaskan semua nya.


"Adel? Kenapa di tutup?" William mengatakan itu tanpa menutup tubuh depan nya, Adel memalingkan wajah nya dengan malu dan menjawab...


"Adel malu...."


"Jangan ditutup aku mau melihat semua nya, sudah lama aku...."

__ADS_1


Ketika menarik bantal itu, William tercekat, wajah merah Adel dan tubuh indah itu ada di hadapannya memenuhi semua fantasi liar nya yang terus ia sembunyikan dalam mimpinya.


"Kak Will" Adel berusaha menutupi bagian penting dengan tangan nya.


"Adel jangan ditutup, kamu sangat luar biasa"


William mengembara dengan pelan, dan membiarkan semua fantasi nya menjadi penuntut tindakan nya. ******* nafas dan erangan Adel menjadi kunci bahwa Adel menikmati semua nya. Ini pertama kali nya bagi mereka berdua. Meski agak kacau dan agak kikuk, keduanya bisa menemukan jalan yang pas dan saling menuntun satu sama lain.


"Kak Will !!" Jerit Adel.


"Maaf, apa sakit?"


Adel menggeleng.....


"Tidak, lanjutkan, Jangan pernah berhenti"


"Perintah yang akan selalu kuturuti"


William memberikan Adel banyak ciuman dan sentuhan yang merangsang hingga membuat rasanya seakan gila. Ini pertama kalinya bagi Adel, tubuhnya disentuh dan dilihat secara dekat oleh orang lain. Tubuhnya bergetar hebat karena terus menginginkan sentuhan William lebih dan lebih, menjadikan nya wanita yang serakah dan haus sentuhan oleh pria yang ia cintai.


"Adel aku tak punya pengaman" Ucap William ketika memasuki tahap akhir.


"Tidak apa, hari ini aku aman kok"


"Adel, jangan begini, aku akan keluar dulu untuk membeli...."


"Aku juga, Aku akan gila jika menunda nya lebih lama"


William menyentuh bagian bawah Adel yang terlihat sudah banjir, William terpana dan terus menginginkan untuk segera masuk. William pun memasukkan nya secara perlahan dan pelan - pelan.


"Awwww!! Sakit"


William terkesima dan mencabut nya kembali.


"Maaf, tapi kata orang kalau pertama kali memang sakit, darah!!! Berdarah!!!"


"Lanjut kan saja!!"


William mencoba lagi untuk masuk kembali. Meski Adel mencengkram nya lebih kuat, William seperti tersedot kedalam dengan cepat.


"Masuk!!"


"Ugghhh"


"Adel, kamu baik - baik saja?"

__ADS_1


"Ehm, lanjutan saja"


Keduanya bergerak dalam irama yang sama menjadi satu dan kesatuan untuk saling berbagi satu sama lain. Hampir semalaman keduanya saling berbagi dan melepas rasa damba yang luar biasa, menjadikan keduanya sepasang suami istri yang sah pada malam itu.


.


.


.


"Tadi itu luar biasa" Ucap William sambil berbisik di telinga Adel.


.


.



.


.


.


"Iya, itu sangat luar biasa, kamu tidak bisa berhenti dan menahan dirimu, padahal ini pertama kali nya buat ku" Ucap Adel sambil tersenyum.


"Ini juga pertama kali nya untuk ku, aneh nya aku tak mau berhenti dan terus menginginkan mu"


"Ini pertama kalinya untuk kak Will? sungguh?"


"Tentu, aku selalu sibuk, mana punya waktu untuk dekat dengan wanita"


Di jaman sekarang, apalagi di tengah kehidupan bebas yang ada di luar negeri, jarang sekali ada lelaki yang belum pernah melakukan nya, makanya Adel sempat terkejut mengetahui hal itu.


"Besok kak Will harus semangat dan berjuang ya, jika kamu sembuh, Aku berjanji tidak akan meminta mu berhenti seperti tadi jika kamu ingin jatah mu"


Adel meminta berhenti karena pengalaman pertama nya terlalu berat untuk nya, dengan susah payah William berhenti setelah mengatakan lebih dari tiga kali bahwa itu yang terakhir.


"Benarkah?"


"Tentu saja, karena itu....suami ku, kamu harus sembuh dan berjuang saat operasi nanti ya, demi istrimu yang akan menunggu mu ini"


"Lalu bonus nya? masa nggak ada bonus spesial?"


"Untuk bonus nya, Adel akan beli pakaian dalam sexy atau pakaian renang yang sangat luar biasa"

__ADS_1


"Amazing!!! Aku lebih bersemangat dari yang ku pikirkan"


-bersambung-


__ADS_2