CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 32 - TIDAK APA - APA


__ADS_3

Sudah seminggu lama nya, Nissa tak mau menemui Adel maupun berbicara pada Adel. Ben dan Collin terus membujuk Nissa namun Nissa terus sakit - sakitan bahkan Nissa mulai melupakan makan nya.


Adel merasakan rasa bersalah sekaligus rasa sedih dan duka karena kehilangan William. Dalam hatinya ia masih mengharapkan William akan kembali, meski harapan itu harus pupus karena pencarian akan segera selesai.


"Papa juga kecewa ya sama Adel?" Tanya Adel kepada Ben ketika Ben membawakan makanan ke kamar Adel.


"Tentu saja papa kecewa, kamu harus tahu betapa kecewa nya papa ketika kamu melakukan hal itu, Tapi ketika kamu mengatakan alasan kamu.....Papa bisa sedikit mengerti, tapi tetap saja Adel....menikah seperti itu sangat tidak benar"


Papa nya bahkan belum pernah mengatakan kecewa kepada nya bisa mengatakan hal itu kepada nya. Adel semakin merasa bahwa dia adalah anak yang mengecewakan.


"Apa mama masih tidak mau makan?" Tanya Adel.


"Tadi pagi papa paksa makan, baru mau...haahh mama kamu itu...kadang sangat keras kepala"


Adel semakin sedih dan merasa bersalah ketika Ben mengatakan hal itu.


"Papa maaf...."


"Sudahlah, sekarang kamu fokus sama kesehatan kamu dan bayi kamu saja, makan lah...papa harus melihat keadaan adik - adik kamu"


Tak lama Ben keluar dari kamar Adel. Dari bawah terdengar suara keributan,Adel dengan susah payah pun mulai turun dan melihat keadaan itu. Dilihat nya Mama dan Papa nya sedang bertengkar dengan Ibu William.


"Nah disini dia menantu ku" Ucap Ros.


"Jangan berani - berani nya kau mendekat ke arah anak ku!!" Ucap Nissa memperingati Ros.


"Oh, sekarang kau jadi wanita yang berani setelah disayangi suami yang baru? Apa kau tahu anak mu menikah dengan anak ku? Ku dengar dia hamil? Berarti dalam perut nya ada cucu ku juga"


Nissa menahan emosi nya dengan begitu sulit. Ia tak ingin menunjukkan banyak sisi jeleknya di hadapan anak nya itu.


"Sebaiknya anda pergi dari sini, Istri ku tidak menerima keberadaan anda disini" Ucap Ben mengusir Ros dengan bahasa yang sopan.


"Yah baiklah sekarang aku akan pergi, hanya untuk sekarang, tapi ingat segera berikan aku uang, Aku perlu uang untuk liburan bersama teman - teman ku, jika uang William masih kau tahan, Aku akan segera pindah kesini untuk menemani cucu ku" Ucap Ros dengan berani.


"Kata siapa kau boleh berada di sini !!!" Jerit Nissa dengan keras.


Tiba - tiba saja sesak nafas Nissa mulai kambuh, sesak nafas yang ia rasakan ketika ia masih menjadi istri Andhika, rasa kotor dan sakit hati yang dulu ia rasakan muncul kembali karena wanita itu menampakkan diri di hadapannya.

__ADS_1


Ros hanya tertawa dan segera pergi dari hadapan mereka. Adel tertegun dan tak tahu harus berbuat apapun.


"Sayang, pelan - pelan....Tarik nafas pelan - pelan, Tenang....calm down...."Ben membantu Nissa untuk menenangkan diri.


"Pa, mama kenapa?" Tanya Adel khawatir.


"Ini reaksi trauma mama kamu...."


Plakkkkk.......Nissa menampar Adel. Baru kali itu Nissa melayangkan tangan nya di pipi putrinya. Segarang nya Nissa, ia tak pernah melayangkan pukulan di wajah putri nya.


"Nissa!!!"


"Ini lah yang kamu perbuat!! Gara - gara kamu wanita itu berani bertemu dengan mama!! Menikah tanpa izin, sudah hebat ya kamu?"


Nissa begitu marah besar kepada Adel.


"Mama....maaf kan Adel...."


"Sekarang wanita itu semakin leluasa menghina mama mu ini, karena dia lah...."


Nissa tak bisa melanjutkan ucapan nya dan segera meninggalkan Adel. Ben tersenyum sedih kepada Adel dan mengelus pipi Adel.


"Papa akan menenangkan mama mu sebentar ya, kompreslah pipi mu dengan Es"


Adel hanya bisa menangis dengan bisu, suara nya tak mampu keluar.


Esok nya....


Adel kembali dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang sudah lama tak ia temui. Meski setiap setahun sekali Adel menemui Daddy nya, sudah lama rasanya tak bertemu. Daddy nya datang menemui Adel setelah kabar yang Nissa berikan kepada nya.


"Daddy?"



"Iya sayang" Jawab Andhika dengan lembut dan sambil tersenyum kepada Adel.


"Kenapa Daddy disini?"

__ADS_1


"Memang nya Daddy tidak boleh mengunjungi putri Daddy ini?"


"Apa mama yang memberitahu Daddy? Daddy sudah tahu kan?"


Andhika tahu ia tak bisa mengelak lagi dan ia pun mengangguk kepada Adel.


"Apa Daddy juga kecewa sama Adel?"


"Daripada kecewa, apa kamu baik - baik saja? Daddy khawatir dengan keadaan mu, lihatlah wajah mu semakin kurus, Tante Sherly juga khawatir dengan kamu" Ucap Andhika khawatir.


Andhika tak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri saat tahu bahwa Adel melakukan hal itu. Karena Adel jauh dari nya ia tak bisa dan tak punya hak memarahi putrinya.


"Adel merasa sangat buruk disini, Mama tidak mau bicara pada Adel dan terus bilang kecewa, mama juga tidak bahagia saat Adel disini, Hanya Papa dan Collin yang masih memperhatikan Adel"


"Kamu tahu kan kalau kamu salah? Daddy masih tidak paham kenapa kamu berbuat begitu, Yang pasti Daddy dengar Ros datang kesini dan mengganggu kamu?"


"Iya, entah kenapa Mama kak Will terlihat tidak suka dengan Adel" Ucap Adel.


"Wanita itu dari dulu tidak pernah berubah!!"


"Wanita itu?"


Andhika terlihat salah tingkah, ia dan Nissa sudah sepakat tidak akan mengungkit masa lalu itu. Tapi Andhika ingin sekali, agar semua ini tertutup rapat karena ia merasa malu mengatakan semua dosa nya itu.


"Apa Ben memarahi kamu juga? Bilang saja jika dia marah, biar Daddy hajar dia"


"Hahaha tidak, Papa bukan orang seperti itu, Papa sangat kesulitan karena harus mengurus Adel dan Mama, Papa sangat baik dengan Adel kok"


"Bagus lah"


Meski ini agak gila dan mungkin Nissa akan marah pada nya. Andhika merasa perlu membawa pergi Adel. Adel butuh tempat yang baru dan refreshing dari segala masalah nya ini.


"Apa kamu mau pergi dengan Daddy? Sampai kamu melahirkan, Kamu butuh suasana baru dan disana juga ada nenek kamu kan, Minimal sampai kamu sudah tidak berantem dengan mama kamu"


"Apa boleh begitu? Tapi bagaimana dengan mama? Mama saja masih belum mau makan"


"Kamu butuh suasana baru Adel, terutama untuk janin kamu, Daddy akan meminta izin pada mama dan papa kamu"

__ADS_1


Adel bingung, apakah pilihan ini yang terbaik. Tapi sungguh saat ini ia ingin pergi sejauh mungkin dari masalah ini.


-bersambung-


__ADS_2