
Trigtring___
Suara jam weker bergema di kamar Haya yang minimalis tersebut.
"Apaan sih, bringsik sekali!" Haya membuka mata indah nya, menoleh ke sumber suara.
"Astaga, jam berapa ini!" Seketika Haya langsung loncat dari tempat tidur nya.
Terlihat jam di dinding sudah menunjukkan angka jam enam lewat empat puluh menit, karena semalaman Haya susah tidur, membuat Haya bangun kesiangan.
"Selalu begini, bisa-bisa kurus mendadak badan ku," gumam Haya setengah berlari. Haya hanya memakai baju bluose dan rok span, rambut Haya biarkan belum disisir, sisir di parkiran saja nanti.
Haya langsung menstarter mobil, menuju kantor tempat nya bekerja.
Tinggal sepuluh menit lagi, harus sudah sampai di kantor, jika tidak Bu Meca akan sangat marah.
Mobil Haya lajukan dengan kecepatan cukup tinggi, Haya benar-benar mengejar waktu. Agar sampai di kantor tepat waktu.
Cit___
Mobil sudah terparkir sempurna. Haya menyisir rambut, memoles sedikit bedak dan lipstik yang belum sempat Haya selesaikan tadi.
Bes___ besh___ Parfum menguar saat Haya menyemprotkan ke beberapa bagian tubuh.
"Haya___" suara berat dari seseorang membuat Haya membalikan badan.
"Kak Angel," Haya mengernyit heran.
"Kenapa terburu-buru. Apa karena sangking sibuk nya jadi seorang ibu rumah tangga dan wanita karir sampai kancing baju saja tidak kamu pasang dengan benar?"
Sontak ucapan Angel membuat Haya mencari kancing baju di baju yang di pakai nya namun nihil. Haya tidak menemukan kancing baju, bagaimana tidak baju yang di kenakan Haya tidak memakai kancing?
Haya menatap mata Angel yang menatap nya heran.
"ada masalah apa Haya, sampai baju saja kamu lupa!"
"Tidak ada, kak."
"Jangan berkata dusta!"
"Sungguh kak. kenapa kak Angel tidak percaya sih! Aku hanya tidur begitu larut dan akhirnya aku bangun kesiangan."
"Tapi aku tidak percaya. jika masalah hal kecil saja kamu lupa, dan tidak dapat mengingatnya. Bagaimana dengan bisinis yang besar?"
Haya terdiam, menjawab pun akan tetap kalah bicara.
__ADS_1
"Baik lah, ayo masuk?" ajak Angel pada Haya.
Hari ini Angel ada bisnis penting yang ingin di bicarakan bersama Meca, wajarlah mereka adalah teman dari masa kuliah.
Pekerjaan yang penting, jadi mengharuskan Angel menemui Meca secara langsung. Angel adalah wanita sukses di usia muda, Angel sudah mempunyai sebuah produk kosmetik, memiliki brand sendiri.
Produk yang di keluarkan oleh Angel, di beri nama Skin care of Guardian Angel.
Produk nya lumayan laris di pasaran,
Selain harganya yang ramah di kantong, kualitas nya pun tidak perlu di ragukan lagi.
"Hay .. Meca" seru Angel dan langsung memeluk Meca yang tak lain sahabat semasa sekolah dulu.
"Tambah cantik saja kamu, sis!" Seru Meca pada Angel, karena senang Angel mengunjungi perusahaan nya.
"Bisa saja! Tapi makasih ya ca."
"Duduk sini ayo duduk?" ajak Meca pada Angel dan duduk berdampingan di sofa.
"Ok thank you,' bisik Angel dan duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Haya, hari ini kita ada meeting jam berapa sih!" tanya bos Meca pada Haya yang fokus menatap layar laptop.
"Okay, persiapkan segala kepentingan yang akan di bawa kesana."
"Baik, Bu!" Haya kembali menatap layar laptop dan mengecek beberapa berkas laporan yang perlu Bos Meca tanda tangani. Haya bukan hanya assistant bagi Meca, namun Haya adalah orang kepercayaan Meca, gaji Haya pun tidak sedikit.
Membaca Membuat Haya sedikit mengantuk, beberapa kali Haya menguap Hoam___
Huam___
"Perlu model ya buat produk kosmetik, terus mau ambil artis yang mana? Tau lah kamu sis biaya nya berapa? Kalau bisa ambil yang paling bagus dan berpengaruh ke masyarakat, langsung cus?"
"Aku sudah punya tiga brand ambassador ca, dan kesemuanya dari artis, dan aku sekarang butuh seorang lagi, yang dari kalangan non aktris kalau bisa sih! kalau bisa yang berwajah oriental dan natural."
Angel menoleh ke arah Haya yang tertidur di atas kursi. mata yang terpejam dengan tangan yang masih memegang map di tangan.
"Bisa ya kamu memperkerjakan orang seperti itu! Sungguh sangat tidak disiplin, tidur saat jam kerja, kalau aku sudah ku pecat" Bisik Angel tak suka.
"Sebenarnya kualitas kerja Haya itu baik sis. tapi akhir-akhir ini performa Haya dalam bekerja menurun. Aku sudah bertanya baik-baik, dan aku menyuruh nya mengambil cuti namun dia nya enggak mau, entah lah lagi ada masalah apa?"
"Menurut mu bagaimana, jika aku mengambil Haya sebagai brand ambassador produk ku? aku lihat wajah Haya begitu oriental, bulat dan manis, iya enggak sih?"
"Boleh tuh. aku akan mengajukan kontrak kerja dengan mu, jika kamu mau memakai jasa nya."
__ADS_1
"Kamu ini ca, selalu deh nomor satu jika urusan duit. Pikirkan untuk mencari pendamping hidup lagi dong ca, jangan hanya duit Mulu yang di kejar."
"Belum ketemu yang cocok, sis!" lirih Meca, senyum merasa malu.
"Gimana mau ketemu nyari aja enggak," angel tertawa, penuh penekanan.
"Bisa aja kamu." Meca merasa risih atas ucapan Angel.
"Ya sudah ca aku mau balik dulu, jangan lupa bilang ke Haya. Aku mau besok dia datang ke kantor suami ku."
"Lah, kok ke kantor suami mu sih! kenapa enggak ke kantor mu saja?"
"Aku ingin melakukan pemotretan di taman, dan taman yang ada di kantor suami ku itu bagus banget. Jadi aku akan membuat Haya ini seolah-olah wanita desa yang cantik nya alami dengan menggunakan produk kosmetik ku."
"Cemerlang memang ya! kalau ide dari seorang pengusaha muda seperti mu" Mecca menggoda Angel.
"Harus dong, kayak yang ngomong bukan pengusaha muda hebat saja."
"Bye___" Angel pergi dari kantor Meca, dan perlahan Meca mendekati Haya, tangan Meca berusaha membangun kan Haya dari tidur panjang nya.
Haya___puk______puk___
"Eh, ibu___" Haya mengusap wajah, kaget dan panik dari bangun tidur di jam kerja.
"Tidur kok di bawa sampai ke kantor" tekan Mecca sedikit tidak suka.
"Maaf Bu, saya ketiduran. maaf ya, Bu?"
"Aku tau ya, aku ngerti tapi enggak enak jika ada karyawan yang lihat. Jangan sampai asumsi mereka menjadi negatif ke kamu, seolah-olah aku membeda-bedakan antara mereka dan kamu. Kalian sama-sama karyawan di kantor ku, okay!"
"Baik, Bu. sekali lagi maaf"
"Cuci lah muka mu, biar enggak ngantuk lagi. dan ini ada kontrak kerja yang perlu kamu tanda tangani."
"Kontrak kerja, bukan nya ibu seorang yang bisa menanda tangani."
"Ini kan kontrak mu, jadi kamu lah yang menanda tangani."
"Kontrak ku?" Haya langsung membuka map berwarna hijau tersebut, karena masih ambigu.
"Apa?" Haya menatap punggung Bos Meca yang sudah pergi ke ruangan nya.
Walau hanya di pisahkan oleh dinding namun Haya tidak mau menjerit bertanya.
"Jadi model untuk produk Kosmetik guardian Angel, dan itu adalah brand milik kak Angel," gumam Haya pelan. Haya bimbang terima atau tidak, Haya bingung!
__ADS_1