
Malam yang Indah lagi cerah, secerah hati Ahmad Faiz.
Haya tertidur dengan lelap di pangkuan Ahmad Faiz di kursi tua. Ahmad Faiz mengusap pucuk kepala sang istri yang masih tertutup hijab dengan perlahan. mencoba menyalurkan energi ketenangan dan damai.
Tok________tok___
Klik..
Nahla nongol dari balik pintu, untuk sesaat Nahla terdiam. Namun setelah kesadaran pikiran sudah kembali, Nahla menampilkan seulas senyum manis yang membingkai wajah cantik Nahla dengan hijab maroon tersebut.
Hati siapa yang tak terluka, melihat sebuah keromantisan hubungan lelaki yang di kagumi bersama istri tercinta, hubungan itu halal lagi baik.
Bukan salah Haya dan Ahmad Faiz yang terlihat romantis seperti itu, namun kembali lagi hati siapa yang sedang merindu cinta?
Tak sepatutnya cinta menghiasi hati Nahla. tidak etis rasanya, jika jatuh cinta dengan pria beristri. tapi, cinta itu Tuhan yang menciptakan, manusia bisa apa?
Nahla sekilas terlihat baik-baik saja, tapi siapa sangka hati Nahla remuk redam. Namun kembali lagi Nahla tekan kan, siapa dia, apa hak Nahla untuk mencemburui kenyataan di hadapan, hubungan mereka berdua halal?
"Mas Faiz sudah pulang?" tanya Nahla lirih takut membangunkan Haya yang sedang terlelap dalam buaian Ahmad Faiz. walau hati Nahla terguncang, tapi Nahla berusaha bersikap tenang dan biasa saja.
"Iya Nahla, tadi pekerjaan mas tidak terlalu banyak, jadi mas bisa pulang lebih awal," Ahmad Faiz masih mengusap kening Haya dengan begitu penuh kasih, membuat Nahla tak tahan melihat itu. Sayatan demi sayatan terasa perih di sanubari Nahla.
"Gimana pekerjaan mu hari ini, apa bos nya baik?" Tanya Ahmad Faiz ingin tahu di tempat Nahla bekerja.
"Alhamdulillah bos nya baik mas, dan aku sendiri pun merasa nyaman bekerja disana," jawab Nahla sambil akan melangkah kan kaki menuju kamar ingin beristirahat.
Nahla berhenti sejenak, dan memutar badan menghadap Ahmad Faiz.
"Mas Faiz____, Aku ingin berbicara sesuatu hal sama mas Faiz," Nahla duduk di kursi yang agak jauh dari Ahmad Faiz menyenderkan badan.
__ADS_1
Ahmad Faiz berhenti sejenak mengusap pucuk kepala Haya, dan berusaha mendengar dengan seksama apa yang ingin Nahla katakan.
"Aku ingin pindah mas, maksud ku ngontrak ke tempat yang lebih dekat dengan tempat kerja ku, mas. Selain menghemat ongkos uang jalan transportasi, aku juga ingin belajar mandiri, lagian aku merasa sungguh tidak enak karena telah merepotkan mas Faiz dan mba Haya."
"Apakah sudah kamu pikirkan dengan baik-baik, keputusan mu itu, Nahla. Belajar hidup mandiri itu tidaklah semudah yang kamu bayangkan, jika sudah yakin, mas juga tenang membiarkan mu berada di kontrakan sendirian."
"Iya, mas."
"Baiklah____, jika memang Nahla sudah yakin dan Nahla pikir itu yang terbaik buat Nahla, mas hanya bisa mengiyakan."
"Terimakasih banyak ya mas, maaf sudah sangat merepotkan?" Ucap Nahla lirih dengan mata meremang.
"Iya Nahla, dan jangan lah kamu berpikir merepotkan. Kita kan saudara, aku sudah menganggap mu sebagai adik ku sendiri, jadi jangan sungkan jika ingin mengatakan apapun itu," tekan Ahmad Faiz.
Sungguh ucapan Ahmad Faiz yang terdengar lemah lembut itu mampu memporak porandakan hati Nahla yang memang sedang tidak baik-baik saja.
Ucapan yang seolah menegaskan hubungan antara Nahla dan Ahmad Fauz, hanyalah sekedar hubungan antara kasih sayang kakak ke adiknya.
Betapa remuk berkali-kali hati Nahla mendengar ungkapan itu, seolah sirna harapan dan impian, cinta yang dulu bersemi tumbuh namun kini bagai di semprot pestisida yang sangat beracun, mematikan tanpa ampun.
Tak terasa buliran bening mengalir begitu saja dari kelopak mata indah Nahla, luka yang kian mengangga tidak dapat di tahan lagi. sekuat-kuat nya Nahla menahan luka namun luka ini terlalu sakit tiada Tara.
Nahla berusaha menahan rasa sakit di dadanya, tapi air mata tidak dapat berbohong , terlalu sakit dan perih luka itu.
"Loh, kenapa malah nangis?" tanya Ahmad Faiz dan membuat Haya membuka mata. Haya tersadar untuk beberapa saat, setelah benar-benar membuka mata dari terlelap di pangkuan Ahmad Faiz.
Nahla mengusap air mata yang jatuh terurai menggunakan tangan milik nya dengan lembut. Haya duduk menyenderkan tubuh di kepala kursi karena kesadaran belum kumpul seratus persen.
"Ada, apa?" Lirih Haya bingung.
__ADS_1
"Maafkan aku mba, aku menganggu tidur mba?" jawab Nahla tak kalah lirih.
"Iya tidak apa-apa. Lagian, tidak baik tidur jam segini, aku hanya terlelap karena mas Faiz memijit kaki ku tadi."
Nahla kian merasa benar-benar sudah harus membuang perasaan cinta yang memang tidak seharusnya. Nahla salah karena membiarkan cinta itu berkembang lebih besar dan jatuh pada pengharapan yang tidak seharusnya pula.
Cinta memang boleh, karena cinta Amanah sang ilahi, tidak ada cinta yang salah, hanya manusia yang memerankan cinta yang bertindak tidak sesuai arti cinta yang sesungguh nya.
Jika cinta bisa menyakiti manusia, seharusnya manusia pun bisa mengontrol rasa cinta itu sendiri agar cinta tidak membelenggu hidup, pada siapa cinta di labuhkan, apakah cinta sudah berjalan dengan seharusnya?
Nahla perempuan baik, cantik dan Sholeha yang jatuh cinta pada seorang lelaki yang kini sudah beristri.
Nahla tidak jatuh cinta pada suami orang namun cinta itu hadir saat Ahmad Faiz masih bujangan, jadi Nahla menyukai Ahmad Faiz jauh sebelum Ahmad Faiz menikah dengan almarhum Khadijah.
Bukan Nahla tidak mau mematikan api cinta, Nahla sudah mencoba namun perasaan cinta itu tidak mau enyah dari hati Nahla.
Nahla tau jika cinta nya untuk Ahmad Faiz sekarang adalah sebuah kesalahan.
Dengan berat Nahla menghembuskan napas dan mengeluarkan nya perlahan, ada perih yang Nahla tahan agar tidak menambah rumit hati yang butuh di perbaiki.
"Aku hanya terharu karena mas Faiz dan mba Haya begitu baik padaku, sekali lagi terimakasih banyak ya mas Faiz, mba Haya?" Nahla bergantian menatap wajah sepasang suami istri tersebut.
Haya tersenyum begitu polos menanggapi ucapan Nahla. siapa yang tau jika Nahla menangis karena cinta yang di rahasiakan nya, bahkan semut pun tak tahu.
Ahmad Faiz pun tak kalah membalas ungkapan terimakasih Nahla dengan sebuah senyum yang sama indah seperti Haya
Tidak akan ada orang yang tau perasaan Nahla, jika Nahla tidak mengucapkan nya. Nahla sadar dengan menyembunyikan perasaan cinta untuk Ahmad Faiz itu jauh lebih baik.
Nahla yakin, betapa kecewa dan sedih nya Ahmad Faiz dan Haya jika sampai mereka tau Nahla mencintai Ahmad Faiz, dan berharap mendapatkan hubungan yang lebih dari sekedar saudara.
__ADS_1
Nahla tidak mau mereka tau perasaan nya, padahal Nahla berharap bisa menjadi bagian dari keluarga Ahmad Faiz, seutuh nya. Menjadi orang yang dicintai Ahmad Faiz.