Cinta Sang Muhallil

Cinta Sang Muhallil
Menyewa pengacara


__ADS_3

Haya mengutak Atik ponsel milik nya. Banyak sekali orderan hari ini dan Haya belum selesai mengepak.


Haya mencoba meregangkan otot dengan mengerakkan tangan nya ke atas, berharap otot nya kembali bugar dan sehat.


Arkh_____ Haya meregangkan otot dengan leluasa.


"Assalamualaikum____!" Ahmad Faiz datang dengan seulas senyum. Haya pun membalas senyum Ahmad Faiz dan menjawab salam Ahmad Faiz dengan perasaan bahagia.


Jatuh cinta berjuta rasa... berdebar-debar di dalam dada, namun malu mengatakan kalau ada cinta di hati. Ah rasanya nano-nano.


"Sudah selesai belum pekerjaan nya?" Ahmad Fais duduk di samping Haya. Sedang Haya setelah mencium tangan Ahmad Faiz, Haya langsung berdiri terlihat begitu sibuk mempaking baju jualan nya.


"Belum, mas. masih ada beberapa yang belum siap di paking." Jawab Haya.


"Mau di bantuin?" tanya Ahmad Faiz menawarkan bantuan.


"Boleh____!" Haya memberi lakban pada Ahmad Faiz. Ahmad Faiz sendiri tersenyum mendapat lakban dari tangan Haya, begitu senang nya Haya mendapat bantuan dari Ahmad Faiz ditengah kesibukan nya.


"Masih banyak ya, dik?" Mata Ahmad Faiz memandang kesekeliling, memperhatikan masih ada setumpuk baju lengkap dengan nama penerima di atas nya.


"Lumayan lah, mas. Kalau hari ini aku belum selesai mempaking, takut nya besok jasa ekspedisi belum bisa mengambil paket ini, yah karena belum aku kemas. di tambah kalau besok banyak orderan masuk, aku sih pengen nya orderan hari ini selesai selambat nya hari ini juga. Jadi, besok tinggal diambil sama jasa ekspedisi."

__ADS_1


"Maksud ku, aku akan memproses setiap orderan yang masuk di bawah jam lima sore, dan jika orderan masuk di atas jam lima sore, aku akan paking barang nya pun keesokan nya." jelas Haya memberi Ahmad Faiz tau.


Ahmad Faiz tersenyum mendengar penuturan Haya. Bahkan, dalam bekerja Haya terlihat begitu energik dan cekatan. Ahmad Faiz bingung kenapa Haya tidak mencari pekerjaan di perkantoran saja, malah memilih jadi pedagang, bukan kah gajih akan jelas setiap bulan nya, jika bekerja di sebuah perusahaan.


Eits mikir apa Ahmad Faiz, seorang perempuan yang sudah menikah tidak lah wajib untuk bekerja di luar rumah. Tugas nya adalah mengurus rumah dan keluarga. Namun jika ada suatu alasan yang mengharuskan seorang wanita bersuami bekerja pun tidak lah mengapa.


Semua tergantung dari keputusan hak masing-masing jiwa. Mau bekerja atau tidak, sama saja intinya sama-sama baik nya dan saling membantu. dalam kasus ini Haya dan Ahmad Faiz membutuhkan dana yang cukup besar untuk menyewa seorang pengacara, agar dapat mengambil hak asuh Attar .


Ahmad Faiz tidak banyak menekan dan tidak akan menuntut, selagi Haya bahagia, dan Haya tidak melenceng dari ajaran Islam, maka Ahmad Faiz akan memberikan kebebasan pada Haya.


Ahmad Faiz membantu Haya mempaking beberapa barang, dan menumpuk kedalam keranjang besar.


Saat Ahmad Faiz mengambil sebuah pakingan, Haya melihat semburat merah di pergelangan Ahmad Faiz.


"tidak apa-apa, dik. tadi hanya tergores apa ya tadi, mas saja lupa dik. Mas tidak tau ini terkena apa, soalnya tidak sakit, jadi mas gak tau kalau ada luka disini. Bahkan, mas tau saat dik Haya bertanya," Ahmad Faiz terkekeh kecil.


"Mas____, jangan bohong. Tidak mungkin mas tidak tau, lihat lah lukanya terlihat dalam." interogasi Haya tidak percaya dengan jawaban Ahmad Faiz yang terkesan tidak masuk akal.


"Ya Allah, dik. kok dik Haya tidak percaya sih sama ucapan mas. Sungguh dik, mas tidak tau. Dan ini tidak apa-apa, tidak sakit, sungguh!" yakin Ahmad Faiz sambil tersenyum menggoda.


Haya yang menyadari godaan Ahmad Faiz pun, melepas pegangan tangan di lengan Ahmad Faiz, lalu gegas mengambil obat merah untuk mengantisipasi infeksi berkelanjutan.

__ADS_1


"Terima kasih ya, dik. ternyata dik Haya begitu perhatian." Goda Ahmad Faiz sekali lagi.


Haya pun membalas ucapan Ahmad Faiz dengan senyum tak tertebak, dengan telaten Haya membersihkan luka tersebut dengan pelan-pelan dan penuh ke hati-hatian. Takut Ahmad Faiz kesakitan. Namun nyatanya Ahmad Faiz biasa saja, tidak menunjukan kesakitan di pergelangan tangan yang terluka itu.


"Mas, aku tadi dapat tawaran pinjaman dari mas Evan. Jadi, mas Evan akan memberikan seorang pengacara untuk kita, mas." Haya berbicara sambil menutup luka Ahmad Faiz dengan kapas.


"Alhamdulillah, dik. Tapi kok pinjaman sih. maksud mas, pinjaman pengacara, bagaimana maksud nya, dik. kok mas gaptek banget," tanya Ahmad Faiz menatap wajah ayu Haya.


"Jadi, kemarin mas Evan sudah memberikan aku pinjaman uang dengan jaminan cincin milik ku kan, mas. Nah yang sekarang mas Evan akan memberikan pinjaman pengacara, aku bisa mengganti uang mas Evan untuk membayar pengacara, setelah aku dapat menuntut hak ku dalam harta yang mas Niko kuasai saat ini, karena disana ada hak ku juga mas." jelas Haya.


Jelas tergambar wajah sedih pada wajah Ahmad Faiz. entah lah setiap Haya membahas masalah harta yang dimiliki sebelum nya bersama Niko, Ahmad Faiz akan merasa sedih dan rendah diri.


Apa sih, istimewanya yang dimiliki seorang Ahmad Faiz. hanya cinta yang tulus. Akan kah cinta yang tulus dapat membawa Ahmad Faiz dan Haya selalu bersatu dalam cinta.


Sebenarnya Ahmad Faiz terkadang merasa insecure, dengan apa yang Haya miliki. Salah satunya harta yang Haya miliki. Padahal sesungguhnya Haya tidak ingin Ahmad Faiz merasakan itu, Haya tidak ingin ada perbedaan anatara harta.


Seandainya Attar sudah ada di pelukan nya, Haya tidak akan mau mengutak-atik hak harta miliknya yang ada dalam penguasaan Niko.


Karena hak asuhlah, membuat haya mengambil langkah yang mengharuskan mempertanyakan hak milik yang Haya punya. sebab Haya tau, jika saja Haya membahas harta sudah barang tentu Niko akan menertawakan Haya dan Ahmad Faiz.


Sealim-alim nya orang toh butuh duit, dan mempermasalahkan hak dan kebutuhan. namun Haya akan melawan jika Niko berani menertawakan Ahmad Faiz, karena itu sama sekali tidak benar.

__ADS_1


Karena secuilpun Ahmad Faiz tidak lah berminat tentang harta Haya sebelumnya. namun keadaan Haya yang mendesak, Haya butuh keadilan, Haya butuh kejelasan, Haya ingin Niko tau jika Haya bisa berlaku nekat dan mengambil hak asuh Attar.


Niko harus tau, jika Haya yang sekarang tidak akan menurut kemauan nya. Haya tidak akan tunduk dengan perkataan Niko yang terkesan memaksa dan mau menang sendiri.


__ADS_2