
Sakit hati Daffa akan keputusan Shafa untuk saling menjauh, membuat Daffa memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negara Ratu Elizabeth II, setelah semester 2 berakhir.
Shafa menyadari akan hal itu, tetapi ia tetap pada pendiriannya, ia tidak akan menghubungi Daffa hingga suatu saat nanti jika mereka memang berjodoh.
Daffa akhirnya melanjutkan pendidikannya di London di sebuah sekolah Islam bergengsi yang diperuntukkan khusus laki-laki yaitu Tauheedul Islam Boys Highschool.
Sedangkan Shafa kembali mendapatkan 'serangan kebencian' dari para fans Daffa. Kali ini temanya adalah kepergian Daffa dikarenakan penolakan cintanya dari seorang gadis bernama Shafa.
Ahad siang di food court, Shafa mempunyai janji temu dengan Cici.
" Shaf, Daffa ga pamitan sama lo?? " tanya Cici.
" Ga " jawab Shafa singkat.
" Kemana juga lo ga tahu?? "
" Iya "
" Hmmm gw sebetulnya ga enak mo nanya atau ngebahas ini, tapi gw penasaran... awas kalau lo bilang arwah!! "
Shafa tertawa mendengar Cici akan candaannya yang sering membuat Cici kesal.
" Iya, mau nanya apa?? "
" Terakhir lo ketemu Daffa kapan?? maksud gw selain di sekolah trus ada apa kok akhir-akhir semester itu dia jadi pendiam dan ngejauhin kita?? "
Shafa telah menduga, cepat atau lambat Cici akan bertanya, tentang ia dan Daffa. Dengan menarik nafas yang dalam, Shafa pun mulai bercerita.
" Aku lupa tepatnya kapan, tapi kalau ga salah setelah acara maulid di sekolah. Dia ngajak lari pagi di taman jogging. Kita ketemuan di sana, yaa biasa, kita bercanda sambil jalan dan lari. Sampai akhirnya dia bilang kalau dia suka sama aku, waktu itu aku ga siap, aku ga nyangka kalau akhirnya dia bilang juga. Satu sisi aku senang, ternyata Daffa suka sama aku, tapi disisi yang lain, aku tahu hubungan pertemanan aku sama Daffa itu dosa, apalagi dia sudah nyatain perasaannya, aku bingung, tapi ntah gimana akhirnya aku tolak, aku bilang mungkin kalau memang berjodoh 10-15 tahun lagi, Allah akan mempertemukan kita lagi. Trus aku pulang, aku ga ngobrol sama Daffa lagi setelah itu. "
" Oooo my God!!!! serius lo ngomong gitu ke Daffa!!??? Shaf, kita seumuran kan??? atau lo sebetulnya berusia 20 tahun yang terjebak di badan ABG!! "
" Hmmm aku serius dikira ngelenong!! ku lanjut pesen makan yaa, "
Shafa pun segera berjalan menuju area penjual untuk memesan makanan.
" Kaaan kebiasaan... ninggalin muluuu!!! "
Shafa dan Cici pun menikmati sarapan pagi mereka di suasana yang cerah.
Sesaat sebelum pulang.
" Aku mau fokus buat UN, kita ga usah ngebahas Daffa lagi yaaa!! "
" Oke, gw ga bakal nanyain tentang Daffa lagi "
__ADS_1
" Aku pulang ya Ci!! Assalamu'alaikum!! "
" Wa'alaikumsalam "
Sesampainya di rumah, Cici mencoba menghubungi Daffa melalui pesan di Facebook.
" Assalamu'alaikum, Daf, lo dimana?? lo kemana?? pindah kok ga bilang-bilang?? Tolong jawab pesan gw Daf, gw tahu ini dah kesekian kalinya gw kirim pesan ke lo, walaupun lo ga balas. Tapi tolong balas pesan gw yang ini!!! Shafa di bully lagi gara-gara lo pindah!! gosip ntah dari mana, bilangnya lo pindah karena di tolak Shafa. Shafa dihujat di medsos, Daf!! lo buka deh, komen disana!!! Shafa sudah trauma buka medsos, di sekolah juga diam doang. Bantu orang yang lo sayang, Daf!!! kasian gw lihat Shafa, dia ga punya teman selain gw!!! Kalau lo masih ada rasa walaupun sedikit ke Shafa, tolongin dia bukan ngilang, kabur ga jelas!!! Gw tunggu klarifikasi dari lo!! "
Sementara itu, nun jauh di London, hari masih gelap, baru lewat tengah malam. Daffa pun masih dalam lelapnya.
Keesokan paginya, tepat di akhir pekan. Setelah menunaikan shalat subuh, Daffa membuka laptopnya dan mengecek pesannya. Ia pun segera membuka pesan dari Cici yang terletak di paling atas notifikasi.
Setelah ia membacanya, Daffa segera membalasnya.
" Wa'alaikumsalam, Pa kabar Ci!! Alhamdulillah gw di London baik-baik aja. Maaf gw pulang kampung ga bilang-bilang, dadakan juga sih. Gw lanjut sekolah di kampung bokap gw. Makasih sudah ngontak gw, akhirnya gw bisa pakai bahasa Indonesia lagi nih, kangen gw. Maaf kemaren gw ga balas pesan lo, soalnya gw bingung mo balas apa. "
" Anyways, Shafa kenapa?? hatersnya semakin banyak??!! kok bisa sih!!! gw kepret juga tuh pada!!! ntar deh gw buka FBnya. Gw pulang kampung bukan karena Shafa kok. Bokap pingin gw lanjut SMA n kuliah disini, yaa makanya gw langsung berangkat. Maaf ga pamitan. Ntar kalau gw balik ke Jakarta, gw kabarin yaa. Eh thanks yaa, sudah mau nemenin Shafa. Salam buat Shafa yaa, lo berdua baik-baik yaa, jangan berantem!!! hehehe maaf ga terima sambitan!!
Lo tenang aja, nanti gw bantu Shafa. Salam kangen yaaa!!!
Makasih Ciiii!!
Wassalamu'alaikum "
" Alhamdulillah, setelah sekian lama hilang dari peredaran, gw muncul kembali dalam radar kalian semua!!! "
" Maaf yaaa, gw pulang kampung ga pamitan. Bokap gw tiba-tiba nyuruh gw sekolah di kampungnya, katanya biar bahasa Inggris gw lebih manteb, ga Betawi begini!! yaa gw sebagai anak shalih, taat dan patuh kepada orang tua, rajin menabung dan tidak sombong yaa nurut lah. Sepekan setelah terima rapot, gw langsung di kirim ke kampung bokap. Jadi yaa sekarang gw sekolah di sini. Sekolah khusus laki!!! beeuuu aslik laki semua, sampe gurunya juga laki semuaaaa!!! kasian yak!!"
" Ya segitu aja sekilas info tentang keberadaan diriku ini, duh gw jadi kangen bakso sama siomay, otak-otak, bakso pentol, batagor, mie ayam, gado-gado, asinan!!! Nanti kalau gw balik ke Jakarta, sediain itu yaaaa.... "
Lalu ia pun menuliskan pesan untuk Shafa pada akhir kalimatnya.
" Shaf!!! Makasii yaaaa!! Nanti Abang kirimin sesuatu dari sini, tunggu aja!! See you!!! "
Daffa kemudian mempostingnya beserta foto dirinya di sekolah barunya.
Tak butuh waktu lama, Cici yang telah menunggu postingan Daffa, segera memberi like dan komennya.
" Weeeees balik kampung niiii, kampungnya beda!!! sadis looo!! ciiyeee mo ngirim apa lo buat Shafa!!! gw tunggu yeee. "
Siang harinya di London, Daffa pergi ke sebuah toko yang menjual busana muslim, ia, membeli sebuah jilbab buatan Turki dan pin silver berbentuk rangkaian bunga untuk Shafa, sesuai dengan janjinya.
Hari itu juga, ia mengirimnya.
3 pekan kemudian di rumah Shafa,
__ADS_1
" Shaaaaff, ada paket!!! " panggil ibunya.
" Iya Buuu!! " Shafa segera berlari turun untuk mengambil paketnya.
" Paket apa?? " tanya Shafa.
" Yo mboh, dibuka wae "
Shafa membaca asal paketnya, "London", Daffa?? Ia pun segera membuka paketnya.
Dilihatnya sebuah kain jilbab panjang, berwarna marun dan sebuah pin.
" Apik jilbabe, iki pin ne yo apik men, pinter le tuku, soko sopo?? "
( bagus jilbabnya, ini pinnya juga bagus banget, pintar belinya, dari siapa?? )
" Dari Daffa teman sekolah yang pindah ke Inggris "
" Laki?? "
" Inggih Bu, sampun nggih, mboten usah interogasi nggih, munggah nggih Buuu "
( iya Bu, sudah ya, ga pakai interogasi ya, naik yaa Bu)
Shafa segera berlari menuju kamarnya dan mengunci pintunya. Jantungnya berdegup kencang, ia bertanya-tanya dalam hati, mengapa Daffa tiba-tiba mengiriminya jilbab.
Ia pun teringat, Cici mengirim pesan ke Daffa agar membantu Shafa, untuk itu ia segera membuka akun Facebooknya yang sudah hampir sebulan ini ia tidak aktifkan karena 'serangan netizen'.
Puluhan notifikasi, tapi hanya ada 1 tag padanya, dari Daffa. Shafa pun segera membukanya. Setelah membacanya ia pun membalasnya,
" Makasih Bang, barangnya baru saja sampai. Makasih, yaa. Sehat-sehat ya, Bang!! "
Beberapa jam kemudian balasan Shafa mendapatkan banyak pertanyaan seputar barang kiriman Daffa.
" Dikirimin apa?? "
" Fotonya Shaf!!! "
" Lihat dooong!! "
Shafa pun membalasnya,
" Ada deee, mau tau aja!!! Rahasia... hihihi!! "
Setelah itu Shafa tidak memposting apa pun di FBnya, begitu juga dengan Daffa.
__ADS_1