Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 34


__ADS_3

Sesudah shalat dzuhur, Shafa mengeluarkan bahan makanan dari cooler box.


" Yang, tetap mau masak?? ga beli aja tuh kan ada " tanya Daffa.


" Masak dikit aja, lagian sayang, aku sudah bawa bahan makanan gini trus ada fasilitas masak tapi ga dipakai. Ntar malam kita barbeque-an ya. Sekarang aku mau masak nasi goreng thailand, kalau Abang mau beli buat tambahan lauknya, bolehlah "


" Hmm beli lauknya apa yaa?? Yang ada request ga?? "


" Apa aja deh Bang, atau beli yang kuah- kuah gitu, nasgornya sudah pakai udang, cumi-cumi sama nanas"


" Ok lah, Abang cek di kafetarianya yaa "


" Wokee!! "


Daffa menuju kafetaria bersama Daniel yang berpapasan di tengah jalan.


Syifa menghampiri Shafa yang tengah memasak nasi goreng.


" Waaah adik kesayangan memang paling rajin, mbak bantu nyicip aja yak!! "


" Iyeee "


" Aromanya enak banget sih!!! kamu nyiapin dari kapan?? "


" Semalam aku dah nyiapin seafoodnya. Ntar malam kita BBQ-an yak!!"


" Kamu bawa apa aja?? " tanya Syifa sambil membuka ice box.


" Daging steak, dada ayam fillet, udang sama cumi-cumi, ada dori juga. Ada kentang sama jagung juga tuh!! ntar mau direbus atau dibakar?? "


" Dua-duanya " jawab Syifa.


" Ish!! "


Tak lama Daffa dan Daniel datang membawa plastik berisi makanan.


" Dapat apa aja Bang?? " tanya Shafa.


" Ada sop buntut, tom yam, lumpia, bakwan jagung" jawab Daffa sambil meletakkanya di piring.


" Minumnya es jeruk, es kelapa, es campur, es kopi buat ku " Daniel mengeluarkan minuman yang ia beli.


" Aku es kelapa!! " Shafa mengambil minumannya.


" Mas, minta es jeruknya " pinta Syifa.


" Yang campur buat ku yaa..." Daffa segera meminumnya lalu menghampiri Shafa.


" Aaaa " Daffa menyuapi esnya ke mulut Shafa.


Mereka berempat menikmati makan siang dengan pemandangan hijau dan udara yang segar khas Lembang, Bandung.


" Selesai makan, kita jalan-jalan yuk!!! poto-poto kita yak!! " ajak Daffa dengan logat Betawinya.


" Ampun deh Baaang!!! Betawi amat siiii!!! "


" Ok!! Let's take some pictures together!!"


" Ini mah sombong!!! " canda Daniel.


" Ya sudah, aku kabur ke Timbuktu aja !!! Betawi di protes, nginggris di protes juga!! "


" Ono sing nesuuuu!!! " canda Syifa.


( ada yang marah)


" Wis lah, mangan wae!! mbok aku disupapi ngono lhoo!! " pinta Shafa.


( sudahlah, makan aja!! aku disuapin gitu lho!!)


Daffa yang sudah sedikit paham pun tersenyum dan menyuapi Shafa makan.


Shafa pun mengabadikan mimik wajah Daffa yang menurutnya lucu itu.


" Iii poto ga bilang!! Abang pose ganteng dulu dong, jangan candid, biar ganteng maksimal!"


" Ooo menyesalnya diriku!!! "


Daniel dan Syifa tertawa melihat perilaku adik mereka.


" Memang benar kata Shafa, kamu tuh badannya gede, kelihatan cool, tapi ternyata.."


" Kas!! " potong Shafa.


" Kok?? " tanya Daniel bingung akan maksud Shafa.


" Cool... kas!! " jawab Syifa dan Daffa kompak.

__ADS_1


" Waaa anda benar-benar telah memahami diriku ini!! "


" Daf, bakalan seru nih, tiap hari ada hiburan gratis!! "


" Hemmm ketika ku ditanggap!! "


Syifa tertawa mendengar tanggapan Shafa. Sedangkan Daniel dan Daffa yang tidak mengerti maksud Shafa hanya terdiam dan mengangkat pundak mereka.


" Dah yuk buruan makannya, katanya mau foto-foto " ajak Daniel.


Mereka berempat pun bersegera menyelesaikan makan siang mereka. Setelah merapikan dan mencuci perlengkapan makan dan memasak, mereka berjalan-jalan menikmati pemandangan Lembang yang asri.


Daffa menghentikan langkahnya dan mengambil foto pemandangan kota Bandung dari atas.


" Yang, berdiri di situ, Abang fotoin " Daffa menunjuk ke arah tebing,jika dilihat dengan angle tertentu akan terlihat tebing yang sangat tinggi, tetapi sebenarnya terdapat jalan setapak dibawahnya.


Daniel menghampiri,


" Sini aku fotoin kalian berdua, ntar gantian ya "


" Ok Bang "


Daffa meraih pinggang Shafa yang membuat Shafa terkejut dan berteriak.


" Aaaa!!! "


" Eh kenapa???!! " tanya Daffa yang ikut terkejut karena teriakan Shafa.


" Jangan langsung pegang pinggang Shafa, kagetan dia kalau di pegang pinggangnya, tuh kan dia teriak!! " jelas Syifa.


" Maaf Bang, kaget aku!!! "


" Ooo maaf, Abang ga tahu. Tapi ga pa-pa kan kalau pegang pinggangnya sekarang?? "


" Ga pa-pa "


" Gimana?? dah siap yaaa... 1..2.. ... " Daniel pun melanjutkan mengambil foto Daffa da Shafa.


Setelah berganti pose dan view, giliran Daffa mengambil foto Daniel dan Syifa.


Shafa menghampiri Daffa dan memberikan HPnya.


" Bang, foto tandem. HP ini arahin langsung ke objeknya, trus yang HP satu ini arahin ke HP yang ngambil fotonya. Ntar keren deh hasilnya "


Daffa mengikuti saran Shafa.


" Waaah bener keren!!! Bang!!! potoin lagi!! yang kayak gini yak!! " pinta Daffa ke Daniel.


" Sip, iya nih keren hasilnya"


Daffa dan Shafa berfoto kembali.


Kemudian Shafa mencoba mengarahkan HPnya dengan angle yang berbeda lagi.


" Mbak Syifa sama Bang Daniel aku foto yaa "


Shafa kemudian mengambil foto Daniel dan Syifa dari arah sedikit bawah.


Sehingga menghasilkan foto yang estetis, terlihat garis cahaya matahari yang membuat siluet Daniel dan Syifa.


Daffa menghampiri dan melihat hasilnya.


" MasyaAllah!!! Yang!!! jadi fotografer aja!! keren ini hasilnya!! "


" Mantan anak Object !! yang hasil fotonya diakui oleh para senior!!! "


Daffa tidak paham dengan maksud Shafa.


" Anak Object?? "


" Oiya, ga tahu yaa. Waktu SMU aku ikut ekskul fotografi, namanya OBJECT, sempat ikut pameran di sekolah, karena hasil fotoku dianggap sudah memenuhi persyaratan teknik fotografi "


" Iya, nilai ekskul nya A tuh " tambah Syifa.


Daffa dan Daniel terkagum dan bertepuk tangan.


" Waaa... eh kok ga di pajang di FB??? " tanya Daffa.


" Hmmm malu ah, ntar dikira pamer "


" Eee itu lumayan kalau ada yang tertarik sama hasil foto Sayang, terus diminta untuk jadi fotografer free lance majalah kan lumayan " jelas Daffa.


" Iya bener, Shaf. Banyak lho sekarang fotografer free lance. Sekarang kamu mulai aja ngumpulin foto-foto estetis " tambah Daniel.


" Dua hari sekali posting 2-4 foto " lanjutnya lagi.


Setelah menimbang usul Daffa dan Daniel, Shafa pun menyetujuinya.

__ADS_1


" Abang jadi model siluet ku yak!! "


" Anytime Hon!! "


" Kalau gitu aku minta kamera bapak ah, kan ga dipakai "


" Abang beliin yang baru aja "


" Serius?? " tanya Shafa tak percaya.


" Serius lah, nanti lihatin ke Abang hasil foto yang Sayang punya. Abang bikinin portofolionya, terus Abang pasang di IG sama FB "


" Siapa tahu awalnya iseng, jadi hobby terus menghasilkan!! " lanjut Daffa.


" Siap laksanakan!!! " jawab Shafa penuh semangat.


" Alhamdulillah, ketemu juga passionnya Shafa selain makanan!! " canda Syifa.


" Prestasi kan Mbak!!! "


" Dah yuk, kita lanjut jalan lagi " ajak Daniel.


Mereka berempat mengeksplorasi kawasan sekitar perkemahan sambil berfoto.


" Bang capek... " Shafa menghentikan langkahnya sambil membungkuk.


Daffa berjongkok.


" Naik "


" Hihihi... makasiii "


Daffa pun menggendong Shafa di punggungnya.


" Waaa ternyata, kayak gini pemandangan dari ketinggian 180cm. Bedanya lumayan!!! "


" Bedanya apa?? "


" Yaaa semuanya jadi kelihatan lebih pendek aja, ngelihatnya agak nunduk. Eh Bang pintu toilet kan pendek tuh, nunduk dong kalau mau masuk ?? "


" Ya nunduklah, kalau ga ntar kejedut kan "


" Abang pun benjol!!! " canda Shafa sambil tertawa.


" Yang, kok enteng banget sih?? beratnya berapa?? "


" Aku enteng??? perasaan aku dah gemukan deh. Berat ku 50kg, setengah kwintal!!! "


" Oooo pantes, enteng "


" Laaa segitu dibilang enteng!! Emangnya Abang berapa beratnya?? "


" Coba tebak! "


" Hmmm tinggi Abang 180cm .... Abang ga gemuk ga kurus, hmmm 75kg ??? "


" Hahaha 75kg itu kurus!!! "


" Haaa serius??? 75 kurus??? jadi berat Abang berapa?? "


" Tambahin 7kg "


" Waaa 82 kg!!! amazing!!! daebak!! "


" Berat kita terpaut 32kg !!! kok ga kelihatan gemuk!! ini daging semua ya?? ga ada lemaknya gitu?? " tanya Shafa sambil memencet badan Daffa.


" Ini ngapain mencet-mencet??? badan Abang keraskan?? "


" Iya ih!! otot semua!! ngapain ??? rajin fitnes kah?? "


" Ga, Abang males kalau ga ada temannya"


" Eh iya jangan, ntar digerayangi cewek-cewek atau malah cowok-cowok!! hiii serem!! Terus olahraganya apa dong?? "


" Hmm kalau sekarang Abang milih olahraga yang bisa dilakukan bareng Sayang "


" Eh emang ada?? hmmm aku bukan olahraga person "


Daffa tertawa mendengar kata-kata Shafa.


" Olahraga person!!! adaaa lagi nih, bahasa gado-gado"


" Ada lah... eh apaan tadi olahraganya?? "


" Olahraga di kasur!! "


Shafa pun melayangkan pukulan ke lengan Daffa yang tertawa.

__ADS_1


__ADS_2