Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 11


__ADS_3

Setahun berlalu, Shafa akhirnya


menyelesaikan SMPnya dan melanjutkan ke SMUN 21, Kayu Putih. Ia tak lagi bersama Cici, karena Cici memilih masuk SMUN 45, yang letaknya berdampingan dengan SMPN 123, seperti mayoritas teman-teman SMPnya.


Shafa adalah satu-satunya siswi dari SMPN 123 yang berhasil masuk ke SMUN 21. Karena SMUN 21 merupakan SMU unggulan di Jakarta Timur sehingga hanya NEM dengan rata-rata minimal 7 yang diterima masuk.


Di hari pertama masuk, Shafa mencari namanya di papan pengumuman pembagian kelas, akhirnya ia menemukan namanya di deretan absen kelas 10 IPS 1.


Kelas 10 IPS 1 terletak di lantai 2, Shafa pun segera mencari kelasnya. Sesampainya di kelas, ternyata sebagian bangku telah terisi, banyak dari mereka yang berasal dari SMP yang sama, kecuali Shafa yang sendirian.


Ketika Shafa masih bingung untuk duduk dimana, tiba-tiba ada yang memanggilnya.


" Hei... hei.. iya kamu yang pakai jilbab... " panggil teman sekelasnya .


" Aku?? " tanya Shafa sambil menunjuk ke arah dirinya.


" Iya elo, sini... sini!! " panggilnya lagi.


Shafa mendekati,


" Eh lo belum dapat bangku kan ??"


" Iya, masih nyari "


" Duduk sini, bareng gw aja, disini masih kosong "


Sambil menarik kursinya,


" Eh makasih yaaa, aku Shafa "


" Sama-sama, gw Ami"


" Eh lo dari SMP mana?? " tanya Ami.


" 123 , kamu?? "


" 74 Rawamangun "


" Dari 74 banyak yang masuk sini?? " tanya Shafa.


" Banyak banget, yaa satu wilayah kan "


" Kalau dari 123 ?? eh dimana sih itu?? "tanya Ami.


" Cuma aku sendiri, di Kelapa Gading"


" Waaaa single fighter!!! " komen Ami.


" Hahaha berasa jago Kungfu kayak Chun Li !! " canda Shafa.


" Yeee itu street fighter!!! "


Keduanya pun segera akrab dengan canda khas Shafa.

__ADS_1


Pekan pertama masuk SMU tidak ada yang spesial bagi Shafa tetapi ia dengan mudah akrab dengan teman-teman barunya. Kini Ia lebih menunggu jadwal pemilihan ekskul, kali ini Shafa lebih tertarik dengan kegiatan ekskul dibandingkan dengan sekolah, karena sesuai dengan hobi menggambarnya. Untuk itu di pekan kedua, di hari Sabtu, Shafa dengan semangat '45 berangkat ke sekolah untuk mengikuti kegiatan ekskul yang telah dipilihnya, yaitu OBJECT.


Object, adalah ekskul yang berisikan materi dasar fotografi serta dasar seni rupa dan desain. Di Sabtu pagi, Shafa berangkat menuju sekolah untuk kegiatan ekskul. Kegiatan ekskul pertamanya di SMA, membuat Shafa semangat dan tidak sabar menunggu materi pertamanya.


Shafa memang lebih tertarik di bidang desain dan seni, hobi menggambar dan membuat ilustrasi di komputer membuat ia ingin belajar lebih dalam tentang ilmu desain.


Hari itu, kelas OBJECT pun dimulai dengan perkenalan para senior dan mentor. Beberapa mentornya adalah mahasiswa FSRD Trisakti, IKJ dan ITB yang merupakan alumni SMUN 21.


Pekan berikutnya barulah dimulai kegiatan ekskulnya. Ia harus menyiapkan peralatan gambar dan kamera untuk kelas fotografi. Untuk kamera memang tidak wajib, tetapi disarankan bagi yang memiliki kamera tele untuk membawanya di pertemuan berikutnya.


Shafa pun membawa kamera tele milik Ayahnya.


" Pak, aku pinjam kameranya ya??"


" Nggo ngopo?? "


(untuk apa??)


" Ekskul Pak, aku ikut Object , itu belajar fotografi sama desain dan seni rupa. Ga wajib bawa sih Pak, bisa pinjam senior atau teman lain yang punya. Tapi enak kan bawa sendiri "


" Yowes, sing ati-ati yoo. Bawa pakai tasnya, nanti kalau sudah langsung kembalikan ke tempatnya!! "


" Inggih Pak, maturnuwun "


Di pekan-pekan berikutnya terdapat tantangan fotografi, seperti mengambil foto disekitar sekolah, pasar, pameran, taman dan mall. Shafa pun tak pernah absen untuk mengumpulkan hasil jepretannya, sehingga ia di kenal sebagai peserta paling rajin. Ia pun tak jarang bertanya tentang editing di komputer. Hasil-hasil fotonya pun semakin hari mengalami peningkatan. Sedangkan pada kelas senirupa, Shafa juga tak pernah luput dari pengumpulan tugas-tugas gambar. Cara mewarnai, shading, pembuatan tekstur dan masih banyak lagi telah di kuasi dengan baik oleh Shafa.


Di kegiatan OBJECT ini Shafa terlihat menonjol, karena jiwa dan bakat seninya yang tinggi.


Di akhir tahun ajaran, OBJECT mengadakan pameran karya-karya siswa-siswi kelas 10-12. Hasil karya Shafa berhasil dipamerkan, terdapat 3 hasil foto dan 2 ilustrasi.


Nun jauh di London, Daffa fokus pada pendidikannya, nilai-nilainya tak pernah mengecewakan, bahkan diatas rata-rata.


Saat ini, Daffa dan Shafa tidak saling kontak lebih dari 3 tahun. Mereka berdua telah berkomitmen untuk tetap tanpa kontak sampai memang saatnya tiba, jika memang mereka berjodoh.


Seperti biasa, di Ahad pagi atau siang, Shafa dan Cici akan bertemu. Kali ini mereka asyik menikmati makanan khas Thailand di Kelapa Gading Mall.


" Shaf, masuk mana lo ntar kuliahnya?? "


" Awas kalo lo jawab masuk kelas!!! " lanjut Cici yang sudah sangat hafal akan jawaban Shafa yang sering membuatnya menyesal telah bertanya.


" Hihihi syewot niii yeeee... say apaaa??? say wooottt!!!! " canda Shafa.


" Kan kumat lo!!! "


" Iya iya... hmmm masuk Desain Interior Trisakti, kemaren gw dah daftar. Tinggal nunggu jadwal tesnya aja" jawab Shafa.


" Wuiii mihil tuh... berapa duit masuk situ?? " tanya Cici.


" Hmmm ga mau jawab ah "


" Laaa napa?? " protes Cici.


" Ga enak gw nyebutnya.... "

__ADS_1


" Emangnya uwauw banget??!! " tanya Cici.


" Nget!! dibawah kedokteran!!! lo kira-kira aja sendiri "


" Serius??!!!! "


" Duarius malah!!! "


" Puluh dong??!! "


" Yup!! ngeri deh!! "


" Ngeri tapi lo juga masuk situ!! ga ngaruh!! "


" Yaa gitu deh. Laa gw males kalau harus ngekost, kalau di ITB kan mau ga mau harus ngekost. Aku ga bakat jadi anak kost!!"


" Yeee, bukan ga bakat!!! males aja Lo tu yak!! ga bakat??? mana ada itu urusan bakat sama ngekost!!! emang ada kost idol??!!! " jawab Cici gemas dengan alasan aneh Shafa.


" Hihihi syewot pulak. Eh tapi kalau kata mbak Syifa, dari SD sampai SMU selalu negri, gratis tis. Begitu kuliah, balas dendam!! Aku mau kuliah yang mahal... aku kepingin tahu rasanya jadi anak swasta!!! Tapi kalau lihat angka kwitansi pembayarannya, sediiiiihh aku tuuuuu!!! eh kok kutu??? pokoknya aku sedih!!! itu duit semuaaaa!! "


" Emang ada bayaran pakai daun??!! "


" Berharap!! "


" Kapan lo sembuh Shaaaaff!!! "


" Hihihi dah ah... makan yuk... keburu dingin tom yamnya " ajak Shafa.


Ditengah makan siangnya,


" Shaf, apa kabar Daffa?? "


" Hmmm ga tau " jawab Shafa datar.


" Serius lo ga kontak sama sekali??? Dah berapa tahun coba tuh?? " tanya Cici.


" Ehmmm terakhir pas dia kasih gw jilbab itu, kelas 9 ya.... Yaa sudah 4 tahun "


" Lo ga penasaran, eh di FBnya ga banyak cerita juga!!


" Penasaran juga sih, apa kabarnya?? nanti kuliah dimana??? seperti apa bentuknya sekarang?? " ucap Shafa.


" Bentuk??? lo kira apaan bentuk!!! Shaf!!! sadarlaaaah plisss sadaaaarr!!! "


" Diriku tak pingsan... " jawab Shafa santai yang membuat Cici semakin gemas dengan sahabatnya ini.


" Gw bingung kenapa gw bisa berteman ama lo !! "


" Awas kalau lo jawab ' K A R E N A ' !!! gw paling BT kalau lo dah jawab ituh!!! pingin gw sambit!!! " lanjut Cici sebelum Shafa menjawab.


" Hahaha Ciiiii!!! diriku padamu!!! " ucap Shafa sambil memeluk Cici dari samping.


" Dah, ih ngapain peluk-peluk!!! "

__ADS_1


Shafa hanya tertawa melihat Cici yang sering kesal pada gaya bercandanya.


__ADS_2