
Malam harinya, mereka menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Di teras keberangkatan Internasional, ibu Shafa memeluk erat tubuh putri bungsunya itu.
" Hati-hati ya ndhuk, jangan lupa telepon ibu "
" Inggih Bu"
" Nurut karo suamimu, ojo padhu "
( Nurut sama suamimu, jangan bertengkar)
" Inggih Bu"
" Ibu wis kangen "
" Ibu jangan nangis, aku kan jadi ikutan nangis"
Shafa memeluk ibunya lebih erat.
" Wis, ditunggu Daffa"
Ibu Shafa melepaskan pelukannya kemudian menghapus air mata Shafa di pipinya.
" Ibu percaya, kamu bisa menjadi istri yang shalihah. Ingat yaa, utamakan suami, sekarang surgamu ada di suamimu "
" Inggih Bu "
Shafa mencium tangan sang bunda dan memeluknya kembali.
Daffa pun menghampiri,
" Bu, saya pamit. Maaf kalau 2 pekan ini sudah ngerepotin Ibu "
" Ga ada yang namanya direpotkan sama anak sendiri. Kamu hati-hati, jaga Shafa ya. Kalian berdua harus saling menjaga "
" Inggih Bu "
" Daffa, Bapak titip Shafa ya. Kamu harus punya stock sabar yang banyak, karena istri bagaikan senior. Senior ga pernah salah, ingat itu kan??"
" Iya Pak " jawab Daffa sambil tertawa.
" Hati-hati selama di sana, jangan lupa kasih kabar. Bapak dan ibu nunggu kabar kalian selalu "
" Inggih Pak " jawab keduanya.
Daffa dan Shafa kemudian berpamitan dengan kedua orang tua Daffa. Ibu Daffa tak henti memeluk dan mencium Shafa.
" Shaf, ibu dah kangen aja rasanya. Hati-hati yaa, ibu do'akan kalian berdua sampai dengan selamat sampai tujuan "
" Aaamiiinn "
" Yah, pamit "
" Iya, sampai disana, telpon uncle David, dia bilang mau jemput "
" Iya Yah"
" Daf, sekarang kamu punya tanggung jawab lebih, yaitu Shafa. Kalian harus saling menjaga yaa. Hati-hati selama di perjalanan. Ingat hukum toilet yaa "
" Emang ada?? " tanya Shafa tidak mengerti.
" Ada, di kamus Ayah " jawab Daffa.
" Hukum toilet itu, kalau mau ke toilet jangan sendiri, salah satu nunggu di depan lorong, pokoknya gantian " lanjut Daffa.
" Ooooo, baiklah!! no problemo!! "
" Adeeeek "
" Mbaaaaak, aku pamit "
Shafa dan Syifa pun berpelukan.
" Aku bakalan kangen kuadrat!!! eh VC jangan lupa!!! eh poto-poto!! pokoknya laporan pandangan kamera it's a must!! kudu!! wajib!! diriku menanti!!! "
" Siap laksanakan!! "
" Jaga kesehatan, eh suplemen kamu sudah??"
" Suplemen apa?? "
" Pengurang jutek dan galak!!! "
" Yeeee!!! "
" Kalau ada suplemen kayak gitu, ku beliin deh buat Shafa!! " sahut Daffa.
" Laaa kompak!!! "
" Bang Daniel!! titip mbak Syifa yaa, kadang kalau erornya kambuh, dia lebih parah dari aku, apalagi kalau dori menerjang!! "
" Apaan tuh Dori?? " tanya Daniel dan Daffa bersamaan.
" Finding Nemo!!! " jawab Shafa dan Syifa kompak sambil tertawa.
" Huhuhu aku jadi kangen bercandaan kita "
" Midnight snack.... mie time!!! ntar aku mau midnight snack.... mbak dah pagi... " ga bisa barengan.
" Daaah ini malah reunian!! ayo kamu harus segera check-in!! " ibu Shafa mengingatkan.
" Eh iya. Mas Syafiq, aku pamit. Selamat Mas Syafiq akhirnya kembali menjadi anak tunggal !! "
" Ciiieeeee yang anak tunggaaalll " kompak Syifa dan Shafa.
" Nah yang kayak gini, bikin aku kesel tapi bakalan kangen berat!! sini!! "
Syafiq memeluk erat adik bungsunya ini.
" Shaf, hati-hati yaa. Aku tunggu juniornya!! "
" Hmm endingnya.... " Shafa pun melepaskan pelukannya.
" Pamit Mas, ku tunggu 'kabar' baiknya!! " ucap Daffa.
" Hmmm nasib jombloer!! "
__ADS_1
" Yowes kami pamit yaaaa. Assalamu'alaikum!!"
" Wa'alaikumsalam!!! Fii amanillah!! "
Setelah selesai berpamitan ke seluruh anggota keluarga yang ikut mengantar, Daffa dan Shafa memasuki ruang terminal keberangkatan internasional.
Setelah proses check-in selesai, mereka berdua menunggu di ruang tunggu yang ternyata cukup ramai.
" Malam begini, masih ramai aja ya Bang "
" Kalau penerbangan ke Eropa atau Amerika, banyakan itu menjelang tengah malam, ke Jepang, Korea juga malam " jawab Daffa sambil menunjuk layar boarding.
" Hmmm masih 1 jam lagi boarding, ngapain ya Bang?? "
" Makan yuk "
" Maauuu, makan apa kita??!! "
" Hmmm baterainya langsung ngecas yak dengar kata makan "
" Dah yuk kita beli makan dulu " Shafa segera berjalan menuju minimarket ruang tunggu.
" Kan... kan... yang ngajak malah yang ditinggal!! "
" Yang!! tunggu.... "
Shafa memasuki mini market,
" Hmmm sandwich, onigiri, hmmm eh ada nasi juga, mie goreng, ayam krispi!! dan aku pun lapar mata "
" Dah... ambil sandwich sama onigirinya " ucap Daffa.
" Woke!! Minum apa Bang?? "
" Mineral water, please "
" Uhuk uhuk uhuk, nginggris mode on "
" Hati-hati tersedak... " canda Daffa.
Shafa segera membayar belanjaannya dan seperti biasa, dia meninggalkan Daffa.
" Yaaaang, plis laaaah. Abang kok ditinggal muluk!!! "
" Eh maaf, kebiasaan... lupa "
" Jangan dibiasain dong!! ntar Sayang bisa hilang "
" Uuuu cooo cuiiittt, iya deh, nih biar ga hilang" Shafa melingkarkan tangannya di lengan Daffa yang membuat Daffa tersenyum.
" Dah ya amaaan, yuk Bang, ku laper "
Setelah mendapat bangku kosong, Shafa menyantap onigirinya.
" Bang, ga makan?? "
" Ga, Abang ngeliat Sayang makan aja "
Lalu Shafa membuat ekspresi wajah aneh untuk Daffa, dengan membuat kedua bola matanya ketengah dan memonyongkan bibirnya.
" Astaghfirullah!!! Yang!!! ngeri amat sih!! "
" Yang, kenapa jadi aneh gini sih?? "
" Hmmm, kenapa yaa?? perasaan aku emang aneh, bukan begitu bukan??!! "
" Hmmm iya sih, tapi yaaa jangan aneh-aneh bangetlah "
" Baiklah diriku akan mengurangi kadar keanehan, sampai jangka waktu yang tidak ditentukan. Deal ??!! "
" Deal !! "
Tak lama panggilan boarding penerbangan menuju Istanbul, Turki pun diumumkan.
Daffa dan Shafa menghubungi orangtua mereka masing-masing.
" Bu, aku boarding yaa. Do'ain ya Bu "
" Iya, fii amanillah "
" Ma'assalamah "
Daffa dan Shafa pun segera berjalan menuju antrian masuk pesawat, 15 menit kemudian pesawat yang mereka tumpangi pun take-off menuju Istanbul.
Tak lama, kru kabin pun membagikan makan malam, chicken steak dan mashed potato.
" Alhamdulillah, waaa menu pesawat ala resto!!"
" Mari makan!!! "
Para penumpang pun menikmati santap malam mereka.
Daffa menyalakan monitornya untuk melihat posisi pesawatnya.
" Kita masih diatas Sumatra "
" Bang, sudah pernah ke Sumatra?? "
" Sudah, ke Danau Toba, trus ke Palembang "
" Sayang pernah?? "
" Pernah, dulu sempat tinggal di Medan, waktu TK sampai SD kelas 1. Lumayan 3 tahun, jadi kalau liburan main ke Danau Toba, trus ke Brastagi. Lebih dingin dari Puncak kalau dibulan Desember "
" Eh kapan-kapan kita liburan kesana, mau ga?? " ajak Daffa.
" Boleh "
Setelah makan malam selesai dan telah bosan menonton film,
" Bang, 12 jam perjalanan, kita ngapain ya Bang?? "
" Tidur aja dulu, dah jam 10 malam. Besok pagi, jam 5 waktu Istanbul, kita baru landing. Sayang ga ngantuk?? "
" Agak "
" Dah, Sayang tidur aja. Masih lama banget, nih kita baru ngelewatin India " tunjuk Daffa pada monitor.
__ADS_1
" Pinjem lengannya "
Daffa mengangkat sandaran tangannya, lalu
Shafa menyandarkan kepalanya di lengan Daffa, tak lama ia pun tertidur.
" Hmmm cepet juga, dah langsung tidur "
Daffa yang belum mengantuk, menikmati film kartun yang tersedia, tetapi sejam kemudian ia mematikan monitor. Tak lama, lampu kabin dipadamkan, karena telah memasuki tengah malam.
5 jam kemudian Daffa terbangun, dilihatnya pada monitor, posisi pesawat telah berada di wilayah langit Arab, masih sekitar 2 jam lagi sebelum pesawat yang mereka tumpangi mendarat di Istanbul.
Pramugari membagikan handuk basah hangat kepada penumpang.
Tak lama kemudian, Shafa pun terbangun.
" Dah sampai mana Bang??? "
" Arab "
" Ntar lagi subuh yaa "
" Iya, ntar ada pemberitahuannya "
" Ooo. Bang, aku pingin cuci muka "
" Nih, barusan dibagiin handuk basah hangat "
" Makasiii "
Tak lama kemudian, lampu kabin mulai dinyalakan kembali dan awak kabin mengumumkan waktu shalat shubuh.
Setelah shalat Shubuh, perut Shafa mulai terasa lapar.
" Bang, aku lapar "
Daffa memencet lampu untuk memanggil pramugari.
" Can I help you, Sir " tanya salah seorang pramugari.
" Yes, my wife wants to eat, do have something, bread maybe?? "
" Sure, we have chicken sandwich, do you want some ? "
" Yes, please "
" Anything else, Sir?? "
" Do you have hot chocolate?? " tanya Shafa.
" Yes, we have. Do you want hot chocolate too?? "
" Yes, 2 please " jawab Shafa.
Tak lama, pramugari kembali membawa 2 paket sandwich dan minuman coklat panas.
" Thank you "
" You're welcome, enjoy your meal "
Daffa dan Shafa menikmati sarapan awal mereka.
Setelah 12 jam perjalanan, akhirnya pesawat mendarat dengan mulus di Istanbul, Turki.
Waktu setempat menunjukkan pukul 05.00 pagi.
Daffa dan Shafa menunggu keberangkatan pesawat mereka selanjutnya, yang masih 2,5 jam lagi.
" Bang, kita bisa ga, keluar dulu, Jalan-jalan sebentar gitu?? "
" Bisa "
" Eh serius??? bisa??? "
" Iya, bisa. Bisa di tinggal pesawat nantinya " canda Daffa yang membuat Shafa kembali memanyunkan bibirnya.
" Hahaha... manyun deee.. ya ga bisa lah Yang, 2,5 jam kayaknya lama, tapi kalau kita keluar, palingan setengah jam sudah harus balik lagi.
Dah lah, nunggu aja. Kalau Sayang mau mandi, ada kamar mandi di ujung tuh. Bisa mandi dulu. Perjalanan masih 4 jam lagi lho. Sampai Heathrow nanti jam 10 waktu London"
" Ntar deh pas balik ke Jakarta, kita mampir jalan-jalan di sini " lanjut Daffa.
" Aseeeek "
" Kalau pesawatnya transit disini .... hahaha"
" Ish!!! "
" Hahaha... manyun lagi niiii yeee... duuu cantik amat ya kalau manyun "
" Auk "
" In syaa Allah ntar kalau pulang ke Jakarta, kita nginap semalam di sini "
" Janji yaa, bener lhooo!! "
" In syaa Allah "
" Sip deh, syukron "
" Afwan "
" Yowes, aku mandi dulu aja deh. Bang, anterin sampai depan kamar mandinya " pinta Shafa.
" Ayuk, nanti gantian yaa. Abang tunggu di dekat kamar mandi "
Shafa dan Daffa bergantian membersihkan diri, di Bandara. Lalu mereka berjalan-jalan mengitari bandara, sambil mencari sarapan.
Kemudian sesuai jadwal keberangkatan, pukul 8 pagi, waktu Istanbul, mereka mulai bergerak menuju Heathrow, London.
Langit tampak cerah selama penerbangan menuju Heathrow.
" Dan aku mulai bosan!!! "
" Abang kok bisa yaaa, tiap tahun kayak gini, sendiri pulak!!! emangnya ga bosan di pesawat 18 jam, sendirian??!!! diriku tak sangguup!! "
Daffa tertawa gemas melihat Shafa.
__ADS_1
" Bisalah, demi....demikian lah perjuangan seorang Daffa untuk mengenyam pendidikan di kampung bapake!! "
" Lah dia pakai bahasa inyong!! "