
Syifa dan Shafa berpandangan, mereka berdua terdiam karena tidak menyangka akan dilamar malam itu, apalagi dengan kedatangan Daffa yang diluar dugaan.
" Kayaknya duo S ini masih ngambang... " ucap Syafiq.
" Emang kita berdua kunti.... hihihihi spoookyyy!! " jawab Shafa kesal.
2 keluarga ini pun tertawa mendengar gurauan khas Shafa.
Kemudian,
" Dan, jadi gimana?? kamu serius ngelamar Syifa?? " tanya Pak Dylan, ayahnya.
" Serius lah, ga boleh bercandain lamaran. Sebetulnya ga ada niatan sebelumnya sama sekali, saya tadinya belum memikirkan untuk menikah. Tapi kok melihat Daffa yang sangat serius ingin menikah, bahkan perjuangan yang dia lakukan ga main-main, membuat saya malu. Saya 6 tahun lebih tua dari Daffa, tapi saya hanya memikirkan karir dan diri saya sendiri. Jadi melihat semuanya berkumpul saat ini yaa kenapa ga sekalian. Yaa kalau Syifa ga keberatan jadi istri saya. Maaf kalau kami keluarga tiang listrik, tapi satu hal yang kami sukai dari hal ini, kita ga bisa ngumpet!!! susah mau sembunyi dimana!!! kecuali Daffa tuh, ngumpet di London!! buat ngumpet butuh modal gede banget!! " canda Daniel yang membuat semua tertawa.
" Nah, betul itu!! " tambah Syafiq.
Kemudian,
" Gimana Syif?? " tanya Ayahnya.
" Boleh permisi sebentar?? " Syifa tidak menjawab dan memilih untuk keluar ruangan sebentar.
" Silahkan " jawab Pak Dylan.
Syifa kembali menarik tangan Shafa dan mulai berdiskusi di lobby.
" Piye iki?? " tanya Shafa.
(gimana ini)
" Mboh lah " jawab Syifa.
(ga tau)
" Daniel lebih tua berapa tahun ?? " tanya Syifa.
" Tadi katanya 6 tahun "
" Berarti Daffa, 23 thn, Daniel 29 thn dong "
" Cuma terpaut 3 tahun sama Mbak Syifa kok"
" Iya sih, tapi bukan itu. Ga seru ah, pas lebaran kita ketemu muluk!! "
" Yeee si Mbak!!! eh lumayan iku bang Daniel, ganteng, ora patio bule tapi yo putih tenan " ucap Shafa.
( tidak terlalu bule tapi yaa putih banget )
" Iya sih, tapi bukan itu. Aku ga kenal!! "
__ADS_1
" Yaa nanti kan kenal juga, tukeran CV dulu aja Mbak, ntar kan jadi tahu, minimal apa yang disukai dan tidak, yang diharapkan dan tidak, coba aja minta CV nya dulu" usul Shafa.
" Eh iya bener, yowis aku minta CVnya, baru ta' putuskan iyo opo ora "
" Sip!! "
Mereka berdua kemudian kembali ke restoran.
" Hmmm jadi ...., maaf. Tapi untuk mencegah yang namanya membeli kucing dalam karung, jadi sebelum menerima, aku mau kita tukeran CV dulu "
" Hah, CV kayak ngelamar kerjaan gitu?? " tanya Daniel.
" Mirip, cuma bedanya disini isinya tentang profil pribadi dan keluarga "
" Hmm nanti bisa aku kirim contoh CVnya " Syafiq memberikan usul.
" Eh boleh, aku ga pernah tahu masalah CV buat nikah "
" Ga usah buat nikah!!! CV buat kerja aja ga pernah bikin!! " canda Pak Dylan.
" Ngapain bikin, yang punya perusahaan aja Ayah sendiri!! kan nepotisme kitaa!! " jawab Daniel tak mau kalah yang membuat suasana cair kembali.
" Mbak, ntar kalau pertemuan keluarga ceritanya setengah Inggris tapi 90% betawi itu gimana yaa?? " canda Shafa.
" Eeee jadi kamu terima lamaranku yaa!! "
" Eeee GR!!! belom!!! masih mikir!! tunggu jawaban mbak Syifa " jawab Shafa.
" Daff, kamu tuh dah bagus- bagus di awal tadi, cool, confident, mantab dah!! eee sekarang kambuh manjanya lagi!!! " Daniel tak habis pikir dengan adiknya ini.
" Biar!! Abang ih ngeselin!!! "
" Udah, ini kok malah jadi bertengkar " tegur Bu Dewi.
" Maaf ya, mereka berdua badannya aja besar, di luar terlihat kalem, cool gitu, tapi kalau di rumah.... manjanya yaa kayak gini, katanya sih laki yaa, tapi ternyata terkadang manjanya melebihi kita yang perempuan " lanjut Bu Dewi.
" Ga pa-pa, hiburan kalau kata anak-anak " ibu Shafa memaklumi.
" Hmmm saya sebagai Ayah dari Syifa dan Shafa mengucapkan terimakasih atas kedua lamaran yang mengejutkan ini. Tapi saya memahami benar karakter anak-anak saya ini. Syifa dan Shafa, mereka berdua sangat dekat, bahkan terkadang kami, orangtuanya cemburu dengan kedekatan mereka berdua. Seperti yang kita lihat tadi, Syifa dan Shafa berulang kali meminta izin untuk keluar. Mereka pasti berdiskusi, mereka memberikan pendapat dan nasihat satu sama lainnya. Mereka tidak meminta pendapat kami terlebih dahulu, pendapat kami itu ketika final atau kalau mereka sudah mentok!! "
" Seperti yang Bapaknya Syifa dan Shafa katakan, mereka berdua sangat kompak. Jadi maaf ya Daffa, menunggu sebentar lagi. Syafiq kirimkan contoh CV lamaran ke Daniel malam ini, jadi Daniel dapat segera membuatnya. Syifa juga segera membuat CV, setelah itu, silahkan bertukar CV. Kemudian kalau cocok, baru kita tentukan tanggal dan lain sebagainya" tambah Ibu Shafa.
" Tukeran CVnya kapan?? " tanya Daniel.
" Secepatnya saja, semakin cepat semakin baik. Nanti via e-mail saja " jawab Ibu Shafa.
" Saya manggilnya Mas Syafiq ya?? " tanya Daniel ragu-ragu.
" Kalau secara adat Jawa, kamu manggil aku yo pakai 'mas', kan aku calon kakak ipar. Hmm kalau kamu lebih tua 6 tahun dari Daffa, Daffa setahun lebih tua dari Shafa, berarti 29 tahun?? "
__ADS_1
" Iya, saya 29 tahun"
" Saya lebih tua setahun, saya 30 tahun, tapi status sama ' High quality jomblo ' !!! " jawab Syafiq.
Tawa pun pecah kembali.
" Hoo jadi berarti Shafa tuh pembuka yaa? " tanya Daniel.
" Pembuka apa?? " Shafa bertanya balik.
" Pembuka nikah... bungsu-bungsu ini memang sesuatu!! " jawab Daniel.
" Ga sekalian nikah juga Mas?? " tanya Daffa.
Seketika suasana semakin ramai dengan tawa.
" Eh aku serius nanya " lanjut Daffa lagi.
" Hmmm belum ada calon, tapi bukan itu sih alasannya. Belum ada keinginan aja, pingin lihat dulu, nih para calon suami adek-adek, ketika nanti sudah menjadi suami itu gimana, nanti kalau dunia aman, baru deh aku mulai mencari, tapi kalau terjadi perang dunia!!! nah, mending nanti aja... kapan-kapan " jawab Syafiq.
" Emang mo perang dunia kayak apa yang bakalan terjadi, Maaasss!!!! " tanya Shafa dengan pandangan tajam ke arah kakak pertamanya itu.
" Nah ini!! yang model pertanyaan kayak gini nih!! ditambah ekspresi bagaikan ingin menusukkan belati inih!! ini perang dunia lokal!! " jawab Syafiq.
" Hoooo gituuu... hooo baiklah yuk Shaf!! sebagai penyulut peperangan kayaknya mendingan kita pindah meja. Kita pesan es krim yuk sama cake coklat!! "
" Ayoook sapa takuuut. Byeeee!!! "
Syifa dan Shafa pun pindah ke meja lain yang untuk dua orang di dekat pintu masuk.
" Hmmm beneran kan!! gagal total deh!! tanggung jawab kamu Fiq!! " keluh ayahnya.
Wajah Daffa berubah lesu dan tampak kecewa.
" Daf, tenang aja. Shafa paling cuma sebentar kayak gini, ntar juga balik lagi. Lagian dia kan kesalnya sama mas Syafiq, jadi kamu santai aja" Ibu Shafa yang membaca kekecewaan Daffa dan berusaha menghiburnya.
" Nah, ingat satu hal!! wanita itu adalah makhluk terunik dan terumit, 'iya' nya dapat berarti tidak tetapi terkadang bisa berarti yang sebenarnya. Begitu juga dengan tidaknya, sering itu adalah berarti 'iya', pintar-pintar kita laki-laki membaca moodnya. Kalau moodnya bagus, aman dunia persilatan, tapi kalau moodnya ga bagus, semua jawaban kita ga akan benar, mereka harus lebih diwaspadai dari pada senior yang paling galak waktu ngospek kalian semua " tambah Pak Dylan.
" Yaaa Paaaak!!! bukannya ngebantuin malah bikin semakin bingung!!! yang ngebingungin ini sih yang bapak-bapaknya!!! " protes Daffa.
" Eee bocah mulai lagi!!! Ini Ayaaaah!!! "
" Siapa juga bilang ' Ibu ' !!! " jawab Daffa kesal.
" Hmmm yang bikin perang Dunia ini sih yang laki!! " ibu Daffa akhirnya bicara.
Ayah Shafa pun menghampiri kedua putrinya dan meminta mereka untuk duduk bersama kembali.
Dengan langkah tak bersemangat, Syifa dan Shafa berjalan mengikuti ayahnya dengan membawa es krim dan cake coklat di tangan masing-masing.
__ADS_1
" Jadi, untuk sementara, jawabannya ditunda sampai pertukaran CV antara Syifa dan Daniel selesai. Kecuali Shafa mau jawab sekarang, melihat Daffa sudah strees berat karena tidak mendapatkan jawaban langsung " saran dari Ayah Shafa.