Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 60


__ADS_3

Sesuai dengan janji uncle David, keesokan harinya, ia meminta anak buahnya untuk mensurvei perumahan di sekitar Indonesia Islamic Center.


Siang harinya, uncle David telah mendapatkan daftar harga rumah yang sekiranya cocok untuk Daffa, lalu ia pun mengirimkannya melalui WA.


" Daf, take a look at these houses, maybe it can help you "


" Jazakumullah khair "


Daffa pun membuka foto-foto rumah yang telah disurvei bersama Shafa.


" Yang, lihat sini. Uncle David ngirim foto rumah-rumah sekitar IIC "


" Uncle David juga ngirim foto apartemen, siapa tahu tertarik juga. Katanya kalau apartemen kan lebih praktis, cocok buat kita "


" Waaa, mana "


" Semuanya 3 kamar "


" Ughh, cakep semua. Terserah Abang ajah, aku ngikut. Oiya, kamar utamanya yang cukup buat box bayi. Aku ga mau pisah kamar sebelum dia 2 tahun, cukup pisah tempat tidur aja "


" Itu aja?? dapur?? halaman belakang?? " tanya Daffa.


" Dapur.... nah yang seperti ini, bagus juga. Ga sempit dan ga terlalu besar, warnanya juga clean look ga gloomy. Basically, aku suka ruangan yang simple ga banyak atribut, yang mudah dibersihkan "


" Kalau backyard, hmmm yang penting bisa buat santai, main-main, itu aja sih. Aku ga rajin berkebun "


" Ok deh, intinya sesimple mungkin desainnya yaa. Seperti yang di majalah-majalah desain itu kan?? "


" Iyes!! "


" Ok, Abang lihat-lihat dulu yaa, sekalian coba cari di internet "


" Makasih Bang "


Selama Shaffa cuti melahirkan, ia mempunyai waktu lebih banyak untuk mencoba aneka resep yang telah lama ia simpan. Berbagai macam resep makanan dan cemilan telah ia praktekan, ada yang berhasil dan ada yang gagal.


" Bang, aku tadi nyoba bikin pempek. Abaikan bentuknya yang peyang dan keriting ini!! "


" Hahaha ada yaa, pempek peyang. Sayang sudah nyobain?? "


" Sudah tadi. Oiya, cukonya ga aku pedesin, pedesnya sopan banget. Takutnya rasa pedasnya ngikut ke ASI, ntar Danesh kepedesan. Tambahin bubuk cabai ini aja, kalau mau pedes "


" Ok, Abang cobain yaa "


Lalu...


" Yang, kok gini?? "

__ADS_1


" Kenapa Bang?? aneh rasanya?? "


" Kok langsung habis!!! "


" Oh, ngeri ya Bang, tiba-tiba raib, hilang dalam kunyahan Abang!!! "


" Perfecto!!! deliciouso!! "


" Bikinnya banyak ga?? "


" Hmm lumayan lah, ada yang disimpan di freezer "


" Alhamdulillah, bisa makan rasa nusantara lagi. Cilok sama cireng sudah jago, sekarang pempek, next apa nih?? " tanya Daffa.


" Apa yaa?? batagor, siomay?? "


" Nah, boleh tuh. Dengan senang hati Abang akan menjadi ahli nyicipin semua masakan Sayang "


" Tapi harus jujur lho yaaa!! kalau ga enak harus bilang ga enak, biar aku bisa perbaiki "


" Sip!! "


Setelah mencari tempat tinggal baru selama hampir 1 bulan. Akhirnya, Daffa dan Shafa sepakat untuk menyewa apartemen yang lebih besar yang tidak jauh dari lokasi gedung kantor mereka.


" Jadinya nyewa?? ga jadi beli?? apartemen?? ga jadi rumah di dekat IIC " tanya uncle David.


" Lokasinya lebih dekat dari kantor cuma 15 menit. Kalau yang sekarang kan lebih dekat ke kampus, ke kantor butuh sekitar 30 menitan " lanjutnya lagi.


" Terserah kamu aja, mana yang cocok dan sesuai, untuk minimal 3 tahun dari sekarang "


" Oiya, kapan pindahnya, biar nanti dibantu"


" Sabtu ini, In syaaAllah "


Daffa menyewa apartemen yang sesuai untuk keluarga kecil mereka. Apartemen dengan 3 kamar, dengan pemandangan playground dan taman di bawahnya, selain itu juga terdapat fasilitas kolam renang dan fitnes center.


Daffa dan Shafa mulai merapikan barang-barang untuk kepindahan mereka nanti.


" Yang, tadi Abang sudah DP untuk sewa setahun, 3 hari lagi kita pindah yaa "


" Oke!! Eh kita ga perlu beli apa -apa lagi kan?? "


" Iya, sudah full furnished "


" Oiya, ini box-box untuk kita pindah nanti "


Sabtu siang kita pindah "

__ADS_1


Sabtu pagi, apartemen Daffa telah dipenuhi dengan box-box barang yang akan mereka pindahkan ke lokasi yang baru. Shafa meletakkan bayinya di stroller, sementara ia merapikan dapurnya.


" Bang, sarapan dulu "


" Makasih Yang "


Sambil sarapan bersama,


" Yang, nanti Aliyah akan datang untuk ngebantuin kita pindahan. Dia bawain makan siang juga, jadi kita ga perlu beli "


" Uncle David nanti akan langsung nunggu di apartemen baru " jelas Daffa.


" Oke "


" Oke muluk deh jawabnya, yang lain?? apa gitu ?? "


" Baiklah "


" Itu doang?? balik ke irit bin hemat ngomong lagi kah?? "


" Males ngomong aku tuuu "


" Ku tu??? mana kutu?? " canda Daffa.


" Ga mood bercanda juga Bang "


" Tengoklah kantung mataku ini!! ku butuh tidur, Danesh iseng!! "


" Iseng kenapa?? "


" Iseng, tadi malam baru tidur jam 2, pakai acara ga mau di taruh di box!! maunya di pangku atau gendong!! "


" Kok ga bangunin Abang?? "


" Ga lah, Abang tidurnya sudah nyenyak banget. Ga enak ngebanguninnya. Semalam kan pulang kerja, Abang langsung packing barang-barang. Jadi yaa biar aku aja yang capek gendong Danesh, tapi Abang capeknya nanti aja kalau sudah beresin apartemen "


Daffa pun tertawa mendengarkan penjelasan Shafa.


" Ada-ada aja sih Yang "


Setelah selesai sarapan, Daffa membiarkan Shafa beristirahat, karena Danesh juga masih tidur.


Daffa kembali merapikan barang-barangnya.


Meja rias telah kosong begitu juga dengan lemari pakaiannya.


Daffa memeriksa seluruh ruangan untuk memastikan tidak ada barang yang terlewat.

__ADS_1


Kemudian ia menyusun box-box di ruang tamu, agar mudah untuk diangkut. Tak lupa ia menuliskan keterangan isi box pada stiker yang akan ditempelkan di atas box.


__ADS_2