Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 22 Akad Nikah


__ADS_3

Rencana pernikahan kedua kakak beradik ini, akhirnya telah mencapai tahap final. Hanya tinggal menunggu hari H.


H-1, rumah Shafa sudah ramai dengan kehadiran saudara-saudara yang datang dari luar kota.


Akad nikah akhirnya akan dilaksanakan di Ruang Janur Sari di KKG, ruangan terkecil dengan kapasitas 300 orang pada pukul 10.00-11.30 WIB.


Dilanjutkan dengan resepsi di Grand Ballroom yang dimulai dari pukul 19.00 -22.00 WIB. Untuk menghindari penumpukan tamu, maka waktu kedatangan tamu pun dibagi. Pada undangan Shafa dan Daffa, tertulis pukul 19.00-21.00 WIB. Sedangkan undangan Syifa dan Daniel, tertulis pukul 20.00-22.00 WIB.


Kamar Shafa akan menjadi kamar pengantin untuk dirinya dan Daffa. Sedangkan kamar pengantin Syifa, adalah kamar Daniel di kediaman keluarga McDermott.


Malam itu, Shafa dan Syifa tidur berdua di kamar pengantin Shafa. Malam telah larut, keduanya belum juga dapat memejamkan matanya.


" Mbak, aku kok ga bisa tidur "


" Yo podho "


" Trus piye iki "


" Mboh!! "


" Alhamdulillah sesuk awan akade "


( Alhamdulillah besok akadnya siang)


" Kok ora iso turuuuu iki piyeee!!! " Shafa mulai kesal.


( Kok ga bisa tidur ini gimana!!!")


Akhirnya,


" Turun yuk, aku mau bikin coklat panas, siapa tahu ntar jadi ngantuk " ajak Syifa.


" Aku males... " jawab Shafa tak bersemangat.


" Hmm yowes, ta' mudhun dewe "


( Ya sudah, aku turun sendiri)


Syifa kemudian turun menuju dapur bersih dan membuat 2 gelas coklat panas yang ditaburi marshmallow. Setelah itu, ia segera kembali ke kamar,


" Shaf..... laaa wis turu "


Akhirnya Shafa tertidur tak lama setelah Syifa keluar kamar. Syifa pun memandangi coklat panas yang telah ia buat untuk Shafa.


" Aku minum dua-duanya?? dingin kan ga enak!! Ah biar deh, besok diangetin!! "


Syifa segera menghabiskan minumnya kemudian ia pun bersiap untuk tidur.


Di kediaman McDermott, Daniel dan Daffa berlatih ijab kabul di kamar Daffa, walaupun esok akan diberikan kertas ' contekan ' tetapi jika tidak berlatih, mereka berdua khawatir tidak dapat mengucapkannya dengan lancar dalam satu tarikan nafas.


Daffa berulang-ulang berlatih mengucapkan kalimat ijab kabulnya esok hari.


" Saya terima nikah dan kawinnya, Shafa Marwah binti Sauqi Syafaruddin dengan mas kawin yang tersebut, Tunai "


Sedangkan Daniel tampak santai.


" Bang, ga latihan?? " tanya Daffa.


" Sudah"


" Coba!! "


" Hmmm gw ditantangin!! "

__ADS_1


" Saya terima nikah dan kawinnya Syifa Azzahra binti Sauqi Syafaruddin dengan mas kawin yang tersebut, Tunai!! "


" Dah kan?? beres... "


" Ga deg-degan Bang?? " tanya Daffa.


" Deg-degan lah, ga mungkin ga "


" Tapi gw mau bawa santai aja, kalau dipikirin malah stress, besok jadi ga segar " jawab Daniel.


" Bang, kok aku takut ya?? "


" Kamu gugup aja, tenang Daf, istighfar yang banyak, nanti juga tenang "


" Abang ga gugup?? " tanya Daffa.


" Gugup lah, sama!! Tinggal gimana cara kita meng-handle perasaan itu, makanya banyakin istighfar "


" Dah lah istirahat, sudah malam. Gw tidur duluan yak, kamu jangan kemalaman. Wudhu dulu jangan lupa "


" Iya Bang, makasih "


Daniel pun beranjak menuju kamarnya, sedangkan Daffa masih berusaha menghilangkan kegugupannya. Sebenarnya Daffa ingin menghubungi Shafa, tapi ia tahu itu tidak diperbolehkan. Akhirnya setelah berwudhu ia beristighfar sambil berbaring, tak lama kemudian ia pun tertidur.


Keesokan harinya, di kediaman keduanya telah sibuk dan ramai oleh kunjungan kerabat mereka.


Kerabat Daniel dan Daffa tengah mempersiapkan seserahan yang akan mereka bawa pada saat akad nikah. Kotak-kotak seserahan yang terbungkus rapi dan eksklusif, tersusun rapi di ruang keluarga.


" Jangan sampai tertukar yaa, yang ungu lavender punya Daffa, yang silver punya Daniel!! " Bu Dewi mengingatkan.


" Daffa!! kamu sudah makan belum?? sudah siang!! " tanya Bu Dewi.


" Ga laper Bu "


" Hmmm sindrom calon pengantin!! Daf, kamu harus makan walaupun sedikit, tuh Daniel dari tadi ngemil terus "


" Ini ada es buah, coba deh. Asinan??? pokoknya harus diisi perutnya. Acara panjang sampai malam, ga lucu kalau pengantin prianya pingsan!! "


Daffa menarik nafas dengan berat, kemudian bergerak menuju meja makan, menuruti perintah ibunya.


" Nah gitu, temenin gw makan!! menu lebaran pindah ke hari ini, ada opor ayam sama ketupat plus rendang!!! beeuuuh rugi Daf kalau kamu sekarang puasa. Kalau gw kan ntar balik kesini lagi, masih bisa nikmatin menu ini lagi. Kamu kan ntar ke rumah Shafa, beda menu!! "


" Ampun deh Bang!! iya nih aku makan!! "


Daffa pun mengambil asinan dan ketupat opor, walaupun ia tidak nafsu makan.


" Dikit amat Daf, tambah lagi!! " tegur Daniel.


" Ga Bang, segini aja dulu. Ntar gampang kalau kurang " jawab Daffa.


Di kediaman Syafaruddin, Shafa asyik menikmati rujak es krimkesukaannya.


" Enak nih, panas-panas, makan es krim topping rujak super pedes atau rujak topping es krim?? " goda Syafiq.


" Ga penting yang mana yang jadi topping!! semuanya udah kecampur diperut kuuuu!! "


" Eh mana Syifa?? " tanya Syafiq.


" Di kamar, ngadem"


Rumah keluarga Shafa yang telah ramai oleh kerabat Shafa dari Jogja dan sekitarnya, membuat udara terasa semakin panas, walaupun mereka telah menyalakan pendingin udara di ruang keluarga.


" Shaf, kita berangkat jam 09.30 Sekarang jam 7, kamu siap- siap yaa. Rias pengantin sebentar lagi datang "

__ADS_1


" Bu, ntar shalatnya gimana?? " tanya Shafa.


" Yaa tinggal shalat wae kok repot?? "


" Laaa wudhu ne piye, ne' wis didandani?? "


( wudhunya gimana, kan sudah didandanin)


" Ooiyoo, piye iku yo?? wis koe wudhu disik, mugo-mugo ora batal, nyuwun karo Allah, diparingi wudhu sing ora batal-batal "


( Ooiya, itu gimana ya?? ya sudah kamu wudhu dulu aja, semoga ga batal, minta ke Allah di berikan wudhu yang ga batal-batal)


" Ibu ngelawak!! opo onten model do'a seperti itu?? "


" Ada aja lah, dah ibu mau ke atas. Nanti suruh Narsih bawain makan untuk mbak Syifa "


Shafa kemudian segera menuju kamarnya dan bersiap ke kamar mandi.


Tepat pukul 07.00 perias pengantin telah datang dan mulai merias keduanya.


Pukul 09.15 keduanya telah siap untuk menuju lokasi akad nikah di KKG.


Shafa dan Syifa ditemani oleh kerabatnya menunggu di ruang keluarga tak jauh dari ruang akad. Cici pun ikut menemani Shafa sebelum statusnya berubah menjadi Nyonya. Ruang tersebut dilengkapi dengan televisi yang tersambung dengan kamera pada prosesi akad nikah di ruang Janur Sari.


Pukul 09.30 rombongan keluarga McDermott telah tiba. Setelah prosesi penyambutan Daffa dan Daniel, proses seserahan pun mulai dimulai sebelum ijab qabul yang akan dilaksanakan tepat pukul 10.00.


Shafa dan Syifa yang menyaksikan melalui layar televisi, nampak tegang.


Tibalah prosesi ijab qabul yang akan dilakukan oleh Daniel terlebih dahulu kemudian Daffa.


" Baik semua siap, yaa. Pak Sauqi, silahkan baca kalimatnya, Bapak tenang saja. Setelah Bapak selesai membaca, mas Daniel harus langsung yaa, ingat 1 tarikan nafas saja "


" Kita latihan sekali dulu, setelah itu baru kita mulai "


Penghulu pun memimpin latihan ijab qabul Daniel dan Pak Sauqi dan diikuti oleh Daffa.


Setelah itu tibalah prosesi ijab qabul.


" Saya nikahkan dan kawinkan kamu, Daniel Kayiff McDermott bin Dylan McDermott, dengan putri saya, Syifa Azzahra binti Sauqi Syafaruddin dengan mas kawin cincin platinum bermata safir dan berlian 3 carat , dibayar Tunai!! "


" Saya terima nikah dan kawinnya Syifa Azzahra binti Sauqi Syafaruddin dengan mas kawin yang tersebut TUNAI!! "


" Sah ??!! "


" Sah!!! " jawab seluruh keluarga dan undangan yang hadir.


Setelah doa dari penghulu, dilanjutkan dengan ijab qabul Daffa.


" Saya nikahkan dan kawinkan kamu, Daffa Fariz McDermott, dengan putri saya Shafa Qanita binti Sauqi Syafaruddin, dengan mas kawin cincin platinum bermata topaz dan berlian 3 carat dibayar Tunai!! "


" Saya terima nikah dan kawinnya Shafa Qanita binti Sauqi Syafaruddin dengan mas kawin yang tersebut dibayar TUNAI!! "


" Sah??!! "


" Saaahh!! "


Daniel dan Daffa pun telah berhasil mengucapkan kalimat yang akan merubah status mereka menjadi suami dari Syifa dan Shafa.


Di ruang tunggu, Syifa dan Shafa berpegangan erat, degup jantung mereka berdetak cepat, ketegangan belum lepas dari keduanya.


" Silahkan untuk Syifa dan Shafa memasuki ruangan, sudah ditunggu suaminya "


Penghulu pun mempersilahkan mereka berdua, memasuki ruang akad nikah. Dengan bergandengan tangan, mereka berdua berjalan diikuti oleh kerabat dan sahabat. Ruang akad terasa jauh bagi mereka berdua. Daniel dan Daffa pun berdiri menanti kehadiran Syifa dan Shafa di ruang akad.

__ADS_1


Akhirnya Syifa dan Shafa sampai di ruang akad, mereka berdua di bimbing penghulu untuk menemui suami mereka masing-masing dan kemudian mencium tangannya.


Setelah itu mereka berempat duduk bersebelahan dengan pasangan masing-masing dan kemudian menandatangani buku nikah mereka.


__ADS_2