Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 20


__ADS_3

Pertemuan makan malam yang berubah menjadi acara lamaran, berakhir hening. Daffa tampak kesal karena tidak mendapatkan jawaban pada saat itu juga, terlebih dikarenakan kakaknya yang tiba-tiba melamar kakak Shafa.


Ekspresi kekesalannya tidak dapat ia sembunyikan, Shafa yang merasakan kekesalan Daffa merasa bersalah. Ia pun memejamkan matanya, mencoba berfikir jernih tanpa adanya 'suara' lain yang mengganggu. Setelah berdiam dan mengucapkan istighfar, akhirnya Shafa berbicara di tengah suara sendok dan garpu.


" Maaf, maafkan Shafa jika tadi sempat membuat tidak nyaman dengan tidak memberikan jawaban yang jelas. Shafa sadar itu ga adil buat Abang yang sudah datang kesini dari London. Untuk itu dengan mengucapkan 'Bismillah' Shafa menerima pinangan Abang " sambil mengenakan cincin yang telah diberikan Daffa.


Daffa terdiam, ia memastikan mata dan telinganya tidak salah melihat dan mendengar Shafa.


Keempat orang tua pun mengucapkan hamdallah.


Shafa memakai cincin pemberian Daffa yang ternyata kebesaran, sehingga ia memakai di jempol tangannya.


" Kok makainya di jempol?? " tanya Daniel.


" Kegedean ini Bang!! " jawab Shafa sambil memasangnya di jari manisnya dan memperlihatkan bahwa ukuran cincinnya terlalu besar.


" Ora popo, sesuk dicilike " ucap Ibu Shafa sambil tersenyum.


( Tidak apa-apa, besok dikecilin)


Senyum merekah dari bibir Daffa dan wajahnya pun memerah.


" Ciiiyeeee yang seneng!!! " goda Daniel.


Daffa tidak mengindahkan kata-kata Daniel, ia bagaikan di langit ketujuh setelah Shafa menerima lamarannya.


" Alhamdulillah, kalau begitu, nanti kita bahas tentang akad dan resepsi " ucap ayah Daffa.


" Sebelum wisuda Shafa aja Yah " usul Daffa.


" hmm minta dipercepat lagi nih!! "


" Biar bisa nemenin trus poto bareng... kan ntar dah sah " jawab Daffa malu-malu.


" Trus mo ku pajang ntar potonya di jagad medsos biar ga ada yang ngebully Shafa lagi!!! Bukan cuma pasang status tapi juga pasang badan menangkal seluruh bentuk pembullyan terhadap Shafa!! " tambah Daffa dengan nada berapi-api.


" MERDEKA!! " ucap Daniel dan Syafiq kompak dengan tangan kanan mengepal ke atas.


" Hmm anak pertama, ternyata kambuhnya sama " ibu Daffa berkomentar memecahkan suasana kembali.


" Jadi langsung dibahas sekarang aja nih?? " tanya Ayah Shafa.


" Biar sekalian beres, mending gitu Pak " Daniel menyetujui.


" Ok, Shafa wisuda 2 bulan lagi kan?? " tanya Ayah Daffa.


" Iya, Yah, sebentar Shafa cek di HP dulu tanggalnya "


Setelah menemukan tanggal wisudanya,


" Awal Mei, Ahad tgl. 5 Mei di JCC jam 08.00 pagi"


" 2 pekan lagi yudisium fakultas di kampus jam 08.00 pagi"


" Sebentar, ibu cek gedung di Klub Kelapa Gading " ucap Ibu Daffa.


Ibu Daffa segera menghubungi marketing KKG untuk menanyakan ketersediaan ruang dan tanggal resepsi yang belum di booking.


" Nanti mereka akan WA tanggal dan ruang yang kosong"


" Nah, temanya apa nih?? " tanya Syifa.


" Apa yaaa?? " tanya Shafa balik.

__ADS_1


Daffa kemudian menunjukkan beberapa contoh foto-foto tema pernikahan yang telah ia kumpulkan sebelumnya.


" Hmmm ini kok kebalik yaa?? " goda Syifa.


" Kebalik apanya, Mbak?? " tanya Shafa.


" Biasanya yang ga sabaran pingin nikah tuh yang perempuan, trus dia yang sudah ngumpulin tema acara nikahnya dari pakaian yaa pokoknya printilan pernikahan, yang laki-laki biasanya terima jadi aja " jawab Syifa.


" Laaa kan emang Daffa yang ngebet mo nikah dari jaman kapan tuh!! " jawab Daniel.


" Dari waktu Shafa nolak aku, kan kata Shafa dia ga mau pacaran, trus jaga jarak deh, ga ngobrol trus ga chatting juga. Waktu itu, sebetulnya sudah tahu kalau Shafa bakalan nolak aku, tapi ternyata tetap sakit rasanya ditolak. Ya sudah, akhirnya ku 'kabur' ke London deh, kata ayah sekalian mengInggriskan keBetawian ku ini"


" Serius dari waktu itu Bang!!! " tanya Shafa tidak percaya.


" Yaa ga langsung gitu juga sih, tapi pas sudah di London, sudah masuk sekolah, dapat pelajaran agama dan lain-lain, yaa akhirnya aku ngerti. Jadi dari situ, aku dah niat nanti kalau pulang setelah lulus kuliah, aku mau ngelamar Shafa. Yaa jadi sebelum ngelamar, aku sudah cari-cari referensi tema nikahnya gimana. Yang jelas, aku tahu benar, Shafa penganut aliran anti ribet, sukanya simple, sederhana, ga yang rame. Iya kan?? "


Shafa tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar, sebegitunya Daffa mencintainya, hingga memperhatikan hal-hal kecil tentang dirinya.


" Waaah suami idaman nih!! lulus cum laude !! " celutuk Syafiq.


" Iya dong Mas!! "


" Kalau gitu, kuserahkan ke Abang semua deh!! aku terima beres dan terima kasiiiiih "


Ayah dan ibu Shafa pun menggelengkan kepala mereka, karena tidak habis pikir dengan si bungsu ini.


" Hah, serius?? mau terima beres aja?? ga mau ikutan mikir gitu?? " tanya Daffa tidak percaya.


" Serius, urusan printilan ini kuserahkan kepada yang mau menerimanya. Aku cuma mau ikutan milih menu makannya aja!! " jawab Shafa.


" Daff, kamu yang sabar yaa!! adik bungsu yang ini memang dari golongan anti ribet yang teramat sangat, atau bahasa yang lebih mudah dimengerti adalah malas mikir!!! " goda Syafiq.


" Biarin!! kan ada yang bilang ' gitu aja kok repot!!!?? ' yaa makanya aku ga mau repot " jawab Shafa membela dirinya.


" Bener kok kata Shafa, calon pengantin ga boleh kebanyakan mikir nanti stres, biar para ibu yang akan meng-handle semua urusan pernikahan ini " setuju ibu Daffa.


" Bu, kenapa ga sewa aja??? kan dipakai cuma sekali doang??? "


" Shaf, boleh ga mau ribet, tapi kayaknya untuk ukuran kamu, bakalan sulit untuk cari langsung jadi tanpa vermak "


" Bu, tinggal ngomong semua baju beli jadi itu kepanjangan sama aku alias ku pendeeek!! "


" Nah tuh sadar diri " sahut ibu Shafa.


Daffa menahan tawanya hingga wajahnya memerah.


" Daf, kalau mau ketawa, ketawa aja, ntar mukamu meledak sudah merah kayak gitu " kata Syafiq.


Akhirnya tawa Daffa pun pecah juga begitu juga dengan yang lain, kecuali Shafa yang masih kesal.


" Shaf, pesan es krim lagi aja " Daffa menawarkan.


" Hmmm pesenin, dobel!! " jawab Shafa.


Semua mata menuju ke arah Daffa yang segera membuka buku menu untuk memilih es krim.


Tak lama, Daffa memanggil pramusaji dan memesan es krim untuk Shafa.


" Pesan es krim vanilla dan buble gum, topping chococip dan chocostick"


" Ini jadi satu serving ya, oiya tambah tiramisu 2 slices"


" Baik Pak, ada tambahan lain?? "

__ADS_1


" Ada yang mau pesan lagi ?? sekalian nih?? " tanya ayah Daffa.


" Boleh deh, ikutan juga tapi es krim strawberry aja topping chocostick " ucap Syifa.


" Yang lain?? " tanya Daffa dan semua mengatakan cukup.


" Itu aja Mas " ucap Daffa.


Orang tua Shafa dan Daffa tersenyum bahagia melihat Daffa yang benar-benar perhatian kepada Shafa.


Sembari menunggu, Daffa mengirim WA foto-foto gaun pengantin ke Shafa. Shafa pun segera membukanya.


" Model gaun foto pertama dan jilbab foto ketiga, untuk yang internasional "


" Model gaun foto kelima, jilbab sama seperti yang pertama, untuk yang adat Jogja "


Shafa melihat foto yang dimaksud Daffa, ia pun membelalakkan matanya.


Syifa mengambil HP Shafa dan melihat foto yang dimaksud Daffa.


" Waaah Daf!!! cocok!! seleranya Shafa semua nih!! eeennnn yang kamu pilih itu.... absolutely Shafa's style!!! 4 thumbs up!! " Syifa pun memuji keakuratan pilihan Daffa.


" 4 jempol?? yang 2 itu jempol kaki??? " canda Daniel.


Syifa melirik ke arah Daniel dan


" Mau lihat jempol kaki ku, tunggu sah baru boleh!! "


" Ehm ehm jadi dah diterima nih?? " tanya Daniel.


" Kayaknya saudara tiang listrik ini golongan anti nunggu, ga sabaran amat sih!! CV dulu!! " jawab Syifa sedikit ketus.


" Ih galak amat!! "


" Itu baru seperempat galak yang keluar, kalau full.... aku mendingan kabur deh " canda Syafiq.


" Wis gedhe kok yo senenge podho padhu " tegur ibu Shafa.


( sudah pada besar kok masih suka bertengkar )


" Ya sudah yuk, back to tema " usul ibu Daffa.


Pramusaji pun datang membawakan pesanan Daffa tadi untuk Shafa dan Syifa.


Mereka berdua pun segera menyantapnya.


" Makasih Bang "


Daffa hanya tersenyum tanpa menjawab.


" Shafa kamu serius ga mau coba milih dulu??" lanjut ibu Daffa.


" Ikut pilihan Abang aja, yang internasional " jawab Shafa sambil menunjukkan foto yang dimaksud Daffa tadi.


" Ok berarti temanya internasional, nah untuk dekorasinya gimana nih "


Daffa kembali menunjukkan foto-foto dekorasi pernikahan indoor dan outdoor yang telah ia kumpulkan.


" Kalau siang aku prefer indoor, nuansa putih dan aksen biru laut "


" Kalau malam, outdoor kayaknya lebih romantis " sambil menunjukkan beberapa foto pernikahan outdoor di malam hari.


" Ok, tinggal tergantung gedung kapan kosongnya" jawab Shafa menyetujui.

__ADS_1


" Barusan dari KKG sudah WA, besok kita langsung kesana aja, jam 09.00 ditunggu di kantor, dari pelaminan dan dekorasi keseluruhan, paket menu semuanya dibahas besok. Sepekan sebelum hari H, akan diadakan tes food jam 19.00 " jelas ibu Daffa.


" Ok deh kalau gitu deal, besok kita ke KKG jam 9 pagi ya " jawab ibu Shafa.


__ADS_2