Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 27 Shopping Perdana


__ADS_3

Sesampainya di AEON Mall mereka berdua berdiri di dekat pintu masuk,


" Kita mo kemana?? " tanya Shafa.


" Hmm kemana yaa, cari baju buat Sayang, kita ke departemen storenya dulu yuk " ajak Daffa.


Daffa menggandeng tangan Shafa menuju departemen store AEON.


Daffa menuju ke busana wanita.


Dengan cepat, Daffa memilih baju untuk Shafa.


2 gamis, 1 gaun tali , 1 cardigan panjang, 2 lingerie, 2 chemise dan 2 piyama.


" Wuiiii profesional shopper ya Bang!! "


" Ho oh, khusus buat istri tercintah!!! "


" Merinding ih!! "


Daffa tersenyum melihat reaksi Shafa.


" Yuk, ke fitting room " ajak Daffa.


Sampai di fitting room.


" Aku cobain semua nih?? ribet Bang, rempong bukanyaaaa " protes Shafa.


" Ga usah, aku tempelin aja di badan Sayang, kan keliatan pas atau ga "


" Sok atuh!! "


Setelah beberapa saat,


" Ok, kayaknya pas semua. M semua yaa "


Daffa segera menuju kasir tetapi Shafa berjalan ke arah busana pria, membuat Daffa mengikuti Shafa. Shafa mengambil 2 buah kemeja santai lengan pendek dan 2 kaos lengan panjang.


" Bang cobain ini dulu "


" Kok Abang dibeliin juga?? baju Abang masih cukup "


" Pokoknya aku beli buat Abang, kalau ga mau, yaaa baju yang Abang ambil tadi, kurangin separuhnya "


" Hmmm main bargain nih .... "


" Ok!! Abang terima deh... "


Daffa mencoba terlebih dahulu kemeja pilihan Shafa.


" Yang, gimana??" tanya Daffa di dalam fitting room.


" Hmmm Ok!! ini pas banget ya ukurannya!! " Shafa ikut mencoba kemeja pilihannya untuk Daffa.


Keduanya tertawa melihat Shafa mengenakan kemeja yang super besar.


" Waaa sama Abang benar-benar pas, eee di aku.... hihihi " Shafa tak sanggup melanjutkan kalimatnya, ia tertawa geli melihat dirinya di kaca.


" Hmmm coba sayang pakai kemeja ini di kamar, ga usah pakai bawahan..."


" Wooooo...... Abang ?? "


Daffa pun berbisik di telinga Shafa.


" Sexi ituuuuu!!"


" Aaaaaku merinding!!!"


Shafa segera melepaskan kemejanya membuat Daffa tertawa geli.


" Udah yuk bayar dulu " ajak Daffa.

__ADS_1


Daffa dan Shafa menuju kasir untuk membayar pakaiannya.


Selama mereka berbelanja, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. "Pasangan bule dan jilbaber ", itulah pandangan mereka. Daffa sebetulnya risih, karena ia merasa jika orang-orang memperhatikan mereka berdua, tetapi Shafa terlihat tidak memperdulikan hal itu. Sehingga Daffa pun memilih bersikap tak peduli.


Mereka berdua menuju restoran yang menyajikan makanan korea, ketika hendak memesan makanan, terdengar remaja putri dan ibunya berbicara.


" Eh jilbab panjang dapet bule?? kok bisa yaa?? "


" Yaaa bisa aja, kita kan ga tahu, penampilan itu bisa nipu " jawab sang Ibu.


Daffa yang mendengar tak mau tinggal diam, ia pun menghampiri mereka berdua, walaupun Shafa sudah menahan Daffa dengan tangannya.


" Maaf ya Bu, Mbak. Perempuan berjilbab itu istri saya. Asal ibu dan mbak tahu, saya yang ngejar-ngejar dia dari SMP. Iya, kami teman satu kelas di SMP. Dia bahkan nolak saya waktu itu. Tapi kalau jodoh ga kemana, akhirnya dia nerima lamaran saya. Tolong, kalian baru saja ghibah, yang hukumnya sama dengan memakan bangkai saudara kalian sendiri "


Kemudian Daffa segera meninggalkan ibu dan anaknya itu yang terlihat malu dan salah tingkah.


" Bang, ngapain diurusin yang kayak gitu, biarin aja"


" Ga, Abang ga mau ngebiarin. Mereka ghibah, kita harus mengingatkan. Kesel aja sih, masih aja orang-orang tuh ngomongin hal-hal yang mereka ga tahu"


" Dah yuk pesan makan aja. Aku mau bibimbap sama japchae aja " tunjuk Shafa pada gambar menu.


" Ok, minumnya?? "


" Citrus sparkling water"


Daffa memanggil pramusaji restoran untuk memesan makan.


" 1 bibimbap, 1 japchae, 1 myeongdong chicken set cheese. 1 citrus sparkling water dan 1 lyche sparkling water"


" Tambah untuk dibawa pulang, semua savory ommafin 1-1, yang sweet ommafin, blackforest, red velvet, blueberry, tiramisu, moccachino semua sama 1-1 juga"


Sambil menunggu pesanannya datang, Shafa membuka aplikasi pertemanannya. Ia merubah statusnya dari single menjadi 'married' dan menambahkan Daffa sebagai suaminya. Kemudian ia melihat postingan teman-temannya yang mayoritas berisikan pernikahan dirinya dan Daffa semalam.


Shafa menulis distatusnya,


" Jazakumullah khair atas do'a dan kedatangan kalian kemarin malam, love you all ❤❤"


" Bang lihat ini " Shafa menunjukkan status teman-temannya di FB.


Daffa kemudian membuka FBnya.


Setelah mengganti statusnya menjadi 'married' dan menambahkan Shafa sebagai istrinya, ia kemudian memberikan tanda ❤ kepada status Shafa.


Daffa sebetulnya ingin mengunggah foto dirinya berdua bersama Shafa, tetapi ia kemudian ingat terdapat larangan memposting foto bersama pasangan.


" Yang, aku nulis apa yaa di status?? "


" Terserah lah " jawab Shafa.


Tak lama, makanan yang mereka pesan telah datang. Mereka berdua pun menikmati makan siang mereka. Daffa mengambil gambar mereka berdua dan makanannya. Terdengar adzan dzuhur berkumandang. Daffa dan Shafa bergegas menyelesaikan makan siang mereka untuk bersegera menunaikan shalat Dzuhur berjama'ah di musholla Mall.


Setelah selesai shalat berjama'ah, Daffa menunggu Shafa keluar musholla. Ia melihat sepatu Shafa di rak sepatu, ia lalu mengambilnya dan memfoto sepatu Shafa untuk di unggah pada status FBnya.


Setelah mengunggah foto sepatu itu, tak lupa Daffa memberikan keterangan, ' menunggu pemilik sepatu ini keluar dari musholla '.


" Eh Abang ngapain !! " kejut Shafa.


Daffa menunjukkan status FBnya.


" Ih centil!! " ucap Shafa sambil memukul lembut bahu Daffa.


" Biar!! Abang gemes!! "


" Dah yuk Bang!! "


Keduanya kembali ke dalam Mall.


" Yang, mau beli sepatu ga?? buat ke Inggris nanti " tawar Daffa.


" Hmmm pakai ini aja kan bisa Bang "

__ADS_1


" Ya bisa sih, hmmmm eh belinya disana aja deh, Abang tahu toko sepatu di sana yang harganya aman di kantong "


" Terserah Abang aja, aku mah terima... kasih"


Jawaban Shafa membuat Daffa semakin gemas.


" Huh, kalau di kamar, Abang 'serang' juga nih!! "


Shafa tertawa mendengar Daffa.


" Huuu takuuut.... eh Bang lihat itu dulu yuk "


Shafa berjalan menuju toko kosmetik.


Daffa tersenyum, apa Shafa akan bersolek untuknya, pikir Daffa.


Shafa menuju bagian perawatan wajah, ia hanya mengambil beberapa pack masker wajah. Ketika ia hendak membayar di kasir,


" Yang, nanti dulu "


Daffa mengambil 2 buah lipstik, 1 berwarna merah muda dan 1 berwarna salem.


Kemudian ia beralih ke area parfum, ia memilih wangi buah yang segar untuk Shafa.


" Nanti dipakai ya, buat Abang "


Shafa mengernyitkan dahinya,


" Hmmm untuk 'peperangan' malam ini??? "


" Eh Sayang yang bilang lhooo yaa, Abang terima aja "


" Hmmm terima yaa, ah aku mau gencatan senjata aja!! "


" Yaaa, Abang kan pingin 'diserang' sama Sayang!! " protes Daffa.


Shafa tidak kuat menahan tawanya.


" Abang mah, badannya gede doang!! tapi manjanya puuoooolll tenan!! "


" Beruang kan pingin dimanja juga, eh enak lho... kan empuk " jawab Daffa sambil menepuk-nepuk dadanya.


" Aduuuh Abang ngelawaknya..... dah ah mukaku ketarik nih ketawa terus "


Daffa tersenyum tak henti melihat Shafa tertawa.


" Dah yuk, Abang bayar dulu "


Shafa kemudian mengambil foto Daffa secara candid yang sedang membayar di kasir.


" Eh motoin orang ga minta ijin!! sini mana hpnya!! " canda Daffa setelah selesai melakukan pembayaran sambil mengambil HP Shafa.


" Bilang dong kalau mau fotoin Abang, biar Abang pose dulu " canda Daffa sambil menaik turunkan alisnya.


Shafa tertawa geli melihat Daffa yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Hari semakin siang, Daffa mengajak Shafa pulang. Sambil berjalan menuju parkiran mobil,


" Kita pulang sekarang yuk, dah siang. Oiya,untuk wisuda Sayang pekan depan sudah lengkap semua ?? "


" Sudah, toga sudah ada. Baju, naaah bajunya tuh kan pada kebaya, Abang yang pilihin kebayanya yaa "


" Memang Sayang punya berapa kebaya?? "


" Hmm ada 3, 1 kebaya encim warna biru langit, 2 kebaya brokat warna dongker sama marun"


" Banyak tuh "


" Ini semua hasil seragam nikahan saudara " jawab Shafa santai.


" Hooo ternyata, kirain... "

__ADS_1


" Maaf telah membuat dirimu kecewa "canda Shafa.


Keduanya pun kembali pulang ke rumah Shafa.


__ADS_2