Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 70 Istirahat


__ADS_3

Hari itu Shafa dan Syifa memanjakan diri mereka dengan perawatan tubuh menyeluruh. Pijat, lulur dan creambath menjadi obat untuk badan yang lelah.


Sementara itu, Danesh dan Shahnaz asyik bermain berlarian di halaman belakang ditemani oleh kedua kakek neneknya.


Sedangkan Daniel dan Daffa melakukan 'pekerjaan' yang sudah cukup lama mereka tinggalkan di ruang keluarga.


" Kekuatan jempol akan teruji pada pertandingan kali ini!! " ucap Daffa penuh semangat.


" Santai aja Daf, paling aku lagi yang menang "


" Waaah, tidak ada kata menyerah dalam kamus ku!! fighting never dies!! "


" Fighting!! "


" Ganbatte kudasai!!! "


2 kakak beradik ini terlihat fokus untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Semua jurus, pukulan dan tendangan pun dikeluarkan.


Suara dentuman, pukulan dari semua jurus yang mereka keluarkan, terdengar hingga halaman belakang, membuat ibu mereka masuk untuk melihat ada apa yang terjadi.


" Ya Allah!! kurang kencang yaaa, besarin lagi suaranya biar 1 RT dengar semuanya!!! "


Daniel dan Daffa seketika itu pun menghentikan permainannya.


" Eh ibu, maaf, suaranya gede banget yaa " ucap Daniel.


" Ga!! ga GEDE!! kecil banget sampe semut juga ga bisa dengar!!! "


" Ibu maaf, sudah lama ga main, jadi khilaf " ucap Daffa.


" Sekali lagi main ga mikir punya tetangga!! Ibu sita XBOX nya!! "


" Yaaa ibu, jangan !!! " protes Daniel dan Daffa kompak.


" Lagian sudah bapak-bapak, main game sampai ga ingat anaknya "


Ayah mereka berdua pun masuk.


" Main apa sih?? berisik banget!! "


" Eh Ayah, main Dragon Ball ni Yah. Menuju kemenangan yang tertunda !! " jawab Daffa.


" Menang?? menang dari Hong Kong??!! lihat dong scorenya, masih banyakan aku " bantah Daniel.


" Ooo, semangat!! Yang menang nanti traktir makan yaa. Yang, biarkan mereka kompetisi jempol kita nunggu ditraktir aja. Fighting kids!! "


" Yes, Sir!! " jawab kompak keduanya dan kembali melanjutkan permainannya.


Pak Dylan menggandeng tangan istrinya dan mengajaknya kembali ke halaman belakang.


" Santai aja Yang, biarkan mereka melepaskan stressnya. Boys will be boys. They need it "


" Iya, tapi yaa ga sekencang itu suaranya. Masa' ngalahin konser 17an "

__ADS_1


" Yaa kan sekarang sudah dikecilin volumenya. Dah yuk, kita main sama cucu "


Sementara itu, Danesh dan Shahnaz berlarian di taman belakang sambil memegang balon di tangan mereka masing-masing. Membuat keduanya bersorak kegirangan.


" Danesh, Shahnaz, hati-hati yaa!! " teriak Bu Dewi.


Di kamar tamu, Syifa dan Shafa telah selesai perawatan facial, pijat dan lulur. Saatnya untuk perawatan rambut.


Keduanya nampak sangat menikmati perawatan yang memanjakan mereka berdua.


" Mbak, aku pingin tidur ronde kedua nih. Enak banget mijat kepalanya " puji Syifa kepada beauty therapistnya.


" Iya, Mbak. Mijatnya enak banget, jadi pingin tidur lagi " tambah Shafa.


" Tidur aja, Mbak " jawab beauty therapist.


" Ntar aku nggeblak kalau ketiduran " jawab Shafa membuat Syifa dan kedua beauty therapistnya tertawa.


" Haadeee Shaf, masih bisa ngelawak juga " ucap Syifa.


" Mbak, kira-kira berapa lama lagi nih?? " tanya Shafa.


" Ini tinggal di steam 15 menit, trus kita cuci lagi, terakhir di blow. Kira-kira 30an menit lagi "


" Ouugh masih lama "


Pintu kamar di ketuk dari luar.


" Masuk " jawab Syifa.


" Silahkan Mbak "


" Makasih Bi " jawab Syifa dan Shafa.


" Sama-sama, Mbak. Permisi "


" Apa tuh Mbak?? " tanya Shafa.


" Macaroni schottel pakai mozzarella nih " jawab Syifa.


" Sama jus buah naga "


" Huhuhu berasa di salon ekslusif. Ibu is the best!! "


" Mari Mbak, kita makan dulu yaa " ucap Shafa.


" Silahkan "


Sementara itu, pertandingan XBox kakak beradik itu tampak belum berakhir.


" Jangan ***** mencetin tombolnya, ntar rusak, nangis!!! " goda Daniel.


" Hooo, Abang mulai niii. Ga ***** ini Bang, aku memperlakukannya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang "

__ADS_1


" Lagian, kalah?? Hmmm big no no, there's nothing such thing in my dictionary " balas Daffa tak mau kalah.


" Ooo sudah modal bikin kamus ?? kamus apaan?? kamus cara kalah dengan terhormat??" goda Daniel lagi yang membuat Daffa semakin panas.


" Kamus primbon, cara mendiamkan Abang yang kalah !!! "


Sementara itu di kamar,


"'Heran, ngapain itu abang, adek berdua?? perangnya lama amat trus ganas banget, suaranya sampai menggelegar gitu?? " tanya Syifa.


" Biasalah Mbak, boys will be boys, capek hati kalau ngebahas. Tuh di rumah, berdua sama Danesh, kerjanya perang-perangan muluk!! "


" Alhamdulillah ga sampai ngancurin barang, kalau iya, aku skors semua!! "


" Kasihan amat Danesh dihukum juga "


" Yaa, biar dia juga ngerti mana yang boleh dan yang tidak. Kebayang dong, adegan kungfu hustle pindah ke rumah?? "


" Separah itu kah?? "


" Namanya mainan itu bisa melayang ke seluruh penjuru ruangan, Mbak. Alhamdulillah belum kenalan sama Lego, tapi mobil-mobilan sama robot itu sudah dimana-mana, di setiap ruangan ada. Coba, siapa yang ga kesal "


" Kesal tapi ga mau pisah " goda Syifa.


" Nyandu siii "


" Iidiiiiii "


Setelah perawatan menyeluruh selama hampir 3 jam, akhirnya selesai juga tepat menjelang dzuhur.


Setelah para beauty therapist pulang, Shafa dan Syifa masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, tentu saja diikuti oleh suami mereka.


Di kamar Daffa, Shafa segera melepaskan jilbabnya dan mulai berkaca di depan cermin.


" Waaaaa rambutku bisa seperti artis jugaaaa "


Daffa memandangi Shafa dari belakang, kemudian ia memegang rambut Shafa.


"'Wangi, lembut banget "


" Iya ya Bang!! sukaaa bangeeett " pekik Shafa kegirangan.


" Alhamdulillah stressnya sudah hilang " ucap Daffa sambil memeluk Shafa.


" Iya, makasih Bang "


" Eh Danesh!! "


" Masih main di belakang. Eh Abang siap-siap ke masjid yaa. Sudah mau dzuhur "


" Ok Bang "


" Aku ke bawah yaa, lihat Danesh "

__ADS_1


" Iya "


__ADS_2