Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 82 New Project


__ADS_3

2 pekan setelahnya, Shafa mendapat telepon dari Mr. Amr Smith.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


" How are you, Shafa?? bagaimana sudah siap menerima proyek dari saya?? "


" I'm good. Well, in syaa Allah. Bagaimana kalau kita bertemu dulu, untuk membicarakan konsepnya " jawab Shafa.


" Okay, kita bertemu langsung di lokasi rencana cafe hari Sabtu pagi, jam 9 ?? "


" Baik "


Shafa lalu memberitahukan Daffa tentang rencana pertemuannya dengan Mr. Smith.


" Yakin siap yaa, bawa perlengkapan yang dibutuhkan jangan lupa "


" Iya Bang "


Di Sabtu pagi, setelah menitipkan Danesh ke rumah Granny, Daffa dan Shafa segera menuju lokasi pertemuan di Notting Hill.


Notting Hill merupakan sebuah lokasi yang ramai dengan tempat hiburan dan cafe maupun restoran.


Tidak sulit untuk keduanya menemukan lokasi rencana cafe, yang terletak di hook sebuah bangunan kuno tingkat 2 dan dikelilingi oleh aneka toko dan juga cafe.


Daffa dan Shafa memasuki bangunan tersebut, sebuah ruangan kosong yang cukup luas dan tampak sudah lama tak ditempati.


" Assalamu'alaikum " salam Daffa dan Shafa.


" Wa'alaikumsalam. Maaf, masih kotor "


" Jadi disinilah rencana tempat bisnis saya. 2 lantai dan terasnya juga dapat digunakan. Oiya, ini denah bangunannya "


" Rencananya, Anda akan menyuguhkan makanan apa?? atau apa konsep cafe ini ?? " tanya Shafa.


" InsyaAllah, makanan yang disajikan adalah makanan khas Timur Tengah dan ada beberapa menu sajian dari Asia Timur, karena saya melihat mulai banyak peminatnya dan cukup trend saat ini, seperti rendang dan aneka kari. Dan saya rasa masih terdapat benang merah dengan masakan Timur Tengah "


" Waaaa, I can't wait to taste it!! " ucap Shafa semangat.


" Jadi konsep makanannya tetap Timur Tengah yaa. Hmmm untuk desainnya apakah sama, Timur Tengah juga?? atau konsep yang berbeda " lanjut Shafa.


" Saya tertarik dengan desain cafe seperti ini " tunjuk Mr. Smith pada sebuah foto sebuah cafe yang bergaya Mediterania.


" Oh Mediteranian Style " ucap Shafa.


" Nama restoran dan cafenya apa ya?? tanya Shafa lagi.


" Olive, karena ciri khas makanan Mediterania itu selalu menggunakan olive pada masakannya, baik berupa minyak atau pun buahnya "


" Waaah, benar-benar tidak sabar untuk merasakan makanannya "


" In syaa Allah nanti kami akan mengadakan test food, kalian bisa ikut kalau berkenan, sekalian memberikan masukan "

__ADS_1


" Syukron, jazakumullah khair!! " jawab Daffa dan Shafa.


" Oiya, ini denah bangunannya " Mr. Smith memberikan gulungan kertas denah bangunan kepada Shafa.


Shafa membaca denah bangunannya dengan seksama sambil melihat ke arah sekitar untuk mencocokkan gambar dengan tempatnya.


" Boleh saya mengambil gambar setiap ruangan?? "


" Ya, silahkan "


Shafa kemudian mengambil gambar seluruh ruangan dengan kamera hpnya.


Kemudian ia juga mengambil gambar detail tangga dan jendela yang akan tetap ia pertahankan karena menurutnya detail memberikan nuansa antik pada ruangan.


Shafa kemudian menuju ke lantai dua. Ia berjalan menuju jendela untuk melihat view sekitarnya.


" Kalau malam, pasti pemandangannya cantik banget "


Shafa lalu terdiam sesaat dan...


" Sir, I have an idea!! " serunya.


" Bagaimana jika kita buat 3 lantai, rooftop cafe!! "


Shafa lalu membuat sketsa ide rooftop cafe yang ia maksud.


Setelah selesai, ia segera mempresentasikan sketsa desainnya.


" Its London Yang, hujan... "


" I didn't say there's no roof, tapi nanti kita bisa pasang automatic roof, seperti di Masjid Nabawi, yang sewaktu-waktu bisa dibuka dan ditutup "


" Rooftop cafe nantinya juga bisa disewakan untuk acara-acara " lanjut Shafa.


" Its brilliant!!! I love the idea " ucap Amr Smith.


" Kira-kira, berapa kapasitas seat yang diinginkan?? " tanya Shafa.


" Rencananya kalau memungkinkan, minimal 60 seats. Kalau bisa 100, why not "


" Dengan rooftop, in syaa Allah bisa 100 seats " ucap Shafa.


" Ok, deal!! "


Setelah membahas detail desain lebih lanjut,


" Jadi kapan kira-kira desain awal selesai?? " tanya Amr Smith.


" Saya minta 2 pekan untuk menyelesaikan rencana desain " jawab Shafa.


" Baik, saya tunggu secepatnya "


" Oiya, ini kontrak awal untuk desainnya " Mr. Smith menyodorkan kertas kontrak kerja Shafa.

__ADS_1


Daffa membacanya terlebih dahulu, sebelum Shafa menandatanginya.


" MasyaAllah, kontrak yang sangat lengkap dan profesional " ucap Daffa setelah membaca surat kontrak desain.


" Saya telah beberapa kali berhubungan dengan arsitek ataupun desainer, sistem kontraknya semua sama. Predesign, design dan post design. So its the predesign contract "


Shafa pun menandatangani kontrak kerja awalnya.


" Untuk pertemuan selanjutnya yaitu 2 pekan lagi, saya akan sekalian mengajak kontraktor yang akan mengerjakannya, agar lebih menghemat waktu " ucap Mr. Smith.


Setelah menyelesaikan segala sesuatunya, Daffa dan Shafa kembali ke rumah Granny.


" Istirahat disini dulu saja, nanti sore baru pulang atau menginap sekalian disini saja. Anggap sebagai tempat peristirahatan "ucap Granny.


" Iya, nginap saja disini. Kalian berdua juga butuh istirahat " tambah Aunt Sarah.


Daffa dan Shafa pun memutuskan untuk menginap semalam.


Di saat makan malam bersama,


" Jadi hari ini Shafa sudah menandatangani proyek cafe dan restauran di Nottinghill " ucap Daffa.


" Berapa luasannya?? " tanya uncle David.


" 450 m2, per meternya 150 pounds, itu untuk fee desain saja. Belum termasuk pembangunan dan pengawasan. Untuk pembangunan, Shafa mendapatkan 5%. Untuk pengawasan total kedatangan 6 kali, 200 pounds sekali datang "


" 67.500 hanya untuk fee desain ???!!! plus 1.200 untuk pengawasan belum fee pembangunannya?? " tanya Aunt Sarah tak percaya.


" Iya "


" How much you make per year Daf?? " tanya Aunt Sarah lagi.


" Sekarang sudah 37.500 "


" Kalau Shafa dapat banyak proyek, kamu kalah Daf "


" Yeah, I know. But I'm happy, my wife is rich!!! "


" Naaah, Shaf. Kamu punya uang yang cukup untuk shopping ataupun jalan-jalan, gunakan lah sesekali, untuk refresing " usul uncle David.


" Kemarin kan sudah ke Turki, Mekah dan Madinah "


" Iya, tapi jadwalin jalan-jalan rutin yang sekitar London saja dulu " ucap Daffa.


" Ke Silverstone aja, lihat balapan. Ke Old Trafford nonton MU, ke Anfield, Liverpool, nonton bola juga, kalau itu gimana?? " tanya Shafa.


Keluarga uncle David pun tertawa mendengar jawaban Shafa.


" Perempuan aneh, kesukaannya nonton bola sama balapan!! " gerutu Daffa.


" Daripada belanja Bang. Eh tapi, nanti disana kita bisa belanja merchandise keren!!! yuk deh kapan kita kesana!!! "


" Uncle Dave, tanggung jawab tuh!! jadi ngajak nonton bola sama balapan lagi kaan!! "

__ADS_1


__ADS_2