
Dihari Jum'at siang, ba'da shalat Jum'at, duo D dan S pun berangkat ke Dufan sesuai dengan rencana mereka.
Shafa dan Syifa berjalan bergandengan sambil mengayunkan tangan mereka.
" Hihihi aku hepiiiii.... akhirnya ke Dufaaaan!!! " sorak Shafa.
" Setelah berapa purnama???? " tanya Syifa dan segera dijawab oleh dirinya dan Shafa,
" Ratusan!! "
Daffa dan Daniel yang berjalan dibelakang istri mereka hanya menggelengkan kepalanya.
" Ini baru ngajak calon emak, gimana kalau ngajak anaknya nanti yaa ??? " ucap Daffa heran.
" Hmmm wahana ekstrem mana yang bakalan dinaikin duluan nih!! " seru Syifa.
" Ayunan matic!!! " jawab Shafa sambil berlari ke arah wahana ontang-anting.
" Yaaaa dia bilang ayunan matic!!! "seru Daffa sambil menggelengkan kepalanya dan berlari mengejar Shafa yang telah masuk dalam antrian.
" Sayang beda yaa, kalau lihat mainan?? ga nyangka lho, ternyata seorang Shafa bisa jingkrak-jingkrak. Kalemnya tiba-tiba hilang!!"
" Welcome to my world!!! "
Syifa dan Daniel yang ikut mengantri di belakang Daffa dan Shafa hanya tertawa melihat adiknya ini.
" Jum'at gini, ternyata lumayan ramai juga yaa " ucap Daffa.
" Tapi ga panjang antriannya. Kalau Sabtu-Ahad, antrinya dah kayak game uler di HP" jawab Shafa.
" Yang, kenapa kita jadi bertukar kepribadian gini sih?? "
" Maksudnya?? "
" Sayang kan biasanya kalem, cuek, jutek, ga ngeliatin emosinya. Kalau Abang kan berisik, baper, ga bisa diam. Tapi sekarang kenapa Sayang yang berisik, heboh. Biasanya Sayang kalau ngomong kan irit banget!! "
" Hooo... hmmmm kenapa yaaa??? hmmm apakah karena??? " jawab Shafa.
" Karena apa??? kok nggantung jawabannya?? "
" Iii kasiannya digantung, turunin dong Bang!!"
" Ok Fix!!! Mbaaaak Syifa!!! adeknya kenapa lagi niiiiii!!! "
" Biasa tuh lagi happy, jadi berisik, ngomongnya ngaco, seenaknya sendiri. Itu tanda Shafa lagi happy "
" Nah itu Bang!!! I'm happy!! "
" Kalau kalem tandanya ga happy, gitu?? "
" Ga Daf, kalau lagi kalem tandanya emosinya dia tuh bagus, normal. Ibaratnya negatif sama positif, kalau kalem itu titik emosinya di angka nol. Kalau lagi happy kayak gini tuh di posisi kanan atau positif, keluarlah itu semua keseruannya. Tapi kalau lagi di posisi negatif, diamnya super, mukanya ga jelas, bawaanya pingin mukul. Di posisi negatif itu biasa ditandai dengan, satu.. laper, dua... capek atau bosan, 3 ... hmmm sakit... terutama sakit kepala, kalau yang terakhir ini, mending jauh-jauh deh " jawab Syifa panjang lebar.
" Nah jangan sampai bikin diriku ini sakit kepala!!! ok!!! ok laaa "
" Baiklah Nyonya!! "
" Tak akan kubiarkan Sayangku sakit kepala apalagi sakit hati... kalau lagu bilang mending sakit gigi daripada sakit hati... tapi kalau Gigi sakit kasihan Raffi Ahmad!! "
__ADS_1
" Alhamdulillah!! Hari ini Abang sehat!!! "
Daniel dan Syifa hanya menggelengkan kepala mereka mendengar percakapan Daffa dan Shafa.
Setelah mengantri, akhirnya mereka berempat masuk ke wahana ontang-anting.
Daffa dan Daniel memilih duduk di bagian terluar, yang tingkat ayunannya tertinggi. Shafa dan Syifa segera duduk disamping suami mereka.
" Waaa haakuuu takuuuut!!! Udah lama banget ga naik iniiiii!!! aku deg-degan!!! " ucap Shafa.
Daffa yang sebenarnya juga merasakan hal yang sama, hanya tersenyum dan meraih tangan Shafa.
" Sayang nanti kalau takut, lihat Abang aja. Kan ada pemandangan indah"
" Bang Daniel!!!! Adeknya kambuuuuuh!!! "
Orang-orang disekitar mereka yang mendengar pun tertawa.
Tak lama, operator mulai menghidupkan mesinnya.
" Siap yaaa!!! " operator ontang-anting memberi aba-aba.
Kursi mulai terangkat dan mulai berputar perlahan. Setelah beberapa detik, mulai bertambah kecepatan dan ketinggian, membuat teriakan penumpang ontang-anting semakin kencang. Shafa dan Syifa tertawa kegirangan, mereka tidak berteriak karena takut tetapi karena keseruan permainan itu.
Setelah beberapa putaran, teriakan mulai terdengar lirih.
" Mana teriakannya!!! " ucap operator.
Sontak teriakan bersahutan.
" Om !! kapan selesainya nih!!! gw takut kelempar sampe bulan Om!!! " teriak salah satu penumpang yang memecahkan suasana.
" Maaf yaa, saya bukan Om kamu, saga ga pernah nikah sama tante kamu, lagian memang sudah tugas saya untuk muterin kamu, kalau mau to the point, jangan panggil Om, panggil 'Mas' atau 'Abang' !! " jawab operator.
Teriakan pun berubah menjadi tawa yang tak henti.
" Baiklah, untuk menunjukkan perhatian Abang untuk kalian semua, Abang minta teriakan terdahsyat!!! setelah itu kita End "
Sontak semua berteriak dengan keras dan diiringi dengan tawa.
Setelah hampir 4 menit, akhirnya permainan pun selesai.
" Makasiiiiih Om!!! eh Bang!! " teriak para pengunjung ketika turun dari wahana sambil melambaikan tangan mereka ke arah operator wahana.
Duo S dan D, menuju wahana ekstrem lainnya jatuh pada kora-kora.
" Kita naik ayunan kapal nyooook!!! " ucap Shafa sambil berlari menuju wahana kora-kora.
" Tadi ayunan matic, sekarang ayunan kapal?? ajaib!!! "
" Yang!!! Tunggu!! " Daffa pun ikut berlari mengejar Shafa.
Setelah mengantri, akhirnya mereka pun menaiki wahana kora-kora.
Shafa dan Daffa kembali memilih tempat yang ayunannya tertinggi, yaitu baris paling ujung kanan. Mereka berempat pun duduk dalam baris yang sama. Shafa dan Syifa duduk diapit Daffa dan Daniel.
Setelah semua duduk dan besi pengaman telah terkunci, kapal kora-kora pun mulai berayun. Teriakan mulai terdengar, Shafa dan Syifa hanya tertawa, hingga ayunan semakin tinggi mereka berdua pun mulai berteriak.
__ADS_1
" Bang!! jantungku ketinggalan!!! .. " teriak Shafa membuat Daffa tertawa.
Kali ini Shafa benar-benar takut, sampai ia tidak bisa berteriak lagi. Ia memeluk lengan Daffa dengan kuat. Daffa pun merangkul Shafa dan meletakkan kepala Shafa di dadanya.
Setelah ayunan mulai bergerak perlahan, Shafa pun bernafas lega. Setelah selesai, Shafa memilih untuk beristirahat, mengkondisikan denyut jantungnya yang sangat cepat.
" Yang, minum dulu "
" Makasih Bang "
Daniel dan Syifa pun ikut beristirahat, dengan membeli corndog pedas.
" Shaf, mau ga?? "
" Ga mbak, makasih, aku mau yang seger-seger aja "
" Mau es krim?? " tanya Daffa.
" Maauuuu!! vanila salut coklat yaaa!! "
" Siyaaap!! Mbak, Bang, mau es krim juga ga?? biar sekalian "
" Ga, kamu aja sana " jawab Daniel.
Daffa pun membeli es krim untuk Shafa dan dirinya.
Sambil menikmati cemilannya,
" Mau naik apa lagi nih?? " tanya Daniel.
" Arung jeram, niagara-gara trus halilintar, kicir-kicir hmmm hysteria??? " jawab Shafa.
" Istana bonek ajah!! " goda Daffa.
" Iiidiiiii beda yaaa..... ternyata !!! " jawab Shafa yang dibarengi dengan tawa keempatnya.
" Arung jeram kan resiko basah tuh, mendingan itu terakhir " usul Syifa.
" Terakhir untuk wahana ekstrim, tapi bukan terakhir untuk pulang!!! terakhir tetep istabon atau kuda- kudaan !!! eeeeh bom-bom car belum!!! " sahut Syafa.
" Yowes, kita naik mobil-mobilan ekstrem!!! " ajak Daniel yang segera berjalan menuju wahana bom-bom car.
" Bang, ntar lanjut niagara-gara, halilintar trus histeria yaa. Kalau itu udah baru deh ke arung jeram, yaa?? " pintar Shafa.
" Ok, tapi lihat waktu juga nih. Sebentar lagi adzan Ashar, 1 wahana trus kita ke masjid " jawab Daniel.
" Ok Bang!! "
Setelah mengantri sekitar 10 menit, akhirnya mereka memasuki wahana bom-bom car.
Shafa telah siap di belakang kemudi, begitu juga dengan Daffa. Mereka mempunyai niatan yang sama, yaitu saling menyerang pasangan mereka.
Begitu mesin dinyalakan, Shafa segera mengarahkan ke Daffa, begitu juga Daffa, sehingga tabrakan keras tak terhindarkan. Mereka berdua tertawa geli sambil mulai mengejar kendaraan yang lain.
Daniel pun menjadi incaran Daffa. Setelah meliuk-liuk menghindari mobil lain, ia berhasil menabrakkan mobilnya cukup keras ke mobil Daniel.
" Yes!!" seru Daffa.
__ADS_1
" Heh!!! punya dendam apa kamu ke Abang!!! " teriak Daniel.
Daffa hanya tertawa.