Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 73 Ke Taman Jogging


__ADS_3

Daffa dan Shafa lebih banyak menghabiskan waktu liburannya dengan bersantai di rumah, karena di musim liburan semua tempat rekreasi dipastikan ramai.


Satu hal yang diinginkan Shafa adalah wisata kuliner dengan jarinya.


" Hmmm cari makanan apa lagi sih?? " tanya Daffa.


" Yang promo. Nih diskon 10-20%, free ongkir jika pemesanan lebih dari 100 ribu" jawab Shafa yang sedang asyik membuka aplikasi belanja makanan online.


" Yang, kalau makan ada hasilnya, Abang mau deh beliin, laaa ini rajin beli dan makan tapi kenapa badannya tetap minimalis??!! seperti ga dikasih makan "


" Itu tandanya, pencernaan dan metabolisme tubuhku bagus, Bang!! "


" Eh, besok kita ke taman jogging yuk, seperti masa lalu itu?? " ajak Shafa.


" Eh pengalihan isu " jawab Daffa.


" Pulangnya kita jajan yaaa " pinta Shafa.


" Mau jajan apa?? "


" Bubur ayam, ketoprak, mie ayam, yang ketemu aja "


" Kalau dulu ketemunya Abang kan " sahut Daffa.


" Hmm dulu ketemunya jodoh, kalau besok ketemunya tukang jualan makanan pinggir jalan "


" Kalau ketemunya jualan balon?? "


" Beli balon buat Danesh trus kita lanjut cari makan "


" Tetep yaa "


" Food is my sesuatu!! "


" Sesuatu itu apa?? "


" Yaa sesuatu lah!! "


" Bang, ngantuk yuk. Matiin lampunya "


" Yang, dimana-mana bilangnya tuh ' aku ngantuk, tolong matiin lampunya '. Ini kok, ngantuk yuk??!! ngantuk kok ngajak-ngajak "


" Ooo, ga mau bobok bareng sekarang?? yowes, aku duluan. Turn off the light please "


Shafa segera merebahkan dirinya di tempat tidur dan menarik selimut hingga menutupi badannya.


" Eeee kok. Yaa tetep tidur bareng lah!! masa' ga?? ga usah akting tidur gitu. Melek bentar sih, ngobrol dulu "


" Aku sudah tidur, aku sudah mimpi, aku mimpi makan mie ayam, burger lengkap dengan french friesnya "


" Istriku semakin aneh selama liburan ini "


" Yang penting... "

__ADS_1


" Iya, nyata. Abang juga tahu dan bersyukur kalau istri Abang ini nyata, bukan khayalan semata "


" Kalau semata itu khayalan, kalau dua mata?? apa Bang?? "


" Ok, tidur yang nyenyak ya Sayang, mimpi indah yaa. Ga usah ngomong lagi. Good night, sweet dream " jawab Daffa sambil berbaring di samping Shafa yang tertawa.


Keesokan paginya Daffa dan Shafa berboncengan sepeda menuju Taman Jogging dengan Danesh yang duduk di depan, di kursi khusus balita.


Sampai di dekat taman jogging, Daffa menghentikan kayuhannya.


" Tamjog 1 atau 2 " tanyanya.


" Yang ga ramai, yang lebih sepi " jawab Shafa.


" Hmmm mana yaa?? eh yang 2 aja deh, yang ada kelincinya "


Daffa lalu mengarahkan sepedanya menuju taman jogging 2 yang terletak di seberang taman jogging 1.


Setelah memarkirkan sepedanya, mereka memilih untuk berjalan santai mengitari trek.


Danesh mulai beraksi setelah melihat area bermain yang bewarna-warni.


" Mau main di sana yaa?? ayooo " ajak Daffa sambil mengangkat Danesh ke bahunya.


Danesh pun bermain ayunan, jungkat-jungkit, masuk ke dalam tubes dan masih banyak lagi.


Setelah itu ia berlari menuju kandang kelinci dan terus berlarian kesana kemari.


Daffa dan Shafa pun ikut berlari mengejar putranya.


" Iya, istirahat aja. Biarin Danesh puas-puasin main "


Shafa pun melihat ke sekeliling, beberapa pedagang makanan bersepeda telah mengalihkan perhatiannya.


" Bang, aku jajan yaa. Titip Danesh. Eh, Abang mau apa?? "


" Terserah aja, kan tahu selera Abang "


" Okay, wait in here!! "


Shafa membeli bubur ayam, batagor dan ketoprak.


" Bang, makan dulu yuk!! " panggil Shafa.


Daffa berjalan menuju pinggir taman sambil menggendong Danesh.


" Yuk sarapan yuuuk. Danesh, sarapan bubur ayam yuk " ucap Shafa sambil menyuapi Danesh.


" Yang, Abang yang mana?? "


" Sayang, makan ketoprak yaa. Abang ambil batagornnya "


" Ok "

__ADS_1


Ketiganya sarapan dengan lahap, menikmati suasana pagi yang cerah.


" Coba di London ada yang jual makanan seperti ini, pasti aku borong!!! langganan deh!! " ucap Daffa.


" Mimpi ya Bang, mimpi memang indah "


" Itulah... eh bentar "


Daffa berjalan ke arah penjual makanan yang berjejer di pinggir taman.


" Bang, jualannya pindah ke London dong, biar aku bisa makan ini tiap hari "


" Eh Bule aneh !! kita disuruh pindah ke London, pulang kampung aja mikir!! " jawab salah satu penjual.


" Yaaa Abang, masa' aku harus pulang ke Jakarta buat makan batagor?? "


" Eh Bang, aku pesan buat dibawa pulang ke London. Minta nomor WAnya, ada Bang ?? "


" Ini seriusan orang London?? " tanya abang penjual batagor tak percaya.


" Ya beneran atuh Kang. Abdi mah urang London " jawab Daffa dengan logat Sunda.


" Laaa ini emang bule aneh!!! orang London tapi ngomongnya Sunda!! kumaha!! "


" Yaa gitu deh Kang. Eh beneran ini Kang, minta nomor wa-nya, aku pesan buat dibawa ke London "


" Serius ini?? "


" Dua rius atuh Kang. Sabtu depan, abdi pulang ke London, pesan yang banyak buat dibawa kesana "


Abang tukang batagor pun memberikan nomor wa-nya kepada Daffa.


" Aku pesan hari Jum'at, 100 biji ya Kang. Nanti tolong di antarkan ke rumah. Tolong diplastikin 20-20 ya Kang "


" Nanti saya WA alamatnya. Ini DPnya, buatin yang spesial ya Kang " ucap Daffa sambil menyerahkan 2 lembar 50ribuan.


" Siap, in syaa Allah saya buatkan yang spesial, khusus untuk di London "


" Syukron Kang "


" Afwan... eh tahu 'Syukron' juga?? "


" Tahu lah Kang, saya juga muslim. Tuh istri saya yang pakai jilbab dongker " tunjuk Daffa.


" Ooo si eneng ituh istrinya. Sekeluarga teh kasep pisan "


" Alhamdulillah... jangan lupa Jum'at ya Kang "


" In syaaAllah "


Matahari pagi semakin terik, setelah hampir 3 jam bermain dan waktu telah menunjukkan hampir jam 09.00 pagi, mereka memutuskan untuk pulang.


" Kita pulang, kalau mau jajan lagi, nanti siang yaa "

__ADS_1


" Ok Bang!! Danesh!! kita pulang yuuuk!!! "


__ADS_2