Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 36


__ADS_3

Keesokan harinya setelah sarapan,


" Bang, hari ini kita disini aja yaaa. Aku mager"


" Ga pingin jalan-jalan kemana gitu?? "


" Ga "


Syifa mendatangi tenda Shafa,


" Shaf, aku mau shopping... "


" Sok lah, aku bermageria disini " jawab Shafa sambil tiduran.


" Baiklah, mo nitip ga?? "


" Anything yang bikin happpy tummy"


" I knew it!! Yowes, Daf jangan ikutan mager yaaa!! "


" Iya Mbak, have fun!! "


" Daf, gw jalan dulu. Assalamu'alaikum " pamit Daniel.


" Wa'alaikumsalam"


" Serius mo rebahan aja?? "


" Ya ga lah, tapi aku males pergi, Bandung juga suka macet, tempat belanja pasti ramai banget"


" Ya udah, ikut Abang yuk, jalan-jalan sekitaran sini aja.... ntar Abang gendong lagi deh kalau capek "


" Waa Abang ganteng shalih tahu ajah!! "


" Sayang ini pinter muji, kalau muji ga tanggung-tanggung, kata-katanya bisa bikin orang melayang. Tapi kenapa ga mau dipuji sih?? "


" Eeeiiit ga usah protes!! I am what I am, yes!! "


Daffa hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Shafa.


Daffa menggandeng tangan Shafa menuju perbukitan. Setelah beberapa menit berjalan, dapat terlihat pemandangan kota Bandung dari atas.


Daffa duduk diatas bebatuan, ia pun mendudukkan Shafa dipangkuannya.


Angin berhembus cukup dingin di pagi itu, Daffa pun memeluk Shafa dari belakang.


" Anginnya dingin"


" Abang kedinginan?? "


" Ga, kan ditutupi Sayang " canda Daffa.


" Hooo aku bagaikan bedcover "


Daffa tertawa mendengar kata-kata Shafa.


" Yang, Sayang mau punya anak berapa?? "


" Hmmm berapa aja yang dikasih Allah "


" Hmmm ga kepikiran angkanya gitu?? 2,3,5,8 ?? "


" Sekalian aja bikin kesebelasan!! "


" Hahahaha Sayang sewot niiii " ucap Daffa sambil mencubit pipi Shafa.


" I didn't say what, I said numbers "


Daffa semakin keras tertawa mendengar jawaban-jawaban khas Shafa.


Ia pun memeluk lebih erat dan mencium pipi Shafa.


" Eh pipi Sayang dingin nih, dah yuk kita jalan"


Daffa pun bangkit dari duduknya.


" Abang gendong yuk "


Daffa pun berjongkok.


" Baiklah kalau Abang memaksa"


Shafa pun berdiri menghadap punggung Daffa.


" Siap yaa, hoop!! "


Shafa merebahkan kepalanya di bahu Daffa.


" Kenapa Yang?? "


" Ga tau, lagi males aja rasanya "


" Abang beliin surabi mau?? "


" Ga kepingin makan "


" Balik ke tenda aja ya Bang "


" Siap laksanakan my queen "


Pipi Shafa bersemu merah, ia pun mencubit lengan Daffa.


" Ih ga bisa dicubit!! keras amat lengannya!!" protes Shafa.


" Hahahaha gagal nyubit yaaa... uuuu kasiaaan"


" Ternyata Abang bisa centil juga ya?? "


" Buat Sayang, apa sih yang ga bisa "


" Uuuuu cooo cuiiiiit.... "


Mereka berdua pun tertawa dan kembali menuju ke area perkemahan.


Ternyata pagi ini lebih ramai dari hari kemarin. Terlihat beberapa anak asyik bermain dan berlarian, juga terlihat beberapa anak muda berkumpul di depan tenda mereka.


" Bang turunin, ga enak "


Daffa pun menurunkan Shafa sebelum memasuki area perkemahan.

__ADS_1


Kemudian keduanya berjalan menuju tenda.


Seperti yang sudah diduga, kehadiran Daffa mengundang perhatian pengunjung perkemahan.


" Ada bule ada buleee " teriak anak-anak yang berlarian.


Daffa tersenyum mendengar anak-anak itu berteriak.


" Sini main sama bule!!! " ajak Daffa sambil menghampiri anak-anak tersebut.


" Om bule bisa bahasa Indonesia?? " tanya salah satu dari mereka.


" Bisa dong!! Om setengah bule kok, setengahnya lagi Sunda "


" Oooo damang Om "


" Damang... dah jangan dilanjut, Om cuma tahu itu doang bahasa Sundanya"


Anak-anak itu pun tertawa, begitu juga para orang tua yang mengawasi anak-anak mereka.


" Om juga kemah disini?? sama siapa?? "


" Iya, tuh tendanya yang di ujung kanan. Berempat sama istri Om, trus sama kakak, tapi mereka lagi pergi"


" Ooo tante cantik ini istri Om!!! Om kenalan dulu dong!!! aku Rafi "


" Aku Sheila "


" Aku Radit"


" Aku Mischa "


" Aku Meylan ini adekku Michael "


" Namanya bagus- bagus semua, seperti orang nya cakep-cakep. Oiya nama om, Daffa trus istri Om namanya Shafa "


" Eeeciiieeee namanya miriiiip!!! " goda anak-anak itu sambil tertawa.


" Itu tandanya jodoh!! " jawab Daffa sambil mengedipkan satu matanya.


" Waaaa om Daffa geniiiiit!! "


Suasana perkemahan menjadi ramai dengan tawa karena adanya interaksi Daffa dan anak-anak.


" Om, anaknya mana?? "


" Om belum punya anak, baru nikah pekan lalu"


" Eeeciieeeee pengantin baru nii yeee " goda mereka lagi.


" Sekarang lagi bulan madu??? " tanya Sheila yang terlihat usianya paling tua.


" Hmm iya ga yaa?? ga sih "


" Kok bingung jawabnya?? "


" Soalnya kalau bulan madu, masa' milih tempat yang banyak bocah berisik kayak kalian!!! hilang romantisnya!!! "


" Waaa Om Daffa teh bodor!!! "


" Apa tuh bodor " tanya Shafa.


" Oiya tadi kalian main apa?? "


" Gobak sodor!! "


" Waaa itu mainan Om waktu SD!!! Om ikut dong!! "


" Waaa segede gini susah ngelawannya!!! "


" Badan Om mungkin besar, tapi kalau urusan cepat, belum tentu!! keberatan badan!! " canda Daffa yang kembali memecahkan suasana.


Mereka pun kembali bermain dengan Daffa sebagai pemain tambahan


Shafa segera siap mengabadikan moment tersebut dalam HPnya.


Tadinya ia ingin merekamnya, tetapi akhirnya ia memilih untuk mengambil foto permainan tersebut.


Anak-anak mulai mengambil tempat, sebagian menjaga garis dan sebagiannya lagi berusaha melewati garis.


Sebetulnya Daffa masuk ke dalam tim penjaga garis, tetapi anak-anak protes.


" Om Daffa jangan jadi penjaga garis, tangan sama kakinya panjang, pasti kita bakalan kalah!! "


" Iya, Om Daffa yang ngelewatin garis aja yaa!! " teriak anak-anak.


" Hmmm jadi Om Daffa di kubu ngelewatin garis yaaa!! Woookeee!!! siap-siap yaaaa!!! ... GO!!! "


Permainan pun segera dimulai.


Teriakan dan tawa anak-anak mengundang yang lain untuk menyaksikan permainan.


Di tambah suara Daffa yang tidak segan untuk berteriak layaknya anak-anak.


" Eeee curaaang!!! masa' Om ditahan sampai 4 orang begini!!!! tuuuu pada lewat!!!! " protes Daffa.


" Yang, tolongin ternyata aku dijebaaaak!!!! Hurry up!!! Save meeee!!!! " teriak Daffa yang mengundang gelak tawa penonton.


Shafa pun segera memasuki area permainan, lengkap dengan aktingnya.


" Emm!! Emm!! eeiiittt kamu yang perempuan ga boleh ganas-ganas ke laki. Don't touch my husband ya!! tarik kaosnya ajaaa!!! "


" Yeeee Sayang!!! bukannya ngebantuin malah ngasih ide!!! " protes Daffa.


" Tante!!! ikutan main aja, buat nangkap Om Daffa!! "


" Jangan!!! ntar Om Daffa sengaja minta ditangkep!!! " teriak yang lain.


" Iya, ntar malah nyamperin tante!!! kalah deh kita!!! " protes mereka yang disambut dengan gelak tawa dan tepukan tangan.


Daffa pun ikut tertawa dan ia akhirnya memilih duduk di rumput, dengan lutut di tekuk.


" Capek ah, nungguin pager dibuka!! Yang, minum dong!! "


Melihat Daffa duduk dan bersantai penonton pun bersorak.


" Laaaa Om Daffa mager!!! "


" Om kok berhenti!! "

__ADS_1


Protes anak-anak .


" Ga bisa gerak!! kalian keterlaluan ngejaga garisnya!!! pencuri pasti ketangkap!!! "


" Om berarti pencuri dong!!! "


" Iya!! pencuri hati tante Shafa!! " Daffa segera bangkit dari duduknya dan berlari menghindari Shafa yang sudah siap untuk memukulnya. Sedangkan yang lain tak berhenti tertawa melihat kekonyolan Daffa.


" Astaghfirullah!!! Yaaang!!! Ampun dah!!! Stop right there!! "


Shafa pun berhenti mengejarnya.


Mereka berdua mengambil nafas dengan terengah-engah.


" I'm exhausted!!! Aaaahh i need water!!! "


" Makanya jangan iseng muluk!!! ntar ku ambilin " Shafa masuk ke dalam tendanya dan mengambil air minum untuk Daffa.


Permainan pun berhenti sesaat, diisi dengan senda gurau tamu perkemahan.


" Pasangan seru nih!!! "


Tak lama Shafa kembali membawa botol minum untuk Daffa.


" Syukron Yang"


Daffa bangkit dari duduknya


" Om, mau lanjut ga mainnya!!! " tanya Rafi.


" Lanjuuuuut!!! tapi 1 putaran aja yaa "


" Ok!! "


Permainan pun kembali dilanjutkan, teriakan dan tawa kembali terdengar. Pengunjung area perkemahan pun semakin banyak berkumpul di area permainan.


Daffa cukup kewalahan akan 'keganasan' anak-anak itu bermain.


Daffa menggendong Michael anak terkecil, yang masih berusia sekitaran SD kelas 2, sambil berlari. Hingga akhirnya, sambil mengangkat tangannya.


" Ok!!! Om nyerah!!! "


Ia lalu menurunkan Michael.


" Dah yaa, Om capek!!! kalian ganas banget sih!!! "


Daffa mengatur nafasnya sambil meletakkan tangannya di lututnya.


" Ini permainannya kenapa berubah jadi 'penyerangan bertubi-tubi' sih?? "


" Om versus little creatures!!! " lanjut Daffa yang memecahkan suasana kembali.


" Om udahan ya!!!! kurus ntar nih!!! "


" Ntar sore main lagi ya Om!! "


" In syaa Allah.... sekarang om traktir kalian es krim, silahkan pilih rasanya, bebas "


" Boleh 2 Om?? "


" Boleh "


Kemudian beberapa remaja mendekati,


" Om ikutan dooong ditraktir "


" Dah sana ambil aja es krimnya "


Daffa menghampiri penjual es krim dan memberikan uang 500ribu.


" Kalau kurang, tagih ke saya di tenda ujung sana ya Mang "


" Baik, kalau lebih nanti saya kembalikan "


" Ga usah Mang, buat Mamang aja "


" Alhamdulillah, makasih atuh. Mugi-mugi sehat selalu, rezeki barokah, sukses dunia - akhirat "


" Aaamiiinnn, sama buat Mamang juga yaa "


Kemudian Daffa kembali menghampiri anak-anak yang sedang menikmati es krimnya.


" Nanti sore mainnya ganti ya. Om ga mau di serang kayak tadi ah!! "


Anak-anak itu pun tertawa.


" Seru itu Om!! "


" Om Daffa larinya lucu!! "


" Pakai ngumpet di belakang tante Shafa lagi!!"


" Eee jangan salah, tante Shafa itu tameng pelindung Om, tanya aja sendiri "


" Emang iya tante?? "


" Pelindung dari apa?? "


" Masa' badan gede gitu malah butuh pelindung?? "


Daffa dan Shafa tertawa mendengarkan pertanyaan anak-anak itu.


" Om Daffa memang badannya besar, tapi ada satu hal yang ga bisa dilakukan, harus tante yang maju "


" Emang apaan tante?? "


" Pelindung dari incaran cewek-cewek pengejar cowok bule!! "


" Walau bulenya abal-abal!! " Daffa menambahkan.


Anak-anak itu pun tertawa geli.


" Eee walaupun bule abal-abal tetep ganteng kaaaan!! "


" Huuuu " anak-anak pun menyoraki Daffa.


Tak lama terdengar adzan dzuhur.


" Eh sudah dzuhur, yuk kita shalat dulu!! "

__ADS_1


Daffa pun bersegera shalat berjamaah di masjid.


__ADS_2