
Sesuai dengan janjinya, Ayah Daffa menunggu Shafa di lobby utama. Tak lama menunggu, Shafa pun terlihat bersama Fitri.
" Shaf!! " panggil Ayah Daffa.
" Iya, Yah "
" Ayo, supirnya baru saja datang " ajak Ayah Daffa ke teras gedung.
Sebuah mobil SUV buatan Eropa datang menghampiri,
" Pak, saya sudah siap " supir mobil tersebut turun dan menghampiri mereka bertiga.
" Ini Shafa dan Fitri, antarkan mereka ke kampusnya di Trisakti, kamu jangan pulang dulu. Tunggu sampai mereka selesai kuliah, nanti antarkan mereka pulang"
" Baik Pak "
" Oiya ini Pak Andi, supir di rumah. Ya sudah segera berangkat biar ga terlambat"
" Makasih Yah " jawab Shafa.
" Makasih Pak " Fitri juga.
" Assalamu'alaikum " salam keduanya sambil menaiki mobilnya.
" Wa'alaikumsalam "
Shafa dan Fitri pun berangkat ke kampus dengan diantar mobil milik ayah Daffa.
" Calon mertua idaman banget nih!!! eh Shaf, ada koleksi lagi ga?? "
" Lo kira barang!!! lagian mene ketehe yaa kalau itu orang ternyata tajir melintir gini, gw tahunya dia bule aja"
" Yeee elo, kalau dia dari SMP dah sekolah di Inggris lanjut sampe kuliah!!! kalau bukan tajir?? apa lagi??!!! lo aneh juga!! "
" Eh cerita dong lo kenalnya gimana?? trus emang beneran dia sudah ndeketin lo dari SMP?? kakak kelas?? " tanya Fitri.
" Gw jawab yang mana dulu nih!! banyak amat nanyanya!! "
" Kepooooo gw!!! buruan!! " ucap Fitri yang tidak sabar menunggu jawaban Shafa.
" Daffa tuh setahun lebih tua walaupun kita seangkatan, makanya gw panggil 'Bang', awalnya sih iseng buat nggangguin, eh dia malah seneng, yaa gw juga jadinya keterusan. Sekarang jadi ga enak kalau manggil langsung nama, aneh aja rasanya "
" Kenal di SMP, 1 kelas waktu kelas 7. Tapi sebenarnya sudah tahu dari SD, soalnya dia dari SD yang satu lapangan sama SD gw, jadi kalau upacara barengan "
" Dari kelas 6, dia sudah mulai coba kenalan ke gw, tapi gw cuekin. Dulu dia ga sebule dan setinggi sekarang, terakhir gw lihat dia sebelum masuk kuliah, itu juga gw ga tahu kalau itu dia, gw kira malah bule asli, dulu abang tuh ga sebule dan segede itu, tapi ternyata itu abang"
" Dah sekian dan begitu aja " tutup Shafa.
" Hoo, trus ga kontak sama sekali?? walaupun di FB?? " tanya Fitri.
__ADS_1
" Jarang sih... lagian ga ada perlunya juga, ngapain "
" Waaah ajaib kalau jarang kontak tapi ternyata jadi juga!! "
" Semua Allah yang atur, kita ngejalanin aja kan "
" Iya, sih"
Tak lama mereka pun sampai di kampus.
" Makasih Pak "
" Mbak, saya tunggu disini yaa. Oiya mbak, mushollanya dimana yaa?? "
" Pak, kalau nanti mau shalat jalan ke arah tengah aja, nanti ada bangunan putih, itu masjid kampus. Bapak bisa nunggu disana juga, sekalian ngadem"
" Alhamdulillah ada masjidnya, ya sudah mbak, saya nunggu di masjid aja"
" Makasih Pak Andi"
" Sama-sama Mbak "
Shafa dan Fitri segera menuju kelas mereka untuk mengikuti kuliahnya.
Sore harinya, setelah selesai kuliah, mereka pulang diantarkan sampai rumah oleh Pak Andi.
Sesampainya di rumah Shafa,
" Makasih Pak Andi"
" Silahkan Pak, Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Setelah sampai kamarnya,
" Weeeeiiiss mantab, dianter sapa tuh, mobil mihil !! " tanya Syifa yang baru pulang kantor.
" Ada deh, ntar juga tahu. Aku mandi ah, capeek!! " jawab Shafa yang sedang mengambil pakaian ganti dan segera masuk ke kamar mandi.
Malam ba'da Isya, keluarga Shafa makan malam bersama, seperti biasa diselingi dengan percakapan ringan di antara mereka.
" Tadi Pak Dylan telpon Ayah, katanya mulai hari ini, dia akan sediakan antar jemput untuk kamu, dari rumah, ke kantor, ke kampus dan semua keperluan kamu yang lain..."
" Uwaaaaw!!! kok iso??!!! Pak Dylan iku sopo???!! " potong Syifa.
" Bocah ora sopan, bapake ngomong kok diputus!!! " tegur ibunya.
" Hihihi nunsewu Bu, Pak. Kulo mingkem mawon, nggih "
__ADS_1
( maaf, saya tutup mulut saja, ya )
" Bapak lanjut, Bapak sih ga masalah ada yang ngasih fasilitas buat anak Bapak, nah pertanyaannya tadi Pak Dylan iku ngomong, buat calon mantu?? koe ki wis dilamar?? kok Bapak ora ngerti?? "
Dan semua mata menuju ke arah Shafa dengan tatapan penuh selidik.
" Pripun nggih Pak, kulo yoo mboten ngerti. Dulu Daffa pernah bilang kalau suka sama aku, tapi ga aku terima. Waktu itu masih SMP kelas 8, naa pas kelas 9, de'e pindah sekolah ning London, jare kampung bapak'e. Saiki yo isih ning London, isih kuliah "
( dia pindah sekolah ke London, katanya kampung bapaknya. Sekarang ya masih di London, masih kuliah )
" Nah terus tadi pas lagi di ruangan bapak'e Daffa, Pak Dylan, Daffa ne nelpon. Nah sama bapak'e di lanjut video call disambung ke proyektor, jadi bisa lihat semua "
" Nah pas itu, yooo Daffa ne njerit, ' Shafa!!kamu Shafa kan!!! "
Shafa pun menceritakan semua percakapan Daffa dan ayahnya pagi tadi.
" Jadi gitu, yaa terus minta nomere bapak, pas ta' kasih sama namanya, bapak'e bilang bulan lalu baru ketemu sama Bapak, terus bilang lagi, urusan Daffa kayaknya lancar nih"
" Yaa aku kan bingung!! "
" Waaaa dapat jackpot kamu, Shaf !! " ucap Syafiq.
" Yaa ini artinya Bapak Ibu harus siap kapan aja kamu bakalan di lamar?? " tanya ibu Shafa.
" Ga tahu lah Bu, aku ga mau mikirin itu dulu. Ga mau ngarep, ntar kecewa kalau ga jadi " jawab Shafa.
" Laaa piye, kok kowe ora yakin?? kalau bener apa yang kamu ceritakan, yoo artine de'e serius !! yo koe musti siap " ucap ibu Shafa.
" Mboh lah Buuu, kulo bingung!! "
" Ya sudah, ga usah dipikirkan dulu. Sing penting saiki fokus sama tugas KP kamu dan setelah ini kan tinggal 2 semester lagi lulus. Syukur-syukur tahun ngarep awakmu wis lulus. Njur ne' dilamar, iso langsung nikah wae. Bapak ora keberatan, Bapak yoo seneng, anak Bapak ono sing ngelamar "
" Aku takut eee Pak, mboh lah!! "
" Kamu shalat istikharah, biar Allah yang menentukan, jawaban dan pilihan Allah ga pernah salah. Perbanyak do'a ya Shaf " Ayah Shafa menenangkan.
" In sya Allah, Pak " jawab Shafa.
Setelah pembicaraan selesai, sebelum
Shafa kembali ke kamarnya, ia bersiap untuk tidur, kemudian membuka pesan dari Cici di HPnya.
" Shaf, pa kabar?? kapan wikenan lagi nih!! "
Shafa menjawab,
" Ntah, gw mo tidur dulu ya, otak gw dah mo meledak . .. caapeeeekkk!!! "
" Ih ngeri, yowes lo tidur gih!! met mimpiin Abang!! "
__ADS_1
Tak lama kemudian, Shafa sudah tertidur pulas.