Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 29


__ADS_3

Keesokan harinya setelah sarapan pagi,


" Yang, kita ke rumah ayah ba'da Ashar yaa, sekalian nginap semalam mau ga ?? " tanya Daffa.


" Boleh, biar lebih kenal sama ibu (Daffa)juga, nanti aku bilang ke ibu (Shafa) "


" Ok, aku telpon ibu yaa "


Daffa segera menghubungi ibunya, tak lupa ia mengaktifkan speakernya.


" Assalamu'alaikum " sapa ibu Daffa.


" Wa'alaikumsalam, ibuuu lagi ngapain?? "


" Lagi nerima telpon dari anak bungsu " jawab ibu Daffa.


" Ibu ngelawak nih!! Bu, ntar aku nginep ya semalem ajah. Boleh yak!! "


" Ga, ngapain nginep disini "


" Idiiii ibu mah tegaaa, si bungsu kesayangan mo pulang nginep kok ditanya ngapain!!?? "


" Ih kamu GR deh, siapa bilang kamu tuh kesayangan?? "


" Baiklah, aku menyerah... " jawab Daffa dengan suara memelas.


" Yes 1-0 !! emak kok dilawan!!! eh mo pulang tinggal pulang aja pakai nanya, kemaren dari London aja ga pakai bilang langsung muncul di depan rumah, laaa ini cuma tinggal loncat juga nyampe pakai izin!!?? "


" Yaaa kali Bu, loncat doang dah sampe rumah!! Yang loncat Hulk itu!! "


" Mo nginep tinggal nginep aja kok repot. Eh nanti kamu kesini jam berapa, jangan menjelang makan baru nyampe nih!! "


" In Syaa Allah ba'da Ashar, aku bawa Shafa aja yak "


" Hmmm Shafa kok dibawa, diajak bukan dibawa!!! emang ga ada berlian atau zamrud gitu yang bisa dibawa??? "


" Ibuuuuuu mulai deeee, pantesan aku suka error!!! laaa ibunya kayak ginii!!!"


" Ssst anak ga boleh protes!! Ibu tunggu nanti yaa "


" Iya Bu. Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Shafa tertawa geli mendengar percakapan ibu dan Daffa.


" Hmmm kayaknya ada yang happy nih ndengar aku dikerjain ibu "


" Aku kira ibu itu orangnya serius.... "


" Eee jangan salah... kalau ibu mulai serius, kita harus waspada. Ayah aja takut "


" Emangnya?? " tanya Shafa.


" Ibu itu suka serius disaat tak terduga, tapi di tengah-tengah keseriusannya, bisa tiba-tiba error lagi "


" Hmmm kayak Abang yaaa "


" Fisik memang kayak ayah tapi kalau karakter, Abang banyak nurun dari ibu. Kebalikan sama Bang Daniel, postur tubuh memang kita bertiga 11-12, dari belakang kita serupa tapi tak sama, tapi kalau wajah, Bang Daniel itu mirip ibu, kulit dan rambutnya itu Indonesia banget, bulenya dikit banget kan?? "


" hmmm iya, tapi kok lucu yaa Abang jadi bule banget tapi Bang Daniel malah lokal banget "


" Yaaa Allah kan yang bikinnya gini "


" Eh aku bawa makanan apa yaa?? " tanya Shafa.


" Ga usah, kan tadi Abang bilang cuma mau bawa Sayang aja "


" Ga enak ah, masa' perdana ke rumah mertua ga bawa apa-apa "


" Terserah Sayang aja "


" Hmmm ibu suka makanan manis atau asin ?? kalau manis aku mau buat puding buah, kalau asin aku mau buat pastry "


" Ibu sih suka semuanya, yang paling cepat and ga repot aja bikinnya "


" Yowes aku bikin 2-2nya, ntar lihat yang cakep yang mana "


" Yaaa repot dong kalau semua dibikin!! " protes Daffa.


" Ga kok, kulit pastrynya kan sudah ada. Biasa bikin banyak, jadi pas mau pakai sudah ada "


" Ooo kirain, Abang ikutan bantuin bikin yaa "


" Boleh, yuk sekarang aja "

__ADS_1


Shafa pun keluar kamar menuju dapur di lantai bawah, diikuti oleh Daffa.


Shafa membuat puding terlebih dahulu.


" Bang, tolong diaduk yaa. Aku siapin vla-nya "


" Ok! "


Beberapa menit kemudian,


" Yang, udah blebeb-blebeb nih!! "


Shafa mendekati Daffa untuk melihat ,


" Bang, bilang mendidih aja blebeb-blebeb!! " ucap Shafa sambil menggelengkan kepalanya dan mengambil alih puding yang telah mendidih.


Shafa mengambil cetakan puding yang sebelumnya telah disiram air es.


" Bang, tuangin pelan-pelan yaa, biar ga nyiprat-nyiprat"


Daffa kemudian menuangkannya perlahan-lahan.


" Dah, tunggu dingin baru masuk ke kulkas "


" Hmmm polos aja pudingnya?? ga pakai buah?? "


" Nanti buahnya fresh aja, kan cetakannya ada lubang ditengah, nanti buahnya masukin kesitu trus di pinggirannya juga dikelilingi buah. Nanti vla-nya dipisah "


" Buahnya apa?? " tanya Daffa.


" Aneka berry aja, ntar beli di toko buah segar"


" Puding sudah, vla sudah, tinggal pastry. Hmmm enaknya diisi apa yaa?? " tanya Shafa sambil membuka freezer mencari isian untuk pastrynya.


" Naah ada smoked beef, sosis, tambahin telur sama keju. Yuk kita baking!! "


Shafa mengambil 2 pinggan anti panas, setelah mengoleskan margarin ke sekeliling wadah, ia menyusun lembaran pastry dengan potongan smoked beef dan telur, tak lupa garam dan lada sebagai perisa, lalu ia meletakkan pastry kembali sebagai penutupnya. Setelah diolesi kuning telur, ia pun segera memanggang nya.


" Bikin dua, sekalian buat di rumah" jelas Shafa.


Setelah 20 menit aroma harum dari oven telah tercium,


" Waaaa ini wangi banget... kayaknya enak nih!! " ucap Daffa.


" Biarin membulat, biar Sayang yang tetap ngelirik Abang, yang lain ga " goda Daffa sambil memberikan lirikan mautnya.


" Iiiuuuu Abang!!!! bikin merinding... hiii " Shafa bergidik dan berjalan menjauhi Daffa.


" Eeee mau kemana!!!... eee ga boleh kabur!! sini!! hmmm Abang rayu juga nih!! "


" Weeeiiittt awas yaaa beraninya main rayu!! " ancam Shafa.


" Emangnya kalau Abang rayu, Sayang kenapa?? mau apa?? cium aja deee "


Shafa menutup telinganya dah berlari ke ruang keluarga.


Daffa tertawa geli melihat Shafa. Baru kali ini ia melihat ada perempuan yang takut dirayu.


Ibu Shafa yang baru saja turun, melihat Shafa berlari membuatnya bertanya,


" Kamu kenapa lari-lari, Daffa mana?? "


" Hiii Abang lagi kambuh, aku mendingan kabur, merinding kalau dekat-dekat"


" Ini kenapa lagi?? "


Ibu Shafa kemudian berjalan menuju dapur, ia melihat Daffa yang senyum-senyum sendiri.


" Eh kamu ngapain di dapur, senyum-senyum sendiri lagi?? "


" Hihihi nungguin pastrynya matang, sudah mulai coklat " tunjuk Daffa ke arah oven.


" Itu kenapa Shafa kok merinding-merinding sampai lari-lari?? "


Daffa tertawa geli mendengar pertanyaan mertuanya.


" Eee ditanya malah ketawa "


" Biasa tuh Bu, putri yang tak bisa dirayu "


" Ooo pantes, ee itu dah hampir matang deh, coba di buka " tunjuk ibu Shafa ke arah oven.


Daffa membuka pintu oven, aroma wangi gurih tercium. Ia pun mengeluarkan pastry dari dalam oven dan meletakkannya ke rak pendingin yang telah Shafa siapkan sebelumnya.


" Sudah matang... hmmm kayaknya enak "

__ADS_1


" Yaaang dah matang nih!! " panggil Daffa.


Shafa pun menghampiri.


" Yuk kita beli box buat puding " ajak Shafa.


" Eh ga usah beli, ibu punya box baru, tuh di dalam lemari "


Shafa membuka pintu lemari yang dimaksud,


" Alhamdulillah pas nih ukurannya "


" Ya udah aku beli buah dulu ya Bu, buat hiasan pudingnya "


" Ini sudah selesai?? tinggal buah aja?? " tanya ibunya.


" Iya, ke depan aja kok, di toko buah segar " jawab Shafa.


" Sekalian beli buah buat di rumah, melon atau semangka, dua-duanya juga boleh, beli yang sudah dibelah dan tipis kulitnya "


" Baik Bu " jawab Shafa.


" Uangnya ambil di lemari atas TV"


" Ga usah Bu, nanti Daffa beliin aja "


" Eee makasih ditraktir anak ganteng "


Daffa tersipu malu mendengar ibu Shafa.


" Ciiieee Abang malu niii.... "


" Eee ini ngegodain aja, dah buruan kalau mau pergi "


" Iya Bu, siap!! "


" Yuk Bang!! "


Setelah memakai jilbab instan dan kaos kaki, Shafa segera keluar diikuti Daffa.


" Jalan aja Bang, kan dekat "


" Eh tuh ada sepeda. Sepeda siapa??"


" Sepeda mas Syafiq "


" Pinjam sepedanya boleh??"


" Pakai aja, mas Syafiq jarang pake"


" Ya sudah, kita naik sepeda aja yuk, Abang boncengin "


" Ok !! "


Shafa kembali masuk ke dalam,


" Bu, aku pakai sepedanya mas Syafiq ya. Assalamu'alaikum "


" Iya, wa'alaikumsalam "


" Minah, tolong ini bantu di bereskan "


30 menit kemudian, Daffa dan Shafa telah kembali dari toko buah.


Shafa segera mencuci buah-buahan yang ia beli untuk pudingnya. Dan memasukkannya je dalam kulkas.


" Dah siang nih. Eh kita belum sarapan !!! " Shafa baru menyadari setelah perutnya terasa lapar.


" Ya sudah sarapan pastry yang kamu buat aja, tuh ada yang sudah ngiler dari tadi" tunjuk ibu Shafa ke Daffa.


" Hihihi Ibu tahu aja, iya nih Yang, potong yak "


" Hoke!! "


Keduanya pun menikmati sarapan yang tertunda.


" Bu, sekalian sarapan yuk " ajak Shafa.


" Iya, kulit pastry nya kamu pakai semua?? " tanya ibu Shafa sambil mengambil pastry buatan putrinya.


" Masih ada 2 lembar "


" Berarti ntar kapan bikin lagi"


" Siyaaap!! "

__ADS_1


__ADS_2