
Pagi hari, kelas masih sepi. Shafa baru saja meletakkan tasnya di bangku. Ia datang lebih pagi, karena kakaknya, Syifa harus lebih awal sampai di sekolah.
Jam masih menunjukkan pukul 06.35, kelas benar-benar sepi, baru ia sendiri di dalam kelas. Shafa mengambil roti dari dalam tasnya,
" Assalamu'alaikum, sarapan Bu!! " sapa Daffa yang baru saja datang.
" Wa'alaikumsalam, iya... sarapan yang tertunda... mau?? aku bawa banyak nih!! "
" Eee boleh, makasih "
" Semsem"
" Tumben cepet " tanya Daffa.
" Mbak Syifa masuk lebih cepat, jadinyaa berangkat lebih pagi "
" Bang, setiap hari jam segini nyampe sekolah?? " tanya Shafa.
" Ga juga, kalau lagi rajin aja. Paling sering yaa tahu sendiri 5 menit sebelum bel "
Satu persatu siswa pun datang. Kelas 7-F pun mulai ramai. Beberapa dari mereka berbisik-bisik, karena melihat Daffa dan Shafa sarapan roti bersama di dalam kelas.
" Eh, dah mau abis rotinya.. jadi keenakan "
" Ga pa-pa Bang, abisin aja. Aku bawa 2 tempat kok, buat ntar siang " jawab Shafa sambil mengambil minum dari tasnya.
" Waaah sampe bawa 2 ?? "
" Kan 1 buat sarapan, 1 lagi buat nanti siang, takutnya ga sempat ke kantin, kalau mushola ramai... antrinya Bang!! "
Teman-teman sekelas Shafa pun mendengarnya memanggil Daffa dengan 'Bang', dan dimulailah kasak-kusuk itu.
Shafa dan Daffa tidak memperhatikannya, mereka asyik mengobrol berdua, hingga Cici datang.
" Eee dah nyampe aja lo berdua!! ngapain lo datang pagi?? "
" Mbak Syifa masuk lebih pagi, jadi yaa aku berangkat gasik "
" Hmmm dia pakai bahasa kalbu lagi, tapi gw sudah paham bahasa lo!! "
" Bagus lah "
" Laa trus lo Daf?? "
" Gw kan sekarang emang seringnya berangkat pagi, lo aja yang 5 menit sebelum bel baru nongol!! "
" Laa jalan kaki cuma 5 menit nyampe sekolah!! ngapain juga musti pagi-pagi" sahut Cici.
Ketiganya terdiam, setelah menyadari ada pembicaraan lain di dalam kelasnya.
" Ssst, dah diam aja dulu. Ntar gw pasang kuping dulu!! "
" Emangnya kupingnya lepas dimana?? " tanya Shafa santai.
" Ketika gw ga perlu menjawab pertanyaan unfaedah ini!! " jawab Cici sewot.
Daffa dan Shafa pun tertawa.
Tak lama bel pun berbunyi, menandakan kegiatan belajar akan segera dimulai.
Ketika istirahat pertama di teras depan kelas,
__ADS_1
" Shaf, mereka ngomongin lo sama Daffa " ucap Cici setelah mencari dengar kasak-kusuk di kelas pagi tadi.
" Mereka siapa?? "
" Yaa teman sekelas kitaaaa!! "
" Ooo kenapa?? " tanya Shafa polos.
" Duh ni bocah!! lo tadi pagi berdua sarapan bareng di kelas, yaaa diomongin lah!! " jawab Cici gemas.
" Mana lo manggil Daffa pakai Bang!! yaa otomatis mengundang gossip!! "
" Lagian lo juga!! ngapain manggil Daffa, pakai Bang!! " lanjut Cici sedikit emosi.
" Ciii, tarik nafas.... tenang dulu.. kok kamu jadi emosi, laa aku yang digosipi ae meneng kok "
" Ya udah!! jawab dulu!! napa lo manggil Daffa, 'Bang' !! "
Daffa yang baru datang dari kantin pun mendengar pertanyaan Cici,
" Soalnya gw lebih tua !!! " jawab Daffa berpura-pura emosi, sambil memberikan susu kotak yang dibelinya di kantin kepada Shafa.
Shafa pun tertawa,
" Ciieee marah niii, kalau dah tua mah tua aja!!! Eee makasiii Bang!!! " goda Shafa sambil berlari ke dalam kelas.
" Yeee ni bocah emang cari masalah!! malah dia teriak-teriak !! " ucap Cici yang tak habis pikir dengan sahabatnya ini.
" Ci, temen lo di ospek lagi deh!!! capek gw ga bisa menang lawan dia!! "
" Gw aja capek, kalau nanya jawabannya sering ajaib gitu!! tuh anak makan ape yee!! "
Cici menarik kursinya dan duduk di sebelah Shafa.
" Shaf, lo kok bisa yaa, ga peduli diomongin sama warga 123 !!! " ucap Cici gemas.
" Hmmm bisa lah!! katanya TV ' gitu aja kok repot ' !! "
" Haadduuu gw nanya serius dia bercanda!! "
" Santai Ci, gw yang diomongin aja santai. Biarin ajah, ntar juga capek sendiri, lagian aku dapat kelimpahan pahala dari ghibahan mereka ya kaaan!! "
" Waa cerdas lo!! "
" Cerdas dong!!
" Shaf, serius nih, lo manggil Daffa 'Abang' karena dia lebih tua?? " tanya Cici di dalam kelas dengan suara dikeraskan.
" Serius lah, dia kan emang lebih tua... "
" Iyeee, gw tahu gw lebih tua, paling tua di kelas bahkan mungkin satu angkatan ini, lo ga perlu bikin pengumuman gini doooong!!! " ucap Daffa dengan nada sedikit tinggi dan suara yang keras.
" Huhuhu yang kakek jadi sensi!!! " canda Shafa lagi sambil tertawa.
" Eeee gw slepet lo!!! "
" Coba aja kalau berani!! " tantang Shafa.
" Ga, gw ga berani!! " jawab Daffa yang akhirnya membuat teman sekelas mereka yang mendengarkan tertawa.
" Shaf!! lanjooot!! " celutuk salah satu teman sekelas mereka.
__ADS_1
" Siap Gan!!! " jawab Shafa dengan riang dan tawa.
" Rese' lo!! " ucap Daffa kesal yang membuat Shafa semakin tertawa.
Suasana kelas pun mencair kembali dengan keriangan khas Shafa, gossip yang beredar pun lambat laun hilang dengan sendirinya.
Tetapi satu hal yang tidak hilang dari pikiran teman-temannya adalah perhatian Daffa kepada Shafa yang berbeda. Walaupun mereka berdua menganggap tidak ada apa-apa, tetapi yang lain beranggapan berbeda.
" Daffa menyukai Shafa lebih dari seorang teman ", telah menjadi rahasia umum.
Cici pun akhirnya gerah mendengar rahasia umum itu pun mengintervensi Daffa.
" Daf, semua orang ngomongin lo, cinta bertepuk sebelah tangan!! gerah gw dengarnya!! "
" Gw juga dengar... lucu juga , lo semua perhatian banget sama gw... jadi terharu " canda Daffa.
" Ini nih, another manusia eror.... ah tauk!! ngadepin lo berdua gw yang emosi tingkat dewa!! " ucapan Cici kesal sambil berjalan menuju kantin.
Daffa dan Shafa sama sekali tidak terganggu dengan rumor yang beredar tentang mereka berdua, bahkan Daffa nampak menikmatinya. Sehingga ia semakin memanas-manasi dengan semakin seringnya memberikan perhatian kepada Shafa di depan semua temannya.
Tak sedikit yang cemburu atas perhatian Daffa kepada Shafa, terlebih Shafa nampak tidak terlalu menanggapi perhatian Daffa, hingga membuat 'fans' Daffa kesal dengan Shafa.
Hari itu Shafa tidak dijemput, ia memutuskan pulang sendiri dengan berjalan kaki sejauh hampir 4 km walaupun sebenarnya ia dapat menggunakan angkot, tetapi ia tidak ingin bertemu para hatersnya. Begitu kelas usai, ia berlari menuju gerbang sampai melewati komplek perumahan depan sekolahnya dan mulai berjalan santai setelahnya. Ia tidak melewati rute yang biasa dilewati teman-temannya.
" Haaah capek .... " nafasnya mulai terengah-engah, jarak masih sekitar 1 km lagi. Shafa akhirnya beristirahat di minimarket untuk membeli minuman dingin dan menikmati AC.
Ketika ia baru selesai membayar minumannya, beberapa pelajar menggunakan seragam SMP masuk,
" Eh Daffa dari 123 itu, gw dah lihat, aselik ganteng abis!!! "
Mendengar itu, Shafa diam-diam mencuri dengar.
" Serius lo!! lihat dimana?? kok lo tahu itu Daffa?? "
" Kemaren gw ke gramedia trus ada yang manggil ' Daffa!! ngapain lo!!' ... auto nengok dong gw, gw cari mana yang dipanggil Daffa, nah ada cowok tinggi kulitnya putih rambut lurus hidungnya booook mancung abeeess kinclong pokoknya, nah dia disamperin tuh sama yang tadi manggil "
" Kok lo yakin itu Daffa 123 ?? sapa tau dari sekolah lain?? atau Daffa yang lain lah!! "
" Niii dengerin, temannya nyamperin tuh trus nanya ' lo sendiri?? ga bareng cinta tak terbalas lo si Shafa???' ... nah fix ga mungkin salah!! "
" Waaah kacau lo!! trus dia jawab apa?? "
" Dia cuma jawab ' rese lu pada!! minggir jauh-jauh dari gw sana!!! ' , gitu doang trus keluar gramedia dianya "
" hmmm gw penasaran kayak apa sih si Shafa itu, sampe si Daffa perhatian banget!!"
" Lo tahu dari mana?? "
" Yaaa semua anak 123 ngomongnya begitu, ' tuh Daffa nraktir Shafa lagi' , Daffa nemenin Shafa nunggu jemputan, Daffa ini lah itulah ' gitu yang gw denger, kan tetangga gw anak 123 "
" Hmm secantik apa sih Shafa itu?? padahal katanya tuh cewek cuek banget, ga ngebales Daffa!! malah manfaatin doang!!! jahat banget !! "
Shafa yang mendengar hal itu merasa marah tetapi ia tahan, bukan hanya karena tidak mengenal mereka itu siapa, tetapi karena ia ingin mendengar lebih.
" Nah, ada yaa cewek kayak gitu!! bisa-bisanya manfaatin cowok yang suka sama dia, waaaa kalau gw satu sekolah sama tuh cewek gw kepret juga tuh!!! "
" Eh kepret apaan?? bahasa mana tuh!! "
" Haaaiissh ga penting bahasa mana!! sebel gw!! "
Shafa pun segera keluar dari minimarket tersebut dan segera berjalan pulang. Hatinya sangat panas. Ia ingin segera sampai di rumah agar dapat mendinginkan badan dan hatinya.
__ADS_1