Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 30 Ke Rumah Keluarga McDermott


__ADS_3

Ba'da Ashar, Daffa dan Shafa berangkat menuju rumah orang tua Daffa, yang hanya berjarak sekitar 500 m dari rumah orang tua Shafa.


" Kamu naik apa ?? " tanya ibu Shafa.


" Naik kaki aja, kan dekat " jawab Shafa.


" Yang, jadinya bawa yang mana nih?? " tanya Daffa.


" Dua-duanya aja deh Bang, kan sudah ditempatin di box cakep "


" Ga pa-pa ya Bu, aku bawa semuanya " tanya Shafa.


" Iya ga pa-pa, bawa aja semua "


Setelah selesai berpamitan dengan ibu, ayah Shafa tiba di depan rumah dari kantor.


" Baru mau berangkat?? "


" Iya, Pak "


" Gung, anterin ke rumah Daffa dulu " ayah Shafa meminta supirnya untuk mengantarkan Daffa dan Shafa.


" Baik Pak "


" Sama Pak Agung aja, besok pulang jam berapa?? "


" Belum tahu Pak " jawab Daffa.


" Kabarin aja, biar nanti dijemput"


" Pakai kaki ajalah Pak, dekat ini " pinta Shafa.


" Iya Pak, besok pulangnya jalan kaki aja, kan cuma bawa ransel ini aja " Daffa menambahkan.


" Besok kabarin aja kalau mau dijemput "


" Inggih Pak " jawab keduanya.


" Aku berangkat sekarang, Assalamu'alaikum"


" Wa'alaikumsalam "


5 menit kemudian,


" Makasih Pak Agung, Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Mobil ayah Shafa pun berlalu, kembali menuju rumah Shafa.


Daffa membuka gerbang yang tidak dikunci.


" Ga dikunci gerbangnya?? " tanya Shafa.


" Palingan ini baru dibuka, biar kita langsung masuk"


Daffa membuka gerbang, ibu Daffa yang telah menunggu di ruang tamu segera membuka pintu rumahnya.


" Assalamu'alaikum " salam Daffa dan Shafa.


" Wa'alaikumsalam "


Daffa dan Shafa mencium tangan ibu Daffa lalu,


" Bu, ini ada egg pastry sama puding buah " Daffa memberi tahu.


" Eh repot-repot, bikin atau beli niii?? "


" Bikin dong, tadi pagi Shafa langsung sibuk di dapur "


" Dibantu Abang juga, nih yang ngaduk pudingnya Abang, trus yang nungguin pastrynya sampai matang juga Abang "


" Bikin pastry kan lama, bikin kulitnya kan susah"


" Aku biasa nyetok di freezer, bikin adonan 1 kg, bisa jadi 6 - 8 lembar kulit pastry" jelas Shafa.


" Wah kayaknya ini sudah profesional!! " puji ibu Daffa.

__ADS_1


Ketiganya kemudian duduk di ruang keluarga.


" Ayah belum pulang, Bu ?? " tanya Daffa.


" Belum, katanya sedikit terlambat, masih rapat, palingan baru selesai nanti jam 5an, sampai rumah pas maghrib, kalau ga macet " jelas ibunya.


" Bang Daniel mana, kok sepi? "


" Palingan ikutan rapat via zoom "


" Haaaiissh cuti kok ikutan rapat!!?? "


Terdengar suara langkah kaki di tangga,


" Adeeeeek!!! " Syifa berjalan cepat dan segera memeluk Shafa.


" Kakaaaak!! "


" Hmmm berapa tahun ga ketemu?? " goda Daffa.


Shafa dan Syifa tidak menghiraukan kata-kata Daffa.


" Huuu... eh wangi egg pastry nih!!! kamu bikin tadi?? " tanya Shifa.


" Iya dong "


" Mau dipotong sekarang ?? " tanya ibu.


" Nanti aja, tunggu ayah pulang, makan bareng " jawab Daffa.


" Dah ngapain aja?? " tanya ibu.


" Kemaren shopping... " Daffa menjawab dan melirik ke arah Shafa.


Shafa tertawa,


" Ada yang kesel niii yeee " goda Shafa.


" Haadeeee perempuan satu ini lebih semangat makan daripada belanja!! "


Shafa dan Syifa tertawa.


" Yaa kirain ga gitu-gitu amat!! tapi ternyata emang bener, belanja pakaian itu sebentar banget, lanjut cari makanan iiituuu semangatnya luar biasa!! "


Shafa tertawa melihat ekspresi Daffa.


" Daf, nih yaa, kantong kudu tebal untuk wiskul kalau sama Shafa. Untuk urusan pakaian, sepatu and friends itu cepet dia!! Tapi hati-hati sama sepatu!! seleranya ngeri, kaki mahal!!! " jelas Syifa.


" Ga pa-pa, ibu kalau beli sepatu untuk Daffa harganya juga ga ada yang murah, mana kakinya ukuran jumbo gini, pasti mahal. Waktu SMP aja sepatu sekolahnya sudah seharga 1 juta!! Ukurannya 41 itu SMP lho !! Sekarang ga tahu deh ukurannya berapa "


" 45 Bu, masih ada kok di sini ukuran segitu " jawab Daffa santai.


Daniel akhirnya ikut bergabung.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam, abis rapat Bang?? " tanya Daffa.


" Iya, cuma say Hi aja, ga ikutan rapat pentingnya. Yaa pada ngucapin selamat lagi, gitu aja. Ayah tadi masih lanjut rapat" jelas Daniel.


" Bu, aku ke kamar yaa, naro tas dulu "


" Iya, ga lupa sama kamarnya kan?? "


" Aduuuh aku lupa!!! tiba-tiba amnesia menerjang!! " canda Daffa.


" Kan bener, pelawak dah dateng!! " ucap Daniel.


Shafa dan Syifa tertawa melihat duo abang adik ini.


" Dah ah, aku ke kamar dulu. Yuk!! " Daffa mengajak Shafa ke kamarnya di lantai atas.


" Permisi dulu ya Bu, aku naik dulu "


" Iya "


" Shaf, aku masukin kulkas yaa pudingnya " ucap Syifa.

__ADS_1


" Oiya Mbak, sama vlanya sekalian, makasiiii "


Daffa dan Shafa naik ke lantai atas dan masuk ke kamar Daffa yang bernuansa putih dan biru.


Shafa melihat ke sekeliling kamar.


" Kenapa?? kamar Abang kosong yaa, cuma tempat tidur, lemari sama meja belajar aja "


" Gede kamarnya "


" Kayaknya gedean kamar Sayang deh, tapi karena kamar abang kosong jadinya kelihatannya besar "


" Iya sih "


" Bang, ngintip lemari bajunya yaa "


" Buka aja "


Shafa membuka lemari pakaian Daffa.


" Waaaa serius ini baju Abang semua!!! segini banyak???!!!! "


" Kan Abang bilang juga apa, baju Sayang tuh sedikit "


" Wuiiii tapi kalau segini banyaknya makainya kapan??? jangan-jangan sudah ada yang ga muat "


" Hmm iya sih, belum sempat nyortirin. Pinginnya sih ada yang disingkirkan, cuma belum sempat aja "


" Yuk aku bantuin, Bang ada tikar atau alas buat baju di lantai?? " tanya Shafa.


" Serius mau ngeberesin sekarang?? baru datang kok dah beberes?? "


" Aku gemes lihat kayak gini Bang!! aku keluarin semua baju-bajunya dulu yaa. Tempatnya??"


Daffa menggelar karpet plastik dan mengambil keranjang pakaian dari ruang setrika yang terletak tak jauh dari kamarnya.


Shafa mengeluarkan pakaian Daffa dan meletakkannya sesuai jenisnya.


Daffa mengambil kain lap dari kamar mandi di dalam kamarnya, untuk membersihkan lemari yang sedikit berdebu.


Shafa menyusunnya kembali ke dalam lemari, sesuai jenis dan warna.


" Bang, yang sudah ga dipakai bisa dikasih ke orang, di masjid kan suka ada baksos, bisa disumbangkan kesana " usul Shafa.


" Iya, ini lumayan satu dus mie instan "


" Bang, kemeja ini kenapa kok ga dipakai lagi?? " tanya Shafa, melihat kemeja bewarna biru langit yang masih bagus tetapi Daffa letakkan di tumpukan pakaian yang tidak terpakai.


" Itu kemeja sudah agak kependekan "


" Buat aku yaa "


" Emang bisa dipakai perempuan?? " tanya Daffa bingung.


Shafa mengambil ikat pinggang dari dalam tasnya, kemudian ia memakai kemeja Daffa dengan dipadukan ikat pinggang.


" Bisa kaaaan "


" Yang, makainya di rumah kan?? ga keluar?? ini sexy banget jadinya "


Shafa tertawa.


" Sexy gimana?? tapi iya sih rencananya aku pakai di rumah aja"


" Mungkin Sayang ga ngerti, tapi kalau perempuan pakai kemeja laki-laki itu kelihatan sexy. Ada sesuatu yang beda, lebih kelihatan maskulin tapi sexy, hmmm gitu deh "


" Hooo gitu, kalau gitu.... hmmm ini juga ga dipakai?? buat aku juga yaa?? " pinta Shafa sambil menunjuk ke kemeja bewarna lavender.


" Ambil semua kemeja Abang yang Sayang suka "


" Yeeeiii!!! Alhamdulillah, syukron Bang!!! " Shafa bersorak kemudian memeluk dan mencium pipi Daffa.


" Kok pipi doang... yang ini dong " ucap Daffa sambil memonyongkan bibirnya.


" Ga mau, kalau sekarang ntar bisa lanjut ke yang lain " tolak Shafa.


" Ok, kalau gitu ntar malam yaaaa " pinta Daffa manja.

__ADS_1


Shafa hanya memberikan senyum kepada Daffa.


" Aseeek.... dah yuk tinggal dibersihkan lantainya "


__ADS_2