
Daffa telah menyelesaikan program A level yang harus dijalaninya sebelum masuk bangku perkuliahan. Ia berhasil masuk ke salah satu universitas bergengsi di London, yaitu Kingstone University , jurusan Manajemen. Sebetulnya Daffa setiap tahun pulang ke Jakarta, terutama di saat lebaran, walau terkadang orang tuanya merayakan lebaran di London, tetapi di saat libur sekolah Daffa selalu menyempatkan pulang ke Jakarta.
Seperti pada saat dua bulan sebelum menjalaninya statusnya sebagai mahasiswa, Daffa menyempatkan diri pulang ke Jakarta selama 6 pekan.
Penampilannya telah banyak berubah, wajahnya kini ditumbuhi jenggot yang rapi, ia memang menyengaja membiarkan bulu di wajahnya tumbuh, badannya pun tampak semakin tinggi dan bidang, kulit putih khas Eropa semakin terlihat menonjol, tetapi gaya bahasanya tidak berubah ketika ia berbicara menggunakan bahasa Indonesia.
Ahad pagi, 2 hari setelah ia sampai di Jakarta, Daffa berlari pagi di taman jogging. Ada sedikit harapan untuk dapat bertemu Shafa disana.
Daffa memulai dengan berlari-lari kecil, setelah 2 putaran ia memutuskan istirahat sejenak. Tak lama ia melihat dua sosok gadis berjilbab panjang yang amat dikenalnya. Shafa dan Cici tampak berjalan santai mengelilingi trek taman jogging sambil bersendagurau. Shafa tak banyak berubah, tetap mungil, hanya saja saat itu ia tampak lebih dewasa. Daffa hanya melihat dari jauh, ia tidak berani mendekat, karena ia tahu, Shafa kemungkinan besar tidak akan mengenali penampilan barunya.
Ia pun mencuri-curi dengar pembicaraan Shafa dan Cici dengan berlari di depan mereka berdua.
" Shaf, lo masuk kapan?? " tanya Cici.
" Pertengahan Agustus... huuaaaa diriku males ospek!!! "
Daffa mendengarkan dari depan dan tersenyum, karena ternyata Shafa tidak banyak berubah.
" Bawaannya dong... banyak banget!!! huuuhuhu tolongin, padahal masih awal, belum ntar tengahnya !! "
" Dah, lo berharap aja banyak babang tamvan aja disana!! "
" Emang babang tamvan bisa apa??? bantuin bawain tugas gw gituh!!! mana ngebis lagi nih!!"
" Minimal mata lo rada seger liat yang kinclong!! " celutuk Cici.
" Ih gw geli lihat cowok kinclong, ntar saingan sama diriku inih yang minimalis perawatan... "
" Bukan minimalis tapi males kaliii!! " canda Cici.
" Nah tuh tahu!! "
" Eh anyway bushway .... talking about babang tamvan, dah dengar kabar Daffa?? " tanya Cici.
Shafa pun menghentikan langkahnya dan mulai jalan santai ke pinggir trek. Daffa pun turut menghentikan langkahnya dan melakukan peregangan agar dapat mendengar pembicaraan Shafa dan Cici, lalu berjalan mengikuti dari belakang.
" Belum, hmmm apa kabar si Abang yaa??? "
" Dah lama ga posting foto juga tuh!! Kuliah dimana dia ya?? " tanya Cici.
" Paling tetep di kampungnya. Ih kesyel, kampung kok London!!! " gerutu Shafa.
Daffa tersenyum mendengarkan percakapan keduanya.
" Shaf, kalo dia ngelupain lo gimana?? " tanya Cici.
" Artinya kita ga jodoh, yaa ga bisa dipaksain juga kan?? "
" Jadi lo suka sama Daffa apa ga sih benernya?? awas lo jawab yang aneh lagi!! gw serius nanya!! " tanya Cici.
Shafa akhirnya istirahat di pendopo, ia mengambil botol minum yang ia kalungkan di badannya. Daffa pun ikut beristirahat di samping pendopo.
Lalu dengan menarik nafas panjang, Shafa menjawab pertanyaan Cici.
" Jujur ga tahu juga sih, kalau kangen, yaa kangen juga, ngobrol kayak dulu, bercanda, tapi begitu gw tahu itu ga boleh, yaa mau ga mau gw harus hentiin semua, daripada dosa terus"
Shafa kembali menarik nafas panjang, lalu sambil melihat ke langit,
" Gw percaya, semua sudah diatur sama Allah, kita cukup ngejalanin sebaik mungkin, do'a dan ikhtiar, gw cuma berdo'a minta diberikan yang terbaik, terbaik versi Allah itu lebih dahsyat daripada versi manusia. Jodoh dan kematian sudah tertulis semua. Daffa adalah cowok pertama yang gw suka tapi gw sebelin juga... " Shafa pun tersenyum mengingat masa SMPnya bersama Daffa.
" Gw ga ngarep banyak, sekarang gw mau fokus ke kuliah gw yang bentar lagi akan gw hadapi, lulus trus dapat kerjaan yang sesuai. Sekarang cita-cita gw sesimpel itu aja "
" Shaf, kalau tiba-tiba Daffa muncul sekarang, apa yang bakal lo lakuin?? " tanya Cici.
" Hmmm apa yaa?? ga tahu... gw ga mau berandai-andai, yang jelas -jelas aja "
__ADS_1
Kemudian Cici mencurigai sesuatu,
" Shaf, bentar yaa, gw ke toilet "
" Ok, gw tunggu disini "
Cici kemudian berjalan memutar, dan
" Eh sapa lo dari tadi ngikutin kita muluk "
Cici mendekati Daffa dari arah belakang.
Daffa pun balik badan, lalu dengan suara berbisik,
" Ini gw!! Si babang tamvan yang lo berdua omongin!! "
Cici yang terkejut menutup mulutnya dengan tangannya.
" Daffa!!!! " ucap Cici setengah berbisik.
" Iye, ini gw Ci!! "
" Ssssttt jangan bilang Shafa!!! jangan lo kasih tahu Shafa kalau gw disini!! "
Daffa pun berjalan menjauhi pendopo ke arah belakang taman, Cici pun mengikutinya.
" Ini bener lo, Daffa???!! " tanya Cici tak percaya.
" Iye ini bener gw Ci!! " jawab Daffa.
" Masya Allah, kali-kali gw diajak ngobrol sama bule, eee ga tahunya Betawi jugak!! " gerutu Cici.
" Maaf yak, bikin kecewa, bule abal-abal minta maaf!! " canda Daffa.
" Eh kenapa lo ga nemuin Shafa?? " tanya Cici.
" Gw pingin suatu saat ketemu sama Shafa, disaat gw dah jadi orang " jawab Daffa.
" Bukan, gw bukan ondel-ondel... tapi gw jelangkung!!! "
" Hahaha sewot nii yeee!! " goda Cici.
" Eh ntar, lo nambah tinggi berapa meter!!! " lanjut Cici.
" Lo kira gw tiang listrik!! berapa meter??? Centi kali " protes Daffa.
" Nah iya itu maksudnya, berapa centi?? "
" Ga tahu "
" Tinggi lo berapa sekarang!! aslik silau gw ngomong sama lo!l"
" Apakah karena kekinclongan gw?? " canda Daffa.
" Baiklah !!! lepas dari Shafa, ketemu Daffa!!! Ancur lo berdua!!! "
Daffa tertawa mendengar Cici.
" Tinggi gw 180 aja " jawab Daffa.
" Wuuidiii 180 kok aja!! "
" Eh buruan lo balik ntar dicariin, jangan bilang gw disini yaa.... tapi ntar suruh dia buka FB nya, ntar gw mo posting sesuatu!! Buruan sana!! "
" Iyeee, ampun dah gw diusir!! "
Cici pun kembali menemui Shafa.
" Kok lama?? Antri?? " tanya Shafa.
__ADS_1
" Ga, tapi tadi ketemu orang yang ngajakin ngobrol "
" Ciiyeee ada yang ngajakin kenalan nih !! " goda Shafa.
" Kagak, dia kenalan gw aja, dah lama ga ketemu. Eh kapan terakhir buka FB?? " tanya Cici.
" Kapan yaa?? lupa!! " jawab Shafa.
" Kenapa?? " tanya Shafa balik.
" Ga pa-pa, penasaran aja sama Daffa, kali-kali pas lo buka FB eh dia nongol dalam bentuk status "
" Hmmm ngeri yaa, ketika seseorang dapat berubah wujud menjadi status... ngerii!! " jawab Shafa sambil berjalan menuju parkiran sepeda.
" Eh lo udahan nih?? " tanya Cici.
" Iya, capek ah.... mo selonjor di rumah mumpung bisa!! Yuk Ci, balik!! "
" Lo duluan, gw mo jalan bentaran lagi!! " jawab Cici.
" Yowes duluan ya Ci, Assalamu'alaikum!! '
" Wa'alaikumsalam "
Ketika Shafa sudah tak terlihat, Cici segera kembali ke taman jogging untuk mencari Daffa. Tak sulit menemukan 'tiang listrik putih' diantara para pelari pagi.
" Daff!!! " panggil Cici.
Daffa pun menghampirinya.
" Shafa dah balik??? " tanya Daffa.
" Iya, baru aja. Eh lo dah balik terus nih?? apa masih ke London lagi?? "
" InsyaAllah bulan depan gw balik ke London, gw masuk kuliah bulan September " jawab Daffa.
" Kuliah dimana lo?? "
" Di sana lah, gw kasih tahu juga lo ga ngerti "
" Ih sombong amat!! jurusan apa?? "
" Manajemen bisnis, yang ga repot lah " jawab Daffa.
" Ga repot yaa, tadi lo nguping kan??? " tanya Cici lagi.
" Hihihi iya, eh kuliah dimana lo berdua "
" Gw di Jayabaya aja yang deket, sama kayak lo, gw ambil ekonomi manajemen "
" Kalau Shafa di desain interior Trisakti, prestasi tuh, akhirnya dia bakalan ngebis tiap hari " lanjut Cici.
" Jauh tuh, eh tapi Shafa baik-baik aja kan?? ga ada yang ngebully dia atau apalah?? " tanya Daffa sedikit khawatir.
" Ga, Shafa aman. Dia harus menolak beberapa kali tembakan yang diarahkan pada nya " jawab Cici.
" Alhamdulillah, dia masih nungguin gw " ucap Daffa.
" GR lo!! Shafa ga mau pacaran, dia maunya ada yang langsung ngelamar trus langsung nikah baru pacaran!! Makanya buruan Lo lamar Shafa kalau dah lulus, jangan kelamaan lulusnya!! "
" Siap Bu Bos!! " jawab Daffa lengkap dengan posisi hormat.
" Eh ntar lo mo nyetatus apaan?? " tanya Cici.
" Ada deh, lihat ntar aja yaa. Gw balik deh ! dah mulai panas nih!! "
" Iya, kulit lo super merah tuh!! gw juga mo balik "
" See you Ci, thankyou!! Assalamu'alaikum "
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam "