
Malam itu menjadi malam berkabung bagi keluarga besar McDermott.
Daffa telah menghubungi ayahnya di Jakarta, perihal kematian kakeknya.
" Ayah pesan tiket sekarang. Daf, kalian tidak perlu menunggu kedatangan ayah untuk pemakamannya. Kasihan Grandpa kalau harus, menunggu. Segerakan pemakamannya esok pagi. Ayah akan bicara dengan uncle David "
Kabar meninggalnya kakek Daffa telah diberitakan oleh uncle David kepada kerabat dan perusahaan.
Malam itu, rumah keluarga McDermott ramai dikunjungi para pelayat.
Granny tampak tenang, duduk di samping jenazah suaminya sambil memandangnya. Tidak ada satu tetes air mata mengalir darinya.
Daffa duduk terdiam di samping neneknya. Ia membeku, tatapannya kosong, seakan tidak mempercayai apa yang terjadi, terlebih lagi ia adalah orang terakhir yang berbicara dengan grandpa.
Shafa menidurkan Danesh lebih cepat. Lalu ia mendampingi Daffa di ruang tamu.
Hujan mengiringi kesedihan keluarga McDermott. Hari semakin larut, rumah pun terasa sepi seiring dengan kepulangan para pelayat.
Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam, Granny tertidur di ruang tamu dengan di samping jenazah belahan jiwanya yang telah meningggalkan dirinya terlebih dahulu.
Aunt Sarah kemudian mendekati Granny,
" Bu, ibu istirahat di kamar yaa, nanti ibu sakit kalau tidur disini " ucap Aunt Sarah lembut.
" Ga papa, biar ibu tidur disini, di samping suami ibu untuk yang terakhir kalinya. Kamu istirahat di kamar saja, besok kan harus menyiapkan untuk pemakaman "
Uncle David juga menghampiri ibunya dengan membawa selimut dan menggeser sofa.
" Bu, ibu tidur di sofa ini saja. Ini selimut untuk ibu "
" Terima kasih. Kamu istirahat yaa, besok kamu akan memakamkan ayah kamu, jadi kamu harus istirahat "
" Baik Bu. I love you, Mom "
" I love you too "
__ADS_1
Setelah keduanya berpelukan, uncle David kembali masuk ke dalam kamarnya.
Setelah Danesh tidur, Shafa mendekati Daffa yang masih terpaku memandangi jenazah kakeknya.
Wajahnya basah karena air mata. Wajahnya pun sembab karena terlalu lama menangis.
Dengan perlahan, Shafa membelai punggung Daffa.
" Bang... "
Belum sempat Shafa berbicara, Daffa menjatuhkan badannya ke pelukan Shafa.
Shafa pun ikut menangis, ia dapat merasakan kehilangan besar yang dirasakan oleh Daffa.
Mereka berdua menangis tanpa bicara, saling memeluk dan berusaha menguatkan, lalu Shafa melepaskan pelukan Daffa.
" Bang, aku buatkan coklat hangat yaa. Setelah itu, Abang makan. Abang belum makan dari tadi, jangan sampai Abang sakit "
" Daf, kamu harus makan dan istirahat, tenaga kamu masih dibutuhkan esok hari untuk memakamkan grandpa. Grandpa ingin anak dan cucunya sendiri yang memakamkan beliau. Kamu makanlah dan istirahat " ucap grandma.
" Nana juga harus makan " jawab Daffa kepada grandma
Dengan berjalan perlahan, Daffa mendekati grandma, lalu ia memeluknya.
" I love you, Nana "
" I love you too, my boy "
Daffa kemudian beranjak menuju ruang makan dengan perlahan, ia menghampiri Shafa yang sedang membuat minuman coklat hangat.
" Bang, duduk dulu. Ini minum coklat hangat dahulu. Setelah itu baru makan "
Daffa mengangguk dan meminum habis coklat buatan Shafa. Kemudian mereka menikmati makan malam berdua dalam keheningan.
Lalu,
__ADS_1
" Yang, uncle David sama aunt Sarah sudah makan?? "
" Sudah, tadi setelah semua pulang. Tadi aku mau bangunin Abang, tapi kata uncle David, biarkan Abang tidur dulu "
" Danesh?? "
" Sudah, dia kan biasa makan setelah maghrib, tadi ba'da isya, Danesh langsung tidur "
"'Abang makan yang cukup, setelah itu kita tidur. Besok pagi kan Abang dan uncle David akan memakamkan grandpa "
" Iya, setelah ini kita istirahat di kamar "
" Kok makanannya banyak sekali?? " tanya Daffa yang melihat meja makan penuh dengan makanan, seperti layaknya ada acara.
" Ini dari kantor, tetangga dan saudara semua yang bawa tadi sewaktu melayat. Dari kantor sudah menyiapkan katering untuk 7 hari kedepan " jawab Shafa.
Mendengar hal itu, air mata Daffa kembali jatuh.
Shafa mendekat dan membelai punggung Daffa.
" Grandpa orang baik, jadi mereka semua merasa kehilangan juga. Menyiapkan makan untuk keluarga yang ditinggalkan, adalah sunnah. Untuk itu grandpa telah membuat peraturan di kantor, agar setiap ada anggota keluarga karyawan yang meninggal, wajib bagi kantor memberikan katering bagi keluarga yang ditinggalkan selama sepekan. Ini grandpa yang membuat peraturan, aku juga baru tahu setelah uncle David tadi menjelaskan "
Air mata Daffa semakin deras mengalir membasahi kedua pipinya.
" Bang, kesaksian orang-orang akan kebaikan grandpa juga banyak yang baru uncle David ketahui, setelah mereka menceritakan langsung ke uncle David dan aunt Sarah "
" Bagian keamanan di kantor tadi bilang, besok mereka akan membantu proses pemakaman sampai selesai. Mereka juga bilang, kalau dulu sewaktu grandpa masih sering ke kantor, setiap hari Jum'at akan menraktir mereka makan. Setelah grandpa totally pensiun, mereka masih mendapatkan traktiran dari grandpa "
" Kok bisa?? "
" Jadi di restoran langganan grandpa itu, sudah dipesankan oleh grandpa, kalau setiap Jum'at semua karyawannya yang makan disana tolong digratiskan dan grandpa akan transfer ke restoran itu setelahnya. Uncle David nantinya yang akan meneruskan kebiasaan grandpa "
" Pantesan, setiap Jum'at mereka terlihat bahagia banget "
" Iya Bang, bahkan grandpa bilang, tawarkan untuk makanan yang dibawa pulang, sehingga keluarga mereka juga bisa menikmati makanannya di rumah "
__ADS_1
" Bang, mereka juga kehilangan grandpa, mereka juga merasakan hal yang sama dan mereka berjanji untuk terus meneladani sikap rendah hati dan dermawan grandpa "
" They love our grandpa as much as we do "