
Akhirnya setelah hampir 19 jam penerbangan, Daffa dan Shafa tiba di Bandara Heathrow, London. Setelah mengambil bagasi dan melakukan proses imigrasi mereka menuju ke tempat penjemputan.
Sesaat setelah mereka keluar dari terminal kedatangan, seorang pria dan gadis berhijab melambaikan tangan ke arah Daffa.
"Assalamu'alaikum," sapa Daffa dan Shafa.
"Wa'alaikumsalam."
"Alhamdulillah, it's nice to see you. How's flight??" tanya uncle David.
"Alhamdulillah, nice and smooth. Lots of sleep that's for sure !!" jawab Daffa.
"Oyes, do you remember Shafa??" tanya Daffa.
"Off course we do, the last time we saw her, with a very beautiful white wedding gown," jawab Aliyah.
"It's pleasure to meet you, Mrs. Daffa McDermott," sapa Aliyah kepada Shafa.
"Lia, biasa aja deh!!" tiba-tiba Daffa menggunakan bahasa.
"Well it's an honour, hmmm susah mau bahasa gimana??? eh am I right???" tanya Aliyah.
Shafa pun terkejut mendengar Aliyah berbahasa Indonesia.
"I'm still learning, so we can chit chat comfortably," ucap Aliyah.
"Well, thank you," balas Shafa.
"Let's go home then, come on," ajak uncle David.
(Percakapan telah di terjemahkan ke dalam bahasa)
"Capek ga??" tanya Aliyah.
"Lumayan pegal, karena kelamaan duduk," jawab Shafa.
"Hmm, nambah pegel sebentar, yaaa," ucap Aliyah.
"Yah, kita langsung pulang pakai rute terjauh yaa, biar Shafa bisa sightseeing," pinta Aliyah.
"Boleh, mau lewat mana??" tanya uncle David.
"Istana, gedung parlemen pastinya sungai Thames," jawab Aliyah.
Setelah 30 menit perjalanan mereka telah sampai di pusat kota London.
"Bianglala raksasa!!" tunjuk Shafa ketika mereka melewati sungai Thames.
"Jadi kepingin naik itu, Yang??" tanya Daffa.
"Jadi dong!! Eh, tapi mahal yaa. Lihat aja sudah cukup deh!! eman-eman duite!!"
"What is eman-eman duite means??" tanya Aliyah.
"It means, it's not worth it," jawab Daffa.
"Yes, indeed... it's way too expensive, it's for tourist only," Aliyah menambahkan.
30 menit kemudian mereka telah sampai di rumah 'Granny'.
Rumah besar dan megah, diluar bayangan Shafa. Ia membayangkan rumah 'Granny' seperti rumah-rumah kebanyakan warga Inggris di televisi. Tetapi ternyata rumah Granny jauh diluar ekspektasinya.
"Assalamu'alaikum," salam Daffa dan Shafa ketika memasuki rumah Granny.
"Wa'alaikumsalam, my lovely grandson!!! I miss you!!" jawab nenek Daffa yang segera mencium dan memeluk cucu kesayangannya ini.
"Perasaan baru 2 pekan yang lalu ketemu deh, Granny lebay niii," canda Daffa.
Granny pun mencubit pipi Daffa.
"Hello my dear. Shafa, you just ignore him.. come inside with me," ucap Granny yang mengajak Shafa sambil menggandeng tangannya untuk masuk ke ruang keluarga.
"Thankyou, Granny," ucap Shafa.
"Perasaan tadi di sambut dengan kata-kata, my lovely grandson, tapi kenapa jadi 'just ignore him' ??" protes Daffa.
"Suka-suka Granny ajalah, Daf," jawab Aliyah.
"Daffa, letakkan koper kalian di kamar, jangan di tengah jalan," lanjut Granny.
"Iya, Granny," jawab Daffa.
"Well, Shafa, kamu capek?? hampir 19 jam perjalanan, bagaimana rasanya??" tanya Granny.
"Bokongnya pegal, kelamaan duduk," jawab Shafa.
Granny pun tertawa mendengar jawaban Shafa.
"Yes, it is. Sudah sarapan belum??" tanya Granny lagi.
"Makanan di pesawat kan rasanya yaa begitu lah," lanjut Granny.
"Sudah tadi, tapi kalau di suruh makan lagi, aku ga nolak," jawab Shafa.
" Ini baru cucu yang cerdas, tidak menolak rezeki!! "
" Iyes, betul Granny "
" Assalamu'alaikum, Shafa. Saya aunt Sarah, ibunya Aliyah dan ini Adam, adiknya masih SMP "
" Wa'alaikumsalam, pantesan Aliyah cantik, ternyata itu dari ibunya " puji Shafa.
" Bisa aja, ayo silahkan kalau mau makan dulu. Tadi kita semua sudah sarapan "
" Baik, tante. Terima kasih "
Setelah Daffa meletakkan barang bawaan mereka di kamar, ia segera menuju ruang makan.
" Granny, kok aku ga ditawarin sarapan?? "
" Kamu tuh ga perlu ditawarin, juga sudah ngambil!! "
__ADS_1
Lalu Daffa memasukkan sosis panggang ke dalam mulutnya.
" Benar kan, kata Granny?? "
" Iya, benar Granny... ehmm mana Aliyah sama uncle David ?? tadi kayaknya ada disini?? "
" Iya, kenapa nyari " jawab Aliyah yang berada di dapur.
" Ga papa, nanya doang. Uncle Davidnya kemana?? "
" Tuh, lagi di backyard sama Grandpa " jawab Granny.
" Daf, sarapan dulu, temani istrimu makan " ucap Granny.
" Baik Granny "
" Granny, ke kamar dulu yaa. Kalian makan saja, setelah itu baru istirahat "
" Baik, Granny, terimakasih "
" Aunt Sarah kemana perasaan tadi ada disini ?? " tanya Daffa.
Aunt Sarah menghampiri Daffa dari halaman belakang.
" Barusan ke belakang sebentar, ngambil strawberry. Nih barusan sudah di cuci, cobain, manis deh "
Daffa dan Shafa pun mencicipi buah strawberrynya.
" Eehmmm.. airnya banyak, manis banget!! perasaan strawberry asem, kok ini manis?? " tanya Shafa.
" Dikasih pupuk kulit pisang dan cangkang telur, jadinya manis " jawab aunt Sarah.
Setelah selesai sarapan,
" Granny, Aunty, kita berdua ke kamar yaa. Mau mandi sama istirahat "
" Silahkan. Daffa, jangan lupa telpon ayah di Jakarta " Granny mengingatkan.
" Iya, granny, setelah mandi, nanti di kamar mau VC ayah "
" Salam dari Granny dan aunt Sarah "
" Iya granny, aunty "
Daffa dan Shafa kemudian beristirahat di kamar Daffa, di lantai atas rumah Granny.
Shafa mendudukkan dirinya di tempat tidur Daffa.
" Abang ga bilang!! Kalau granny tajir !!! rumahnya gede banget!!! eh tapi kok aku ga lihat pembantunya??!! "
" Ooo ada 3, mungkin di dapur dan di ruang cuci "
" Bang, setajir apa sih keluarga Abang?? "
" Hmmm yang jelas, Grandpa itu owner perusahaan yang ayah dan uncle David pegang. Perusahaan konsultan keuangannya, ada di London, Manchester, Madrid, KL dan Jakarta. Yaa, Sayang kira-kira aja sendiri berapa kekayaannya "
" Waaa kek cerita novel-novel online, menikah dengan keluarga CEO!! " canda Shafa.
" Iya lah!! aku kira masuk istana!! Ada berapa kamar?? "
" Ada 6 kamar, masih standarlah jumlahnya "
Shafa lalu mengambil pakaian di kopernya.
" Bang, aku mandi duluan yaa "
" Iya, gantian yaah "
" Iya, Bang"
Setelah keduanya selesai membersihkan diri,
" Assalamu'alaikum " sapa ayah dan ibu Shaffa.
" Wa'alaikumsalam "
" Sampai jam berapa?? "
" Jam berapa yaa, jam 10an tadi sampai rumah Granny. Eh di Jakarta sudah malam yaa?? "
" Iya, ini baru selesai maghrib "
" Gimana perjalanannya " tanya Ayah Shafa.
" Tidur, bokongku pegel, kelamaan duduk"
" Iya lah, 18 jam!! "
" Sudah sarapan?? " tanya ibu Shafa.
" Sudah, baru selesai sarapan dan mandi "
" Dah kamu istirahat aja, salam buat keluarga disana yaa.
" Iya Bu, Pak. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
" Nelpon ayah, Bang?? "
" Biar ayah yang nelpon, barusan Abang WA "
HP Daffa pun berdering,
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah sudah sampai di rumah?? "
" Sudah Yah, sudah sarapan dan mandi" jawab Daffa.
" Shafa, bagaimana perjalannya?? "
__ADS_1
" Tiduuuur, hihihi. Pegel bokongku, pingin tengkurap aja "
" Ya sudah, istirahat saja " ucap Ibu Daffa.
" Besok kamu ke kampus?? " tanya ayah Daffa.
" Iya, ngurus administrasi untuk wisuda "
" Setelah itu rencananya bagaimana?? " tanya ayah Daffa.
" Tadi sempat ngobrol sama uncle David, besok setelah dari kampus, di suruh ke kantornya. Persiapan kerja nanti, ngurus ke HRD, yaa gitu deh Yah "
" Jadi Senin ga langsung kerja?? "
" Ga Yah, Selasa masuknya "
" Ingat kamu bawa nama McDermott, harus profesional. Selama di kantor, uncle David itu atasan kamu "
" Iya, Yah "
" Shafa bagaimana?? "
" Hmmm besok mau lihat-lihat apa ada short course yang sesuai buat aku atau program Magister, yaa pendalaman di interior, ga tahu tiba-tiba kepingin " jawab Shafa.
" Yaa yang mana saja, yang penting ada kegiatannya " ucap ibu Daffa.
" Oiya, jangan lupa, kalau mau cari apartemen sekalian besok " ayah Daffa mengingatkan.
" Iya besok sekalian, setelah urusan kantor selesai "
" Sudah dulu Yah, Bu "
" Iya, baik-baik disana yaa "
" Ya, Bu, Yah. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
" Trus kita ngapain Bang?? "
" Hmmm bikin anak yuk!!! "
Shafa pun melemparkan bantal ke arah Daffa.
" Siang-siang!! ntar ah badannya masih pegel"
" Ntar, langsung hilang pegelnya kalau.... "
" Ntaaaaar, not now!!! "
" Hmm kambuh galaknya "
" Yowes, ntar yaa. Ntar malam pakai yang sexy yaa, parfumnya juga yang pink, enak wanginya "
Shafa mendengarkan tanpa menjawab.
" Abang ke bawah dulu, mau ngobrol sama uncle David, masalah kerjaan. Sayang mau ikut turun atau di kamar aja "
" Aku di kamar aja, Bang "
" Ya sudah, Abang turun yaa "
Setelah Daffa keluar kamar Shafa mengedit beberapa foto yang ia ambil selama perjalanan kemudian mempostingnya di medsosnya.
" Amazing 18.50 hours flight, from Soetta to Heathrow, and 2 hours transit in Istanbul, Turkey "
Tak lama Cici pun memberikan komentar,
" Shaaaaafff, baek-baek lo di sana yak. Eh lagi dingin kagak?? kirimin poto kampungnya Daffa yak, gw tunggu!! "
Shafa tersenyum membaca komentar Cici, tetapi ia tidak ingin membalasnya.
Ia pun memandangi kamar Daffa yang terlihat lebih sederhana dibandingkan dengan kamarnya di Jakarta, tetapi ukurannya sama besarnya. Buku-buku tersusun rapi di lemari kaca. Jendela kamarnya menghadap ke kebun dan taman yang cukup luas di belakang rumah, dilihatnya pohon tomat, strawberry dan ntah apa lagi, Shafa tidak tahu namanya, berjajar rapi.
Daffa melambaikan tangannya ke arah Shafa,
" Sebentar yaa " teriak Daffa dari taman.
" Iya " jawab Shafa.
Shafa lalu memotret halaman belakang dari jendela kamarnya. Kemudian ia pun turun, karena penasaran dengan kebun adik dari ayah Daffa.
" Eh kok turun, kirain mau istirahat di kamar??"
" Pingin lihat isi kebunnya, ini pohon apa aja?? "
" Ada selada, tomat, strawberry, daun bawang, seledri, parsley " jawab uncle David.
" Asyik yaa bisa nanam sendiri di rumah "
Shafa kembali mengambil beberapa gambar dengan kameranya.
" Coba, saya lihat hasil fotonya " pinta Uncle David.
Shafa pun memberikan kameranya.
" Hasil foto kamu bagus-bagus. Kebun rumahan ini jadi kelihatan seperti kebun-kebun yang ada di TV " puji uncle David.
" Terima kasih "
" Dah uncle mau masuk dulu "
Uncle David pun meninggalkan Daffa dan Shafa berdua di kebunnya.
" Hmm enak yaa suasana rumahnya. Hijau dan asri "
" Iya, kalau strawberrynya mulai berbuah, buahnya lebat banget dan buahnya juga manis ga asem"
" Aaah jadi pingin nyicipin.... "
" Eh dah yuk masuk, sudah mulai agak panas mataharinya " ajak Daffa.
__ADS_1