
Prosesi akad nikah Daffa dan Shafa, lalu Daniel dan Syifa berlangsung khidmat dan lancar. Seperti pasangan pengantin baru pada umumnya, mereka malu untuk memandang satu sama lain. Hingga sesi foto pun berlangsung ramai karena gaya mereka yang kaku dan malu-malu untuk berdekatan terlebih lagi bersentuhan. Sebagai kakak tertua, Syafiq sangat menikmati hiburan yang dipersembahkan oleh kedua adiknya itu. Dengan handphonenya, ia mengabadikan moment terlucu dan terkaku dari 2 pasang pengantin.
Di tengah sesi foto, perut Daffa dan Shafa berbunyi, walaupun hanya mereka berdua yang mendengar, tetapi tetap membuat mereka malu. Daffa akhirnya menghentikan sesi foto dirinya dengan Shafa.
" Mas, fotonya lanjut nanti yaa, istirahat sebentar "
" Siap Mas!! " tim fotografer pun beralih kepada Daniel dan Syifa.
Daffa menggandeng tangan Shafa menuju area makan keluarga.
" Kamu udahan fotonya?? " tanya ibu Daffa.
" Belum, ntar lanjut lagi. Laper Bu, makan dulu yak!! " jawab Daffa.
" Makanya tadi disuruh makan itu yaaa makan, ya sudah sana makan dulu " ucap Ibu Dafa gemas.
Di area makan keluarga tampak kedua ayah sedang berbincang-bincang dan keluarga bule Daffa juga tampak sedang menikmati hidangan.
" Shaf, aku kenalin ke Granny dulu yaa, santai aja "
Shafa pun mengangguk.
" Ooouu my little Boy!!! come here sweety " nenek Daffa menyapa.
" Granny, this is Shafa "
" Hi Granny, nice to meet you " sapa Shafa kemudian ia mencium tangan nenek Daffa begitu j uga dengan Daffa.
" Oouu you are so sweet and cute. Finally my little Boy has a guard.... his heart guard "
" Hmmm granny bisa ajah!! kebanyakan nonton komedi Indonesia nih yak!! " celutuk Daffa.
Nenek Daffa pun tertawa kemudian mencubit dan mencium pipi cucunya itu.
" Bang, emang granny bisa bahasa Indonesia ?? " tanya Shafa.
" Ga, tapi sedikit-sedikit ngerti juga "
" Granny, aku makan dulu yaa. I'm starving!!! I think I can die coz the starvation!! " canda Daffa yang membuat neneknya tertawa.
" You're still my favorit clown!! go get your food, don't die in here!! Hurry!! " canda nenek Daffa yang membuat mereka tertawa.
" Permisi ya Granny "
" My pleasure "
Daffa dan Shafa pun duduk di tempat yang disediakan untuk mereka. Tak lama pramusaji membawakan aneka makanan untuk mereka berdua.
" Mas, minta mie goreng sama gado-gadonya lagi yaa. Makasih " pinta Daffa setelah melihat porsinya yang kurang banyak untuknya dan Shafa.
" Emangnya kurang Bang?? " tanya Shafa.
" Iya, dari semalam ga nafsu makan, makannya cuma sedikit, sekarang aku balas dendam dulu " jawab Daffa bercanda.
" Eh kok tumben ngomongnya 'aku'?? " tanya Shafa.
Wajah Daffa bersemu merah.
" Hmmm kan sekarang udah beda status, masa' ngomong ke istri tetap pakai 'gw, lo', ga enak, ga sopan aja menurut Abang" jawab Daffa.
Sambil melanjutkan makannya,
" Bang, balik ke London kapan?? "
" In syaa Allah bulan depan, untuk wisuda trus daftar S2. Daftar trus tes masuk sampai masuknya belum tahu juga tanggalnya, nanti deh aku cek. Shaf, kamu punya paspor kan??"
" Alhamdulillah sudah punya, bulan lalu baru bikin "
" Baru bikin bulan lalu??? Shaf, kamu belum pernah ke luar negri?? " tanya Daffa tidak percaya.
" Belum, bapak bilang kalau mau ke luar negri itu nanti kalau bukan urusan study ya kerjaan, trus bapak juga bilang kalau keluar negri lebih mantep kalau sudah nikah, lebih berkesan bukan cuma jalan-jalan aja. Jadi yaa kita semua ga pernah keluarga negri, kalau bukan karena alasan itu tadi" jelas Shafa.
__ADS_1
" Berarti kamu.... hmmm ga enak juga manggil kamu.... hmmm sayang nanti ke London bareng Abang berarti itu perdana??? "
" Iyes!! " jawab Shafa dengan pipi merona karena Daffa memanggilnya dengan sebutan 'sayang'.
" Waaah postingan di FB ntar tambah seru nih!!! "
" Iiih Abang!!! posting FB muluk yang dipikirin!!" protes Shafa.
" Biarin!!! Abang kesel sama yang ngebully Sayang!! liatin aja nih ntar ku tunjukkan!! dah sah!! halal!!! "
" Haadeee Abaaang!!! dah sempet cool gitu gayanya, eeee mulai eror lagi!! "
" Hihihi yang penting tetep ganteng kaan Cintah!! "
" Iiii ... Abang!!! centil amat!! "
" Eh ngomong-ngomong, dah lama Abang ga denger kabar Cici, dia ga Sayang undang pas akad?? "
" Ada kok, tadi kan bareng aku di ruang tunggu sebelum masuk sini "
" Oo kok Abang ga lihat yaa "
Setelah selesai sarapan, keduanya berbaur dengan tamu dan keluarga, untuk saling memperkenalkan diri.
" Yangti, Yangkung kenalin ini Daffa "
Daffa pun mencium tangan kedua kakek dan nenek Shafa.
" Bocah kok duwur men, mangane opo tho Le?? " ( Anak kok tinggi sekali, makannya apa sih) 0
" Bang Daffa mboten saget boso jawi, de'e mesti bingung " jelas Shafa ke kakek dan neneknya.
Daffa hanya tersenyum mendengar percakapan yang ia tidak paham maksudnya.
" Yangti tadi nanya, Abang kok tinggi banget, makannya apa sih?? " jelas Shafa.
Daffa tersenyum geli.
" Ne' iku yo Yangti wis ngerti " jawab nenek Shafa sambil tertawa.
" Nunsewu nggih, Abang itu senangnya bercanda, susah serius " jelas Shafa.
Kedua kakek dan nenek Shafa tertawa,
" Ga pa-pa,itu artinya bahagia, yowes selamat ya Nduk, mugo-mugo diparingi sehat, sugih dunyo akhirat"
" Aaamiinn Ya Rabbal'aalamiin" jawab Shafa dan Daffa.
Kemudian keduanya berlalu dan dimulailah investigasi ala keluarga besar Daffa dan Shafa yang tentu saja diikuti oleh tim dokumentasi yang siap dengan kameranya.
Mereka berdua didudukkan di tengah ruang dan
" Jawab jujur!! siapa yang suka duluan "
" Aku " jawab Daffa.
" Abang " jawab Shafa.
" Kenal dimana?? "
" Satu kelas waktu SMP kelas 7" jawab Shafa.
" Tapi sudah sempat kenalan waktu SD kelas 6" jawab Daffa.
" Jadi kalian satu sekolah dari SD?? "
" Beda SD, tapi 1 lapangan, jadi tahu, cuma kenalan benernya di SMP kebetulan sekelas " jawab Daffa.
" Katanya Daffa yang suka duluan, kenapa Daf?? "
" Ga tahu, awalnya sih karena penasaran ada anak baru, tapi trus kok lucu juga nih. Pas kenal, ternyata asik orangnya, tapi galak!! "
__ADS_1
" Kalau galaknya Shafa ini dah terkenal dari dulu!!! " celutuk Syafiq.
" Tuh lihat mukanya langsung berubah!! " lanjut Syafiq lagi.
" Iya, berubah!!! jadi Satria Baja Hitam!! " jawab Shafa ketus tetapi membuat yang lain tertawa.
" Manggilnya kok Abang, koe wong Jowo yo mestine 'Mas' "
" Abang bukan Jawa, kan kalau Betawi manggilnya Bang " jawab Shafa.
" Malu ah kalau di panggil Mas, kayaknya gimanaa gitu "
Senyum Shafa merekah mendengar jawaban Daffa, senyum jahil tepatnya.
" Hmm jadi ga mau dipanggil MAS Daffa?? atau Mas Fafa gitu?? "
" Woooo stop it!! apaan itu tadi??? mas Fafa??!! Yang?? sehat?? bercandanya jangan ngeri gini dong!! " protes Daffa yang membuat suasana pecah.
" Yaa kali aku nge horor siang-siang " jawab Shafa santai.
" Pasangan pelawak nih!! " tiba-tiba Cici bersuara dan muncul diantara kerumunan.
" Eeee Cici, kemane aje lu!! " tanya Daffa.
" Haadeee coolnya langsung ilang begitu Betawinya muncul!! " sahut Cici tanpa menjawab pertanyaan Daffa.
" Biar!! " jawab Daffa.
" Eh sendiri Ci?? ga bawa pasukan?? " tanya Daffa.
" Pasukan ntar malem pas resepsi, gw mo pamit yak. Selamat yee buat lo berdua!! Ntar pas resepsi gw dateng lagi dengan membawa pasukan khusus!! "
" Pasukan khusus apaan lagi nih?? " tanya Shafa.
" Pasukan khusus penghabis makanan dan photo bomb! " canda Cici.
" Yeee elu!!! Anyway, thank you for coming Ci!! kita tunggu ntar malam yaa!! "
" Sip sip, makasih gw dah kenyang !! tunggu kedatangan gw ntar malam yak!! Assalamu'alaikum!! " pamit Cici sambil berlalu.
Daffa dan Shafa kemudian kembali diwawancarai oleh keluarga mereka.
" Katanya mau ke Inggris?? berapa lama??"
" 2 tahun " jawab Daffa.
" Ngapain?? "
" Nyalon jadi Putra Mahkota!!! Yaa kaaliiii!!! " canda Daffa.
" Bulan Juli, Wisuda S1. Trus lanjut daftar S2. Selesai S2 langsung kembali ke sini, mau menggemparkan kantor Ayah!! "
Shafa hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Daffa.
" Emang kantor Ayah mau kamu apain!! " tiba-tiba Pak Dylan muncul diantara kerumunan.
" Yah, begitu aku masuk situ, kantor Ayah kujamin langsung beda suasananya !! "
" Iya, jadi OVJ di kantor!! " celutuk Daniel yang ikut berbaur.
" Nah !! Abang tahu!! "
" Bang Daniel!! adeknya di ospek lagi deh!! kambuh nih errornya !! " Shafa akhirnya angkat bicara.
" Hmmm mulai nih!! " gumam Syafiq yang tetap asyik merekam Daffa dan Shafa.
" Biarin, nanti ku error kan hati muuu!!! " sahut Daffa lengkap dengan bibirnya yang seperti siap mencium.
" Baaaang Daniiieelll!!!! Toooloooonggg!!! Adeknya kambuh Bang!!! " canda Shafa sambil berpura-pura ketakutan.
Suasana pun semakin pecah dengan canda Daffa dan Shafa.
__ADS_1