
Malam itu Daffa menyelesaikan semua pengecekan data keuangan, hingga lewat tengah malam, karena ia ingin esok hari dapat menikmati keindahan kota Milan berdua dengan Shafa.
Keesokan paginya, Shafa telah rapi dengan setelan gamis toska dilapisi dengan coat panjang bergaya militer bewarna beige dan dilengkapi dengan sepatu boots hitam setinggi betis. Tak lupa tas ransel kulit yang selalu setia menemani.
Sedangkan Daffa, memakai kemeja lengan panjang berwarna navy blue dan celana panjang berwarna beige tak lupa dilengkapi coat panjang bewarna hitam dan kacamata berlensa bening yang menghiasi wajahnya.
" Idiiii Abang pakai kacamata, aku juga aaa " ucap Shafa sambil mengambil kacamata yang senada dengan milik Daffa.
Mereka berdua pun berpose di depan cermin,
" Awas ada pasangan kece maksimal mau lewaaaat!!! " ucap Shafa.
Daffa pun mengernyitkan dahinya.
" Yang, itu bahasa tahun berapa?? Kece?? kayaknya jaman kita belum lahir deh "
" Ssst biar kece asal jangan memble!! "
" Aduuuh Yaaaang, bahasanyaaaa!!! sudah kece, memble lagi??!! "
" Akibat nonton film jadul, lucunya aneh. Yuk Bang!! "
" Kita kemana dulu nih?? "
" Sarapan ?? " tanya Shafa.
Daffa hanya memandangi Shafa sambil menarik nafasnya.
" Bang, kita butuh sarapan, agar dapat melewati hari ini dengan baik "
" Hmmm emang mau lewat mana si Hari bareng Baik ?? " canda Daffa.
" Nah, itu tanda kita memang butuh sarapan segera. Ada yang sudah red alert " ucap Shafa sambil mendorong badan Daffa ke pintu kamar hotelnya.
Mereka pun berjalan menuju restoran untuk sarapan pagi.
Ternyata pagi itu, restoran hotel cukup ramai. Daffa dan Shafa harus mengantri untuk mengambil sarapan mereka yang dihidangkan secara buffet.
Setelah selesai sarapan, Daffa memberikan berkasnya kepada resepsionis Hotel dan memintanya untuk segera mengirimkannya ke McDermott Finance.
Lalu ia mengajak Shafa berjalan-jalan menikmati keindahan kota Milan.
Daffa dan Shafa kembali mengunjungi pameran desain interior, ke beberapa stand yang kemarin tidak sempat mereka kunjungi.
Shafa menyelesaikan survey pamerannya sebelum jam makan siang, lalu mereka menuju tempat perbelanjaan terbesar di kota Milan, yaitu Galleria Vittorio Emanuele.
" Ini Mallnya gede banget!!! desainnya!!! uuwaaauuu bangeet!! " ucap Shafa yang sangat terpukau dengan keindahan arsitekturnya.
Bangunan tua nan megah ini dibangun pada akhir tahun 1800 hingga awal tahun 1900.
Bangunan ini juga yang menjadi inspirasi desain beberapa bangunan di Macau, Cina.
Berjejer butik-butik ternama dunia dengan menampilkan rancangan terbarunya di etalase, coffeeshop-coffeshop kenamaan dunia pun ikut meramaikan Galleria Vittorio Emanuele.
__ADS_1
" Eh Bang, jadi ingat drakor hmmm dah lama sih, jaman kita SMP kali yaa, pokoknya itu lah. Yang f4 Korea, Boys Over Flowers "
" Abang ga ngerti drakor Yang, ga nonton "
" Hmmm yaa pokoknya, di film itu ada scene mereka tuh jalan-jalan kek ke Eropa gitu. Trus ternyata mereka cuma jalan-jalan ke Macau dong!! ini desainnya mirip banget!!! serius aselik ini mirip banget !!! "
Shafa pun mencoba mencari tahu via internet.
" Bingo!!! I am so right!!! "
" Indeed it's the same design!! "
" See, desain kota Macau terinspirasi gaya Eropa, mengikuti gaya beberapa desainer kenamaan dunia. Kok ngambilnya Milan yaa?? kan Macau bekas jajahan Portugis?? "
" Hmmm anak IPS mulai kambuh membahas sejarah " canda Daffa.
" Ketika otakku terganggu oleh hal-hal detail yang ga penting dan banyak orang ga merhatiin. Ga tahu deh Bang, otakku ini suka nyimpan memori yang aneh, random banget "
" Besok ujian!! " canda Daffa lagi.
" Ujian cinta Bang Daffa ajah!! " goda Shafa yang membuat Daffa tersipu.
" Yang, lucunya jangan di tempat umum dong!! kan ga bisa dipeluk!! "
" Ih centil, gandeng aja Bang "
" Sip "
" Ga beli apa gitu Yang?? "
" Beli apa Bang?? "
" Yaa Sayang mau apa?? kepingin apa?? "
" Hmmm ga tahu, ga kepingin apa-apa "
" Uang dinasnya utuh nih, belum belanja sama sekali "
" Eh beli baju sama sepatu buat Danesh aja " usul Shafa.
" Ok, yuk kita ke..... "
" Itu Prada, Armani, Gucci?? for toddler??? sebentar doang makainya, trus ga muat, rugi bandar kita Bang "
Protes Shafa ketika melihat Daffa melangkahkan kakinya menuju Baby's Store milik top desainer dunia itu.
" Paling ga, dulu waktu kecil dia pernah pakai "
" Yang makai juga ga tahu, ga peduli. Kena tumpahan makanan trus nodanya ga hilang, aku bisa nangis!!! "
" Beli yang manfaat Bang, jangan tergoda oleh setan belanja yang selalu menggoda setiap saat, bagaikan rexona yang setia setiap saat!! "
" Yaaaang!! "
__ADS_1
Shafa pun tertawa melihat ekspresi wajah Daffa yang hopeless.
" Yuuuk kita ke baby shop biasa aja, biasa juga made in Milan "
Shafa pun menarik lengan Daffa, menuju departemen store kenamaan di Milan.
Shafa dan Daffa memilih beberapa pakaian dan sepatu untuk Danesh.
Daffa juga memilih dress untuk Shafa.
" Beli apa?? " tanya Shafa.
" Dress untuk Sayang "
" Waaa sexy banget ini Bang!! "
" Pakai di kamar buat Abang aja, hmmm sambil candle light dinner gitu Yang "
" Waaaa Bang, akibat film romantis Hollywood kah?? "
" Ga lah, dari dulu juga Abang romantis. Sayang aja yang ga suka di manja sama di romantisin "
" Hihihi yaa maaf, ntar deh aku mencoba meromantiskan diri ini "
" Hmmm bahasa ajaibnya keluar lagi!! "
Setelah berbelanja dan tangan mereka berdua mulai penuh dengan tas-tas belanjaan, akhirnya mereka beristirahat untuk makan siang di sebuah rumah makan khas Yordania yang juga menyajikan hidangan khas Itali.
Daffa dan Shafa pun menikmati makan siang mereka dengan lahap.
Tak lupa, mereka juga membeli pizza untuk oleh-oleh.
" Bang, nanti kita ke Bandara jam berapa?? "
" Jam 17.30 aja, boarding jam 19.00. Tadi juga sudah online check-in. Kita kan ga bawa bagasi, jadi ga repot lah "
" Setelah ini ada lagi yang mau di beli?? " tanya Daffa.
" Beli oleh-oleh makanan aja. Bang, biskuit Parmalat, kan enak-enak. Coklatnya juga "
" Ok "
Setelah membeli oleh-oleh mereka berkeliling kota Milan, hingga melewati stadion San Siro. Stadion 2 klub raksasa Italia, yaitu AC Milan dan Inter Milan.
" Ada pertandingan ga?? " tanya Shafa.
" Ada tuh, tapi nanti jam 5, pas kita ke bandara " jawab Daffa.
" Hiks hiks... turun dulu yuk, foto bentar, bukti sudah mendaratkan kaki di San Siro " pinta Shafa.
Keduanya pun turun dari taxi yang membawa mereka mengelilingi kota Milan, lalu meminta tolong kepada supir taxi tersebut untuk mengambil foto mereka berdua di depan stadion San Siro.
Mereka juga membeli beberapa souvenir di toko souvenir sekitar stadion. Setelah itu mereka segera menuju hotel untuk beristirahat dan bersiap menuju Bandara di malam harinya.
__ADS_1