Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 14 Video Call


__ADS_3

Di hari kedua kerja prakteknya, Shafa dan Fitri mendapat tugas baru dari Pak Vincent.


" Shafa , Fitri, kamu siap-siap ikut saya ke McDermott!! " panggil Pak Vincent.


Pagi itu Pak Vincent mengajak keduanya ke sebuah perusahaan internasional asal Inggris yang bergerak di bidang konsultan keuangan.


" Kita di minta langsung tanpa tender, untuk renovasi kantornya. Hari ini saya minta kamu cek furnitur yang ada, lalu tempelkan stiker kode furnitur sesuai layout. "


Lalu Pak Vincent memberikan gambar layout kantor beserta stiker kode furnitur kepada Shafa dan Fitri.


" Kita bawa apa aja Pak?? " tanya Shafa.


" Bawa yang saya kasih aja, oiya minta meteran ke Jessica !! "


"Saya tunggu 5 menit, kalian siap ya!!" ucap Vincent.


"Baik, Pak!! " jawab kompak Shafa dan Fitri.


Shafa dan Fitri segera mempersiapkan apa yang diminta oleh Pak Vincent, yaitu meteran, kertas layout dan stiker yang baru saja Vincent berikan.


Kemudian ketiganya segera menuju kantor McDermott di lantai 25, di gedung yang sama dengan mereka.


" Pak, kita cuma naik turun lift aja nih ke proyeknya?? " tanya Fitri.


" Iya, kecuali kamu mau pakai tali yang mereka pakai, " jawab Pak Vincent sambil menunjuk ke arah para petugas pembersih kaca yang sedang membersihkan jendela.


" Yeee si Bapak!! "


Pak Vincent dan Shafa pun tertawa melihat ekspresi kesal Fitri.


Sesampainya di lantai 25, mereka memasuki lobby kantor McDermott dengan desain minimalis.


"5 tahun yang lalu, mereka juga renovasi dan kita yang mengerjakannya. Ini adalah desainnya Frisa," tunjuk Pak Vincent.


" Keren, eh mbak Frisa sudah lama di Pratama ya, Pak?? " tanya Shafa.


"Sekitar 8 tahunan kalau tidak salah."


" Kalau Bapak, berapa tahun?? " tanya Shafa lagi.


" Saya sudah lama, kalian masih SD saya sudah kerja di sini. Hampir 13 tahun," jawab Pak Vincent.


" Waaaa, lama banget!! eh Pak Vincent orang mana sih?? " tanya Fitri.


"Kira-kira orang mana?? " tanya Pak Vincent balik.


" Hmmm bule sama ga tahu!! " jawab Shafa sekenanya yang membuat Pak Vincent tertawa.


" Inilah kenapa saya senang jika diberikan tanggungjawab pegang anak KP, karena kalian masih pada polos !! "


"Ayah saya Australia, ibu saya Chinesse Malaysia," lanjut Pak Vincent.


"Waaaa, Thor sama Mei Mei !!!" canda Shafa yang kembali membuat Pak Vincent tertawa.


" Hmm, my superhero Dad and cartoon's mom, what a couple!! " tambah Shafa yang semakin mengocok perut mereka.


" Kok kita jadi ngelantur begini ?? Yuk, kita sudah ditunggu. "


Mereka bertiga pun segera menuju ke bagian resepsionis kantor McDermott.


" Saya Vincent dari Pratama. "


" Baik Pak, saya hubungi Bu Dinda."


Tak lama kemudian, seorang wanita anggun menghampiri Vincent.


" Saya Dinda, GA."


" Saya Vincent, ini Shafa dan Fitri. "


" Kita ke ruang rapat dulu. "


Dinda pun berjalan menuju ruang rapat yang terletak di samping lobby, diikuti oleh Pak Vincent, Shafa dan Fitri.


Setelah berada di ruang rapat, Dinda mempersilahkan ketiganya untuk duduk terlebih dahulu.

__ADS_1


" Pagi ini, kami mau melanjutkan pengkodean furnitur, sekalian ada beberapa item yang harus di ukur kembali. "


" Baik Pak, kebetulan Pak McDermott ada ditempat, beliau ingin bertemu dulu. Sebentar lagi beliau akan kesini. "


Tak lama kemudian, seorang pria kulit putih, berbadan tinggi tegap, berambut coklat terang dan bermata hazel memasuki ruang rapat.


Begitu melihat Shafa yang memakai jilbab, ia pun memberikan salam.


" Assalamu'alaikum, saya Dylan, saya muslim juga. "


" Wa'alaikumsalam, " jawab Shafa dan Fitri yang cukup terkejut.


" Gimana Vinc ??"


" Iya, pagi ini saya mau tempel stiker di semua furnitur yang akan dipindahkan, sekalian mau ukur ulang beberapa ruang. Saya bawa anak KP untuk membantu saya. "


" Baik, ruang saya bisa di ukur dulu, mumpung lagi tidak banyak kerjaan. "


" Oke "


Sementara itu, Dinda meminta izin untuk kembali ke ruangannya.


" Pak, saya permisi untuk kembali ke ruangan. "


" Silahkan. "


Mata Pak Dylan pun beralih ke arah Shafa dan Fitri yang tampak kebingungan.


" Vinc, sepertinya mereka bingung, kita bule tapi bicaranya Indonesia banget!! " canda Pak Dylan.


" Biarin mereka bingung, sengaja !! " jawab Pak Vincent yang membuat keduanya tertawa.


" Saya sudah 25 tahun di Jakarta, sudah seperti orang Betawi kalau ngomong. Kalau Vincent ini, sudah 20 tahun yaa, teman bule saya. Makanya tidak pakai tender, cukup WA ' Vin, kantor gw mau renovasi, Lo datang ya!! ' cukup begitu saja dan tidak lama, datang deh !!" jelas Pak Dylan.


Shafa dan Fitri hanya tersenyum geli mendengar penjelasan Dylan tetapi mereka tidak berani ikut berbicara.


"Sepertinya anak KP masih malu-malu. Bagaimana jika kita langsung ke ruangan saya saja."


Dylan pun mengajak mereka bertiga ke ruang kerjanya yang terletak di ujung ruangan kantornya.


Langkah Shafa tiba-tiba terhenti, ketika melihat foto keluarga tergantung di salah satu dinding ruangan.


Tanpa diminta, Pak Dylan pun menjelaskan alasannya memajang foto keluarga di ruang kerjanya.


"Ini adalah penangkal para wanita-wanita pengejar CEO," canda Pak Dylan.


Shafa dan Fitri pun tak dapat menahan tawanya lagi.


" Yaa gini, bule aneh !! " ucap Vincent menanggapi temannya.


Kemudian Pak Dylan memperkenalkan anggota keluarganya, sambil menunjukkan nama-namanya pada foto.


" Ini istri saya, Dewi. Namanya Indonesia banget ya, alhamdulillah kami sudah menikah hampir 30 tahun. Sedangkan 2 laki-laki yang berdiri di belakang, mereka adalah Daniel dan Daffa. Yang wajahnya mirip ibunya ini namanya Daniel Farhan, jomblo 27 tahun. Sekarang ada di ruangan ujung sana, yaaa nepotisme sedikit tidak masalah, yang penting dia memang capable. Menurut saya, kenapa harus mencari orang luar, kalau anak sendiri bisa dipekerjakan. "


" Nah, ini yang ke-dua, Daffa Fariz, saya rasa dia seumuran kalian. Kalau Daffa, kebalikan dari Daniel, dia bule banget, hampir tidak kelihatan Indonesianya. Kalau dia berdiri, saingan sama saya tingginya. Daffa itu cerdas, tapi bandel dan suka iseng. Makanya sewaktu dia duduk di kelas 9, saya kirim dia ke kampung saya. "


Shafa pun tertawa mendengar penjelasan Pak Dylan, karena Daffa juga selalu mengatakan London itu kampungnya.


" Maaf Pak, London kok dibilang kampung??" canda Shafa.


" Ya itu memang kampung halaman saya, walaupun saya juga lupa itu halaman berapa!! " canda Pak Dylan pun berhasil membuat mereka semua tertawa.


" Eh kok, kamu tahu kampung saya di London?? " tanya Pak Dylan.


Shafa pun salah tingkah mendengar pertanyaan Pak Dylan.


Tetapi tanpa menunggu Shafa menjawab pertanyaannya, Pak Dylan kembali melanjutkan ceritanya.


" Daffa sampai saat ini masih di sana, tetapi dia pulang setiap tahunnya. Hmmm, kenapa saya jadi kangen saya sama Daffa yaa??"


" Anak ini juga jarang nelfon kalau tidak ada maunya!!' , kenapa ni anak ga nelpon-nelpon yak?? "


" Eee maaf, kok saya jadi curhat. Oiya, langsung saja jika mau ngukur atau apalah yang kalian perlukan, silahkan. "


Shafa dan Fitri pun memulai pekerjaannya dengan mengukur ruangan dan segala sesuatunya yang akan mereka butuhkan pada saat mendesain nanti.

__ADS_1


Tak lama handphone Pak Dylan berbunyi, ia pun menjawab dengan mengaktifkan loud speakernya.


" Hmmm akhirnya nelpon juga !!! kemana


saja kamu?? kenapa baru nelpon sekarang??!! "


" Ish!! salam dulu dong Paaaak!!! Assalamu'alaikum!! " jawab Daffa.


" Oiya, Wa'alaikumsalam. Kemana saja kamu, sudah tiga hari kamu tidak telfon ibumu !! "


" Yaaa disini lah, masih kuliah!! eh ga, ini baru mau subuh, nanti jam 8 aku kuliah. Bapak sehaat, Pak?? "


" Alhamdulillah. Daf!! kamu kambuh ya??kenapa manggilnya Bapak lagi!! emang Ayah itu Bapak-Bapak ??!!! "


" Ini sih yang kambuh bapaknya, " celutuk Vincent.


" Laaa emang bukan yaa. Baiklah, Om!!! 'pa kabar!!! kapan main dimari, kangen siomay!!!! "


Shafa dan Fitri pun tertawa tanpa henti, mendengarkan percakapan ayah dan anak bule tapi rasa Betawi ini.


"Astaghfirullah!!! sejak kapan Ayah jadi Om kamu??!!! ah sudah lah, malu ada anak KP nih tapi sepertinya kalian seneng yaa?? dapat hiburan gratis dari saya," canda Pak Dylan.


"Banget, Pak!!" jawab Shafa dan Fitri kompak.


"Hooo ada mahasiswa atau siswi niii ??!!" tanya Daffa.


"Mahasiswi dong!! 2 lagi nih!! kamu sih ga pakai video call, kalau vc kan bisa Ayah kenalin!! ada yang tipe kamu banget lho !! " goda Dylan.


"Aku matiin deh, Ayah video call aku !!! buruan !!!"


Daffa pun mematikan sambungan teleponnya.


"Eh?? anak paling sopan sedunia !! bisa-bisanya langsung matiin telponnya tapi minta video call??!!" ucap Pak Dylan sedikit kesal dengan perilaku putra bungsunya itu.


"Maaf yaa, sepertinya Daffa lagi eror, hmm dia sih memang eror. Dibandingkan Abangnya, Daffa ini butuh usaha ektra untuk bikin dia kalem, kalau pulang, rumah langsung ramai, soalnya dia berisik," canda Pak Dylan sambil menghubungi Daffa menggunakan VC.


"Ga pa-pa ya, santai dulu disini. Jarang-jarang bisa masuk kantor CEO dapat bonus VC sama si bungsu!!" tambah Pak Dylan.


"Ga pa-pa, Pak, lumayan hiburan, " jawab Shafa.


"Sekalian istirahat, yaa," sindir Pak Vincent, karena pekerjaannya harus terhenti sesaat, dikarenakan hal yang tidak penting untuknya.


"Sebentar, Vin. Cuma video call sebentar, kok."


Pak Dylan pun menghubungkan hpnya dengan proyektor di ruangannya.


Tak lama kemudian, Daffa pun terlihat di layar proyektor.


"Assalamu'alaikum, hmmm pasti layar tancep mode on!!! " ucap Daffa.


"Wa'alaikumsalam, iya dong!! jarang-jarang kan ada bule nyuguhin layar tancep ke tamunya," jawab Pak Dylan.


Shafa dan Fitri kembali tertawa mendengar obrolan Ayah dan anak ini.


Kemudian Pak Dylan mengarahkan kamera hpnya ke Shafa dan Fitri.


Daffa pun segera mengenali Shafa.


"Shafa!!! Shafa kan!! Yah itu Shafa kan???!!!" teriak Daffa yang terkejut dengan kehadiran Shafa.


"Iya ini Shafa, wait a minute!! kok kamu tahu??? padahal Ayah baru mau kenalin," jawab Dylan.


"Ini cewek yang nolak aku dulu, Yah!!! Yah, tahan dia Yah!!! jangan boleh pulang!!! aaa Ayah aku jadi pingin pulang kan!!! Ayah tanggung jawab!!"


Shafa hanya menunduk malu sambil tersenyum, mengingat canda Daffa yang tidak berubah.


" Heh kamu, malu dikit dong!! badan sudah tinggi besar kayak gitu, mana mulai brewokan.... eeee begitu ngomong... gaya anak SD!!! " tegur Pak Dylan.


" Biar!! Shaf!! cek inbox dong!! jangan suruh Abang pergi lagi nih!! awas yaa!! "


" Yah, kirim bodyguard Yah!! buat jagain Shafa, jangan sampai diambil orang!!! Shaf, kamu tunggu Abang 3 tahun lagi yaa!! Haaduuu kok lama amat sih 3 tahun!! Yah, tahun depan kan aku selesai, aku pulang yaaa. S2nya ntaran aja, aku nikahin Shafa dulu, baru lanjut S2 yaa!! "


" Heh bocah!! panik gitu!!! tunggu!! Ayah ga ngerti maksud kamu. Cewek yang kamu bilang dulu itu, Shafa ini ?? yang ini?? " tanya Pak Dylan.


" Shaf, kamu jawab pertanyaan Ayah tuh!! " jawab Daffa.

__ADS_1


__ADS_2