Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 9 Jaga jarak


__ADS_3

Ketika Daffa dan Shafa telah sepakat untuk menjaga jarak, ternyata hal itu malahan membuat rumor baru.


" Daffa sudah menyerah!! "


" Shafa terlalu cuek membuat Daffa menjauhinya !! "


" Shafa menolak Daffa."


" Daffa patah hati dan menjauhi Shafa. "


Dan masih banyak lagi, rumor yang beredar di sekolah mengenai hubungan Daffa dan Shafa.


Tibalah akhir pekan, seperti yang Daffa janjikan ia akan mengunjungi Shafa di rumah.


" Baaaang!! aku lelaaaah !! aku syapeeeeek!!! itu gosip haduuuuuu bikin aku ketawaaaaaa!! tapi dalam hati....!! "


" Kamu mendzalimi diriku Shaf !!!" canda Daffa dan keduanya pun tertawa geli.


" Ternyata para haters itu kreatif ya !! " ucap Shafa sambil tertawa.


" Your haters and my fans are completely creative!! " Daffa menambahkan.


" Ciiyeeee Inggrisnya keluar niii yeee... uhuk uhuk... " goda Shafa.


" Hmmm gw ngomong sepotong doang aja!! lo sudah kek gini!!! "


" Uhuhuuhu ngambek, ciiyeee Abang ngambek niii yeeee!! " goda Shafa tanpa henti.


" Teroooos !! .. puas yaa puuaaass lo, yaa!!! "


" Puas Bang!!! lebih puas kalau dibeliin es krim hihihi. "


" Yeee belum-belum sudah minta ditraktir aja!! "


" Emang belum apa?? " tanya Shafa yang tidak paham akan maksud ucapan Daffa.


" Belum jadian!! "


Shafa pun terdiam.


Daffa menunggu reaksi Shafa dan berharap Shafa tidak marah.


Shafa pun menarik nafasnya.


" Aku tidak dengar, aku tidak tahuuu, aku mau makan aja. Sudah ga lucu lagi!! Nih cemilannya di makan!! " jawab Shafa ketus.


Daffa tersenyum melihat reaksi Shafa, tepat seperti apa yang ia telah bayangkan sebelumnya.


" Hmm marah nih. Iya deh, Abang tahu, Abang diam dah!! nanti Abang beliin es krim, tapi marahnya dihapus, yaaa pleasee!! "


" Baiklah, es krim yaaa bener yaaa!!! awas kalau bohong!!!


" Iyeee!! "


Hari-hari mereka di sekolah memang menjadi sedikit berbeda, setelah keduanya sepakat untuk menjaga jarak selama di sekolah, tetapi Daffa dan Shafa sangat terhibur dengan rumor yang berkembang.


Mereka berdua pun tetap saling menjauhi satu sama lain di sekolah hingga kenaikan kelas.


Saat kenaikan kelas 8, mereka berdua berpisah kelas. Daffa di kelas 8A dan Shafa 8C.


Saat itu, Daffa terpilih menjadi ketua OSIS yang membuatnya semakin populer baik di dalam maupun luar sekolah.


Di setiap acara-acara sekolah yang tidak hanya dihadiri oleh siswa sekolahnya tetapi juga dari sekolah lain, Daffa selalu menjadi incaran kamera para gadis.


Hal ini dikarenakan penampilan Daffa yabg memang semakin hari terlihat aura bulenya, rambutnya pun terlihat berwarna coklat jika terkena sinar matahari.


Di kelas 8 ini, Daffa dan Shafa mulai disibukkan dengan kegiatan OSIS sekolahnya. Salah satunya adalah acara peringatan Maulid Nabi, yang diselenggarakan di lapangan sekolah mereka.


Di Ahad pagi, lapangan sekolah telah disulap menjadi panggung dan berjejer kursi-kursi untuk acara perayaan Maulid Nabi.


Shafa sebagai seksi kerohanian Islam juga sebagai panitia tampak sibuk berkoordinasi dengan rekan-rekannya.


" Shaf, minum dulu, " panggil Cici sambil memberikan botol minum ke Shafa.


" Makasiiiii!! " Shafa pun segera menegak air minumnya.


" Shaf!!! sebentar lagi pengumuman lomba!! lo siapin hadiahnya yaa!! " ucap salah satu kakak kelasnya.


" Siyaaap!! " Shafa pun segera ke samping panggung untuk mempersiapkan hadiah-hadiah untuk diberikan kepada para pemenang lomba.


Satu persatu pemenangan lomba diumumkan, satu persatu hadiah mulai diberikan kepada pemenang lomba, hingga tiba pengumuman lomba Kaligrafi.


Lomba ini diikuti oleh 3 orang dari setiap kelas. Termasuk Shafa yang didaulat kelasnya untuk mewakili dalam lomba.


" Lomba kaligrafi, juara 3 , diraih oleh Arman dari kelas 9D. Juara 2, diraih oleh Raihan dari kelas 7A dan juara pertama diraih oleh Shafa dari kelas 8C !! Kepada para pemenang, harap naik ke atas panggung untuk menerima hadiah "

__ADS_1


Daffa tanpa sadar menghampiri Shafa dan menyuruhnya untuk segera naik ke atas panggung.


" Lo menang Shaf, buruan naik!! "


" Eh ini hadiah gimana, kan aku yang tanggung jawab?? "


" Gampang, kan ada Nina, biar dia yang gantiin sebentar. "


Shafa pun naik ke atas panggung untuk menerima hadiahnya.


Daffa pun tak luput merekam momen tersebut dalam kamera handphonenya.


Aksi Daffa pun terlihat oleh para fans-nya.


" Daffa mulai mendekati Shafa lagi."


Itu adalah salah satu rumor yang kembali beredar. Tetapi kali ini, Daffa dan Shafa benar-benar tidak memperdulikannya, mereka tetap bersikap normal tanpa ada jaga jarak di sekolah.


Hingga rumor itu pun menghilang dengan sendirinya.


Seperti biasa pada hari Ahad, Daffa akan bertemu Shafa di rumahnya atau di taman jogging untuk lari pagi.


Pagi itu, Shafa bersepeda dari rumahnya bersama Syifa menuju taman Jogging.


" Shaf, nanti aku mau ketemuan sama temenku lho yaa, jadi ntar misah bentar ora popo yo. "


" Iyo mbak, aku yo arep ketemu koncoku. "


Setelah sampai, mereka berdua memarkirkan sepedanya dan mulai berlari kecil sambil mencari keberadaan teman-temannya.


" Shaf!! " panggil Daffa yang sedang berlari ke arah Shafa.


" Mbak, aku ke sana yaa, Daffa manggil."


Shafa pun menghampiri Daffa.


" Napa Bang, teriak-teriak?? "


" Ga pa-pa, manggil aja biar orang pada tahu, gw kenal kamu !! "


" Iiidiiii tumben pakai kamu?? ciiyeee ganti panggilan niii yeee.... ciii yeeee!! " goda Shafa.


" Haadeee cewek ajaaaiiiib, laa kenapa gw di ciye ciyein... !!! Shaf lo sehat banget yak!! "


" Alhamdulillah Bang hihihi. "


" Jalan cepat aja!! " jawab Shafa yang langsung berjalan mendahului Daffa.


" Shaaaafff!!! gw kok ditinggalin??!! "


" Sorry Bang sengaja!! " jawab Shafa sambil terus berjalan lebih cepat dan akhirnya mereka berdua berlari bersama.


Setelah berlari 2 putaran, mereka pun duduk untuk beristirahat.


Tanpa mereka sadari, ada beberapa pasang mata memperhatikan mereka berdua.


" Shaf, kamu nanti mau masuk SMU mana?? "


" Hmm masih tahun depannya lagi kan?? kok dah nanya sekarang?? "


" Biar gw siap-siap, nanti kita masuk bareng " goda Daffa.


" Wuiidiii kambuh centilnya!!! "


" Hahaha gw serius ini!! malah dibilang centil!! "


" Huhuhu baiklah yang serius.Hmm kayaknya 21 deh, sama seperti mbak Syifa. "


" Eh Bang, emangnya Abang berapa bersaudara?? "


" Gw 2 bersaudara, kakak gw cowok sudah kuliah. "


" Wooo jauh nian jaraknya!! "


" Iya, 6 tahun "


" Bule juga kayak Abang?? "


" Ga, kalau gw semakin gede semakin bule, dia kebalikannya, semakin gede semakin Indonesia, rambutnya ga seterang dulu, kulitnya juga, tapi dia tinggi banget kayak Ayah. "


" Ooo manggilnya Ayah, bukan Daddy?? "


" Tergantung sih, seringnya Ayah, tapi kalau lagi sama keluarga bulenya yaa Daddy. "


" Bang, lanjut yuk!! " ajak Shafa.

__ADS_1


" Yuk!! "


Mereka berdua pun kembali berlari bersama. Syifa yang sedang bercakap-cakap dengan teman-temannya melihat Shafa dengan Daffa.


" Shaf!!! " panggil Syifa.


" Iya Mbak!!! "


" Eh sebentar yaa, aku dipanggil mbak Syifa. "


Shafa pun menghampiri Syifa.


" Itu Daffa?? " tanya Syifa.


" Iya Mbak, kenapa?? "


" Lama ga lihat, kok jadi semakin bule gitu??"


" Eh itu cowok adek lo?? " tanya teman Syifa.


Shafa segera menjawab,


" Bukan, Mbak. "


Daffa yang berdiri tak jauh pun mendengarnya dan segera mendekati.


" Otw Mbak!! do'ain berhasil menaklukkan gunung es ini!! " ucap Daffa yang segera berlari untuk menyelamatkan dirinya dari amukan Shafa.


Shafa pun segera berlari mengejar Daffa yang membuat Syifa dan teman-temannya tertawa.


" Adek lo lucu juga!! "


" Lucu tapi galak dan juteknya minta ampun deh, " jawab Syifa.


" Alhamdulillah ada yang suka, " lanjut Syifa.


" Ganteng tuh teman adek lo. "


" Iya, blasteran Inggris katanya, " jawab Syifa.


" Wah dapat jackpot nih!! "


" Hahaha bisa aja, kayak kuis. Kita lanjut lari lagi, yuk!! " ajak Syifa untuk mulai berlari kembali.


Sementara itu, Daffa akhirnya berhenti berlari karena ia sudah kehabisan nafas.


Ia pun membungkukkan badannya, lalu ia memberi tanda ke Shafa untuk berhenti mengejarnya.


" Udah Shaf.... ampun..... gw sudah capek...... ntar gw ambil nafas dulu. "


" Mau ambil dimana?? " canda Shafa.


" Haadeee gw nyerah ah!!! gw mau duduk dulu "


Daffa pun berjalan ke tepian track untuk duduk sambil meluruskan kakinya.


Shafa membeli air mineral kemudian memberikannya kepada Daffa.


" Makasih "


" Pakasih "


" Shaf, lo kan tahu gw suka sama lo, kapan lo mau nerima gw?? "


" Kapan-kapan.... "


" Tuuu kaan.... lo kalau kumat jangan sekarang dong!! gw serius nanya, kok lo bercanda!! " protes Daffa.


" Aku ga bercanda, aku ga mau pacaran dan kalau sudah kayak gini, mending balik jaga jarak aja. Bukannya aku nolak, tapi ga sekarang. SMP juga belum lulus."


" Jadi mau kamu gimana?? " tanya Daffa.


" Aku sebetulnya tahu, kalau pertemanan kita ini salah. Dalam islam ga ada hubungan pertemanan antara laki-laki dan perempuan kecuali pernikahan. Jadi kita jaga jarak lagi ya, Bang. Mungkin 10-15 tahun lagi kalau memang kita berjodoh pasti ada jalannya. Tapi ga sekarang. "


Daffa terdiam, mencerna kata-kata Shafa barusan.


" Jadi mau kamu, kita jauh-jauhan lagi??? kayak ga kenal?? "


" Bukan Bang, bukan gitu. Aku cuma minta kita jaga jarak, ga usah terlalu dekat atau akrab, saling tegur juga ga masalah, tapi yaa gitu aja, sama seperti ke teman-teman yang lain. "


Daffa menunduk kecewa, ia tahu bahwa dirinya pasti akan ditolak oleh Shafa, tapi ia tidak menyangka jika ia harus kembali menjaga jarak dari Shafa.


" Trus kalau chatting juga ga?? " tanya Daffa.


" Sebaiknya dihindari Bang, maaf aku pulang duluan. "

__ADS_1


Shafa meninggalkan Daffa yang duduk termenung, yang masih tidak mempercayai apa yang barusan ia dengar.


" Gw tahu kalau jelas-jelas bakalan di tolak, tapi kalau menjauh... sejauh-jauhnya???!! gw ga bisa Shaaaaaffff!!! " pekiknya dalam hati.


__ADS_2