
Jum'at dini hari, Daffa dan Shafa beserta Danesh kembali melakukan perjalanan menuju London.
Seperti biasa, penerbangan panjang itu akan diisi dengan tidur malam.
19 jam kemudian, akhirnya mereka tiba di London, kembali ke apartemen mereka yang mungil.
" Bang, aku masak nasi dulu yaa "
" Iya. Sayang urusan makanan aja, nanti biar kopernya Abang yang beresin "
Danesh berjalan menghampiri Shafa di dapur.
" Mom, I'm hungry "
" Hmmm, Danesh makan roti dulu yaa?? "
Danesh menggelengkan kepalanya.
" Hmmm.... sebentar yaa "
Shafa membuka lemari tempat ia penyimpanan makanan kering, sementara itu Danesh kembali ke ruang tengah melihat Daffa mengosongkan koper.
" Alhamdulillah, masih ada bubur instan "
Shafa pun memasak bubur instan untuk Danesh dengan menggunakan microwave, tak lupa ia menambahkan telur diatasnya.
Setelah 5 menit, bubur telah matang sempurna.
" Danesh sini, buburnya sudah matang. Ibu suapin atau mau makan sendiri?? "
" Sendiri "
" Pinternya anak ibu "
Sambil membereskan makanan yang ia bawa dari Jakarta, Shafa segera memasak nasi dan menghangatkan gudeg untuk makan siang sarapan.
__ADS_1
Sementara Daffa masih sibuk dengan membongkar koper dan bawaan mereka yang lain, Shafa membersihkan kamarnya dan mengganti seprei tempat tidurnya lalu memasukkannya ke dalam mesin cuci.
Daffa melanjutkan dengan memvacum cleaner seluruh ruangan, dimulai dari kamarnya.
" Yang, baju-bajunya sudah rapi, tolong bantu masukan ke lemari, Abang mau bersihkan lantai "
Setelah seluruh ruangan bersih, barang bawaan mereka juga telah tertata rapi di tempatnya, saatnya untuk menikmati makan siang bersama.
" Bang, aku belanja online aja yaa, untuk isi kulkas dan kebutuhan lainnya "
" Iya, Abang juga kepikiran seperti itu. Lihat mana yang banyak diskonnya "
" Siaap, aku juga masih punya beberapa voucher belanjanya kok "
Sore harinya, barang belanjaan yang Shafa pesan telah diantarkan.
" Alhamdulillah, akhirnya selesai semua!! "
" Masih sisa 1 hari untuk selonjoran, sebelum mulai nguliiiiii!!! "
" Bang, aku request 1 aja sebelum nantinya kita kembali ke Jakarta "
" Apa requestnya?? "
" Umroh yuk, kan kalau dari sini lebih murah "
" Abang malah kepikirannya naik haji sekalian, nanti kita pakai kuota haji sini, kan paspor Abang masih British "
" Bener Bang?? serius??!! " tanya Shafa tak percaya.
" Iya, serius. Kita daftar online dulu, biayanya kalau ga salah sekitar 5-7 ribu pounds per orang untuk yang hotel bintang 4 atau 5 yang dekat Masjidil Haram "
" Daftar sekarang untuk berangkat tahun depan" lanjut Daffa.
" Maaauuuu!!! daftarin Bang!! "
__ADS_1
" Daftar berdua aja yaa, nanti Danesh kita titip ke rumah Granny lagi "
" Ok!! "
Daffa dan Shafa mulai mempersiapkan bekal untuk rencana Haji mereka berdua dan juga untuk kepulangannya nanti ke Indonesia.
Di hari Senin pagi, keduanya telah siap untuk kembali bekerja.
Rutinitas harian mereka pun telah dimulai kembali.
Jika diawal masuk kerja, Daffa di anggap sebelah mata dikarenakan masih anggota keluarga, yang dapat diterima bekerja tanpa tes tetapi hal itu dapat segera ditepisnya dengan kinerjanya yang membuktikan bahwa ia layak bekerja di posisinya.
Kemampuan analisisnya tak pernah meleset, permasalahan keuangan beberapa nasabah juga dapat ia tangani dengan baik.
Tak terkecuali dengan Shafa, yang pada awalnya cukup diragukan kemampuan desainnya oleh para karyawan, tetapi ia buktikan dengan hasil desain yang jauh dari ekspektasi para karyawan, sehingga ia pun mulai disegani, terlebih oleh kedua asistennya.
Kedua asisten Shafa, mengagumi kinerja dan karya-karya Shafa. Ide yang out of the box, sering kali dimunculkan oleh Shafa.
Satu hal yang Daffa lebih perhatikan setelah kepulangannya ke Jakarta, ia akan lebih memperhatikan makan Shafa, ia tidak ingin berat badan Shafa turun kembali.
" Yang, Abang sudah pesan makan siangnya. Nanti kita makan bareng disini aja yaa. Soalnya masih ada yang harus dikerjakan "
" No problemo "
" Oiya, untuk haji, Abang sudah tanya ke uncle David, katanya pakai travel langganannya saja, full exclusive package "
" Mihil ga Bang?? "
" Yaa pastilah, sekitar 14 ribu berdua "
" Di rekening kita ada berapa Bang?? "
" Hmmm sekitar 90ribuan. Masih sisa banyak, santai aja, lagian ini kan untuk ibadah, jadi yaa ga masalah lah "
" Besok kita daftar langsung, trus kita mulai mempersiapkan diri untuk perjalanan haji kita tahun ini "
__ADS_1