Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 43


__ADS_3

Setelah menaiki wahana ekstrem dan berakhir di arung jeram, mereka berempat segera mengganti pakaian mereka yang basah, sekaligus beristirahat dan menunaikan shalat maghrib.


"Dah mau tutup nih, hampir jam 7 !!!" seru Daniel.


" Bang ayoook!! " seru Shafa sambil menarik tangan Daffa menuju istana boneka yang sudah terlihat sepi antriannya.


Daniel dan Syifa tertawa melihat kehebohan Shafa.


" Ternyata Shafa es-nya meleleh ketika ketemu mainan yaa " ucap Daniel.


" Ya gitu deh Mas, Shafa tuh 'princess of ice' tapi melted begitu ketemu wahana permainan seperti ini " jawab Syifa.


Tanpa mengantri lama, mereka berempat menaiki perahu di wahana istana boneka.


Karena terkena AC, Shafa jadi mengantuk. Ia pun meletakkan kepalanya di bahu Daffa.


Setelah berkeliling dunia di dalam istana boneka, mereka menuju bianglala yang juga terlihat sudah sepi.


Mereka berempat naik bersama. Keempatnya berfoto bersama setelah sampai di puncak. Setelah itu, mereka pun mengakhiri permainannya.


" Udah ah, aku ga jadi naik kuda- kudaan " ucap Shafa.


" Yakin?? " tanya Daffa.


Shafa mengangguk, sambil berjalan menuju pintu keluar.


Mereka berempat pun keluar dan menuju parkiran.


Setelah masuk mobil,


" Yaaa lupa kan, kita ga naik gondola!!! dah tutup!!! " seru Shafa ketika melintasi stasiun gondola.


" Ntar kapan-kapan kan masih bisa " jawab Daffa.


" Kapan?? lusa kita dah berangkat ke London. Anyway btw busway kalau di London, naik Eye of London tuh mahal ga sih?? " tanya Shafa.


" Hmmm sekitar 500rb/orang, lumayan buat 30 menit " jawab Daffa.


" Waaaa berdua 1 juta.... ga jadi deh!! ku mending... eh makanan disana apa sih yang nge-hits?? "


" Yang khas di sana yaa, fish n chips " jawab Daffa.


" Hah!!! itu khas sana??? waaa pantesan Abang nagih siomay, asinan, batagor!! hiks hiks hiks... usus dan lambung .. kamu latihan makanan tanpa rempah yaaa, nasi padang I'm gonna miss you!!! nasi uduk, nasi kuning... eh ini bisa bikin sendiri, oiya abooooon!!! wajib tuh buat naskun!!! ingetin beli yaaa "


" Yang, jangan lupa beli abon "

__ADS_1


" Ish "


Daffa dan kedua kakaknya pun tertawa.


Daniel menghentikan kendaraannya di parkiran rumah makan Bandar Jakarta untuk makan malam sebelum pulang.


" Kita makan malam dulu, trus shalat Isya, baru pulang " ucap Daniel sambil keluar dari kendaraan yang diikuti oleh yang lain.


Makan malam di pinggir pantai, tidak lengkap tanpa foto-foto, untuk itu secara bergantian mereka pun berfoto.


Setelah makan malam selesai, mereka menuju masjid Ancol untuk shalat isya sebelum akhirnya pulang ke rumah.


Dalam perjalanan pulang, Shafa tertidur karena kelelahan.


" Akhirnya baterainya habis juga " ucap Daffa.


" Daf, Shafa terkadang terlihat dewasa tapi terkadang juga bisa kayak anak-anak, seperti hari ini. Intinya sih, kalau sama Shafa, moodnya ga bisa ditebak, rollercoaster banget. Tapi bagusnya, dia kalau marah atau kesal cuma sebentar, terkadang walaupun lagi marah tapi dia sadar dia punya kewajiban, yaaa dia tetap melaksanakan kewajibannya sampai selesai. Walaupun ekspresinya ngeri, tanpa senyum sama jutek banget deh. Terus dia tuh tipe minimalis perawatan, aku suka gemes lihat dia ga ngerawat mukanya. Tapi karena kulitnya bagus, yaaa aman ga jerawatan atau kusam. Kamu coba aja beliin kosmetik perawatan wajah, yang sekarang dia pakai tuh beli online. Kadang-kadang lengkap kadang ga, seringnya ga lengkap, karena dia males makai semuanya plus lumayan juga harganya kalau dilengkapi. Untuk pakaian kamu tahulah sekeranya, tapi kalau sepatu.... Shafa memang seleranya mahal, mungkin itu yang paling mahal. Yang lain beli di pasar juga jadi "


" Hah??!!! ada yang beli di pasar??? " tanya Daffa terkejut.


" Iya, jangan salah Daf, baju di pasar kadang bagus juga lho, harganya juga bisa sampai seratusan. Yang jelas dia anti daster, apalagi daster batik. Batik itu exclusive buat Shafa. Ada gamis batik modifikasi, dia desain sendiri, bagus banget. Batik hasil hunting waktu mudik ke Jogja. Shafa itu jago ngedesain, namanya desain baju itu dari SMP, Shafa sudah sering bikin sketsa-sketsa gamis, pintar padu padan warna. Tapi sayangnya ga diterapkan, seringnya dia sendiri pakai baju seadanya. Shafa juga termasuk yang malas dandan cantik, kalau ga terpaksa. Bisa dihitung pakai jari kapan Shafa dandan. Paling ke kawinan sama terakhir tuh pas wisuda "


" Serius Mbak, wisuda itu termasuk dandan??? perasaan Shafa cuma pakai krim siang aja "


" Itu sudah termasuk dandan buat Shafa. Walaupun ga pakai bedak, dia ga punya bedak!! agak musuhan sama bedak "


" Hmmm palingan foundation sama concealer, itu dia baru beli buat nikahan kemareeeen!!!! "


" Akhirnya dia beli perlengkapan make-up juga!!! itu prestasi Daf!! " lanjut Syifa gemas.


Daffa tertawa mendengar penjelasan Syifa.


" Ada ya Mbak, perempuan tapi hobinya makan tapi ga suka dandan "


" Ada tuh, perempuan yang sudah nyenyak banget tidurnya, dah sampai mana tuh bocah mimpi "


Tiba-tiba Shafa menjawab masih dengan mata tertutup.


" Dah sampai Disneyland... ga sopan, orang lagi tidur diomongin "


" Ini serius sudah bangun atau ngigau?? " tanya Daffa.


" Ngigau Bang!! anggap aku ngigau aja, biar aman dunia. Kalau sudah sampai bangunin yaa, jangan main gendong!! "


" Ampun deh, tidur juga masih galak yak!! "

__ADS_1


" Sssttt Shafa mau lanjut tidur!!! jangan berisik!!! " ucap Shafa dengan mata tertutup.


" Baiklah Nyah, tidurlah!! "


" Good boy!! " ucap Shafa sambil menepuk paha Daffa yang ia jadikan bantal untuk kepalanya.


Daffa tersenyum memandang Shafa yang kembali tidur, sambil mengelus-elus lengannya.


Setengah jam kemudian, mereka telah sampai di rumah.


" Makasih Bang, Mbak " ucap Daffa dan Shafa sambil keluar dari mobil.


" Ga mampir dulu?? " tanya Daffa.


" Ga, langsung aja. Salam buat bapak ibu ya " jawab Syifa.


" Assalamu'alaikum " salam Daniel dan Syifa.


" Wa'alaikumsalam "


Setelah mobilnya berlalu, Daffa dan Shafa pun segera masuk ke dalam rumah.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam, kirain kamu nginep di sana"


" Yaaa kali Bu, aku nginep di Dufan??!! " jawab Shafa.


" Sudah makan belum?? "


" Sudah Bu, sebelum pulang tadi makan di Bandar Jakarta dulu " jawab Daffa.


" Ya sudah, istirahat lah. Mandiiiiii !!! "


" Inggih Buuuuu, kulo bade munggah rumiyin, nggih Bu "


( Baik Bu, aku mau ke atas dulu ya Bu )


" Inggih cah ayu "


" Oiya Bu, salam dari Mbak Syifa sama Bang Daniel "


" Wa 'alaika wa 'alaihissalam " jawab ibu Shafa.


Daffa dan Shafa pun menuju ke kamar mereka di lantai atas.

__ADS_1


" Sayang mandi duluan aja. Abang mau ngecek e-mail dulu "


" Woke "


__ADS_2