Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 65


__ADS_3

Daffa dan Shafa telah sampai di lokasi pameran. Seperti yang sudah Daffa duga, Shafa akan seperti anak kecil yang berada di taman bermainnya.


" Baaang!!! itu keren bangeeeet!!! " ucap Shafa dengan mata berbinar.


" Meeting roomnya di glass box??!! really??? meeting room??? in a glass box???!! waaa never thought about that!! "


" Bang lihat!!! kursinya?? for office?? it's a sofa, it looks convy. Tapi kok di office yaa, ini lebih pas di ruang keluarga "


" Bang kok diam aja?? " tanya Shafa karena sedari tadi Daffa hanya diam tidak berkomentar.


" Abang bingung, semuanya keren, ga ngerti mau komen apa "


" Eh boleh ambil fotonya ga sih?? " tanya Shafa.


" Kayaknya boleh, ga ada sign dilarang ambil gambar. Tuh ada yang lagi foto juga " tunjuk Daffa pada beberapa pengunjung pameran yang sedang mengambil foto pameran.


Mereka berdua pun berkeliling mengunjungi setiap stand interior. Shafa nampak memperhatikan setiap detail, baik dari bentuk ruangan, dekorasi maupun furniture-furniture yang digunakan.


Tak lupa, Shafa menggunakan kamera HPnya untuk mengabadikan beberapa karya interior terbaik.


Sedangkan Daffa mengumpulkan brosur-brosur dari setiap stand untuk Shafa.


" Bang, besok kan penutupan pameran, pasti ramai banget "


" Pastinya, besok kan pameran dibuka untuk umum jadi yaaa harus siap-siap dengan keramaian " jawab Daffa.


" Oouuugh aku jadi males kalau ngebayangin ramainya "


" Bedakan ramai pameran sama ramai pasar. Seramai-ramainya juga ga bakalan berdesakan, karena yang datang ke pameran seperti ini pastinya berkelas. Kan ga semua orang paham estetika dari desain interior. Besok kita berangkat pagi, kan pameran mulai jam 9. Setelah sarapan kita langsung kesini "


" Can't wait for tomorrow "


Mereka melanjutkan berkeliling, hingga langkah mereka terhenti pada sebuah stand yang berbeda dari yang lain.


Sebuah taman di dalam ruang, yang dihiasi dengan batu-batu dan rumput. Ditambah ornamen lampu taman dengan desain yang cukup unik.


" MasyaAllah " ucap Shafa kagum.


" It's so beautifull "


" Indeed " Daffa pun sependapat dengan Shafa.


" It's Zen design "


" Apa itu?? " tanya Daffa.


" Zen design itu dari Jepang, sifat atau konsep dari desainnya itu menenangkan. Adem, kalem, pokoknya zero stress. Beberapa konsep desain ku juga terinspirasi dari Zen design ini, tapi desainku belum bisa pure seperti ini, butuh latihan lagi "


" It's simple, yet it's beautifull "


" Jadi desainnya itu anti stress yaa?? " tanya Daffa.

__ADS_1


" Well, as you can see. Menenangkan banget yaa. Jadi kepikiran untuk bikin di kantor ga sih Bang?? "


" Hmmm seru kayaknya kalau ada di kantor. Tapi di mana?? satu lantai itu sudah full sama kantor dan musholla kita "


" Iya juga sih. Yaa simpan aja idenya untuk renovasi selanjutnya. Mungkin bisa di desain di samping resepsionis, di samping lobby "


" Hmmm, nanti ku bedah lay outnya dulu "


Akhirnya setelah menghabiskan waktu selama hampir 4 jam berkeliling, Daffa dan Shafa pun memutuskan untuk mencari tempat makan malam mereka, sebelum beristirahat di hotel.


Mereka memilih rumah makan Turki yang menyajikan makanan khas Timur Tengah.


" Aku mau kebab spesialnya Bang, ekstra mozzarella "


" Hmmm Abang apa yaa, ini deh rice beef pillaf. Minumnya apple tea sama pomegranate juice "


Sembari menunggu,


" Aku pingin lepasin kaki, ku gantung sebentar aja.... "


" Ngeri banget sih Yang "


" Super duper pegel to the max ini Bang!! "


" Tempatnya luas banget, rame, itu juga belum semua stand kita datangi. Masih ada yang belum "


" Stand material bahan, tadi aku lihat, tapi belum sempat mengeksplorasi "


" Ada produsen keramik, parket, trus aneka veneer kayu, tadi aku lihat sebagian aja. Trus ada bahan ceiling..... macam-macam deh Bang!! "


" Tadi kayaknya Abang ambil beberapa brosurnya deh " lanjut Shafa.


" Hmmm Abang ga merhatiin juga, tadi asal ambil aja, hihihi maaf "


" Yeee, si Abang "


Tak lama, pesanan mereka pun datang.


Keduanya pun segera menikmati makan malam mereka, sebelum kembali ke hotel.


" Mau beli buat ngemil di hotel ga?? " tanya Daffa.


" Hmmm beli apa ya Bang?? "


" Turkish Pizza, mau ga?? "


" Boleh deh, nyobain "


" Besok kita beli Pizza Itali yang asli "


" Wokeee "

__ADS_1


Setelah makan malam usai, mereka pun pulang menuju hotel.


" Bang, aku mandi duluan yaa "


" Ya. Abang mau selonjoran dulu "


Selesai mandi, Shafa membuat coklat panas untuknya dan Daffa.


" Hmmm coklatnya enak. Merk apa nih?? " tanya Daffa.


" Hersey "


" Coklat sachetan tapi enak banget "


" Ya iyalah, merknya aja hersey, mihil ini Bang "


" Yowes, Abang mandi. Ntar kita shalatnya jamaah yaa "


" Woke Bang "


Sambil menunggu Daffa selesai mandi, Shafa menyalakan TV.


" Hmmm italiano, mamamia, alfonso!! ini pada ngomong apa siiii!! "


Shafa pun hanya menggonta-ganti channel, hingga ia menemukan acara berbahasa Inggris.


" Hmm dah bahasa Inggris kok malah berita "


Akhirnya Shafa mematikan televisinya dan membaca beberapa laporan Daffa.


" Hmmm puyeng to the max kalau aku harus meriksa ini. Angka semua, duit pulak!! ih ngeri!! Kok bisa yaa, kuat berhadapan dengan hal-hal monoton seperti ini "


Tak lama, Daffa pun telah selesai mandi. Kemudian mereka berdua, berjamaah melaksanakan shalat maghrib dan isya.


Setelah salam, Shafa yang mulai mengantuk pun memaksakan diri untuk menyelesaikan dzikir terlebih dahulu, tetapi ternyata ia sudah tak kuat menahan kantuknya, sehingga ia pun merebahkan dirinya di atas sajadah dan tak lama ia pun tertidur.


Setelah menyelesaikan dzikirnya, Daffa pun berdiri untuk melipat sajadahnya. Ia pun tersenyum melihat Shafa yang tertidur di atas sajadah.


" Yang, pindah di kasur yuk. Lepas mukenanya dulu " ucap Daffa membangunkan Shafa, sambil membantunya melepaskan mukena.


Shafa pun melanjutkan tidurnya di tempat tidur. Sedangkan Daffa masih harus menyelesaikan pekerjaannya, yaitu memeriksa laporan keuangan.


Sambil sesekali melirik ke arah Shafa, akhirnya Daffa yang bekerja di meja hotel pun berpindah ke kasur.


Tetapi sebelumnya, Daffa mengambil satu potongan pizza yang dibelinya tadi.


" Enak juga pizza Turkinya, hmm tapi sepertinya pizza ga pernah ga enak "


" Hmmm Sayang, belum makan pizzanya sudah ketiduran. Capek yaa, jalannya muterin pameran "


Daffa pun segera menyelesaikan makannya untuk kembali berhadapan dengan laporan keuangan.

__ADS_1


__ADS_2