
Daffa dan Shafa sampai di lokasi reuni lebih dulu.
" Belum jam 11 Yang, kita duluan nih "
" Jam 11 Indonesia itu bisa 11.30 atau jam 12 Bang. Jadi kita duluannya kebangetan "
" Yowes masuk dulu, tadi reservasi atas nama siapa?? "
" Indah sama aku "
" Yuk, kita ke dalam " ajak Daffa.
Daffa lalu berjalan menuju ke kasir.
"'Atas nama Indah atau Shafa?? "
" Oo, silahkan Pak, kami antar "
Seorang pelayan pria pun menghampiri untuk mengantar mereka ke meja reservasi yang terletak di area makan bagian belakang.
Daffa dan Shafa berjalan mengikuti.
" Silahkan Pak, Bu. Untuk minumannya bisa dipesan disini " pelayan tersebut memberikan kertas pemesanan beserta daftar menu.
" Untuk makanannya tadi sudah dipesankan, jika ada tambahan, juga bisa di tuliskan disini "
" Untuk nasi, silahkan ambil sendiri di meja panjang dekat kasir "
" Terima kasih Mas "
Daffa dan Shafa membuka buku menu rumah makan tersebut.
" Apa sih Tengkleng Gajah ?? " tanya Daffa.
" Ooo itu nama makanannya tengkleng, pakai daging dan tulang kambing. Tapi karena potongannya besar-besar, jadi dinamakan tengkleng gajah. Bukan pakai daging gajah " jawab Shafa.
" Ooo kirain, serem amat kalau pakai daging gajah beneran. Ini kuahnya seperti sop yaa, tapi potongan dagingnya besar-besar?? "
" Hmmm beda sama sop, tapi yaa berkuah dan tidak pakai santan. Seger enak pokoknya "
Tak lama kemudian,
" Shafa?? "
" Indah?? Iin?? "
" Iyo aku Iin. Ya Allah, pangling aku!!! "
Keduanya pun berpelukan.
" Pirang tahun?? "
( berapa tahun)
" 15 tahun, In "
" MasyaAllah pangling beneran lho, kalau ketemu kamu di jalan, pasti aku ga ngenalin "
" Yaa sama. Eh katanya kamu baru nikah?? "
" Iya, baru sebulan. Oiya kenalin ini suamiku, Mas Opick "
" Kenalin juga ini suamiku, Bang Daffa "
" Koe nikah karo bule?? "
" Setengah bule aja " jawab Daffa.
" Wis ceritane mengko ae, ben sisan "
( Ceritanya nanti saja, biar sekalian)
__ADS_1
Satu persatu teman-teman Shafa mulai berdatangan, cium dan peluk diantara teman lama ini menjadi bagian melepaskan rindu setelah belasan tahun tak bersua.
" Ok, wis kumpul kabeh. Mulai cerita dong Shaf!! " pintar Indah.
" Pada suatu hari atau pada zaman dahulu?? "
" Wis kambuh iki!!! "
" Tiba'e isih podho!! "
( Ternyata masih sama )
" Pakai bahasa Indonesia aja yaa, suami ku ntar roaming kalau kita pakai bahasa Jawa "
" Ini Bang Daffa, teman sekelas waktu SMP, blasteran Inggris, makanya bentuknya begini "
" Kok bentuk?? wujud gitu!!! " protes Indah.
" Haadee sama aja itu maaa "
" Yowes lanjut yaa. Aku sudah nikah sekitar hampir 6 tahun. Anak 1, laki-laki umur 2,5 tahun, ada di rumah sama bapak-ibu "
" Setelah nikah, aku pindah ke London, disana kita berdua kerja dan lanjutkan kuliah S2 "
" Alhamdulillah kuliah sudah selesai, tapi masih ada kontrak kerja 1,5 tahun lagi, jadi yaa Sabtu besok, aku balik ke London "
" Kerja opo Shaf?? "
" Aku desainer interior, kalau Bang Daffa analis keuangan. Kita kerja di kantor yang sama "
" Kamu kuliah S1nya dulu di mana?? "
" Trisakti "
" Ooo, tapi kamu jarang ke Jogja yaa?? "
" Ini kali pertama setelah aku pindah ke London. Kalau dulu setiap lebaran, aku pasti pulang kok "
" Anakmu namanya siapa?? "
" Danesh "
Shafa menunjukkan foto Danesh yang tersimpan di HPnya.
" Inilah penampakannya "
" Shaaafff, bahasamu iku lhooo !! "
" Kok bule men, ga kelihatan Indonesianya "
" Lebih ke campuran Eropa Tionghoa ini sih!! "
" Bukan, ini Korea, lihat matanya kan sipit "
" Korea itu matanya sudah oplas!! "
Shafa pun menarik nafasnya.
" Ini ngomongin apa sih, 1 foto aja kok jadi perdebatan "
" Anakmu bisa bahasa Indonesia?? "
" Ngerti, tapi ga bisa ngomongnya. Indonesianya pasif. Paling ngomong 1-2 kata aja. Ngomongnya juga belum terlalu lancar "
Menjelang waktu Ashar, Shafa berpamitan kepada teman-temannya.
" Maaf yaa, aku pamit. Masih ada yang mau didatangi lagi "
" Besok kamu mau kemana?? "
" Mungkin ke Hutan Pinus, belum tahu juga sih mau kemana "
__ADS_1
" Yowes, besok berkabar aja kamu mau kemana, siapa tahu nanti kita ketemu lagi "
" Ok, makasih yaa "
Setelah berpamitan, Daffa dan Shafa segera berlalu.
" Sekarang kemana?? " tanya Daffa.
" Pulang aja Bang, nanti sebelum setelah maghrib, kita ke Bukit Bintang yuk?? "
" Jauh itu Yang, ga capek ?? "
" Ga lah, kan aku penumpang, yang nyetir kan Abang "
" Hmmm... pintar bin cerdas ini istri shalihah!! "
" Apakah ini adalah kekesalan yang dikemas dalam bentuk pujian?? "
" What do you think?? "
" Ok, sangkyu. Tapi Abang shalih, ganteng, baik hati, tidak sombong, rajin menabung dan sayang istri, biasanya mau mengabulkan permintaan istri tercintanya " ucap Shafa sambil menaik turunkan alisnya.
" Iya deh Abang nyerah, nanti ba'da maghrib kita ke Bukit Bintang "
" Jazakallah khair Abang ganteng!! " ucap Shafa sambil mengecup pipi Daffa.
" Tapi sampai hotel, Abang tiduran dulu yaa "
" Nanti aku pijetin deh, Bang "
" Ok deal!! "
" Eh mampir ke Monalisa dulu!! kita ke UGM sebentar aja "
" Hah?? apalagi?? "
" Bang, aku aja yang nyetir, biar lebih cepat "
Daffa meminggirkan kendaraannya untuk bergantian dengan Shafa.
Shafa kemudian melajukan kendaraannya menuju komplek UGM.
" Nah, itu dia Monalisa " tunjuk Shafa pada sebuah stand Burger kaki lima.
" Ini burgernya enak Bang, rasanya beda. Harganya jauh lebih murah daripada burger ameriki "
" Hmmm kalau ameshafa memang jadi lebih murah plus bahagia sih " canda Daffa.
" Iiiiiyuuuuu Abang!!!! geliiiiii!!! "
" Bang, kita pesan 6 yang pedas 1 yang biasa "
" Kok banyak banget?? "
" Harganya cuma setengah dari burger ameriki, kenyangnya yaa setengahnya juga. Soto Kadipiro bisa 2 porsi kan?? Hukum ini berlaku juga untuk burger "
Daffa pun tertawa mendengar jawaban Shafa.
Setelah memarkirkan kendaraannya,
" Eh ada pizzanya?? " tanya Daffa.
" Ga rekomen kalau pizzanya. Kecil, saos tomat aja, topping seadanya banget. Juaranya tetap di burger " jawab Shafa.
" Yowes, kita pesan burgernya aja "
Sambil menunggu pesanannya, mereka menuju masjid untuk melaksanakan shalat Ashar.
Setelah itu, mereka segera menuju hotel.
" Nanti mobilnya gimana?? " tanya Daffa.
__ADS_1
" Tadi paklik sudah WA, katanya pakai aja, besok paklik ambil ke hotel "