Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 75 Bertemu Kawan Lama


__ADS_3

Daffa dan Shafa sampai di lokasi reuni lebih dulu.


" Belum jam 11 Yang, kita duluan nih "


" Jam 11 Indonesia itu bisa 11.30 atau jam 12 Bang. Jadi kita duluannya kebangetan "


" Yowes masuk dulu, tadi reservasi atas nama siapa?? "


" Indah sama aku "


" Yuk, kita ke dalam " ajak Daffa.


Daffa lalu berjalan menuju ke kasir.


"'Atas nama Indah atau Shafa?? "


" Oo, silahkan Pak, kami antar "


Seorang pelayan pria pun menghampiri untuk mengantar mereka ke meja reservasi yang terletak di area makan bagian belakang.


Daffa dan Shafa berjalan mengikuti.


" Silahkan Pak, Bu. Untuk minumannya bisa dipesan disini " pelayan tersebut memberikan kertas pemesanan beserta daftar menu.


" Untuk makanannya tadi sudah dipesankan, jika ada tambahan, juga bisa di tuliskan disini "


" Untuk nasi, silahkan ambil sendiri di meja panjang dekat kasir "


" Terima kasih Mas "


Daffa dan Shafa membuka buku menu rumah makan tersebut.


" Apa sih Tengkleng Gajah ?? " tanya Daffa.


" Ooo itu nama makanannya tengkleng, pakai daging dan tulang kambing. Tapi karena potongannya besar-besar, jadi dinamakan tengkleng gajah. Bukan pakai daging gajah " jawab Shafa.


" Ooo kirain, serem amat kalau pakai daging gajah beneran. Ini kuahnya seperti sop yaa, tapi potongan dagingnya besar-besar?? "


" Hmmm beda sama sop, tapi yaa berkuah dan tidak pakai santan. Seger enak pokoknya "


Tak lama kemudian,


" Shafa?? "


" Indah?? Iin?? "


" Iyo aku Iin. Ya Allah, pangling aku!!! "


Keduanya pun berpelukan.


" Pirang tahun?? "


( berapa tahun)


" 15 tahun, In "


" MasyaAllah pangling beneran lho, kalau ketemu kamu di jalan, pasti aku ga ngenalin "


" Yaa sama. Eh katanya kamu baru nikah?? "


" Iya, baru sebulan. Oiya kenalin ini suamiku, Mas Opick "


" Kenalin juga ini suamiku, Bang Daffa "


" Koe nikah karo bule?? "


" Setengah bule aja " jawab Daffa.


" Wis ceritane mengko ae, ben sisan "


( Ceritanya nanti saja, biar sekalian)

__ADS_1


Satu persatu teman-teman Shafa mulai berdatangan, cium dan peluk diantara teman lama ini menjadi bagian melepaskan rindu setelah belasan tahun tak bersua.


" Ok, wis kumpul kabeh. Mulai cerita dong Shaf!! " pintar Indah.


" Pada suatu hari atau pada zaman dahulu?? "


" Wis kambuh iki!!! "


" Tiba'e isih podho!! "


( Ternyata masih sama )


" Pakai bahasa Indonesia aja yaa, suami ku ntar roaming kalau kita pakai bahasa Jawa "


" Ini Bang Daffa, teman sekelas waktu SMP, blasteran Inggris, makanya bentuknya begini "


" Kok bentuk?? wujud gitu!!! " protes Indah.


" Haadee sama aja itu maaa "


" Yowes lanjut yaa. Aku sudah nikah sekitar hampir 6 tahun. Anak 1, laki-laki umur 2,5 tahun, ada di rumah sama bapak-ibu "


" Setelah nikah, aku pindah ke London, disana kita berdua kerja dan lanjutkan kuliah S2 "


" Alhamdulillah kuliah sudah selesai, tapi masih ada kontrak kerja 1,5 tahun lagi, jadi yaa Sabtu besok, aku balik ke London "


" Kerja opo Shaf?? "


" Aku desainer interior, kalau Bang Daffa analis keuangan. Kita kerja di kantor yang sama "


" Kamu kuliah S1nya dulu di mana?? "


" Trisakti "


" Ooo, tapi kamu jarang ke Jogja yaa?? "


" Ini kali pertama setelah aku pindah ke London. Kalau dulu setiap lebaran, aku pasti pulang kok "


" Anakmu namanya siapa?? "


" Danesh "


Shafa menunjukkan foto Danesh yang tersimpan di HPnya.


" Inilah penampakannya "


" Shaaafff, bahasamu iku lhooo !! "


" Kok bule men, ga kelihatan Indonesianya "


" Lebih ke campuran Eropa Tionghoa ini sih!! "


" Bukan, ini Korea, lihat matanya kan sipit "


" Korea itu matanya sudah oplas!! "


Shafa pun menarik nafasnya.


" Ini ngomongin apa sih, 1 foto aja kok jadi perdebatan "


" Anakmu bisa bahasa Indonesia?? "


" Ngerti, tapi ga bisa ngomongnya. Indonesianya pasif. Paling ngomong 1-2 kata aja. Ngomongnya juga belum terlalu lancar "


Menjelang waktu Ashar, Shafa berpamitan kepada teman-temannya.


" Maaf yaa, aku pamit. Masih ada yang mau didatangi lagi "


" Besok kamu mau kemana?? "


" Mungkin ke Hutan Pinus, belum tahu juga sih mau kemana "

__ADS_1


" Yowes, besok berkabar aja kamu mau kemana, siapa tahu nanti kita ketemu lagi "


" Ok, makasih yaa "


Setelah berpamitan, Daffa dan Shafa segera berlalu.


" Sekarang kemana?? " tanya Daffa.


" Pulang aja Bang, nanti sebelum setelah maghrib, kita ke Bukit Bintang yuk?? "


" Jauh itu Yang, ga capek ?? "


" Ga lah, kan aku penumpang, yang nyetir kan Abang "


" Hmmm... pintar bin cerdas ini istri shalihah!! "


" Apakah ini adalah kekesalan yang dikemas dalam bentuk pujian?? "


" What do you think?? "


" Ok, sangkyu. Tapi Abang shalih, ganteng, baik hati, tidak sombong, rajin menabung dan sayang istri, biasanya mau mengabulkan permintaan istri tercintanya " ucap Shafa sambil menaik turunkan alisnya.


" Iya deh Abang nyerah, nanti ba'da maghrib kita ke Bukit Bintang "


" Jazakallah khair Abang ganteng!! " ucap Shafa sambil mengecup pipi Daffa.


" Tapi sampai hotel, Abang tiduran dulu yaa "


" Nanti aku pijetin deh, Bang "


" Ok deal!! "


" Eh mampir ke Monalisa dulu!! kita ke UGM sebentar aja "


" Hah?? apalagi?? "


" Bang, aku aja yang nyetir, biar lebih cepat "


Daffa meminggirkan kendaraannya untuk bergantian dengan Shafa.


Shafa kemudian melajukan kendaraannya menuju komplek UGM.


" Nah, itu dia Monalisa " tunjuk Shafa pada sebuah stand Burger kaki lima.


" Ini burgernya enak Bang, rasanya beda. Harganya jauh lebih murah daripada burger ameriki "


" Hmmm kalau ameshafa memang jadi lebih murah plus bahagia sih " canda Daffa.


" Iiiiiyuuuuu Abang!!!! geliiiiii!!! "


" Bang, kita pesan 6 yang pedas 1 yang biasa "


" Kok banyak banget?? "


" Harganya cuma setengah dari burger ameriki, kenyangnya yaa setengahnya juga. Soto Kadipiro bisa 2 porsi kan?? Hukum ini berlaku juga untuk burger "


Daffa pun tertawa mendengar jawaban Shafa.


Setelah memarkirkan kendaraannya,


" Eh ada pizzanya?? " tanya Daffa.


" Ga rekomen kalau pizzanya. Kecil, saos tomat aja, topping seadanya banget. Juaranya tetap di burger " jawab Shafa.


" Yowes, kita pesan burgernya aja "


Sambil menunggu pesanannya, mereka menuju masjid untuk melaksanakan shalat Ashar.


Setelah itu, mereka segera menuju hotel.


" Nanti mobilnya gimana?? " tanya Daffa.

__ADS_1


" Tadi paklik sudah WA, katanya pakai aja, besok paklik ambil ke hotel "


__ADS_2